Donor Plasma Konvalesen – Sinar Mas /blog Fri, 18 Jun 2021 09:51:18 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Donor Plasma Konvalesen – Sinar Mas /blog 32 32 Pengusaha Peduli NKRI Gelar Donor Plasma Konvalesen /blog/?p=3207 Thu, 17 Jun 2021 08:22:46 +0000 /blog/?p=3207 Meningkatnya kasus Covid-19 mendorong perusahaan yang bernaung dalam Pengusaha Peduli NKRI memperkuat gerakan nasional donor plasma konvalesen.

“Persyaratan medis yang ketat bagi pendonor membuat partisipasi publik juga terbatas. Namun, kami berupaya agar metode ini dikenal luas, sehingga semakin banyak penyintas Covid-19 yang memahaminya, dan tergerak mendonorkan plasma (konvalesen)-nya. Salah satu langkah yang kami tempuh adalah dengan menggandeng perusahaan yang berada di bawah payung Pengusaha Peduli NKRI,” ujar Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin saat donor berlangsung di Sinar Mas Land Plaza, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/6/2021).

Sebagai salah seorang pendonor plasma konvalesen, Saleh Husin berharap partisipasi perusahaan dapat mendorong percepatan sosialisasi serta edukasi donor plasma konvalesen, sekaligus memperluas jangkauan manfaatnya di masyarakat.

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin ikut mendonorkan plasma konvaselen

Sebanyak 15 pendonor plasma, datang dari lingkup karyawan Sinar Mas, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, PT Djarum, dan Triputra Group. Mereka telah dinyatakan lolos screening yang dilakukan oleh tim medik Yayasan Buddha Tzu Chi cabang Sinar Mas dari 60 orang penyintas yang sebelumnya mendaftarkan diri.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi para pendonor adalah berusia antara 18 hingga 60 tahun, memiliki berat badan minimal 55 kg, terbebas dari sejumlah penyakit, dan harus melalui proses pemantauan kondisi antibodi sehari sebelumnya. Selain itu, kesempatan mendonorkan plasma darah hanya dapat dilakukan penyintas hingga tiga bulan pascasembuh.

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin menunjukkan kantung berisi plasma konvaselen

Pengusaha Peduli NKRI merupakan inisiatif solidaritas beberapa perusahaan yang bernaung dalam Kamar Dagang dan Industri Nasional Indonesia (KADIN), dimana Sinar Mas adalah satu di antaranya. Awalnya, perusahaan-perusahaan tersebut berkolaborasi menggalang donasi untuk melengkapi kebutuhan para tenaga medis dan petugas pelayanan publik sesaat setelah penetapan status pandemi Covid-19 tahun lalu, dengan alat pelindung diri, masker, peralatan uji cepat dan ventilator.

]]>
Sinar Mas Ajak Penyintas COVID-19 Berdonor Plasma /blog/?p=3156 Mon, 19 Apr 2021 04:47:14 +0000 /blog/?p=3156 Publik yang teredukasi baik, akan lebih mudah diajak, demikian latar belakang Sinar Mas melalui gerakan Pengusaha Peduli NKRI, bersama Yayasan Buddha Tzu Chi, dan Palang Merah Indonesia menggelar zoominar “Yuk, Donor Plasma!”.

“Langkah penyembuhan pasien Covid-19 melalui transfusi plasma konvalesen adalah sebuah alternatif yang belum menjadi pilihan, bukan karena lemahnya solidaritas ataupun kepedulian masyarakat, namun lebih karena ketidaktahuan publik, termasuk para penyintas selaku pendonor,” kata Managing Director Sinar Mas Saleh Husin.

Menurut Saleh, pihaknya coba mengatasi kendala ini, selain melalui gelaran donor plasma, juga dengan memperkuat sosialiasi serta edukasi publik. “Agar semakin berdaya, kami turut menggandeng Pengusaha Peduli NKRI,” ujarnya dalam acara yang menghadirkan secara daring Ketua Bidang Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso, pemrakarsa terapi plasma konvalesen bagi pasien Covid-19, Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo, bersama pendiri plasmahero.id, dr. Ariani, selaku narasumber.

“Kami berharap, diskusi dapat memberikan gambaran yang jelas sekaligus ilmiah bagi publik tentang apa dan bagaimana donor plasma konvalesen, karena selain membantu melengkapi terapi lainnya, metode ini menempatkan para penyintas, menjadi para penyelamat,” kata Saleh. Kehadiran Pengusaha Peduli NKRI ia yakini akan membuat sosialisasi dan kesediaan berdonor berlangsung meluas.

Sebelumnya, Sinar Mas melalui Bakti Sosial Donor Plasma Konvalesen di Jakarta, Kamis (8/4) telah menggalang solidaritas para karyawan. Tercatat sebanyak 122 orang turut berpartisipasi, dan setelah menjalani proses pemantauan, 17 di antaranya memenuhi syarat mendonorkan plasma.

