Smile Magazine /smilemagazine Sinar Mas Inspirational Magazine Tue, 21 Jul 2026 09:00:08 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.3 /smilemagazine/wp-content/uploads/2018/11/logo-smile-putih-1-sm-1-100x100.png Smile Magazine /smilemagazine 32 32 Tingkatkan Kompetensi Guru: ETF Ajak Ruangguru ke Kebun /smilemagazine/index.php/2026/07/21/tingkatkan-kompetensi-guru-etf-ajak-ruangguru-ke-kebun/ /smilemagazine/index.php/2026/07/21/tingkatkan-kompetensi-guru-etf-ajak-ruangguru-ke-kebun/#comments Tue, 21 Jul 2026 09:00:08 +0000 /smilemagazine/?p=9788 Kerja sama adalah keniscayaan, sebagaimana terjadi saat Eka Tjipta Foundation meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan pada sekolah dampingannya. Dalam lokakar peningkatan kompetensi guru yang berlangsung di Kotabaru, Kalimantan Selatan, Rabu, 8 Juli 2026 yang melibatkan peran Advisor ETF yang seorang praktisi pendidikan, Edi Sadono, dengan menggandeng Sinar Mas Digital Ventures (SMDV), bersama tim ahli asal wahana bimbingan belajar daring dan edukasi digital, Ruangguru.

Kepada para pendidik Sekolah Eka Tjipta Kalimantan Selatan, Edi Sadono menekankan pentingnya penyesuaian paradigma mengajar yang semakin berpusat pada siswa (student-centered learning). “Guru hari ini bukan lagi satu-satunya sumber informasi, melainkan seorang fasilitator. Tugas kita adalah memicu rasa ingin tahu siswa dan membantu mereka membangun nalar kritis melalui metode pendekatan yang humanis,” ujarnya di hadapan para peserta yang berkumpul sepanjang tiga hari di Batu Ampar Training Center, Serongga, Kelumpang Hilir.

 

Peserta, pemateri dan penyelenggaran menjadi satu. Silakan menerka yang mana sosok Edi Sadono di dalam kerumunan ini.

 

Sementara dimensi baru bagi para pendidik antara lain disampaikan Muhammad Aji Maulana asal Ruangguru Regional Kalimantan Selatan yang membagikan keterampilan praktis dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) dan Learning Management System (LMS) guna merancang materi pembelajaran digital yang interaktif. Aji menilai para peserta sangat aktif dalam menerapkan materi literasi AI yang ia berikan. “Namun, kami juga menekankan bahwa AI hanyalah alat bantu. Hasil atau output dari AI tetap perlu dibaca, ditelaah dan dikurasi kembali oleh para guru. Hal ini penting agar materi yang dihasilkan benar-benar valid, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa di kelas,” ujarnya.

Koordinator Sekolah Eka Tjipta Kalimantan Selatan, Nur Hamid menyampaikan bahwa kolaborasi dalam lokakarnya hari itu menyuntikkan energi baru ke lingkungan sekolah. “Kami ingin memastikan bahwa guru-guru di Sekolah Eka Tjipta Kalimatan Selatan siap melangkah maju. Workshop ini adalah investasi besar untuk masa depan anak-anak didik kami. Kami sangat mengapresiasi materi luar biasa dari Pak Edi Sadono, tim Ruangguru serta dukungan nyata dari SMDV yang membuat kami berkesempatan menjalankan pelatihan yang tak saja moderen tapi juga aplikatif,” kata Hamid mengenai penyelarasan metode mengajar konvensional dengan pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas yang mereka ikuti.

 

Para guru tengah memperlakukan kecerdasan buatan sebagai alat bantu.

 

Sekolah Eka Tjipta adalah perwujudan komitmen Sinar Mas Agribusiness & Food dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yang hidup di dalam maupun sekitar sentra perkebunan kelapa sawit kelolaan mereka. Dalam perjalanannya, entitas yang lazim disebut sebagai Sekolah Kebun ini mendapatkan pendampingan dari ETF guna menjaga berikut meningkatkan kualitas pengajaran yang mereka selenggarakan.

Sementara Manajer SMDV yang turut bergabung bersama ke-54 peserta yang terdiri atas para guru dan kepala sekolah, Diah Rahmawati menyampaikan bila dukungan mereka adalah bagian dari komitmen kolaborasi jangka panjang antar entitas di dalam naungan Sinar Mas untuk memberikan edukasi juga literasi digital bagi kalangan pendidik sebagai referensi pembelajaran kepada siswa. Hal yang disambut baik oleh manajemen yayasan dengan menyebutnya sebagai investasi. “Kami selalu menempatkan pengembangan kapasitas guru sebagai prioritas utama. Kolaborasi dengan Pak Edi, Ruangguru beserta SMDV adalah langkah strategis untuk mewujudkan visi mencetak generasi yang unggul dan siap bersaing di era global. Kami berharap inovasi ini terus berlanjut dan terasakan dampaknya oleh para siswa di ruang kelas,” ungkap Head of Education ETF, Evelyn Widjaja.

 

Penulis: Waliadi, ed., Jaka Anindita

Foto: Waliadi

]]>
/smilemagazine/index.php/2026/07/21/tingkatkan-kompetensi-guru-etf-ajak-ruangguru-ke-kebun/feed/ 6
Cerita dari Kunjungan Perdana ke Kampus Deltamas /smilemagazine/index.php/2026/07/02/cerita-dari-kunjungan-perdana-ke-kampus-deltamas/ /smilemagazine/index.php/2026/07/02/cerita-dari-kunjungan-perdana-ke-kampus-deltamas/#respond Thu, 02 Jul 2026 06:20:21 +0000 /smilemagazine/?p=9763 Menjelang usianya yang kedua puluh enam tahun, salah satu tantangan bagi sivitas akademika Institut Teknologi dan Sains Bandung adalah memperkenalkan lebih jauh keberadaan mereka di lingkup Sinar Mas. Upaya menjembatani hal ini berlangsung melalui kunjungan perwakilan lintas pilar usaha Sinar Mas ke kampus mereka yang berada di Kawasan Industri Deltamas, Bekasi. Berikut, Manajer Sinar Mas Digital Ventures, Diah Rahmawati mengisahkan pengalaman pertamanya saat berkunjung ke sana.

 

Saling mengabadikan. Rektor ITSB, Carmadi Machbub (dari kanan), Adviser Sinar Mas, Ahmad Rusdi bersama Dosen ITSB yang turut membidani kelahiran ITSB serta menjadi Rektor Institut Teknologi Bandung periode 2005 hingga 2010, Djoko Santoso.

 

Sejenak membayangkan Kota Deltamas, yang terpikir adalah kawasan industri, banyak truk kontainer lalu lalang. Namun sesampainya di sana, betapa kami dibuat kagum melihat bangunan yang ada, mall perbelanjaan sekelas AEON berdiri di situ, kopi hits kekinian seperti FORE juga sudah ada di sana, dan terlebih lagi ada institusi pendidikan Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) tak jauh dari situ.

 

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika bukan karena mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh President Office Sinar Mas: SM Pillars x ITSB Campus Visit, pada Selasa, 9 Juni 2026 silam. Saya tidak akan tahu ada ITSB di sana. Justru saya yang mendapatkan pengalaman baru serta manfaat dari kegiatan yang dirancang sebagai sarana untuk mempererat kolaborasi antar pilar usaha dan menyelaraskan program akademik di ITSB dengan kebutuhan nyata berbagai sektor industri.

 

Pengantar dari Kepala Perpustakaan ITSB, Nurru Alfi Fazri. Tercatat Eka Tjipta Foundation telah menghibahkan seluruh koleksinya ke sana.

 

Mengikuti presentasi dari kedua belah pihak, baik ITSB selaku tuan rumah dan sambutan dari beberapa perwakilan pimpinan pilar usaha Sinar Mas, saya yang baru kali pertama berkunjung ke Deltamas dibuat kagum berkali-kali akan keseriusan Sinar Mas melalui ITSB dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat, dalam hal ini bagi orang tua dan anak-anaknya yang memasuki jenjang pendidikan tinggi melalui kemudahan untuk mendapatkan beasiswa di kampus yang mereka gagas bersama Institut Teknologi Bandung ini.

 

Dalam kunjungan saat itu, saya mendapatkan gambaran jika perkuliahan di sana berlangsung dalam naungan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, termasuk membukakan peluang menyerap mahasiswa lulusannya untuk dapat bergabung ke Sinar Mas. Saya menangkapnya sebagai bentuk keseriusan sektor industri membangun keberlanjutan melalui inisiatif dalam dunia pendidikan tinggi.

