Pengusaha Peduli NKRI – Sinar Mas /blog Mon, 19 Dec 2022 09:25:18 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Pengusaha Peduli NKRI – Sinar Mas /blog 32 32 Sinar Mas dan Pengusaha Peduli NKRI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur /blog/?p=3698 Mon, 19 Dec 2022 09:22:18 +0000 /blog/?p=3698 Sinar Mas beserta perusahaan-perusahaan nasional yang tergabung dalam Pengusaha Peduli NKRI berkolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, bersama Pemerintah Provinsi DKI menyalurkan bantuan berupa 6.000 karung beras dengan berat total 30 ton serta 1.500 dus mie instan bagi korban gempa Cianjur, Jawa Barat pada Rabu (14/12/2022).

Adapun penyaluran telah diserahkan dan akan didistribusikan langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.  Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen para pelaku usaha untuk membantu pemerintah dan meringankan masyarakat terdampak bencana. Terlebih, gempa Cianjur ini berdampak signifikan ke aspek kehidupan sosial maupun ekonomi sekitar.

“Kami senang sekali diberikan kesempatan kerja sama untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa di Kabupaten Cianjur. Ini adalah langkah lanjutan yang kami lakukan sebab sebelumnya, kami sudah memberikan bantuan langsung, termasuk lewat layanan kesehatan di lokasi. Harapannya, kami bisa melanjutkan inisiasi ini dalam bentuk rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Hong Tjhin.

“Hari ini Pengusaha Peduli NKRI, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, dan Pemerintah provinsi DKI memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Cianjur. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga yang membutuhkan. Nanti, BPBD Cianjur akan mengawal penyalurannya ke lokasi,” kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam sambutannya.

Adapun kolaborasi lintas pihak dalam Pengusaha Peduli NKRI ini bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Ini merupakan upaya lanjutan yang konsisten dilakukan sejak pandemi Covid-19 berlangsung selama dua tahun terakhir ini.

Dalam upaya tersebut, Pengusaha Peduli NKRI telah mengumpullkan donasi lebih dari Rp650 miliar. Jumlah tersebut melampaui target yang dicanangkan, yakni sebesar Rp500 miliar.

Inisiator dan Koordinator Pengusaha Peduli NKRI merupakan eks-Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistiyanto, yang kini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Korea.

]]>
Sinar Mas dan Eka Tjipta Foundation Salurkan Bantuan Pendidikan Untuk Anak Korban Semeru /blog/?p=3499 Tue, 21 Dec 2021 03:33:51 +0000 /blog/?p=3499 Letusan Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12/2021). Menurut Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Semeru diawali dengan laharan, kemudian muncul guguran awan panas yang mengarah ke daerah Besuk Kobokan. Erupsi pada Desember 2021 merupakan letusan kesekian kali yang terjadi pada Semeru sejak 1818. 

Korban tewas karena erupsi Gunung Semeru pun tidak terelakkan. Berdasarkan data dari Posko Tanggap Darurat per 13 Desember 2021, tercatat ada 48 orang korban meninggal dunia.

Oleh karena itu, melalui inisiatif Sinar Mas Peduli Semeru, Eka Tjipta Foundation (ETF) memberikan bantuan beasiswa bagi para pelajar yang kehilangan orang tua mereka akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

“Di antara beberapa tahapan penanganan bencana, pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi kami memberikan dukungan melalui pemberian beasiswa kepada pelajar, di tingkat sekolah dasar hingga menengah atas yang menyandang status yatim atau yatim piatu setelah orang tua mereka menjadi korban erupsi Semeru,” kata Ketua Umum ETF Hong Tjhin saat bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, Jumat (17/12/2021) menyerahkan bantuan kepada Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.

Saat ini, pendataan serta verifikasi para penerima beasiswa tengah berlangsung, melibatkan jajaran Kemenkopolhukam bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang. Dukungan berupa beasiswa menurut Hong Tjhin dipilih agar rekonstruksi tak hanya menyentuh korban dari sisi fisik, namun juga menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak di sana. Dirinya berharap kemitraan lintas pihak membuat bantuan tersedia berikut tersalurkan secara berimbang di setiap tahapan penanganan bencana, bagi masyarakat yang terdampak.

Tim Sinar Mas dan Eka Tjipta Foundation Peduli Semeru di Posko Bantuan

Secara bersamaan, ETF menyerahkan pula bantuan tanggap darurat dari Sinar Mas berupa paket higienis, sanitasi serta bahan bangunan, berikut bantuan sebanyak 110 ton beras dari inisiatif Pengusaha Peduli NKRI yang diberikan secara bertahap pada masa rekonstruksi – pemulihan, dan 2.000 paket personal dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bagi para pengungsi.