Sedikit berbeda dengan donor darah reguler, sebelum plasma darah dapat diterima oleh pasien Covid-19, pendonor terlebih dulu mesti memenuhi ketentuan medis, di antaranya berusia antara 18 hingga 60 tahun, dengan berat badan minimal 55 kg, terbebas dari sejumlah penyakit, dan harus melalui proses pemantauan kondisi antibodi (screening) sehari sebelumnya. Kesempatan mendonorkan plasma darah hanya dapat dilakukan penyintas hingga tiga bulan pascasembuh.

Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo mengapresiasi mengapresiasi peran PMI selaku tulang punggung ketersediaan plasma konvalesen yang melaksanakan screening, pengambilan dan penyimpanan plasma dengan standar terbaik, kemudian mendistribusikan hingga lebih dari 29.000 kantong plasma ke seluruh Indonesia, sembari membangun pangkalan maha data, serta bank plasma, sehingga antrean pasien dapat terurai. “Pencapaian ini tidak lepas dari solidaritas masyarakat lewat berbagai gerakan donor plasma konvalesen, sehingga ketersedian plasma semakin meningkat,” ujarnya.

Pengusaha Peduli NKRI adalah gerakan sosial lintas sektor privat – di mana Sinar Mas adalah satu di antaranya – yang sejak pandemi berlangsung, aktif menyalurkan donasi peralatan medik, alat pelindung diri, perangkat uji cepat, serta suplemen kesehatan dan bahan pangan bagi para petugas medis, juga masyarakat.

Rekaman acara zoominar bertajuk “Yuk, Donor Plasma!” bisa disaksikan di bawah ini:

]]>
Dari Penyintas Jadi Penyelamat – Donor Plasma Konvalesen Sinar Mas /blog/?p=3145 Fri, 09 Apr 2021 06:41:43 +0000 /blog/?p=3145 Sinar Mas bersama Yayasan Buddha Tzu Chi cabang Sinar Mas menggandeng Palang Merah Indonesia menggalang penyintas COVID-19 untuk donor plasma konvalesen.

Kegiatan ini diadakan karena kebutuhan plasma konvalesen saat ini semakin tinggi. Sejak bulan Januari 2021, donor plasma konvalesen telah resmi menjadi gerakan nasional sebab dapat mempercepat dan membantu banyak pejuang Covid-19 untuk sembuh. Oleh karena itu, Sinar Mas mendukung gerakan donor plasma konvalesen sebagai bentuk komitmen agar semakin banyak penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesen.

“Kami mengajak seluruh keluarga besar Sinar Mas penyintas COVID-19 untuk bergabung melakukan donor plasma konvalesen, sebagai bentuk solidaritas bersama menghambat perluasan pandemi,” kata Managing Director Sinar Mas Saleh Husin, Kamis (8/4/2021).

“Apa yang kami lakukan adalah sebagian dari upaya sosialisasi serta edukasi di lingkup Sinar Mas. Harapannya, akan semakin banyak lagi rekan dan karyawan Sinar Mas yang berdonor,” tambahnya.

Kegiatan Bakti Sosial Donor Plasma Konvalesen itu, sekaligus mengingatkan bahwa virus COVID-19 dapat menginfeksi siapapun.

“Jadi jangan pernah menjauhi para penyintas, karena sangat mungkin mereka yang justru menyelamatkan kita di kemudian hari,” ujar Saleh.

Dengan melibatkan karyawan/ti Sinar Mas, Paguyuban Sinar Mas, serta lingkungan keluarga dan relasi Sinar Mas, kegiatan dua hari tersebut berhasil menjaring sebanyak 122 orang untuk berpartisipasi. Setelah menjalani proses pemantauan pada Rabu (7/4/2021) , 17 orang di antaranya memenuhi syarat mendonorkan plasma, yang disaksikan oleh dr. Theresia Monica Rahardjo, dokter pemrakarsa terapi plasma konvalesen bagi pasien COVID-19.

Selain itu, hadir pula Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya PMI DKI Syarifuddin, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI DKI Andi Usman, dan Kepala Unit Donor Darah, dr. Ni Ken Ritchie, serta Wakil Ketua Umum Yayasan Eka Tjipta Foundation yang juga Pembina Yayasan Buddha Tzu Chi cabang Sinar Mas, Hong Tjhin.

Hong Tjhin mengatakan, sosialisasi kegiatan itu juga akan diperkuat melalui seminar daring pada Kamis (15/4/2021), mengingat proses donor plasma konvalesen mensyaratkan sejumlah hal yang cukup detil, dalam kurun waktu singkat.

Disampaikan, sebelum plasma darah dapat diterima oleh pasien COVID-19, pendonor terlebih dulu memenuhi ketentuan medis di antaranya berusia antara 18 – 60 tahun dengan berat badan minimal 55 kg. Kemudian, calon pendonor wajib terbebas dari sejumlah penyakit, dan harus melalui proses pemantauan kondisi antibodi (screening) sehari sebelumnya.

Kesempatan mendonorkan plasma darah, disebutkan, hanya dapat dilakukan penyintas hingga tiga bulan pascasembuh.

]]>