 

Wakil Rektor ITSB, Gunawan Witjaksono berbagi kisah tentang kampus yang berada di Jalan Ganesha Boulevard.

 

Dalam diskusi kelompok terfokus (focus group discussion, FGD), saya terkesan pada keterbukaan sivitas akademika ITSB saat menghadapi pertanyaan serta menerima masukan dari para tetamu yang hadir. Kami membahas bagaimana spirit membangun mimpi bersama agar ITSB saat ini, nantinya dapat bertransformasi menjadi sebuah universitas. Selain itu diskusi menyentuh juga upaya memperkenalkan kampus ini ke lingkup yang lebih luas, termasuk potensi partnership dengan universitas lain di luar negeri. Inisiatif seperti itu, dalam diskusi, diyakini dapat membantu para mahasiswa semakin adaptif terhadap lingkungan dengan budaya yang berbeda. Sesuatu yang dibutuhkan bila ingin menjadi talenta unggulan, selaku sosok yang mampu mengikuti perkembangan berikut dinamika terkini dunia industri.

 

Mengagumi pohon kelapa sawit yang jarang saya temui secara langsung.

 

Di sela menyambangi fasiltas yang tersedia, mulai dari ruang kelas, perpustakaan (yang sebagian koleksinya diperkuat lewat kerja sama dengan Sinar Mas dan Bank Indonesia), hingga beberapa laboratorium, yang cukup seru adalah berkesempatan melihat kehadiran pohon kelapa sawit di lingkungan kampus (ITSB menaungi Program Studi Teknologi Pengolahan Sawit), sesuatu yang sulit saya jumpai di Jakarta.

 

Dari sana, saya berkeyakinan para pihak yang hari itu bertemu memiliki upaya memajukan kampus yang berorientasi industri dan bisnis ini. Sebuah pengalaman tidak terlupakan bagi saya sesama bagian dari ekosistem Sinar Mas, yang mendorong bagaimana selanjutnya dapat turut berkontribusi dalam inisiatif pendidikan seperti ini.

 

Penulis: Diah Rahmawati; editor Jaka Anindita

Koleksi: pribadi dan President Office Sinar Mas

]]>
/smilemagazine/index.php/2026/07/02/cerita-dari-kunjungan-perdana-ke-kampus-deltamas/feed/ 0
Memburu Akreditasi, Menuju Universitas /smilemagazine/index.php/2026/06/29/memburu-akreditasi-menuju-universitas/ /smilemagazine/index.php/2026/06/29/memburu-akreditasi-menuju-universitas/#comments Mon, 29 Jun 2026 07:33:54 +0000 /smilemagazine/?p=9743 Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil tahun pertama, Zaqy Omar Ibrahim, Jumat siang (8/5/2026) di salah satu sudut kampus menceritakan jika kehadiran Sinar Mas menaungi almamaternya adalah menjadi pertimbangan penting yang mendorong dirinya memilih berkuliah di sana. “Dari hasil obrolan saya dengan orang tua, prospek kerjanya nanti lebih pasti, sementara dari yang saya baca, ITSB adalah kerja sama kampus ternama ITB dengan Sinar Mas, yang mestinya lebih dapat menjamin masa depan saya. Selain itu saya juga mendapatkan beasiswa yang sangat membantu mengurangi beban orang tua,” ujar lulusan SMK Perguruan Cikini, Tanjung Priok, Jakarta Utara mengisahkan bagaimana dirinya sampai menetapkan hati ke kampus Deltamas.

 

Sang ayah serta pamannya yang berwirausaha di sektor konstruksi membuat mereka tidak asing dengan kiprah Sinar Mas sehingga mereferensikan Omar untuk berkuliah di Institut Teknologi Sains Bandung. Pertimbangan lembaga penaung juga melatari pertimbangan kakak kelas Omar asal Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fionna Fathimah. Penelusuran di mesin pencari menurutnya membawanya ke situs ITSB yang menuliskan keberadaannya sebagai feeder university dari Institut Teknologi Bandung. “Di web itu tertulis kalau misalkan kami mampu menjadi mahasiswa berprestasi, dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 4, kami berkesempatan melanjutkan kuliah ke ITB,” kata Fionna yang asal Bekasi tentang awal ketertarikannya.

 

Rektor ITSB, Carmadi Machbub (berdiri di tengah) dalam dialog saat menerima kunjungan pimpinan pilar usaha serta para advisers Sinar Mas ke kampus, Selasa (9/6/2026).

 

Waktu berlalu dan penyesuaian berlangsung yang membuat ITSB kini tidak lagi mengirimkan mahasiswanya ke ITB. Namun situasi itu tidak lantas membuat kampus dengan konsep bangunan hijau ini kehilangan pesonanya. “Terus ada juga tertulis bila para dosen di sini banyak yang berasal dari ITB, kerén gitu. Aku menangkap mereka adalah pengajar berkualitas yang akan membawaku berkembang,” sambung Fionna mengenai minatnya yang tak luntur untuk berkuliah di sana.

 

Meski demikian, keberadaan dua entitas penaung bereputasi tadi oleh Rektor ITSB, Carmadi Machbub justru dirasakan belum cukup. “Apa yang dilihat publik tadi tentu menjadi faktor penting, membangun optimisme. Tetapi tidak cukup hanya itu karena untuk dapat menjadi perguruan tinggi pilihan, mereka juga ingin melihat seberapa jauh kualitas pembelajaran ITSB, antara lain dengan melihat ke status akreditasi yang dimiliki. Meski bukan satu-satunya tolok ukur, tapi akreditasi menjadi acuan yang paling dipahami masyarakat. Nah, kami harus mengejar peningkatan akreditasi itu,” kata rektor.

 

Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil, Zaqy Omar Ibrahim berdiri di depan gedung program studinya. Menurutnya, beasiswa mampu meringankan hingga 70 persen biaya pendidikan dirinya di ITSB.

 

Selain relasi, tersedianya beragam beasiswa menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon mahasiswa. Menurut Omar sebagai penerima beasiswa dirinya setiap semester dapat menghemat hingga sebesar 70 persen dari biaya perkuliahan – hal yang menurutnya membantu mengurangi beban orang tuanya – dengan catatan IPK yang diraihnya tidak boleh kurang dari tiga. Saat ini dirinya bisa menarik napas lega. “IPK saya bertahan di tiga, syukur-syukur dapat meningkat nanti. Karena kalau sampai dua semester berturut-turut di bawah tiga, berlaku konsekuensi pemutusan beasiswa dari kampus,” ceritanya.

 

Selain meningkatkan akreditasi berikut menyediakan beasiswa, berpromosi juga menjadi hal penting yang tidak dapat dilupakan. Satu di antaranya berlangsung dengan mengajak mahasiswa untuk menggunakan akun media sosial mereka guna memperkenalkan almamaternya. Inisiatif ini rupanya cukup berdaya. “Aku sempat melihat TikTok live seorang kakak tingkat. Dari sana tahu tentang ITSB dan memutuskan berkuliah di sini,” cerita Keisha Leotta, mahasiswa semester dua dari Program Studi Diploma 4 Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas yang berasal dari Surabaya. Ketertarikannya bergabung ke ITSB membuatnya menyimpan niatnya mendalami pendidikan kebidanan.

 

Mahasiswi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fionna Fathimah mengaku berhasil berjejaring dengan para dosennya yang berasal dari Institut Teknologi Bandung.

 

Sementara Omar termasuk mahasiswa yang mengetahui keberadaan ITSB dari penelusuran melalui internet. Karena hingga kini masih berhubungan erat dengan teman-teman semasa sekolah dulu, dari sana ia mengetahui bila beberapa dari mereka tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang kampus yang berada di Jalan Ganesha Boulevard, Kota Deltamas ini. “Kagum juga mereka karena saya lulusan SMK Percik (Perguruan Cikini) pertama yang berkuliah di sini. Seorang seperti saya gitu, kok bisa sampai dapat beasiswa. Terus mereka tertarik juga untuk mencari tahu tentang ITSB,” ceritanya. Belasan adik kelasnya, menurut Omar turut mendaftarkan diri mengikuti jejaknya.

