Eka Tjipta Widjaja Archives - 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja /pantangmenyerah #PantangMenyerah Sun, 28 Aug 2022 10:52:17 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.3 /pantangmenyerah/wp-content/uploads/2022/01/cropped-cropped-cropped-Untitled-2-01-1-2-32x32.jpg Eka Tjipta Widjaja Archives - 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja /pantangmenyerah 32 32 Ragam Kegiatan Warnai Peringatan 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja – Bagian 1 /pantangmenyerah/?p=1322 /pantangmenyerah/?p=1322#respond Wed, 09 Mar 2022 07:38:52 +0000 /pantangmenyerah/?p=1322 Dalam rangka memperingati 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja -pendiri Sinar Mas- beragam kegiatan telah dilaksanakan oleh pilar-pilar usahanya. Simak rangkaian acaranya dalam artikel berikut ini. Kegiatan Donor Darah oleh PT. Sumber Indah Perkasa (Sinar Mas Agribusiness & Food – Downtream Lampung) Terinspirasi dengan filosofi hidupBaca selengkapnyaRagam Kegiatan Warnai Peringatan 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja – Bagian 1

The post Ragam Kegiatan Warnai Peringatan 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja – Bagian 1 appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
Dalam rangka memperingati 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja -pendiri Sinar Mas- beragam kegiatan telah dilaksanakan oleh pilar-pilar usahanya. Simak rangkaian acaranya dalam artikel berikut ini.

Kegiatan Donor Darah oleh PT. Sumber Indah Perkasa (Sinar Mas Agribusiness & Food – Downtream Lampung)

Terinspirasi dengan filosofi hidup dan semangat pantang menyerah Bapak Eka Tjipta Widjaja yang tahun ini genap berusia 100 tahun, PT Sumber Indah Perkasa berkolaborasi dengan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Downstream Lampung. Mereka melaksanakan kegiatan donor darah yang mengusung tema “Setetes Darah, Ungkapan Cinta Kasih”.

Suasana Kegiatan Donor Darah oleh PT. Sumber Indah Perkasa

Tidak hanya melibatkan karyawan dan rekanan Downstream Lampung, tetapi kegiatan donor darah juga melibatkan masyarakat sekitar. Kegiatan ini telah menghasilkan:

1. 30 kantong pada pelaksanaan Jum’at, 11 Februari 2022 di Desa Rangai Tri Tunggal
2. 64 kantong pada pelaksanaan Selasa, 22 Februari 2022 di Employee Facility Sinarmas Downstream Lampung.

Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu kegiatan rutin di lingkungan Sinarmas Downstream Lampung. Komitmen trersebut tertuang dalam Dokumen Komitmen Bersama & Dukungan terhadap kegiatan Donor Darah PMI yang ditandatangani oleh Gubernur Provinsi Lampung.

Kegiatan Festival Sungai Sekanak Lambidaro oleh Paguyuban Sinar Mas Sumatera Selatan

Sungai Sekanak Lambidaro, ikon wisata baru di Kota Palembang, Sumatera Selatan

Paguyuban Sinar Mas (PSM) Sumatera Selatan punya cara unik dalam memperingati 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja. Mereka mengadakan sebuah festival bertajuk “Festival Sungai Sekanak Lambidaro”. Festival ini merupakan bentuk partisipasi dalam membantu pemerintah dalam mengubah budaya kotor menjadi budaya bersih.

Sungai Sekanak Lambidaro merupakan sebuah objek wisata alam yang berada di tengah Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sungai Sekanak Lambidaro baru selesai direstorasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Sumatera VIII pada awal tahun 2022.

Sungai Sekanak Lambidaro yang memiliki panjang 2 kilometer terletak di Kelurahan 26 ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang. Dulu, sungai ini begitu kotor karena menjadi tempat masyarakat membuang limbah rumah tangga.

