UMKM – Sinar Mas /blog Wed, 03 Feb 2021 03:45:39 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png UMKM – Sinar Mas /blog 32 32 APP Sinar Mas Gelar Pelatihan Digital Marketplace Bagi UKM Lokal /blog/?p=3120 Wed, 03 Feb 2021 03:45:39 +0000 /blog/?p=3120 Dalam mewujudkan peningkatan perekonomian dan perluasan akses UMKM para mitra binaannya di tengah pandemi Covid-19, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menggelar pelatihan berbasis digital marketplace. Pelatihan ini hasil kerjasama APP Sinar Mas dengan Yayasan Doktor Sjahrir dan Shopee, salah satu platform e-commerce terdepan di Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk untuk melatih para mitra binaan, terkhusus ibu-ibu, agar lebih sadar teknologi dan bisa memasarkan produknya secara daring. Pelatihan tentang niaga elektronik yang digelar dengan webinar pada hari Selasa (26/1/2021) mengedukasi para peserta, yang merupakan mitra UMKM binaan APP Sinar Mas, tentang bisnis online, peningkatan kerjasama, praktek fotografi, pengenalan dasar copywriting dan sebagainya.

Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas, Elim Sritaba mengatakan, bahwa mendukung usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah operasi merupakan komitmen APP Sinar Mas yang tercantum dalam Sustainability Roadmap Vision 2030.

“Kami senang dan bangga bahwa program pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan mampu mencetak pengusaha-pengusaha sukses yang menjadi contoh di komunitas masing-masing. Namun kita harus terus mencari dan membuka akses ke pasar yang lebih luas, sehingga lingkup usaha UMKM tidak terbatas di komunitasnya saja, agar usaha mereka bisa terus berkembang,” katanya melalui siaran pers, Jumat (29/1/2021).

Sistem niaga elektronik dinilai sangat efektif untuk memperluas jangkauan ke pasar, tanpa harus memiliki toko secara fisik di area lain. Untuk itu, program ini dilakukan APP Sinar Mas agar semakin membuka dan mendorong pasar UMKM binaan APP Sinar Mas untuk berkembang dalam usahanya.

Direktur Shopee Indonesia, Christin Djuarto mengungkapkan, dikutip dari data We Are Social kuartal pertama 2020 dimana tren belanja online meningkat hingga 300 persen, bahkan trafik belanja pada platform niaga elektronik naik di angka 400%.

Dengan peluang yang besar ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan para UMKM dalam memasarkan produknya secara maksimal dan menarik para calon pembeli melalui platform niaga elektronik dan memanfaatkan sosial media untuk memperluas jaringan usaha ke berbagai kalangan.

Sosial media merupakan salah satu platform yang sangat tepat untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk unggulan UMKM tersebut. Lebih lanjut juga dijelaskan olehnya, bahwa Shopee juga menyediakan program untuk membimbing para UMKM yang berniaga di platform Shopee.

Selain program Sobat UKM Shopee untuk memberikan panduan dasar dalam berniaga di platform Shopee, ada juga program Kampus Shopee, bagi para penjual yang memerlukan bimbingan yang lebih komprehensif.

“Program-program ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung keberhasilan para pelaku UMKM di platform kami, khususnya di tengah situasi pandemi seperti saat ini,” ujar Christin.

Dr. Nurmala Kartini Sjahrir dari Yayasan Doktor Sjahrir menuturkan, bahwa di masa pandemi, tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait kesehatan tetapi juga bagaimana mempertahankan kondisi perekonomian di tengah daya beli masyarakat yang menurun. Hal ini terutama krusial di daerah-daerah di luar kota besar di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, tokoh pemberdayaan perempuan ini menggarisbawahi pentingnya program pemberdayaan perempuan dalam ketahanan, kesehatan dan ketangguhan di komunitasnya. Hal ini dimaksudkan agar beragam keahlian para perempuan yang berawal dari aktivitas di rumah, bisa dijadikan peluang bisnis untuk meningkatkan pendapatan ekonomi sehari-hari.

 

Sumber: Sindonews

]]>
Kredit Mikro Bank Sinarmas bagi UMKM /blog/?p=1226 Mon, 08 Jan 2018 23:21:48 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1226 melihat Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM)  memiliki potensi yang luar biasa. Mengutip data dari Kompas.com, tercatat jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 49 juta dan diprediksi menyerap lebih dari 107 juta tenaga kerja. Kontribusi sektor UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) pun semakin meningkat dalam lima tahun terakhir di mana Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mencatat lonjakan dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen di tahun 2016.

Artinya, sektor satu ini tergolong penggerak perekonomian nasional. Agar terus tumbuh dan menyejahterakan, Bank Sinarmas menyediakan Kredit Mikro Bank Sinarmas dengan niatan agar para pengusaha kecil tadi berkesempatan mengembangkan usaha mereka.