 

Omar adalah satu contoh bagaimana pentingnya ITSB mempromosikan program studi yang mereka selenggarakan, menjangkau para lulusan sekolah menengah dari luar kawasan Kabupaten Bekasi. “Sebelumnya, kenapa abang-abang saya, kakak-kakak saya satu almamater belum ada di sini? Karena baru tahun kemarin ITSB menjangkau sekolah-sekolah di Jakarta Utara,” ujarnya sembari mengharapkan agar promosi terus berlangsung meluas. Hal mana layaknya gayung bersambut karena pihak rektorat meyakini bagi perguruan tinggi swasta, promosi adalah keniscayaan. Khususnya bagi perguruan tinggi yang tengah berjuang meningkatkan akreditasinya. “Kita harus aktif menawarkan program studi yang ada serta berbagai hal lain yang membuat para calon mahasiswa itu lebih optimistis kalau bergabung ke sini. Karena kita kan bicara tentang masa depan mereka,” kata Carmadi.

 

Mahasiswi semester dua dari Program Studi Diploma 4 Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas, Keisha Leotta berpendapat ITSB membantunya semakin berkembang.

 

Selagi akreditasi terus ditingkatkan beriringan dengan upaya berpromosi menjangkau khalayak yang lebih luas, sivitas akademika juga membangun landasan menuju keberlanjutan pembelajaran, antara lain dengan menyesuaikan statuta yang ada setahun silam sehingga memungkinkan ITSB bergerak menuju research university. “Dulu kami ingin menjadi perguruan tinggi terkemuka di bidang sains dan teknologi. Nah, sekarang kami ingin menjadi perguruan tinggi terkemuka di bidang sains, teknologi dan bisnis. Ada disebut aspek bisnis itu. Mudah-mudahan dalam 15 hingga 20 tahun ke depan hal ini sudah mewujud. Sebagai langkah awal kami akan merintis pembukaan program-program studi tingkat magister dan doktor,” ujar Carmadi saat ditemui di kampus memaparkan bagaimana visi ITSB terkini menyediakan jalan bagi lembaga yang dipimpinnya bertransformasi menjadi universitas.

 

Menurutnya, pengembangan yang tengah berlangsung saat ini dan juga ke depan nanti, dilakukan dengan berpedoman pada kebijakan industri nasional. “Tentu saja kita perlu menerjemahkannya baik secara konseptual maupun secara kuantitatif, karena program pendidikan di perguruan tinggi pada hakekatnya bertujuan menyiapkan talenta, kepemimpinan, dan angkatan kerja untuk kebutuhan pembangunan di masa depan. Kami menyarikan kebijakan industri tadi dalam tiga kata kunci, yakni hilirisasi, industri hijau dan digital. Sejak tahun akademik yang lalu kami mulai menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE), di mana masing-masing program studi melibatkan para pemangku kepentingan khususnya dari dunia industri dan asosiasi profesi atau asosiasi program studinya dalam merumuskan kurikulum yang adaptif serta memenuhi kebutuhan industri tadi,” ungkapnya.

 

Saling mengenal antara sivitas akademika ITSB dengan para pimpinan serta penasihat dari pilar usaha Sinar Mas lewat SM Pillars x ITSB Campus Visit, Selasa (9/6/2026).

 

Dengan kata lain, pembeda dari perguruan tinggi lain yang selama ini ada pada ITSB yaitu keunggulan lokasi karena berada di kawasan industri, diferensiasi kurikulum yang khas di mana penyusunannya melibatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, berikut dukungan langsung sektor industri, tetap menjadi landasannya.Terlebih peluang berkontribusi pada ranah perekonomian, industrialisasi serta aspek sosial kawasan masih tersedia luas. “ITSB berada di wilayah Kabupaten Bekasi yang di dalamnya terdiri atas banyak kawasan industri yang sangat hidup, sehingga banyak membutuhkan tenaga terdidik. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk berkontribusi dalam mencerdaskan generasi muda di kawasan ini,” kata Carmadi.

 

Bergabung di sebuah perguruan tinggi yang tengah bertransformasi ternyata memberikan privilese tersendiri bagi para mahasiswanya. Berada di antara 1.700 mahasiswa menjadikan upaya membangun jejaring atau relasi dengan segenap sivitas akademika berlangsung lebih nyaman. Seperti disampaikan Fionna, yang mendengar komentar beberapa rekannya yang berkuliah di perguruan tinggi lain dengan jumlah mahasiswa lebih besar. “Keunggulan yang paling aku rasakan itu saat berupaya mendapatkan relasi sih. Saat ini aku sudah mendapatkan relasi para dosen yang berasal dari ITB. Selain mendapatkan teman yang datang dari berbagai kota.”

 

Kesamaan pose menjadi simbolisasi kesinambungan pengembangan pembelajaran di kampus. Seperti saat Rektor ITSB, Carmadi Machbub berdiri di depan kampus, Jumat (8/5/2026) …

 

Bahkan Keisha punya perspektif yang ‘berbeda’ seputar kehadirannya di ITSB. Walaupun tidak mengelaborasi secara terbuka ingin menjadi sosok seperti dan sebesar apa, ia mengatakan, “Mereka yang belum tahu dapat mengatakan apapun, namun aku justru menikmati berada di kampus yang tengah berkembang karena kesempatan untuk terpantau dan turut menjadi besar lebih terbuka, dibandingkan di tempat lain yang menempatkankanku sebagai sosok kecil di kampus yang besar.”

 

Apa yang kini tengah berlangsung, di kemudian hari akan mengantarkan ITSB menjadi sebuah universitas riset, di mana ide menjadi besar di tempat yang kecil seperti yang sebelumnya diungkapkan Keisha tampaknya tak berlaku lagi. Tergantikan harapan bersama bila nantinya semua berkesempatan menjadi besar di tempat yang besar melalui tradisi riset akademik yang kuat. Apa yang sebagian tergambar dari rencana ITSB untuk dapat menaungi hingga 2.500 mahasiswa hingga pengujung tahun 2026 ini. Saat ini, meminjam pembahasaan Rektor ITSB, “Kami harus berlari lebih cepat dan membangun kesebelasan yang tangguh. Merumuskan organisasi dan tata kelola baru, juga berupaya untuk menumbuhkan atmosfer akademik yang kondusif agar kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan berkualitas.”

 

… dengan pendahulunya Ari Darmawan Pasek yang pada tahun 2014 silam berpose di tempat yang sama.

 

Siang itu Carmadi Machbub menyediakan diri untuk berpose di serambi utama kampus, di mana pose serupa pernah dilakukan juga oleh pendahulunya Ari Darmawan Pasek tahun 2015 silam, juga di tempat yang sama. Kesamaan yang dapat pula dimaknai sebagai simbolisasi perjalanan waktu serta pergantian kepemimpinan berlangsung, penyikapan terkini terjadi, tapi kesinambungan ITSB sebagai selaku perguruan tinggi selalu terjaga.

 

Karena kekuatan utama yang menjadikan sebuah perguruan tinggi menjadi pilihan tak hanya lembaga penaungnya, melainkan juga kemampuannya menjamin keberlanjutan pembelajaran, yang mengantarkan lulusannya mampu merespon beragam tantangan dalam kehidupan nyata, khususnya di dunia kerja. Sebagaimana penggambaran yang disampaikan rektor. “Lembaga penaung kan tidak bisa juga menjamin bahwa lulusan kami dapat langsung diterima semua, karena perekrutan mereka juga berdasarkan pada kompetensi yang memang sesuai. Itu yang menjadi tantangan kami di sini, meyakinkan mereka bahwa kami semakin profesional serta mendidik mahasiswa sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi requirement, misalnya dari Sinar Mas.”

 

Para mahasiswa beraksi di lobi utama kampus. Kelak adik tingkat mereka akan menuntaskan studinya sebagai lulusan universitas di tempat yang sama.

 

Penulis: Jaka Anindita

Kontributor: Adila Komala Dewi

Foto: Maulana Adjie, koleksi ITSB

]]>
/smilemagazine/index.php/2026/06/29/memburu-akreditasi-menuju-universitas/feed/ 3
ETF Ajak Ratusan Siswa SMK Berlatih Hadapi Tantangan Dunia Kerja /smilemagazine/index.php/2026/06/17/etf-ajak-ratusan-siswa-smk-berlatih-hadapi-tantangan-dunia-kerja/ /smilemagazine/index.php/2026/06/17/etf-ajak-ratusan-siswa-smk-berlatih-hadapi-tantangan-dunia-kerja/#comments Wed, 17 Jun 2026 04:29:57 +0000 /smilemagazine/?p=9736 Bagi para pencari kerja usia muda, memiliki keterampilan teknis tidak lagi cukup untuk digunakan bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis. Pentingnya kesiapan karier bagi generasi muda, khususnya lulusan pendidikan vokasi, melatari inisiatif Eka Tjipta Foundation (ETF) menyelenggarakan Pelatihan Soft Skill dan Kesiapan Kerja Siswa SMK bertajuk SMK Siap Kerja: Membuka Potensi Kariermu yang keseluruhan diikuti lebih dari 500 siswa kelas XII dari 13 sekolah menengah kejuruan.