]]>
Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi /blog/?p=3250 Fri, 23 Jul 2021 08:21:52 +0000 /blog/?p=3250 Pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini telah memasuki siklus tertinggi dalam penyebarannya. Kondisi ini kembali mendorong komitmen para pengusaha di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) atau yang disebut Pengusaha Peduli NKRI dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dengan menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, gerakan lintas industri ini menghasilkan donasi untuk pengadaan 35.000 ton beras bagi 7 juta keluarga yang penyalurannya mulai dilaksanakan pada Jumat (23/7/2021) di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Selain beras, donasi tersebut juga digunakan untuk pengadaan konsentrator oksigen, penyaluran obat-obatan, serta dukungan penyelenggaraan sentra vaksinasi bersama.

“Donasi ini masih dengan tujuan yang sama seperti saat inisiatif Pengusaha Peduli NKRI bermula Maret tahun lalu, yakni solidaritas dan kepedulian kalangan usaha atas masyarakat yang terdampak pandemi, memperkuat apa yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia,” kata Gandi Sulistiyanto selaku koordinator Pengusaha Peduli NKRI. Dari Tzu Chi Center, Jakarta Utara, Sulistiyanto yang calon duta besar untuk Republik Korea Selatan ini berharap, secara bertahap nilai donasi akan meningkat sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang akan terbantu.

Dalam debutnya sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia yang baru, Arsjad Rasjid sangat mengapresiasi aksi bersama yang telah berlangsung secara berkesinambungan.

“Di mana solidaritas berikut kepedulian kepada sesama tetap terpelihara meskipun sektor usaha juga tengah berupaya bertahan dari imbas pandemi,” ujarnya.

Dirinya berharap bantuan selain dapat memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi pandemi juga turut menggugah perusahaan lain untuk turut bergabung.

Hingga saat ini perusahaan yang bergabung dalam donasi adalah Sinar Mas, Agung Sedayu Group, Astra International, Djarum Foundation, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Barito Pacific Tbk, PT Intisumber Bajasakti, First Resources Ltd., Putera Sampoerna Foundation, PT Sampoerna Agro Tbk., Panin Group, Triputra Group, KPN Corp, Gan Konsulindo, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Permata Hijau Group, PT Samudra Marine Indonesia serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Penyaluran bantuan, menurut Pembina Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Sinar Mas yang juga Wakil Ketua Umum Eka Tjipta Foundation, Hong Tjhin, akan melibatkan para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di berbagai wilayah, dengan dukungan aparat TNI-Polri.

“Bantuan beras adalah kelanjutan dari penyaluran yang berlangsung sejak Perayaan Imlek Nasional bulan Februari silam hingga kini. Karena pandemi harus dihadapi dengan kesatuan hati dan kebersamaan semua pihak,” ujarnya saat penyerahan terbatas – karena pertimbangan protokol kesehatan – yang turut dihadiri Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono.

Awal pandemi pada Maret 2020 lalu, Pengusaha Peduli NKRI berhasil menggalang dana lebih dari Rp660 miliar dalam wujud bahan pangan untuk masyarakat, beserta peralatan kesehatan seperti ventilator, alat pelindung diri, peralatan uji cepat, dan masker bagi para tenaga kesehatan dan fasilitas medis melalui koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19. Bantuan tersebar ke 358 institusi dan 1.080 rumah sakit serta puskesmas di Jabodetabek, dan 26 provinsi lain di Indonesia.

]]>
Pengusaha Peduli NKRI Gelar Donor Plasma Konvalesen /blog/?p=3207 Thu, 17 Jun 2021 08:22:46 +0000 /blog/?p=3207 Meningkatnya kasus Covid-19 mendorong perusahaan yang bernaung dalam Pengusaha Peduli NKRI memperkuat gerakan nasional donor plasma konvalesen.

“Persyaratan medis yang ketat bagi pendonor membuat partisipasi publik juga terbatas. Namun, kami berupaya agar metode ini dikenal luas, sehingga semakin banyak penyintas Covid-19 yang memahaminya, dan tergerak mendonorkan plasma (konvalesen)-nya. Salah satu langkah yang kami tempuh adalah dengan menggandeng perusahaan yang berada di bawah payung Pengusaha Peduli NKRI,” ujar Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin saat donor berlangsung di Sinar Mas Land Plaza, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/6/2021).

Sebagai salah seorang pendonor plasma konvalesen, Saleh Husin berharap partisipasi perusahaan dapat mendorong percepatan sosialisasi serta edukasi donor plasma konvalesen, sekaligus memperluas jangkauan manfaatnya di masyarakat.

