Untuk Indonesia – Sinar Mas /blog Wed, 10 Oct 2018 01:50:22 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Untuk Indonesia – Sinar Mas /blog 32 32 Rumah Pintar, Memberdayakan Diri dengan Dukungan Komunitas /blog/?p=1212 Sun, 07 Jan 2018 00:00:51 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1212 Berawal dari niatan Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) untuk berkontribusi pada Indonesia yang sejahtera. Langkah yang ditempuh pada tahun 2005 adalah menginisiasi sebuah program membangun pemahaman dan kepedulian bersama akan pentingnya pendidikan, kesehatan dan lingkungan sebagai landasan pengembangan kecerdasan dan wawasan anak. Keluarga dan anak menjadi fokus utama karena keberlanjutan bangsa Indonesia bermula dari keluarga, dan berlanjut di tangan anak-anak tadi.

Selanjutnya, tersusun program yang meliputi sejumlah bidang, seperti Indonesia Pintar, Indonesia Hijau, Indonesia Sehat, Indonesia Peduli dan Indonesia Kreatif. Program Indonesia Pintar yang dimulai dengan meluncurkan Mobil Pintar mendapatkan respon positif dari masyarakat, sehingga SIKIB terdorong mengembangkannya lebih luas, yang mana satu diantaranya berupa Rumah Pintar, yang menetap di sebuah lokasi dengan pengelolaan berbasis komunitas.

Agar daya jangkaunya semakin kuat, pembangunan berikut pengelolaannya dilakukan menggandeng sektor privat. Sinar Mas melihat keberadaan Rumah Pintar di sekitar fasilitas produksi yang dikelola pilar bisnisnya, tersebar di sejumlah wilayah akan sangat efektif memberdayakan potensi kaum perempuan dan anak-anak. Sembari mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan dan sejahtera,sekaligus pula menyelaraskannya dengan upaya mencapai Sustainability Development Goals (SDGs).

Di Rumah Pintar, para ibu dan anak berkesempatan mengikuti aneka pelatihan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ragamnya tercermin dari fasilitas yang tersedia di Rumah Pintar, seperti Sentra Komputer, Sentra Bermain, Sentra Kriya, Sentra Anggrek, Sentra Buku, Sentra Panggung dan Sentra Audio Visual. Masing-masing sentra dibina tutor berpengalaman di bidangnya.

Di Sentra Kriya, ibu-ibu mendapatkan pelatihan kerajinan tangan bernilai ekonomi sehingga berkesempatan memanfaatkannya guna mendapatkan penghasilan tambahan. Sedangkan anak-anak dapat belajar sambil bermain di Sentra Buku dan Sentra Audio Visual. Segenap aktivitas di Rumah Pintar berlangsung cuma-cuma atau gratis. Paratutor atau pendamping, secara berkala juga mendapatkankan pelatihan untuk memperkuat kapasitas mereka.

Hingga kini, Sinar Mas melalui sejumlah pilar bisnisnya – Asia Pulp Paper Sinar Mas, PT SMART Tbk dan BSD City – mengelola hingga 29 Rumah Pintar yang tersebar di beberapa daerah. Pada tahun 2014, Rumah Pintar mengantarkan Sinar Mas mendapatkan penghargaan Anugerah Adicipta Lokatara dari pemerintah karena dinilai konsisten dalam memberdayakan masyarakat sekitar melalui pendidikan informal, berbasis komunitas. Menandakan bahwasanya komunitas adalah lingkungan terdekat dan paling efektif dalam memberdayakan masyarakat.

]]>
Mandiri dengan Pertanian Organik /blog/?p=1209 Sat, 06 Jan 2018 00:00:04 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1209 Melestarikan lingkungan dapat dilakukan lewat beragam cara. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang sampah, hingga memanfaatkan lahan dengan menanam tanaman organik. Budidaya tanaman organik dilakukan para relawan Tzu Chi Sinar Mas Regional Jambi 1, tepatnya di pemondokan karyawan PT SMART Tbk yang berada di kebun Pelakar, Jambi.

Untuk memulai sesuatu, butuh perjuangan dan tekad. Ini yang dirasakan oleh relawan Tzu Chi di Regional Jambi 1 yang juga pencetus budidaya tanaman organik di wilayah kebun Pelakar. Dialah Ruslianto, yang sejak Desember 2016 tak henti-hentinya mengajak warga kebun Pelakar untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanami tanaman organik.