 

Informasi apa yang mesti ada dan tidak perlu dimasukkan ke dalam resume, mereka bahas di SMK Ananda Bekasi.

 

“Mempersiapkan siswa SMK untuk sukses tidak hanya berarti membekali mereka dengan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri, pola pikir profesional, dan kesiapan mereka menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui kolaborasi dengan dunia industri, kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Evelyn Widjaja Head of Education ETF di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara tatap muka dan hybrid sepanjang  bulan April hingga Mei 2026 ini, hadir para praktisi pengelolaan sumber daya manusia atau human resources (HR) dari Sinar Mas Agribusiness and Food untuk membekali para siswa dengan keterampilan menghadapi dunia kerja modern. Pelatihan berlangsung di SMK Ananda Bekasi, SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, SMK Kanisius Ungaran, dan SMK Strada 1 Jakarta, serta diikuti pula secara daring oleh sejumlah siswa asal SMK binaan ETF lainnya melalui Zoom dan YouTube.

 

Sebagian dari ratusan siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Kabupaten Semarang yang bergabung dalam pelatihan.

 

Para pemateri membagikan berbagai aspek penting dalam proses rekrutmen kerja seperti pemahaman akan tantangan berikut peluang dalam dunia kerja, perencanaan karier, penyusunan curriculum vitae (CV) yang efektif, strategi menghadapi wawancara kerja, hingga simulasi interview guna memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Hal penting dalam perjumpaan serta simulasi hari itu adalah mengajak siswa memahami bahwa kesuksesan karier tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik dan kemampuan teknis, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, etika kerja, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang.

 

Terka yang mana siswa dan mana pelatihnya. Seorang siswa SMK Kanisius Ungaran tengah melakukan simulasi wawancara kerja.

 

“Kegiatan hari ini sangat menyenangkan dan seru. Saya belajar cara membuat CV yang baik dan profesional untuk perusahaan yang saya lamar, sehingga saya merasa lebih siap menghadapi dunia kerja,” ujar salah satu peserta, Niken Amelia siswa kelas XII SMK Telekomunikasi Tunas Harapan. “Melalui pelatihan ini, kami berharap semakin banyak lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter positif, sikap profesional, dan mampu beradaptasi dengan tantangan di dunia kerja. Mengantarkan mereka menjadi sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan menjawab kebutuhan industri masa depan,” ujar Evelyn.

 

Kesiapan terbentuk lewat berlatih. Suasana kegiatan yang berlangsung di SMK Strada 1 Jakarta.

 

Penulis: Matthew Harris Chandra; Ed., Jaka Anindita

Foto: koleksi ETF

]]>
/smilemagazine/index.php/2026/06/17/etf-ajak-ratusan-siswa-smk-berlatih-hadapi-tantangan-dunia-kerja/feed/ 12
Lebih Dulu Menjangkau Orang Tuanya Sebelum Mendidik Anaknya /smilemagazine/index.php/2026/05/12/lebih-dulu-menjangkau-orang-tua-sebelum-mendidik-siswa/ /smilemagazine/index.php/2026/05/12/lebih-dulu-menjangkau-orang-tua-sebelum-mendidik-siswa/#comments Tue, 12 May 2026 08:18:34 +0000 /smilemagazine/?p=9718 Memasuki bulan Mei dapat menjadi masa yang sibuk berpadu dengan menegangkan, baik bagi para orang tua yang tengah mencari sekolah menengah terbaik bagi anak-anak mereka. Maupun bagi para siswa yang akan menjalani masa belajar di sekolah idamannya. Sudah menjadi kelaziman di kota besar dalam kurun waktu ini, sekolah favorit yang menyandang reputasi akademik mentereng akan menjadi incaran dan dambaan orang tua dan anak mereka yang berniat dapat bergabung di sana.

 

Selepas istirahat siswa memilih tidak kembali ke kelas adalah tren yang terjadi di banyak sekolah. Baik di kota besar maupun di perkebunan. Para guru harus mencari cara memitigasi praktik seperti ini.

 

Kisah agak laen terjadi di Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Di sana para guru asal Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) Eka Tjipta Bumi Palma Lestari Persada (BPLP), yang berdiri di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit justru harus bergerilya mendatangi warga sekitar yang memiliki anak usia sekolah agar berkenan mengirimkan mereka bersekolah. Kepala Sekolah, Hadi Suroso menceritakan upaya yang ia dan rekan-rekannya lakukan sejak satu dasawarsa silam yakni meyakinkan masyarakat. “Kami sering berkunjung ke rumah warga, bicara dari hati ke hati dengan orang tua siswa. Kami tunjukkan pentingnya pendidikan untuk mengangkat kualitas kehidupan mereka, perekonomian keluarga dengan mengajukan perbandingan kalau pendapatan anak lulusan perguruan tinggi akan jauh lebih stabil dan besar dari pada upah buruh harian,” ungkap Hadi.

 

Dulu, bersama rekan-rekannya Hadi Suroso (mengenakan teluk belanga kuning) harus terlebih dulu meyakinkan orang tua murid untuk mau menyekolahkan anak-anaknya.

 

Hal ini terjadi karena sekolah yang dipimpinnya memang didirikan oleh Sinar Mas Agribusiness & Food tahun 2010 silam agar anak-anak karyawan PT. Bumi Palma Lestari Persada (BPLP) serta warga masyarakat sekitar yang sebagian besar bekerja sebagai pemanen dan pembrondol tandan buah segar, tetap terpenuhi hak-hak dasarnya mendapatkan pendidikan. Tidak sederhana karena para karyawan atau buruh lepas menghadapi tantangan keterbatasan waktu dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka. Gustia Suprika, salah seorang guru memaparkan tantangan itu. “Akibat kemiskinan dan masih rendahnya kepedulian terhadap pendidikan, banyak orang tua siswa dulunya tidak mempedulikan perkembangan pendidikan anaknya. Hal ini terlihat saat kami melakukan konsultasi rutin tentang perkembangan pendidikan anaknya, orang tua kurang menanggapi, bahkan terkesan abai,” kenangnya.

 

Menyelami bagaimana rasanya berdemokrasi dengan menjalani politik elektoral, juga menjadi bagian pembekalan hidup para siswa.

 

Akibatnya sebelum proses belajar mengajar untuk menghasilkan individu berbudi luhur, berkarakter, berprestasi dan peduli lingkungan berlangsung sebagaimana visi SMPS Eka Tjipta, para guru mesti terlebih dulu ‘mendidik’ para orang tua murid. Melakukan peran transformasi dengan berjuang mengubah pola pikir serta cara pandang orang tua akan pentingnya pendidikan bila menginginkan kesejahteraan mereka membaik.

Begitu aktivitas berpindah ke kelas, para guru juga harus membangun disiplin dasar siswanya. “Dulu, kami menghadapi masalah besar. Banyak siswa yang enggan masuk kelas selepas jam istirahat. Mereka lebih suka bermain di luar kelas, bahkan sampai ke luar lingkungan sekolah,” demikian ia berkisah. Untuk mengatasinya, pihak sekolah menerapkan sistem guru piket yang bertugas secara mengawasi aktivitas siswa di luar jam pelajaran. “Disiplin ini penting, karena kemampuan menaati jadwal dan aturan adalah dasar bagi mereka untuk sukses dalam pekerjaan apa pun di masa depan,” tegas Salmawati.

 

Salmawati (kiri) menanamkan kepada siswanya bahwa kedisiplinan dapat menjadi kunci sukses perjalanan mereka.

 

Meski tidak mudah, hasil dari upaya dan ketekunan para guru terlihat hasilnya. Semakin banyak orang tua murid yang dapat menyaksikan bagaimana anak-anak mereka yang lazim disebut anak kebun, mampu menuntaskan pendidikan. Fitriani (52 tahun) orang tua M. Ikhsan Fahrozi alumni SMP Eka Tjipta BPLP, menceritakan bagaimana perjalanan pendidikan anaknya telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sang anak maupun keluarganya. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ikhsan bekerja sebagai konsultan kehutanan di sebuah perusahaan swasta di Pekanbaru. Sebuah pencapaian yang menurut beliau tidak terlepas dari pendidikan yang telah ditempuh anaknya di sekolah, yang bukan hanya memberikan bekal pengetahuan, tetapi juga membangun kemandirian hingga mampu memiliki pekerjaan yang layak

 

Mengelola energi ada caranya. Sebagian dipelajari melalui kegiatan ekstra kurikuler.