Kini, tiada lagi sampah dan limbah di Sungai Sekanak Lambidaro. Bagian tepi sungai juga sudah dibenahi agar lebih nyaman diakses sekaligus menjadi ruang terbuka. Suasana sekitar sungai yang kini menjadi bersih, asri, aman diharapkan bisa membuat Sungai Sekanak Lambidaro jadi destinasi wisata baru di kota Palembang.

Festival Sungai Sekanak Lambidaro digelar dengan menghadirkan penampilan seni budaya khas Sumatera Selatan. Acara dihadiri oleh pejabat daerah, seperti Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Anita Noeringhati, Walikota Palembang Harnojoyo, dan pejabat dari Pusat Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air mewakili Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR

Acara Gerakan Susur Sungai

Kegiatan Festival Sungai Sekanak Lambidaro diawali dengan acara Gerakan Susur Sungai (membersihkan sampah-sampah), menabur benih ikan, penanaman pohon penghijauan dan kunjungan kios UMKM. Berbagai penampilan seni budaya khas Sumatera Selatan juga dihadirkan, seperti Tari Tanggai, Dul Muluk, dan fashion show pakaian adat Palembang di atas perahu.

Suasana baazar dalam Festival Sungai Sekanak Lambidaro

Penyelenggaraan kegiatan Festival Sungai Sekanak Lambidaro diikuti oleh anggota PSM Sumatera Selatan sebanyak 71 orang.

Tim Paguyuban Sinar Mas Sumatera Selatan

Bersambung ke Ragam Kegiatan Warnai Peringatan 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja – Bagian 2

The post Ragam Kegiatan Warnai Peringatan 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja – Bagian 1 appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
/pantangmenyerah/?feed=rss2&p=1322 0
Kisah Sepeda Eka Tjipta Widjaja /pantangmenyerah/?p=1271 /pantangmenyerah/?p=1271#respond Mon, 21 Feb 2022 10:25:26 +0000 /pantangmenyerah/?p=1271 Sepeda menjadi saksi perjuangan Eka Tjipta Widjaja dalam menjalankan bisnisnya. Sepeda juga bak kehidupan. Ia akan membawa kita sampai ke arah tujuan jika kita semangat pantang menyerah untuk mengayuhnya. Eka Tijpta Widjaja lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga miskin. Orang tuanya adalah seorang pedagang yangBaca selengkapnyaKisah Sepeda Eka Tjipta Widjaja

The post Kisah Sepeda Eka Tjipta Widjaja appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
Sepeda menjadi saksi perjuangan Eka Tjipta Widjaja dalam menjalankan bisnisnya. Sepeda juga bak kehidupan. Ia akan membawa kita sampai ke arah tujuan jika kita semangat pantang menyerah untuk mengayuhnya.

Eka Tijpta Widjaja lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga miskin. Orang tuanya adalah seorang pedagang yang merantau ke Indonesia. Ia pun menyusul ke Indonesia saat usianya masih 9 tahun.

Meskipun ayahnya memiliki toko kelontong, tapi kehidupan mereka terhimpit kemiskinan. Kondisi membuat Eka tidak tinggal diam.

Eka harus merelakan pendidikannya hanya sebatas lulusan sekolah dasar (SD). Setelah berdamai dengan kenyataan, Eka lalu memusatkan perhatiannya untuk memulai usaha kecil-kecilan. Ia membantu ayahnya untuk berjualan dagangan ayahnya seperti permen dan biskuit dari pintu ke pintu menggunakan sepeda. Hal ini ia lakukan untuk membantu perekonomian keluarganya serta membayar utang kepada rentenir. Eka bahkan terpaksa menggadaikan ijazah SD ke sebuah toko grosir untuk dapat kredit barang sebagai modal berjualan.

Tidak peduli apapun cuaca dan medan yang harus ia hadapi, Eka tanpa ragu mengayuh sepedanya yang sarat barang dagangan berkeliling kota Makassar. Pada awalnya, usaha ini tidak membuahkan hasil yang berarti, namun tidak lama kemudian mulai ada yang membeli barang dagangannya.