Kesederhanaan menjadi ciri skema ini. Sesudah peminjam mengajukan permohonan, pihak Bank Sinarmas akan menindaklanjuti dengan segera. Peminjam dikenakan bunga yang kompetitif, pola pembayaran berbentuk term loan/demand loan/PRK untuk plafon tertentu, dan dapat melakukan top up sesuai kebutuhan dan ketentuan.

Hasilnya, pada tahun 2016, total kredit yang disalurkan Bank Sinarmas berjumlah Rp19,1 triliun, meningkat 10,29 persen dibandingkan jumlah kredit di 2015 sebesar Rp17,3 triliun. Sedangkan Pembiayaan terhadap Dana yang Dihimpun atau Loan to Deposit Ratio (LDR) Perseroan mencapai 96,6 persen sepanjang tahun lalu.

Secara total, hingga Juni 2017, Bank Sinarmas telah menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp2,2 triliun atau 68,5 persen dari total target tahun 2017 yang senilai Rp3,3 triliun. Jumlah ini lebih tinggi 8,1 persen dari penyaluran kredit UMKM di 2016 yang mencapai Rp2,1 triliun.

]]>
Danamas, Cara Mudah bagi UMKM Meraih Pemodalan /blog/?p=1189 Thu, 30 Nov 2017 23:30:20 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1189 Pesatnya perkembangan industri financial technology atau fintech di Indonesia menjadi jembatan bagi sebagian besar penduduk Indonesia yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan dan jasa keuangan perbankan. Ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia mendorong inklusi keuangan, yakni pemerataan akses keuangan bagi warga masyarakat yang dikenal dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif, berikut memberdayakan usaha mikro, kecil, menengah UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebabnya, selama ini jangkauan layanan keuangan terbentur pada tingkat literasi keuangan yang baru mencapai sedikit di atas dari keseluruhan penduduk Indonesia, dan tersebar di wilayah yang luas. Namun, meski tingkat literasi keuangan masyarakat belum tinggi, dari seluruh penduduk Indonesia tadi, hampir 52% diantaranya mengakses internet. Keunikan ini menjadi pintu masuk bagi pemerintah mendayagunakan fintech memperluas literasi keuangan, dan sudah barang tentu bagi sektor swasta seperti Sinar Mas untuk menggarap potensi yang luas terhampar tadi.

Pada tahun 2016, berdiri PT Pasar Dana Pinjaman atau Danamas yang menyediakan layanan keuangan pinjam meminjam atau peer to peer lending (P2P) melalui telepon genggam. Artinya, siapa pun bisa menjadi pemodal dan penerima pinjaman modal sepanjang memiliki akses seluler dengan jaringan internet. Tidak ada pembatasan jumlah untuk mendanai dan pemodal dapat mencairkannya setiap saat.

Khalayak yang disasar adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang selama ini kesulitan mengakses dan melakukan transaksi menggunakan produk-produk keuangan perbankan. Selanjutnya, Danamas bergerak memberikan pinjaman modal dari masyarakat bagi para penjual dan reseller pulsa seluler.

Dalam praktiknya, baik investor maupun penerima pinjaman mendapatkan sejumlah kemudahan. Pemberi pinjaman bisa memberikan pinjaman dengan jumlah minimal, kepada banyak peminjam sehingga risiko tersebar, dan mereka dapat menarik dana yang dipinjamkan meski belum jatuh tempo. Hasil imbal balik (return) bagi pemodal sangat menarik, karena berada di atas tingkat bunga deposito bank. Pemodal juga dijamin oleh asuransi kredit sehingga bila ada kredit yang bermasalah, akan segera mendapat penggantian sebesar 70% dari pokok pinjaman. Sedangkan penerima pinjaman dapat leluasa mengatur pengembalian pinjaman sesuai dengan pendapatan yang diperoleh dan proses pencarian pinjaman pun tidak berbelit-belit.

Keamanan dan legalitas perusahaan tekfin adalah prasyarat utama bagi Danamas. Di ranah ini, Danamas boleh berbangga hati karena menjadi perusahaan peer to peer lending pertama di Indonesia yang mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator di industri keuangan. Izin OJK itu tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor: Kep-49/D.05/2017 Tentang Pemberian Izin Usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi PT Pasar Dana Pinjaman tanggal 6 Juli 2017. Danamas juga memakai Management Risiko Kredit dengan Big Data sehingga risiko kredit macet sangat kecil.

Hingga kini, jumlah pinjaman yang terealisasi tercatat sebanyak hampir 357 ribu pinjaman senilai keseluruhan lebih dari Rp 845 miliar, yang berasal dari 23,671 pemodal. Sementara jumlah pinjaman yang telah lunas jumlahnya hampir 160 ribu pinjaman, senilai lebih dari Rp 700 miliar.