 

Sementara Imul (56 tahun) seorang anggota TNI, orang tua Suliwa, alumni lainnya, menceritakan jika dirinya memiliki keinginan kuat agar anaknya memperoleh pendidikan yang baik guna menjadikannya pribadi yang terpandang di masyarakat. Hasilnya, Suliwa kini mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi anggota TNI, yang sembari menjalankan tugasnya juga turut membantu kehidupan keluarga, termasuk dengan membiayai sekolah adik-adiknya. Sesuatu yang menurut Imul sangat membanggakan. Masih dari sekolah yang sama, ada Zainuddin (59 tahun), yang menceritakan jika anaknya Harusi yang lulus dari sana tahun 2013 untuk melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Pertanian Universitas Riau, sedari kanak-kanak telah menunjukkan minat yang kuat pada dunia pertanian. Berkat tekad dan kesungguhannya selepas lulus dari pendidikan tinggi, Harusi kini menjadi seorang pengusaha kelapa sawit yang cukup berhasil.

 

Para guru seperti Gustia Suprika (tengah) tidak hanya harus meyakinkan orang tua murid agar disela kesibukan mereka tetap memantau tumbuh kembang anak-anaknya. Secara rutin ia dan sejawatnya juga harus menyakinkan asesor dari Eka Tjipta Foundation.

 

Kisah haru juga ada, sebagaimana disampaikan Akmal (58 tahun), orang tua dari Eka Aprilani, seorang alumni tahun 2013 yang kini meniti karier sebagai dokter gigi dengan membuka praktik sendiri di bilangan Kilometer 8 Rumbai Jaya. Menurut Akmal kondisi perekonomian keluarga tidak selalu mudah, namun ia dan istrinya selalu memegang keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah nasib mereka terutama sang anak. Dengan segala keterbatasan berpadu dengan kekuatan tekad, kini melihat Eka membuka praktik dan melayani masyarakat sebagai seorang dokter gigi, ia merasa seluruh perjuangan keluarga telah terbayar lunas. “Tidak ada hadiah paling indah bagi orang tua selain melihat anaknya sukses, mandiri, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang,” kata Akmal. Di Sekolah Menengah Pertama Swasta Eka Tjipta Bumi Palma Lestari Persada, pendidikan bermula dari rumah, menyentuh hati dan pandangan orang tua murid, sebelum berlanjut bersama para murid di dalam hingga ke luar ruang kelas.

 

Penulis : Waliadi; Editor : Jaka Anindita

Foto : Ferry Hendrawan

 

]]>
/smilemagazine/index.php/2026/05/12/lebih-dulu-menjangkau-orang-tua-sebelum-mendidik-siswa/feed/ 14
Halal Bihalal: Mengabadikan Tanpa Batas /smilemagazine/index.php/2026/05/05/halal-bihalal-mengabadikan-tanpa-batas/ /smilemagazine/index.php/2026/05/05/halal-bihalal-mengabadikan-tanpa-batas/#comments Tue, 05 May 2026 08:20:41 +0000 /smilemagazine/?p=9699 Bila menggelar silaturahim adalah sesuatu yang mulia, sementara melakukan atau menghadirinya dapat mendatangkan pahala, maka mendokumentasikannya bisa disebut sebagai upaya melestarikan peradaban, sehingga praktik kebaikan yang berlangsung dapat menjadi rujukan di kemudian hari.

Ketika menyampaikan tausiahnya di hadapan insan Sinar Mas, Rabu, 15 April 2026 di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti berpendapat kalau semangat halal bihalal adalah bagaimana kita dapat saling mengikhlaskan. “Kita saling membuka diri, sehingga yang awalnya haram, yang awalnya tidak boleh, atau keliru, mari semuanya kita ikhlaskan, halalkan, sehingga hubungan kita kembali menjadi baik.”

 

Hanya akan berjaya kalau relasi antar kita terjalin baik, hubungan dengan masyarakat berlangsung baik dan memiliki jaringan yang kuat dengan semua kalangan, demikian Mendikdasmen Abdul Mu’ti berpesan.

 

Menurut Mu’ti, segenap kesalahan manusia dalam hubungannya dengan Allah telah termaafkan melalui ibadah yang dijalankan selama bulan Ramadan. “Clear di hadapan Allah. Tapi dengan sesama manusia, itu yang harus kita selesaikan. Agar kita termasuk orang yang kembali kepada kesucian, menjadi orang-orang yang menang, syaratnya harus saling memaafkan antara satu dengan yang lainnya,” demikian Mu’ti berpesan.

Dalam konteks membangun relasi kala berbisnis dirinya menyambung kalimat dari Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas, Saleh Husin ketika dalam pengantarnya mengatakan silaturahim akan melapangkan rezeki serta memperpanjang usia. “Sinar Mas ini tidak akan bisa berjaya kalau relasi antar kita tidak terjalin dengan baik. Tidak akan bisa berjaya kalau hubungan dengan masyarakat tidak baik. Tidak akan bisa berkembang kalau kita tidak memiliki jaringan yang kuat dengan semua kalangan, tanpa batas,” kata Mendikdasmen Mu’ti.

 

Andri sampai mampu menerka siapa saja yang terlibat menyusun pidato para pimpinan hanya dengan mengidentifikasi pilihan diksi dan kalimat di dalamnya.

 

Sebelumnya, Saleh menyampaikan jika silaturahim adalah bagian tidak terpisahkan dalam keseharian. Bukan sekadar tradisi melainkan kebutuhan. Baik sebagai individu, selaku profesional, maupun saat menjadi insan sosial. Karena dalam silaturahim kita membangun hubungan, memperkuat kepercayaan, dan menumbuhkan kebersamaan. Di tengah pengantarnya Saleh sempat memperkenalkan seluruh pengurus yayasan dengan mengajak mereka berjajar di podium. Sesuatu yang baru kali pertama dilakukan sejak Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM) berdiri pada tahun 2019 silam. Silaturahim memang hanya akan terjalin bila perkenalan telah berlangsung.

Pagi itu, selain Sinar Mas Board Member, para pimpinan President Office Sinar Mas, Eka Tjipta Foundation, beserta pengurus YMSM, turut bergabung para pimpinan pilar usaha, komisaris dan juga para penasihat. Selain hadir langsung, sebagian dari mereka bergabung secara virtual melalui aplikasi Zoom. Di antara mereka, terlihat juga sosok berkemeja putih, namun bukan pengurus YMSM yang hari itu memang hadir dengan seragam kemeja putih. Mereka terlihat memotret berikut  memvideokan semua aktivitas yang berlangsung di sana.

 

Sinar Mas Board Member, Franky Oesman Widjaja mengharapkan halal bihalal akan menjadi energi yang menyatukan tujuan, hubungan dan kepercayaan, menuju Indonesia Incorporated.

 

Satu dari mereka adalah Audio Visual Officer President Office, Andri Riza yang mengaku tidak lagi ingat persis berapa kali dirinya pernah mendokumentasikan halal bihalal Sinar Mas sepanjang karirnya di President Office yang telah berjalan hingga 12 tahun. “Mungkin mulai mendokumentasikan halal bihalal bisa jadi sudah yang ke-8 kali ya. Bisa lebih, bisa kurang, “ ujarnya. Bila pada awal kehadirannya, tugasnya adalah memvideokan, “Tapi makin ke sini kan ada perkembangan. Sejak saat kita Covid (pandemi Covid19), dibutuhkan juga video yang masuk ke Zoom. Karena sebagian peserta kegiatan yang bergabung secara visual. Lewat Zoom gitu. Jadi gue harus memfasilitasi itu (hingga kini).”

Rupanya mengabadikan kegiatan di dalam ruangan justru memungkinkan Andri turut menikmati rangkaian mata acara yang berlangsung. “Gue mendengarkan juga tausiahnya karena cukup tertarik. Jadi setelah memastikan angle terbaik di dalam ruangan, pembicara telah on cam, memastikannya masuk ke monitor perangkat Zoom, selanjutnya sudah bisa ikut mendengarkan materi dari pembicaranya.” Bahkan setelah sekian tahun terlibat mendokumentasikan kiprah para pimpinan Sinar Mas, khususnya President Office dan Eka Tjipta Foundation, ia mengaku dapat mengidentifikasi siapa-siapa saja yang membantu menyusun naskah pidato yang mereka sampaikan. Menurut Andri yang juga memiliki kualifikasi selaku drone videographer ini, terdapat kekhasan tertentu dalam pemilihan diksi dari para penulis naskah yang dilibatkan. Pertanda dirinya sekian lama rutin menggubris apa-apa saja yang disampaikan dari podium.