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin ikut mendonorkan plasma konvaselen

Sebanyak 15 pendonor plasma, datang dari lingkup karyawan Sinar Mas, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, PT Djarum, dan Triputra Group. Mereka telah dinyatakan lolos screening yang dilakukan oleh tim medik Yayasan Buddha Tzu Chi cabang Sinar Mas dari 60 orang penyintas yang sebelumnya mendaftarkan diri.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi para pendonor adalah berusia antara 18 hingga 60 tahun, memiliki berat badan minimal 55 kg, terbebas dari sejumlah penyakit, dan harus melalui proses pemantauan kondisi antibodi sehari sebelumnya. Selain itu, kesempatan mendonorkan plasma darah hanya dapat dilakukan penyintas hingga tiga bulan pascasembuh.

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin menunjukkan kantung berisi plasma konvaselen

Pengusaha Peduli NKRI merupakan inisiatif solidaritas beberapa perusahaan yang bernaung dalam Kamar Dagang dan Industri Nasional Indonesia (KADIN), dimana Sinar Mas adalah satu di antaranya. Awalnya, perusahaan-perusahaan tersebut berkolaborasi menggalang donasi untuk melengkapi kebutuhan para tenaga medis dan petugas pelayanan publik sesaat setelah penetapan status pandemi Covid-19 tahun lalu, dengan alat pelindung diri, masker, peralatan uji cepat dan ventilator.

]]>
Sinar Mas Ajak Penyintas COVID-19 Berdonor Plasma /blog/?p=3156 Mon, 19 Apr 2021 04:47:14 +0000 /blog/?p=3156 Publik yang teredukasi baik, akan lebih mudah diajak, demikian latar belakang Sinar Mas melalui gerakan Pengusaha Peduli NKRI, bersama Yayasan Buddha Tzu Chi, dan Palang Merah Indonesia menggelar zoominar “Yuk, Donor Plasma!”.

“Langkah penyembuhan pasien Covid-19 melalui transfusi plasma konvalesen adalah sebuah alternatif yang belum menjadi pilihan, bukan karena lemahnya solidaritas ataupun kepedulian masyarakat, namun lebih karena ketidaktahuan publik, termasuk para penyintas selaku pendonor,” kata Managing Director Sinar Mas Saleh Husin.

Menurut Saleh, pihaknya coba mengatasi kendala ini, selain melalui gelaran donor plasma, juga dengan memperkuat sosialiasi serta edukasi publik. “Agar semakin berdaya, kami turut menggandeng Pengusaha Peduli NKRI,” ujarnya dalam acara yang menghadirkan secara daring Ketua Bidang Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso, pemrakarsa terapi plasma konvalesen bagi pasien Covid-19, Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo, bersama pendiri plasmahero.id, dr. Ariani, selaku narasumber.

“Kami berharap, diskusi dapat memberikan gambaran yang jelas sekaligus ilmiah bagi publik tentang apa dan bagaimana donor plasma konvalesen, karena selain membantu melengkapi terapi lainnya, metode ini menempatkan para penyintas, menjadi para penyelamat,” kata Saleh. Kehadiran Pengusaha Peduli NKRI ia yakini akan membuat sosialisasi dan kesediaan berdonor berlangsung meluas.

Sebelumnya, Sinar Mas melalui Bakti Sosial Donor Plasma Konvalesen di Jakarta, Kamis (8/4) telah menggalang solidaritas para karyawan. Tercatat sebanyak 122 orang turut berpartisipasi, dan setelah menjalani proses pemantauan, 17 di antaranya memenuhi syarat mendonorkan plasma.

Sedikit berbeda dengan donor darah reguler, sebelum plasma darah dapat diterima oleh pasien Covid-19, pendonor terlebih dulu mesti memenuhi ketentuan medis, di antaranya berusia antara 18 hingga 60 tahun, dengan berat badan minimal 55 kg, terbebas dari sejumlah penyakit, dan harus melalui proses pemantauan kondisi antibodi (screening) sehari sebelumnya. Kesempatan mendonorkan plasma darah hanya dapat dilakukan penyintas hingga tiga bulan pascasembuh.

Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo mengapresiasi mengapresiasi peran PMI selaku tulang punggung ketersediaan plasma konvalesen yang melaksanakan screening, pengambilan dan penyimpanan plasma dengan standar terbaik, kemudian mendistribusikan hingga lebih dari 29.000 kantong plasma ke seluruh Indonesia, sembari membangun pangkalan maha data, serta bank plasma, sehingga antrean pasien dapat terurai. “Pencapaian ini tidak lepas dari solidaritas masyarakat lewat berbagai gerakan donor plasma konvalesen, sehingga ketersedian plasma semakin meningkat,” ujarnya.