Saat usianya 15 tahun, ia mulai mengalami perkembangan dalam bisnisnya. Berawal dari sepeda, Eka Tjipta Widjaja kemudian membeli becak untuk menunjang dagangannya. Setelah itu, ia mulai mencoba berbagai bisnis, mulai dari berjualan tepung terigu, semen, hingga menjadi kontraktor kuburan.

Setelah mengalami jatuh bangun, Eka Tjipta Widjaja akhirnya sukses membangun Sinar Mas. Baginya, kesuksesan yang ia raih bukanlah semata-mata karena uang. Semua itu karena kepercayaan masyarakat serta relasi yang ia miliki. Modal terpenting dari usahanya adalah kepercayaan.

The post Kisah Sepeda Eka Tjipta Widjaja appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
/pantangmenyerah/?feed=rss2&p=1271 0
Kisah Eka Tjipta Widjaja Menjalankan Bisnis di Ruko Kecil /pantangmenyerah/?p=1246 /pantangmenyerah/?p=1246#respond Wed, 16 Feb 2022 07:42:13 +0000 /pantangmenyerah/?p=1246 Tahun 1965 menjadi awal mula bagi Sinar Mas menapaki ibukota Jakarta, setelah sebelumnya Eka Tjipta Widjaja sukses menjalankan bisnis di Surabaya. Ruko yang berada di jalan Pasar Pagi, Jakarta Barat menjadi kantor pertama Sinar Mas. Di ruko kecil dua lantai ini Eka Tjipta Widjaja menjalankanBaca selengkapnyaKisah Eka Tjipta Widjaja Menjalankan Bisnis di Ruko Kecil

The post Kisah Eka Tjipta Widjaja Menjalankan Bisnis di Ruko Kecil appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
Tahun 1965 menjadi awal mula bagi Sinar Mas menapaki ibukota Jakarta, setelah sebelumnya Eka Tjipta Widjaja sukses menjalankan bisnis di Surabaya.

Ruko yang berada di jalan Pasar Pagi, Jakarta Barat menjadi kantor pertama Sinar Mas. Di ruko kecil dua lantai ini Eka Tjipta Widjaja menjalankan bisnisnya dengan karyawan yang kala itu masih sedikit.

Tidak jauh dari kantor pertama, Eka Tjipta Widjaja kembali membeli sebuah ruko di Jalan Kali Besar, Jakarta Barat. Lokasi ini sangat dekat dengan daerah wisata Kota Tua.

Gedung bergaya klasik ini masih difungsikan untuk kegiatan bisnis Sinar Mas, menjadi salah satu cabang Bank Sinarmas.

Tahun 1985, Sinar Mas kembali memperluas lokasi dengan membeli gedung perkantoran di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Pada kala itu, Sinar Mas mulai mengepakkan sayapnya ke berbagai pilar bisnis. Tidak hanya sawit dan kertas, namun juga memperluas ke ranah jasa keuangan dan sektor ril estate.

Pada 1998, Sinar Mas Land Plaza Menara 2 (d/h. Plaza BII) tercatat sebagai kantor kelima Sinar Mas.

Di menara ini pula Eka Tjipta Widjaja banyak menghabiskan waktunya, menjalankan bisnis, serta menerima tamu-tamu baik dari dalam maupun luar negeri.

Di sinilah awal mula Sinar Mas Land Plaza berdiri dan menjadi Head Office di wilayah protokol ibukota.

Kini Sinar Mas sudah berdiri selama lebih dari delapan dekade, bertransformasi menjadi tujuh pilar utama bisnis yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia maupun di luar negeri.

Eka Tjipta Widjaja juga mewariskan nilai-nilai luhur bagi keluarga Sinar Mas dalam menjalankan tanggung jawab pekerjaan, juga berkontribusi bagi Indonesia.