 

Dari setiap perhelatan halal bihalal dapat membawa pulang hingga 1.000 bingkai foto.

 

Privilese serupa juga dinikmati oleh Maulana Adjie selaku Videographer & Editor. “Sempat, justru malah bisa sambil mendengarkan. Pada saat kamera nge-record, pasti lebih fokus ke komposisi gambar. Cuma kan, kan nge-record-nya cuma 10 detik, atau paling lama ya dua menit kan. Selebihnya dengarkan saja penceramah berbicara,” ceritanya yang masih ingat persis telah meliput tiga kali gelaran halal bihalal sepanjang empat tahun karirnya di President Office. Setelah sekian kali mengabadikan kegiatan ini, ia mengaku sudah hapal pesan-pesan utama yang kerap disampaikan para petinggi Sinar Mas yang naik podium, begitu pula alur pergerakan mereka sepanjang acara, pemahaman yang bermanfaat guna mendapatkan gambar dengan sudut terbaik. Mengingat ruang gerak di dalam Ruang Derawan yang selalu terpilih menaungi seremonia ini, menurutnya sangat terbatas dan sudah maksimal terkesplorasi secara visual.

 

Menurut Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas, Saleh Husin, silaturahim adalah kebutuhan, baik sebagai individu, profesional, maupun insan sosial.

 

Pada hari itu, Sinar Mas Board Member, Franky Oesman Widjaja menyampaikan pandanganya atas silaturahim sebagai sebuah kekuatan, sebagaimana tertuang dalam tema kegiatan. “Silaturahim ini bukan sekadar tradisi, silaturahim juga adalah energi yang menyatukan tujuan, memperkuat hubungan dan kepercayaan, serta menjaga keberlanjutan. Dari sinilah lahir semangat yang lebih besar yaitu Indonesia Incorporated. Bahwa kita bergerak bukan hanya berlatarkan identitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem bangsa yang saling terhubung, saling memperkuat,” kata Franky menautkannya dengan tajuk halal bihalal tahun ini, Silaturahmi Menguatkan, Bersama Tanpa Batas.

 

Melatih muscle memories untuk mendapatkan sudut serta momen terbaik dalam ruang gerak terbatas.

 

Memperkirakan alur pergerakan para hadirin berikut menguasai tata letak ruangan yang terbatas adalah kemampuan yang harus ada saat mengawaki kamera video yang bergerak sepanjang perhelatan seperti dilakukan Adjie. “Karena kami kadang harus merekam sambil berjalan mundur. Kan agak susah untuk berjalan mundur tanpa tahu ada apa di belakang.” Berbeda dengan dua rekannya terdahulu, Noveradika Priananta dalam tugasnya mengoperasikan kamera foto tidak terlalu menyimak secara utuh atau penuh apa yang disampaikan dari podium. “Ada beberapa poin yang sempat gue dengar, terus sebagian lain gue tidak sempat mendengarnya karena harus memisah fokus.”

 

Kali pertama seluruh pengurus Yayasan Muslim Sinar Mas diperkenalkan kepada Sinar Mas Board Members, para pimpinan President Office, Eka Tjipta Foundation serta pilar usaha.

 

Selaku Photographer dengan jam terbang sepanjang 10 tahun bersama President Office, dirinya merasa penyelenggaraan berulang di ruangan yang sama hingga ke penyusunan tempat duduk yang juga serupa memudahkan mereka memperkirakan pergerakan sosok yang menjadi objek utama foto dan video, sekaligus membantu ia beserta seluruh anggota timnya merencanakan kapan dan di mana adegan terbaik dapat diabadikan, dengan potensi kesalahan yang kecil. “Kami sudah tahu seperti apa nantinya, layaknya bergerak secara otopilot, dan ini meminimalkan celah terjadinya kekeliruan. Berbeda jika halal bihalal dipindahkan ke lokasi lain yang berbeda,” kata Noveradika yang kerap disapa Memet ini.

Jika para undangan dapat bergegas melanjutkan aktivitas lain begitu kegiatan atau perjumpaan selesai, tugas lanjutan bagi Andri dan rekan-rekannya dari Creative & Social Media Department justru segera dimulai. Umumnya, materi video yang diperoleh harus masuk meja editing, dikemas menjadi video siap unggah ke kanal YouTube Sinar Mas dan satunya lagi menjadi bagian konten media sosial pada wahana lainnya seperti Facebook, Instagram, Threads dan juga X. Sebelum materi tadi rampung, berapa pimpinan kerap lebih dulu menghubungi mereka. Ada yang rutin meminta video dokumentasi saat tengah berpidato atau beberapa lainnya meminta pose diri mereka saat kegiatan berlangsung.

 

Tari tradisi Tarek Pukat yang dibawakan para siswa Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng menjadi perlambang bagaimana ketekunan mengurai yang kusut hingga menjadi kekuatan sebagaimana semangat halal bihalal.

 

Selain itu, penyimpanan bahan mentah yang baru saja didapat juga membutuhkan perlakuan tersendiri agar video dan foto yang jumlahnya banyak serta ukurannya juga besar selalu dalam kondisi prima, dan yang terpenting dapat ditemukan bila dibutuhkan ulang. Seperti dikatakan Andri, hanya dari kegiatan halal bihalal sepanjang sekitar dua jam saja, rerata sedikitnya terdokumentasikan dalam video seukuran 32 gigabit. Sementara rekannya Adjie dari perhelatan yang sama, umumnya menyimpan beragam adegan sebesar keseluruhan antara 20 hingga 30 gigabit. Jumlah nyaris serupa biasa dibawa Memet atas pertimbangan dirinya mencoba mendapatkan ekspresi terbaik dari objek fotonya. “Gue sering memakai moda continuous frame. Karena jika memotret sosok, apalagi saat ia sedang berbicara jarang sekali ekspresi wajah terbaik didapat hanya dengan sekali jepretan. Lewat continuous frame, dari sekian banyak jepretan pasti ada ekspresi objek yang oke,” ujarnya yang biasa mengoleksi hingga 1.000 frame atau bingkai foto dari setiap halal bihalal yang diliputnya.

Halal bihalal telah berlalu, namun nilai-nilai yang diapungkan di dalamnya tetap terlestarikan dalam hati dan ingatan kita, serta dokumentasi video dan juga foto yang diabadikan oleh rekan-rekan kita tadi.

 

Penulis: Jaka Anindita

Foto: Noveradika

]]>
/smilemagazine/index.php/2026/05/05/halal-bihalal-mengabadikan-tanpa-batas/feed/ 2
Menjaga Jalinan Silaturahim Tak Kusut /smilemagazine/index.php/2026/04/21/menjaga-jalinan-silaturahim-tak-kusut/ /smilemagazine/index.php/2026/04/21/menjaga-jalinan-silaturahim-tak-kusut/#comments Tue, 21 Apr 2026 08:49:09 +0000 /smilemagazine/?p=9689 Silaturahim berasal dari kata silah yang bermakna mengurai tali yang kusut, sementara rahim yang pengertian jamaknya wal arham adalah kandungan tempat janin buah kasih pasangan suami istri bertumbuh dengan curahan kasih sayang yang tulus. Sebagai pengingat bahwasanya umat manusia berasal dari keturunan Adam dan Hawa, sehingga sudah semestinya sebagai sesama saudara selalu hidup dalam kerukunan, dengan saling bersilaturahim, berkasih sayang, mengurai tali kasih sayang yang sebelumnya kusut. Demikian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti dalam ceramahnya memaparkan kekuatan silaturahim di hadapan para insan Sinar Mas, Rabu, 15 April 2026 di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta.

 

Bersama-sama mengurai jalinan hubungan yang kusut adalah makna silaturahim.

