Sepeda Eka Tjipta Widjaja Archives - 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja /pantangmenyerah #PantangMenyerah Sun, 28 Aug 2022 10:52:17 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.3 /pantangmenyerah/wp-content/uploads/2022/01/cropped-cropped-cropped-Untitled-2-01-1-2-32x32.jpg Sepeda Eka Tjipta Widjaja Archives - 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja /pantangmenyerah 32 32 #PantangMenyerah Memanfaatkan Limbah Kayu Bekas /pantangmenyerah/?p=1387 /pantangmenyerah/?p=1387#respond Mon, 13 Jun 2022 09:05:00 +0000 /pantangmenyerah/?p=1387 Dari sampah menjadi emas. Itulah kondisi yang menggambarkan Suherman, penggiat kreativitas kayu bekas yang tergabung dalam kelompok CHIP (Cipta Handycraft Inovation Product) di Serang, Banten. CHIP berdiri sejak 3 Februari 2016. Limbah kayu yang sering dianggap tidak bernilai dan biasanya berakhir di tempat pembuangan sampah ternyata dapatBaca selengkapnya#PantangMenyerah Memanfaatkan Limbah Kayu Bekas

The post #PantangMenyerah Memanfaatkan Limbah Kayu Bekas appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
Dari sampah menjadi emas. Itulah kondisi yang menggambarkan Suherman, penggiat kreativitas kayu bekas yang tergabung dalam kelompok CHIP (Cipta Handycraft Inovation Product) di Serang, Banten. CHIP berdiri sejak 3 Februari 2016.

Limbah kayu yang sering dianggap tidak bernilai dan biasanya berakhir di tempat pembuangan sampah ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi. Itulah semangat pantang menyerah yang dilakukan oleh CHIP (Cipta Handycraft Inovation Product). Mendapat bahan baku sekaligus pembinaan dari Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, CHIP melakukan aksi pemberdayaan lingkungan dengan mengolah limbah kayu sisa peti menjadi cinderamata berkualitas tinggi.

Suherman mengaku beruntung karena mendapatkan bahan dasar berupa kayu bekas peti kemas dari PT Indah Kiat Pulp & Paper (APP Sinar Mas) secara cuma-cuma. Kayu bekas peti kemas ini diolah oleh Suherman dan timnya menjadi sesuatu yang unik dan berharga, yang tentunya dapat meningkatkan pendapatan anggota CHIP.

“Sebelum ada APP Sinar Mas, bahan-bahan baku kita beli sendiri. Namun setelah terjalin kerjasama, alhamdulillah APP Sinar Mas memberikan kita bahan baku, dan itu gratis. Kita manfaatkan sisa kayu peti bekas dari Indah Kiat,” ungkap Suherman.

Suherman bersama timnya di CHIP mengolah kayu bekas menjadi cinderamata yang unik.

Tak hanya itu, APP Sinar Mas juga memberikan pembinaan, pengembangan desain produk, hingga bantuan pemasaran kepada CHIP.

“Inovasi kita terus berkembang karena kita selalu dibina oleh APP Sinar Mas, dan pemasaran kita jauh lebih luas karena kita sudah menjangkau beberapa pulau di Indonesia. Dan mudah-mudahan kita bisa go international dengan adanya pendampingan dari APP Sinar Mas,” tambahnya.

Suherman mengaku, dalam sebulan, CHIP mampu menghasilkan hingga ribuan produk cinderamata yang siap dipasarkan. Setelah mendapatkan pendampingan dari APP Sinar Mas, pendapatan Suherman dan anggota CHIP lainnya pun meningkat hingga 80 persen.

Dalam memperingati 100 tahun pendiri Sinar Mas, CHIP membuat suvenir khusus berbentuk miniatur sepeda. Harapannya, semangat Eka Tjipta Widjaja dalam berjuang membangun bisnisnya bisa menginspirasi kita semua.

#PantangMenyerah Aksi Pemberdayaan Lingkungan oleh CHIP Binaan APP Sinar Mas

The post #PantangMenyerah Memanfaatkan Limbah Kayu Bekas appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
/pantangmenyerah/?feed=rss2&p=1387 0
Kisah Sepeda Eka Tjipta Widjaja /pantangmenyerah/?p=1271 /pantangmenyerah/?p=1271#respond Mon, 21 Feb 2022 10:25:26 +0000 /pantangmenyerah/?p=1271 Sepeda menjadi saksi perjuangan Eka Tjipta Widjaja dalam menjalankan bisnisnya. Sepeda juga bak kehidupan. Ia akan membawa kita sampai ke arah tujuan jika kita semangat pantang menyerah untuk mengayuhnya. Eka Tijpta Widjaja lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga miskin. Orang tuanya adalah seorang pedagang yangBaca selengkapnyaKisah Sepeda Eka Tjipta Widjaja

The post Kisah Sepeda Eka Tjipta Widjaja appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
Sepeda menjadi saksi perjuangan Eka Tjipta Widjaja dalam menjalankan bisnisnya. Sepeda juga bak kehidupan. Ia akan membawa kita sampai ke arah tujuan jika kita semangat pantang menyerah untuk mengayuhnya.

Eka Tijpta Widjaja lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga miskin. Orang tuanya adalah seorang pedagang yang merantau ke Indonesia. Ia pun menyusul ke Indonesia saat usianya masih 9 tahun.

Meskipun ayahnya memiliki toko kelontong, tapi kehidupan mereka terhimpit kemiskinan. Kondisi membuat Eka tidak tinggal diam.

Eka harus merelakan pendidikannya hanya sebatas lulusan sekolah dasar (SD). Setelah berdamai dengan kenyataan, Eka lalu memusatkan perhatiannya untuk memulai usaha kecil-kecilan. Ia membantu ayahnya untuk berjualan dagangan ayahnya seperti permen dan biskuit dari pintu ke pintu menggunakan sepeda. Hal ini ia lakukan untuk membantu perekonomian keluarganya serta membayar utang kepada rentenir. Eka bahkan terpaksa menggadaikan ijazah SD ke sebuah toko grosir untuk dapat kredit barang sebagai modal berjualan.

Tidak peduli apapun cuaca dan medan yang harus ia hadapi, Eka tanpa ragu mengayuh sepedanya yang sarat barang dagangan berkeliling kota Makassar. Pada awalnya, usaha ini tidak membuahkan hasil yang berarti, namun tidak lama kemudian mulai ada yang membeli barang dagangannya.

Saat usianya 15 tahun, ia mulai mengalami perkembangan dalam bisnisnya. Berawal dari sepeda, Eka Tjipta Widjaja kemudian membeli becak untuk menunjang dagangannya. Setelah itu, ia mulai mencoba berbagai bisnis, mulai dari berjualan tepung terigu, semen, hingga menjadi kontraktor kuburan.

Setelah mengalami jatuh bangun, Eka Tjipta Widjaja akhirnya sukses membangun Sinar Mas. Baginya, kesuksesan yang ia raih bukanlah semata-mata karena uang. Semua itu karena kepercayaan masyarakat serta relasi yang ia miliki. Modal terpenting dari usahanya adalah kepercayaan.

The post Kisah Sepeda Eka Tjipta Widjaja appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
/pantangmenyerah/?feed=rss2&p=1271 0