
Bột giấy & Giấy Châu Á (APP) kèo bóng đá hôm nay mendukung berlangsungnya Kongres Dayak Internasional di Pontianak. Dalam pembukaan acara ini turut dihadiri Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis serta delegasi dari Malaysia, Brunei, Thái Lan, Filipina, Ấn Độ, Đài Loan, Selandia Baru, đại diện cho FAO yang menaungi Người bản địa.
“Digelarnya Kongres Dayak Internasional ini bertujuan untuk bersama-sama merumuskan gagasan serta memberikan kesadaran baru untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Dayak yang lebih baik,” ujar Cornelis, yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (26/7).
Cornelis menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan kongres ini, salah satunya kepada pihak swasta yang telah memberikan dukungan secara penuh. Cornelis berharap akan kelanjutan kongres di masa mendatang akan semakin đi quốc tế.
“Mudah-mudahan nanti Kongres Internasional Daya II dapat dilaksanakan di Madagaskar, Serawak, atau di Sabah, Đài Loan, atau Australia. Có vẻ như đây là thành viên không được phép làm việc với túi kemajuan masyarakat Dayak di Kalimantan maupun di penjuru dunia lainnya,” ujarnya.
Menkumham, Yasonna Laoly dalam acara serupa mengharapkan kongres ini akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Dayak, và tidak hanya berhenti pada taraf seremonial saja. “Kongres Dayak International pertama ini selain sebagai ajang silaturahim, juga bertujuan sebagai wadah untuk menyatukan pandangan dan merumuskan keputusan yang berguna bagi kepentingan masyarakat Dayak, sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” kata dia.
Bertempat di Rumah Radakng, Pontianak, APP kèo bóng đá hôm nay memperkenalkan kepada khalayak berbagai Programnya. Salah satunya adalah chương trình Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang turut membantu meningkatkan kesejahteraan petani lokal sekaligus bertanggung hàmab terhadap lingkungan sekitarnya.
Yasonna menyempatkan diri untuk mengunjungi gian hàng APP, và mendapatkan penjelasan mengenai hasil chương trình DMPA yang fokus pada kegiatan wanatani. Yasonna mengekspresikan kekagumannya ketika melihat salah satu hasil produktivitas petani binaan DMPA, yaitu Singkong ‘Cassesart’ sebagai bahan baku tepung tapioka.
APP kèo bóng đá hôm nay có thể cung cấp chương trình pencegahan và penanggulangan kebakaran nhưng không được cung cấp nhiều thông tin hữu ích với Quản lý chữa cháy tích hợp (IFM). Mulai dari pembentukan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) mandiri, penggunaan teknologi hiện đại, hingga kelengkapan infrastruktur và peralatan yang memadai.
Direktur APP kèo bóng đá hôm nay, Suhendra Wiriadinata pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa chương trình DMPA và IFM ini merupakan respon nyata APP. “(Phản hồi) atas komitmen kebijakan konservasi hutan (FCP) yang juga mencakup pembangunan sumber daya manusia dan kelestarian alam di wilayah sekitar konsesi kami, salah satunya di Kalimantan Barat,” ujarnya.
[Số : – Bức ảnh :]