 

Mu’ti yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam perjumpaan Halalbihalal Sinar Mas bertajuk Silaturahmi Menguatkan, Bersama Tanpa Batas mengambil penggambaran dari pertunjukan tari tradisi asal Aceh, Tarek Pukat yang mempertontonkan bagaimana para nelayan bersama-sama menjaga agar jaring yang mereka pergunakan menangkap ikan di laut tetap terurai, tidak sampai kusut. “Kita urai, kita perbaiki supaya jelas mana ujung, mana pangkal. Menggambarkan betapa pentingnya kita melakukan silaturahim. Saya kira tadi para penarinya tetap tenang, tapi penontonnya yang tegang. Saya perhatikan tadi senior saya Pak Muktar (Sinar Mas Board Member, Muktar Widjaja, red.) juga agak tegang. Gimana nih talinya begini? Jangan-jangan enggak jadi gitu kan? Tapi ternyata ujung-ujungnya hebat. Itulah contoh kesabaran mengurai yang kusut itu supaya menjadi kuat,” ujarnya.

 

Bersama para pembina, mengapit Managing Director Sinar Mas Fery Salman.

 

Pagi itu, penari yang tampil membawakannya adalah para siswa Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat. Sebuah kawasan mendekati pantai yang memiliki makna historis. Bagi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, sekolah yang berdiri tahun 2003 itu adalah awal dari komitmen mendalam mereka dalam bidang pendidikan humanis di Indonesia. Lokasi yang sama juga menjadi saksi terwujudnya inisiatif sosial kemanusiaan Sinar Mas melalui dukungan pemulihan kawasan Kali Angke pasca banjir besar tahun 2002, yang diikuti dengan langkah bersama sejumlah perusahaan lain yang peduli dengan membangun Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Inisiatif awal itu yang kemudian memantik Sinar Mas pada tahun 2006 resmi mendirikan Eka Tjipta Foundation.

 

Percayakan pada yang terlatih: siswa Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng.

 

Sebagaimana perenungan yang disampaikan Abdul Mu’ti, berjejaring, bersilaturahim berikut menebar kebaikan kepada sesama akan membuat kita semakin kuat, semakin cerdas, lebih bahagia, bertambah makmur. Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

 

Penulis: Jaka Anindita; Kontributor: Adila Komala Dewi;

Foto: Noveradika

]]>
/smilemagazine/index.php/2026/04/21/menjaga-jalinan-silaturahim-tak-kusut/feed/ 1
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577: Hangat, Meriah dan Penuh Makna /smilemagazine/index.php/2026/03/17/perayaan-tahun-baru-imlek-2577-hangat-meriah-dan-penuh-makna/ /smilemagazine/index.php/2026/03/17/perayaan-tahun-baru-imlek-2577-hangat-meriah-dan-penuh-makna/#comments Tue, 17 Mar 2026 06:04:47 +0000 /smilemagazine/?p=9672 Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Sinar Mas yang berlangsung pada hari Sabtu, 28 Februari 2026 di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta menjadi momentum kebersamaan yang hangat, meriah, sekaligus penuh makna. Mengusung semangat harmoni dalam keberagaman, perayaan yang mengangkat tema utama Together We Go Far, Fast Towards Infinite Prosperity menegaskan kembali nilai persatuan serta semangat dan optimisme untuk menyongsong berbagai peluang (sekaligus tantangan) di tahun Kuda Api.

 

Momen historis: Board Member menyapa para dewa.

 

Suasana kebersamaan terasa sekaligus tampak sejak awal acara, ketika para pimpinan dan karyawan asal lintas pilar usaha berkumpul dalam satu ruangan. Jika berkaca dari pertumbuhan Indonesia, kerja keras, solidaritas dan kerjasama merupakan landasan menuju keberhasilan. Demikian dikatakan Sinar Mas Board Member, Franky Oesman Widjaja yang mengajak semua yang hadir, berpikir kemudian bertindak sebagai satu kesatuan, dari Indonesia Incorporated.

“Karena tidak ada kemakmuran tanpa stabilitas. Tidak ada investasi tanpa kepercayaan dan kepastian hukum. Tidak ada pertumbuhan tanpa kerja sama. Semangat inilah yang dikenal sebagai Indonesia Incorporated,” ujar Franky. Berselang dengan pemutaran kaleidoskop 2025, dirinya juga tidak lupa mengapresiasi kinerja seluruh insan Sinar Mas sepanjang tahun yang baru saja berlalu.

 

Aksi memaikan kecapi gu zheng. Tiada perayaan tanpa musik.

Kehadiran para Dewa

Selain kebersamaan, terasa juga kemeriahan yang satu di antaranya berasal dari sosok tiga dewa dari mitologi Tiongkok yang melambangkan kehidupan sempurna, yang meliputi aspek kebahagiaan, kemakmuran, dan umur panjang.

Pembeda dari perayaan yang menghadirkan para dewa-dewi, hari itu Dewa Kebahagiaan (Fu) yang tampil dengan busana dominan berwarna merah sebagai perlambangn keberuntungan dan kebahagiaan diperankan oleh Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk., Franciscus Costan. Dirinya bersanding dengan Dewa Kemakmuran (Lu) yang mengenakan pakaian serba hijau sebagai simbolisasi kesejahteraan dan keberhasilan. Sosok yang memerankannya adalah Direktur PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, Merza Fachys. Sedangkan Dewa Umur Panjang (Shou) dengan atribut serba putih dan keemasan yang memiliki makna kebijaksanaan serta kehidupan yang panjang, diperankan Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk., Susanto Yang.

 

Para pimpinan Sinar Mas dan President Office mendapatkan ‘pengawalan’ para wushuyuan asal perguruan Wushu Rajawali Sakti, Pluit, Jakarta Utara.

 

Ketiganya hadir sebagai perlambang harapan agar Sinar Mas bersama seluruh individu yang bernaung di dalamnya akan melalui perjalanan hidup yang seimbang, berisikan kebahagiaan, kemakmuran, serta karunia kesehatan dan umur yang panjang. Kehadiran para dewa dewi mulai menjadi kelaziman dalam perayaan imlek. Tapi pembeda dengan kemeriahan setahun silam, yang saat itu dimeriahkan kehadiran sosok Dewa Rejeki (Chai Shen Ye) bersama keluarga kekaisaran – yang diperankan oleh awak President Office Sinar Mas – di antara para tetamu dan undangan, kali ini para direksi lintas pilar yang tampil berkostum.

 

Sosok yang mewakili segmen sastra, budaya dan mitologi dalam perayaan kali ini.

 

Journey to the West

Tidak hanya para dewa yang berkeliling di antara para undangan, karena bersama mereka, juga tampak Raja Kera yang cerdas dan penuh keberanian Sun Go Kong, bersama Cu Pat Kay yang dikenal jenaka dan penuh warna. Sosok keduanya adalah karakter legendaris dari kisah klasik Tiongkok, Perjalanan ke Barat yang menceritakan konsepsi kebaikan dalam perjalanan hidup senantiasa diuji oleh keberadaan konsepsi kejahatan.

 

Paling dinanti. Angelina Fang menyampaikan prakiraannya atas dinamika di tahun Kuda Api.

 

Dengan kostum yang atraktif dan ekspresi teatrikal, kedua karakter ini ‘bertugas’ menghidupkan suasana sekaligus menghibur para hadirin, membawa perayaan berlatarkan cerita klasik, yang memadukan hiburan, budaya, berikut filosofi keseimbangan hidup yang telah dikenal selama berabad-abad.

Sedangkan seputar makna dalam perayaan, sebagaimana dinanti oleh para tetamu, rupanya ada pada pemaparan konsultan sekaligus pendiri Feng Shui Consulting Indonesia, Angelina Fang yang mengingatkan tahun Kuda Api tergambarkan pada kuatnya pengaruh unsur api yang sering dikaitkan dengan dinamika, perubahan serta transformasi. “Kita akan melihat tren bahwa tahun yang apinya sangat kuat, transformasi akan dijalani dengan semangat optimisme dan euforia. Sesuatu akan easy come-easy go,” ujarnya.

 

Jangan sampai terjatuh. Para pimpinan, board member dan advisor bersama-sama mengaduk kemudian mengangkat salad yu zheng sebagai simbolisasi terkabulnya harapan akan keberhasilan dan kemakmuran di tahun baru.

 

Menurut praktisi yang telah memasuki kehadiran keempatnya dalam perayaan Imlek di Sinar Mas ini, euforia yang tak terkelola berpotensi memunculkan ketidakstabilan emosi dan perasaan dapat memantik terjadinya aksi, konflik, penyerangan hingga peperangan, karenanya di tahun kuda api, “Bertindaklah dengan kesabaran serta pikiran yang tenang. Jadilah sosok yang praktis sekaligus realistis,” sarannya.

