Silaturahim berasal dari kata silah yang bermakna mengurai tali yang kusut, sementara rahim yang pengertian jamaknya wal arham adalah kandungan tempat janin buah kasih pasangan suami istri betumbuh dengan curahan kasih sayang yang tulus. Sebagai pengingat bahwasanya umat manusia berasal dari keturunan Adam dan Hawa, sehingga sudah semestinya sebagai sesama saudara selalu hidup dalam kerukunan, dengan saling bersilaturahim, berkasih sayang, mengurai tali kasih sayang yang sebelumnya kusut. Demikian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti dalam ceramahnya memaparkan kekuatan silaturahim di hadapan para insan kèo bóng đá hôm nay, Rabu, ngày 15 tháng 4 năm 2026 tại kèo bóng đá hôm nay Land Plaza, Jakarta.

Bersama-sama mengurai jalinan hubungan yang kusut adalah makna silaturahim.
Mu'ti yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam perjumpaan Halalbihalal kèo bóng đá hôm nay bertajuk Silaturahmi Menguatkan, Bersama Tanpa Batas mengambil penggambaran dari pertunjukan tari tradisi asal Aceh, Tarek Pukat yang mempertontonkan bagaimana para nelayan bersama-sama menjaga agar jaring yang justka pergunakan menangkap ikan di laut tetap terurai, tidak sampai kusut. "Kita urai, kita perbaiki supaya jelas mana ujung, mana pangkal. Menggambarkan betapa pentingnya kita melakukan silaturahim. Saya kira tadi para penarinya tetap tenang, tapi penontonnya yang tegang. Saya perhatikan tadi cấp cao saya Pak Muktar (Thành viên Hội đồng kèo bóng đá hôm nay, Muktar Widjaja,đỏ.) đang cố gắng hết sức. GimananihTalinya bắt đầu? Jangan-janganenggakjadigitu kan? Tapi ternyata ujung-ujungnya hebat. Itulah contoh kesabaran mengurai yang kusut itu supaya menjadi kuat,” ujarnya.

Bersama para pembina, mengapit Giám đốc điều hành kèo bóng đá hôm nay Fery Salman.
Pagi itu, penari yang tampil membawakannya adalah para siswa Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat. Sebuah kawasan mendekati pantai yang memiliki makna lịch sử. Bagi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, sekolah yang berdiri tahun 2003 itu adalah awal dari komitmen mendalam justka dalam bidang pendidikan humanis di Indonesia. Lokasi yang sama juga menjadi saksi terwujudnya inisiatif sosial kemanusiaan kèo bóng đá hôm nay melalui dukungan pemulihan kawasan Kali Angke pasca banjir besar tahun 2002, yang diikuti dengan langkah bersama sejumlah perusahaan lain yang peduli dengan membangun Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Inisiatif awal itu yang kemudian memantik kèo bóng đá hôm nay pada tahun 2006 resmi mendirikan Eka Tjipta Foundation.

Percayakan pada yang terlatih: siswa Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng.
Sebagaimana perenungan yang disampaikan Abdul Mu'ti, berjejaring, bersilaturahim berikut menebar kebaikan kepada sesama akan membuat kita semakin kuat, semakin cerdas, lebih bahagia, bertambah makmur. Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Penulis: Jaka Anindita; Người đóng góp: Adila Komala Dewi;
Ảnh: Noveradika