Pengusaha Peduli NKRI adalah gerakan sosial lintas sektor privat – di mana Sinar Mas adalah satu di antaranya – yang sejak pandemi berlangsung, aktif menyalurkan donasi peralatan medik, alat pelindung diri, perangkat uji cepat, serta suplemen kesehatan dan bahan pangan bagi para petugas medis, juga masyarakat.

Rekaman acara zoominar bertajuk “Yuk, Donor Plasma!” bisa disaksikan di bawah ini:

]]>
Sinar Mas Bentuk Satgas Untuk Perangi Covid-19 di Lingkungan Perkantoran /blog/?p=3095 Mon, 14 Dec 2020 11:12:19 +0000 /blog/?p=3095 Sinar Mas terdorong menjalankan protokol kesehatan ketat di lingkungan kerja dengan membentuk satuan tugas (satgas) sejak pemerintah menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional.

Managing Director Sinar Mas, G Sulistiyanto mengatakan, satgas ini berperan mengawasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja. Termasuk, lanjutnya, menyosialisasikan pemahaman tentang pandemi dan pencegahannya, hingga mengkoordinasikan intervensi medis bagi karyawan yang terinfeksi di lingkungan kerja.

“Mereka bertugas sampai ke lingkup kerja terkecil di setiap pilar bisnis kami,” ungkapnya dalam diskusi kelompok terpimpin (focus group discussion) bertajuk “Kebijakan Manajemen di Masa Pandemi untuk Mengurangi Penularan Covid-19 di Lingkungan Kerja”, di Jakarta Jumat (11/12/2020).

Sulistiyanto mengatakan, kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan selalu memakai masker dan menjaga jarak adalah vaksin yang dapat diakses saat ini.

“Kami percaya, kebijakan manajemen yang kolaboratif dan menyeluruh, saling memberi contoh, baik di dalam maupun ke luar, akan mampu memerangi penyebaran pandemi,” jelasnya.

Selain itu, penyesuaian waktu serta tempat kerja juga dilakukan berbarengan dengan aktivasi sejumlah perangkat pendukung berbasis digital guna membantu karyawan tetap produktif sekalipun tidak berada di kantornya.

Sulistiyanto menyebut, sejumlah pilar bisnis Sinar Mas jauh lebih maju dibandingkan beberapa pilar lainnya dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Pandemi menjadi kesempatan bagi kami untuk saling belajar dan mempercepat transformasi digital mulai dari performance monitoring, learning and development, recruitment and selection, human resources information system, dan banyak lagi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, meramu sosialisasi yang tepat menjadi hal penting mengingat Sinar Mas menaungi sekitar 380.000 karyawan yang tersebar pada beragam bidang maupun karakteristik profesi.

Dia menyebut, kampanye dilakukan mulai dari pemasangan berbagai poster di setiap lokasi strategis, penayangan tanpa henti video tematik, hingga pendistribusian buku saku ke seluruh karyawan.

“Kampanye melalui seluruh aset media sosial kami hingga himbauan lisan kami lakukan agar kesadaran pencegahan pandemi menjadi kebiasaan, kemudian menjadi budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sulistiyanto mengatakan, pihaknya bersama perusahaan di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Nasional Indonesia, menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berhasil menggalang bantuan alat kesehatan. Bantuan senilai total Rp 650 miliar berupa masker medis, baju pelindung, alat uji cepat, cairan disinfektan dan ventilator.

Bantuan tersebut disalurkan bagi para tenaga medis dan pusat layanan kesehatan yang dikelola pemerintah, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, hingga 25 provinsi lainnya. Tak ketinggalan, jutaan paket suplemen herbal juga telah didonasikan ke berbagai pihak, dan masih berlangsung hingga kini.

Sulistiyanto mengatakan, hal itu dilakukan karena pihaknya juga bergerak ke luar. Sebab, masyarakat adalah bagian tak terpisahkan dari tumbuh kembang Sinar Mas.

“Sebagaimana peran kami menginisiasi Gerakan Pakai Masker (GPM) menjadi sebuah gerakan nasional lintas pihak dan perusahaan, yang telah mendapatkan restu Presiden Republik Indonesia, dan terus kami sosialisasikan baik di dalam, maupun luar lingkup Sinar Mas,” tuturnya.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Sinar Mas (@sinar_masid)

Sumber: Kompas

]]>