Suasana kantor pertama Sinar Mas di Jakarta bisa Anda saksikan dalam video berikut ini.

The post Kisah Eka Tjipta Widjaja Menjalankan Bisnis di Ruko Kecil appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
/pantangmenyerah/?feed=rss2&p=1246 0
Kisah Pantang Menyerah Eka Tjipta Widjaja /pantangmenyerah/?p=1 Wed, 26 Jan 2022 01:08:00 +0000 /pantangmenyerah/?p=1 Dari sebuah usaha kecil, kini Sinar Mas telah tumbuh menjadi sebuah perusahaan nasional dengan kurang lebih 380.000 karyawan di seluruh Indonesia. Tujuh pilar usahanya tersebar di berbagai industri yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Sudah lebih dari delapan dekade Sinar Mas tumbuh, bergerak, dan memberikan yangBaca selengkapnyaKisah Pantang Menyerah Eka Tjipta Widjaja

The post Kisah Pantang Menyerah Eka Tjipta Widjaja appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>
Dari sebuah usaha kecil, kini Sinar Mas telah tumbuh menjadi sebuah perusahaan nasional dengan kurang lebih 380.000 karyawan di seluruh Indonesia. Tujuh pilar usahanya tersebar di berbagai industri yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Sudah lebih dari delapan dekade Sinar Mas tumbuh, bergerak, dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Berpedoman pada nilai-nilai luhur: integritas, perilaku positif, berkomitmen, perbaikan berkelanjutan, inovatif, dan loyal (setia), Sinar Mas menerapkan semangat pantang menyerah dalam menjalankan praktek bisnis berkelanjutan. Perusahaan dan masyarakat beriringan membangun Indonesia, tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan.

Berawal dari tahun 1938, kini Sinar Mas sebagai brand telah bertransformasi menjadi 7 (tujuh) pilar utama bisnis. Tujuh pilar bisnis Sinar Mas antara lain: Pulp dan Kertas, Agribisnis dan Pangan, Layanan Keuangan, Pengembang dan Realestat, Telekomunikasi, Energi dan Infrastruktur, serta Layanan Kesehatan. Meski masing-masing pilar bisnis dikelola secara independen, namun mereka dipersatukan oleh kesamaan nilai dan histori perusahaan.

Sinar Mas yang dirintis oleh semangat pantang menyerah Eka Tjipta Widjaja telah menapaki usia 83 tahun. Tujuh pilar bisnisnya makin menancapkan kuku di berbagai sektor ekonomi Indonesia, termasuk go public melalui 11 perusahaan.

Lahir dan berkembangnya Sinar Mas yang kini memiliki tujuh pilar utama bisnis, tak lepas dari perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia. Bangkitnya Indonesia melalui kemerdekaannya, diiringi pula dengan berkembangnya bisnis Sinar Mas.

Apapun kondisi dan situasinya, Sinar Mas berkomitmen untuk terus ada bagi bangsa Indonesia. Dibuktikan dengan pengabdian kepada negeri lebih dari delapan dekade.

Terlebih di saat pandemi COVID-19 yang menghantam banyak negara, termasuk Indonesia sejak dua tahun terakhir. Situasi ini juga mengetuk hati Sinar Mas untuk terus berkontribusi dan membantu meringankan beban Indonesia memerangi pandemi.

Berawal Dari Menjajakan Barang Kelontong

Semangat pantang menyerah dan sifat sosial yang diwariskan oleh sang Founding Father, Eka Tjipta Widjaja, menjadikan Sinar Mas terus sejalan beriringan dengan Indonesia.

Melalui aspek ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial, Sinar Mas juga berfokus pada pengelolaan komoditas serta layanan, yang menjadi kebutuhan utama masyarakat serta mampu mendorong kesejahteraan dan perekonomian bangsa.