Memasuki tahun yang baru, tentu saja harapan serta optimisme harus tetap ada, dan yang menjaganya adalah kesabaran serta kebijaksanaan.

 

Para tetamu serta undangan. Segmen mana dalam perayaan yang paling mereka nantikan?

 

Penulis: Adila Komala Dewi, ed., Jaka Anindita

Foto: Noveradika

]]>
/smilemagazine/index.php/2026/03/17/perayaan-tahun-baru-imlek-2577-hangat-meriah-dan-penuh-makna/feed/ 2
ETF Perkuat Ketahanan Pangan dan Dukung Pemulihan Anak di Aceh /smilemagazine/index.php/2026/03/11/etf-perkuat-ketahanan-pangan-dan-dukung-pemulihan-anak-di-aceh/ /smilemagazine/index.php/2026/03/11/etf-perkuat-ketahanan-pangan-dan-dukung-pemulihan-anak-di-aceh/#comments Wed, 11 Mar 2026 09:39:50 +0000 /smilemagazine/?p=9661 Pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, pemulihan bukan sekadar soal membangun kembali infrastruktur yang runtuh, melainkan tentang menghidupkan kembali harapan, ketahanan pangan keluarga, serta ruang aman bagi masyarakat terdampak, khususnya perempuan dan anak. Di tengah fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, Eka Tjipta Foundation mencoba untuk peduli dan terlibat di dalamnya melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.

Dipayungi inisiatif ETF Peduli dukungan dalam upaya pemulihan yang berperspektif korban berlangsung pada 10 Januari 2026 melalui kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Tzu Chi Sinar Mas.

Ketua Harian ETF, Agustina Tutik, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan diarahkan untuk memperkuat fondasi pemulihan jangka menengah dan panjang. “ETF Peduli hadir untuk mendukung upaya pemulihan yang berkelanjutan dengan memperkuat peran komunitas lokal, khususnya perempuan, sebagai penggerak ketahanan keluarga. Kami percaya bahwa pemulihan yang kuat dimulai dari keluarga yang berdaya,” ujar Agustina.

 

Budidaya microgreens di kebun pangan kelolaan komunitas di Pidie Jaya.

 

Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang dalam pemulihan tidak semata berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga pada penguatan peran perempuan sebagai pilar ketahanan keluarga dan komunitas. Dalam berbagai dialog bersama pemangku kepentingan, Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan menegaskan pentingnya memastikan perempuan dan anak tidak tertinggal dalam proses pemulihan. “Di tengah situasi pascabencana, kita melihat ketangguhan para ibu dalam menjaga keluarga. Ketika perempuan dikuatkan, maka anak-anak pun memiliki ruang yang lebih aman untuk bertumbuh dan pulih,” ujar Veronica.

Bentuk kontribusi ETF Peduli adalah dengan menyalurkan 150 paket belajar bagi anak-anak. Perlengkapan sekolah dan alat tulis ini diharapkan dapat membantu pemulihan psikososial anak, menjaga keberlangsungan proses belajar, serta memastikan hak anak tetap terpenuhi di tengah keterbatasan pascabencana. Dukungan tersebut menjadi simbol bahwa pemulihan anak tidak boleh tertunda, bahkan dalam situasi krisis sekalipun.

Selain bagi anak-anak, ETF Peduli juga mendukung berlangsungnya program Kebun Pangan Perempuan Aceh sebagai upaya penguatan ketahanan pangan keluarga. Wujud program ini adalah mengombinasikan pemulihan kebun pangan lokal dengan budidaya microgreens yang mudah dikelola, memiliki kandungan gizi tinggi dan dapat dipanen dengan cepat, sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh keluarga, utamanya anak-anak dan juga dapur komunitas, sejalan dengan kondisi darurat maupun pemulihan awal di lokasi. Melalui pendekatan ini, perempuan didorong untuk kembali berdaya, mengelola pangan lokal, dan memperkuat kemandirian komunitas secara bertahap.

 

Menunjukkan peralatan sekolah yang baru saja mereka terima.

 

Pelaksanaannya menyebar di Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Barat, serta Kabupaten Aceh Timur, dan dilaksanakan bersama mitra setempat seperti Yayasan Paska Aceh, Yayasan Kayang Bangun Semesta, Alumni Pesantren Ekologi Ath-Thaariq, Dayah Diniyah Darussalam Meulaboh, dan Serikat Inong Aceh. Kehadiran para mitra diharapkan mendorong program berlangsung dengan semangat gotong royong serta selaras dengan konteks dan kearifan di masing-masing wilayah.

Melalui ETF Peduli, dukungan terhadap masyarakat Aceh diniatkan dapat menjadi praktik baik yang terus tumbuh, mengantarkan mereka pulih dan semakin tangguh.

 

Penulis: Matthew H. Chandra; ed., Jaka Anindita
Foto: koleksi ETF

 

]]>
/smilemagazine/index.php/2026/03/11/etf-perkuat-ketahanan-pangan-dan-dukung-pemulihan-anak-di-aceh/feed/ 2
ETF Dukung Pemulihan UMKM Pascabencana di Sumatra Barat /smilemagazine/index.php/2026/02/12/etf-dukung-pemulihan-umkm-pascabencana-di-sumatra-barat/ /smilemagazine/index.php/2026/02/12/etf-dukung-pemulihan-umkm-pascabencana-di-sumatra-barat/#comments Thu, 12 Feb 2026 02:42:20 +0000 /smilemagazine/?p=9649 Selepas bencana alam yang melanda Sumatra Barat, menjangkau usaha kecil menjadi salah satu pilihan untuk segera memulihkan kehidupan sosial beserta aktivitas ekonomi setempat. Eka Tjipta Foundation (ETF) turut ambil bagian mendukung inisiatif pemulihan ekonomi pasca bencana melalui program ETF Peduli, yang penyalurannya berlangsung bersamaan dengan peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit, hari Jumat, 23 Januari 2026. Bertempat di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatra Barat, peresmian dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Helvi Yuni Moraza, bersama Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah.

ETF menjadi salah satu entitas yang bergerak cepat merespons kebutuhan mendesak para pelaku usaha yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut. Para pelaku usaha kecil menjadi salah satu fokus pemberian bantuan karena bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat telah menyebabkan ribuan dari mereka mengalami kerusakan tempat usaha, kehilangan sarana produksi, hingga terhentinya aktivitas ekonomi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menopang keberlangsungan usaha di masa awal pemulihan.

“Bersama mitra yang lain kami mengupayakan bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan ekonomi yang berkelanjutan melalui sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ketua Harian Eka Tjipta Foundation, Agustina Tutik. Sebagai bentuk dukungan konkret, ETF Peduli menyalurkan 300 paket sembako kepada pelaku UMKM terdampak di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Mewakili yayasan, Head of Shared Services ETF, Artha Kurniawan (kanan) menerima penghargaan dari Ketua DPRD Sumbar, Muhidi.

 

Helvi Yuni Moraza dalam sambutannya menegaskan bahwa pemulihan UMKM merupakan fase paling krusial dalam penanganan pascabencana dan membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem. “Klinik UMKM Minang Bangkit ini menjadi jembatan antara kebutuhan riil pelaku UMKM dan solusi konkret yang disiapkan pemerintah bersama mitra,” ujar Helvi.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan sementara, terdapat lebih dari 4.800 UMKM terdampak bencana di Sumatra Barat. “Klinik UMKM Minang Bangkit menghadirkan layanan akses pembiayaan, belanja produk lokal, dan layanan produksi yang dijalankan melalui sinergi dengan berbagai mitra. Kami ingin memastikan pemulihan UMKM berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kehadiran ETF Peduli dalam program ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, BUMN, dunia usaha, dan komunitas. Partisipasi tersebut mencerminkan komitmen Eka Tjipta Foundation untuk hadir mendampingi masyarakat dalam situasi krisis, tidak hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga melalui dukungan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Penyaluran paket sembako serta bantuan pendukung lainnya di Kabupaten Padang Pariaman.

 

Dengan mengusung semangat “Mambangkik Batang Tarandam” atau membangkitkan kembali martabat yang terpendam, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong UMKM terdampak untuk bangkit kembali, menciptakan lapangan kerja, serta kembali menggerakkan perekonomian setempat, bahkan bertumbuh semakin tangguh dan berdaya saing.

 

Penulis: Matthew H. Chandra; ed., Jaka Anindita

Foto: koleksi ETF

 

]]>
/smilemagazine/index.php/2026/02/12/etf-dukung-pemulihan-umkm-pascabencana-di-sumatra-barat/feed/ 13