“Dua bulan pertama sangat sulit bagi saya untuk mengajak mereka menanam tanaman organik. Hanya empat orang saja yang mau. Tapi setelah pelan-pelan kami ajak, akhirnya sekarang sudah 85 persen atau sekitar 55 kepala keluarga di pondok yang menanam tanaman organik di pekarangan rumah mereka,” ungkap Ruslianto.

Beragam tanaman dibudidayakan, mulai dari sayur mayur seperti kangkung, sawi, terong, selada, hingga tanaman obat-obatan atau TOGA (tanaman obat keluarga). Hasilnya, warga dapat memenuhi kebutuhan sayuran mereka secara mandiri, karena tidak perlu lagi membeli di pasar, melainkan tinggal memetik dari pekarangan rumah sendiri. Tidak hanya itu, para keluarga karyawan tadi juga meraih penghasilan tambahan dengan mengolah sayur seperti sawi juga menjadi kerupuk yang dipasarkan.

Tak berhenti sampai di sana, pupuk yang digunakan juga berasal dari olahan swadaya, dan sudah barang tentu organik. Salah satu yang paling banyak dimanfaatkan adalah pupuk kandang yang terbuat dari kotoran kambing, sebab mayoritas warga pondok memang memelihara ternak kambing.

Kini Ruslianto mengaku bahagia sebab hampir semua warga mulai mandiri melalui kebun organik. Bahkan sekali dalam sebulan, para relawan Tzu Chi di kebun Pelakar bersama para warga dapat mengadakan bazar tanaman organik serta menggelar Vegetarian Day menggunakan hasil dari kebun masing-masing.

Dirinya bersama para relawan yang lain berniat menyebarluaskan budaya bercocok tanam ini ke seluruh wilayah operasional perkebunan PT SMART Tbk sehingga lingkungan tempat tinggal di sekitar perkebunan tak hanya lebih asri dan lestari, namun juga produktif.

]]>
Bank Sinarmas Canangkan Gerakan Rajin Menabung /blog/?p=427 Thu, 12 Jan 2017 04:20:41 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=427 PT Bank Sinarmas Tbk berhasil memperkuat literasi keuangan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan cara menggandeng sekolah-sekolah di dua provinsi tersebut. Setidaknya ada 4 ribu murid Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 18 institusi pendidikan di daerah tersebut yang memperoleh tabungan Simpanan Pelajar (SIMPEL) dari Bank Sinarmas.

Halim, Direktur Bank Sinarmas menjelaskan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Bank Sinarmas terhadap Gerakan Ayo Menabung yang digalakkan Pemerintahan Joko Widodo. Kegiatan tersebut juga dimaksudkan agar masyarakat semakin mengenal ragam produk dan jasa keuangan perbankan.

Menurut Halim, secara demografis, Indonesia memiliki lebih sedikit penduduk berusia matang (mature) dibandingkan Malaysia, Thailand dan China. Mengutip Bank Dunia, Halim menyebut di tiga negara tersebut, penduduk berusia 15 tahun ke atas mencapai lebih dari 75 persen. Sementara di Indonesia, persentase penduduk dewasa berada di bawah kisaran 40 persen.

“Besarnya jumlah penduduk yang belum dewasa akan menjadi bonus demografi yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Oleh sebab itu, pengenalan budaya menabung dan berinvestasi sejak dini merupakan hal yang krusial, ujar Halim, Kamis (12/1).

Hingga saat ini, Bank Sinarmas telah membuka 21.066 tabungan SIMPEL dengan nilai mencapai Rp2,4 miliar. Halim menambahkan, perusahaan tempatnya bekerja akan terus meningkatkan edukasi agar para murid gemar menabung melalui SIMPEL. S

“Rasio menabung di Indonesia berkisar 30,87 persen dari PDB. Lebih rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya, seperti China yang mencapai 48,87 persen, Singapura 46,73 persen dan Korea 35,11 persen,” katanya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri telah menggiatkan Program Literasi Keuangan sejak 2014, karena rendahnya inklusi keuangan dan tidak meratanya akses produk dan jasa keuangan di Indonesia.

Kepala Departemen Pengawasan Bank 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat mengatakan, Bank Sinarmas merupakan salah bank yang cukup aktif mendukung program pemerintah. Dari gerakan menabung, jaring, sampai ke program-program kerakyatan.

“OJK mengapresiasi dukungan Bank Sinarmas terhadap program-program pemerintah,” katanya.

(Sumber: CNN )

]]>