Di dalam perjalanan bisnisnya, Eka Tjipta Widjaja tak selalu menemui jalan yang mulus. Lika-liku membangun usaha, kegagalan, kesulitan justru tidak mematahkan semangatnya untuk bangkit dan berusaha. Hidup bagi Eka Tjipta Widjaja menjadi cerminan bagaimana berusaha sampai berhasil melalui kerja keras dan memegang teguh disiplin dengan bahan bakar pantang menyerah.

“Saya tidak boleh patah semangat!” demikian salah satu ucapan beliau yang menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga Sinar Mas.

Pada tahun 1938 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Oei Ek Tjhong (Eka Tjipta Widjaja) merintis usaha dengan menjajakan barang kelontong menggunakan sepeda. Ini adalah awal mula karir bisnis sang Founding Father Sinar Mas.

Setelah sempat membuka toko kelontong grosir pada tahun 1949, Eka Tjipta Widjaja memulai bisnis besar seperti Kopra, Kelapa Sawit, dan Kertas.

Gagal menjalani bisnis kopra tak mematahkan semangat Eka Tjipta Widjaja dalam mengepakkan sayap bisnis. Di Surabaya, CV Sinar Mas diresmikan, dan disusul dengan pembangunan pabrik minyak goreng serta pabrik kertas dan bubur kertas.

Setelah sukses dengan bisnis kertas dan sawit, Sinar Mas mengembangkan bisnis di sektor layanan keuangan seperti asuransi dan perbankan.

Saat krisis ekonomi terjadi di tahun 1998, Sinar Mas mulai beroperasi secara komersial di bidang penyediaan energi, perdagangan besar, serta infrastruktur telekomunikasi.

Sinar Mas juga membentuk pilar baru, mulai dari industri telekomunikasi melalui Smartfren, industri pengembang dan realestat mencakup Sinar Mas Land, pilar kesehatan mencakup Eka Hospital, serta membentuk organisasi kemanusiaan seperti Yayasan Dharma Eka Tjipta, dan pendidikan seperti Sinar Mas World Academy.

Tahun 2014 Sinar Mas resmi menjajaki ranah digital melalui Sinar Mas Digital Venture, dan akan terus berinovasi sesuai perkembangan era dan teknologi.

Berikut sejarah singkat perjalanan berdirinya Sinar Mas:

1938 – Eka Tjipta Widjaja memulai perjalanan kewirausahaannya di Makassar pada usia 15 tahun

1968 – Eka Tjipta Widjaja mendirikan kilang minyak goreng kopra pertamanya, Bitung Manado Oil Ltd. di Sulawesi Utara

1972 – Mulai bisnis pengembang dan realestat dengan PT Duta Pertiwi; di tahun yang sama, Eka Tjipta Widjaja mendirikan paprika soda kimia, Tjiwi Kimia yang kemudian menjadi pabrik kertas pertama Sinar Mas

1982 – PT Internas Artha Leasing Company didirikan dan berkembang menjadi perusahaan jasa keuangan yang terintegrasi

1986 – Sinar Mas Forestry mulai mengelola hutan tanaman pertamanya

1996 – PT Dian Swastika Sentosa didirikan untuk memfasilitasi listrik ke pabrik APP

2005 – Bank Shinta diakuisisi yang secara resmi menjadi Bank Sinarmas pada tahun 2006

2006 – PT Smart Telecom berdiri

2018 – Sinar Mas merayakan ulang tahun ke-80

2020 – Sinar Mas kini memiliki 7 pilar bisnis

Perjalanan dan perjuangan Eka Tjipta Widjaja dalam membangun usahanya membuat beliau dikenal sebagai tokoh yang gigih dalam menghadapi tantangan. Semangat pantang menyerah beliau dapat menjadi inspirasi kita dalam menghadapi situasi yang sulit.

The post Kisah Pantang Menyerah Eka Tjipta Widjaja appeared first on 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

]]>