]]>
Bank Sinarmas Perluas Penyaluran Kredit UMKM /blog/?p=644 Sat, 25 Mar 2017 09:49:36 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=644 PT Bank Sinarmas terus memperluas penyaluran kredit ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama ke sektor pangan. Perseroan pun menargetkan kredit UMKM minimal 15 persen dari total penyaluran kredit tahun ini.

“Ketentuan dari OJK memang minimal penyaluran kredit ke UMKM segitu. Termasuk ke sektor pangan, nanti kita harus lihat breakdown-nya,” ujar Direktur Risk and Human Capital Management Bank Sinarmas Hanafi Himawan, saat ditemui seusai peluncuran program Akselerasi Sinergi Inklusi (AKSI) Pangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Sumatra Barat, Jumat, (24/3).

Sampai kuartal pertama 2017, perseroan sudah menyalurkan kredit ke sektor pangan sekitar Rp 500 miliar. Di antaranya ke kelapa sawit, ubi, kentang, padi, peternakan sapi, dan lainnya. “Porsi terbesar kita masih ke kelapa sawit dan perternakan. Potensinya pangan luas sekali, kita akan ikuti perkembangan ekonomi Indonesia berkembangnya di mana,” tutur Hanafi.

Menurutnya, risiko di sektor pangan relatif kecil. Meski begitu harus tetap dilakukan mitigasi risiko, salah satunya dengan model pembiayaan rantai nilai pangan. Dengan begitu, pembeli hasil tanam petani sudah jelas (off taker).

Sesuai arahan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan, Sinarmas akan mengurangi kredit ke UMKM perdagangan dan menambah porsi ke UMKM produksi. Hanafi menyebutkan, sebelumnya sebanyak 70 persen kredit UMKM disalurkan ke sektor perdagangan.

“Kita akan kurangi, kita akan geser masuk ke pertanian dan perkebunan. Mungkin fifty fifty. Jadi 50 ke perdagangan dan 50 ke pertanian (sektor produksi),” jelasnya. Saat ini Sinarmas memiliki 200 unit mikro yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan begitu, para pelaku UMKM lebih mudah untuk mengajukan kredit mikro.

(Sumber: Republika )

]]>
Dukung UMKM, SML Gelar Sekolah Pasar Rakyat /blog/?p=572 Sat, 11 Mar 2017 06:47:42 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=572 PT Sinar Mas Land menggelar Pasar Rakyat School di Pasar Modern BSD City. Program ini merupakan usaha perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Usaha Mikro-Kecil dan Menengah (UMKM).

Mengutip siaran persnya, Sabtu 11 Maret 2017, tema atau topik yang disajikan kepada para pedagang Pasar Modern BSD City, berbeda setiap sesinya. Kali ini, management Pasar Modern BSD City bekerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya memberikan pengetahuan kepada para pedagang pasar mengenai “Tata Cara Cashflow Sederhana dalam Mengelola Keuangan Berdagang”.

Adapun tema tersebut dipilih agar para pedagang dapat mengelola keuangan hasil usahanya secara profesional sesuai dengan prinsip manajemen modern.

Sinar Mas Land sebagai pengelola Pasar Modern BSD City, memberikan pembekalan pengetahuan kepada para pedagang sekali setiap bulannya dengan berbagai topik diantaranya seputar pengembangan usaha kecil dan pengenalan bahan berbahaya yang terdapat di bahan pangan.

Beberapa waktu lalu, Sinar Mas Land bekerja sama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Serang, Banten atau BPOM memberikan edukasi dengan materi pengenalan zat-zat berbahaya di dalam makanan ke para pedagang di Pasar Modern BSD City.

Manajemen perseroan berharap setelah mendapatkan pengetahuan tersebut, para pedagang lebih memperhatikan bahan makanan dan minuman yang dijualnya.

Sinar Mas Land membangun pasar modern di BSD City pada 2004 di atas lahan seluas 3,2 hektare (ha). Hal ini dilakukan demi mengangkat status pasar tradisional yang citranya kumuh menjadi pasar tradisional ,odern yang lebih tertata rapi dan bersih di BSD City.

“Sehingga dapat mendukung dunia perdagangan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia khususnya UMKM. Pasar Modern BSD City tahap pertama tersebut kerap dijadikan percontohan konsep pasar tradisional yang dikelola secara modern oleh pemerintah dan swasta,” demikian seperti diungkap siaran pers tersebut.

Sejak diluncurkan hingga saat ini, pasar modern BSD City sudah menampung lebih dari 800 UMKM dan mampu bersaing dengan retail raksasa. Selain itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan bekerja sama dengan pengembang Sinar Mas Land sebagai pengelola pasar modern di Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Kerja sama tersebut meliputi bantuan design engineering detail (DED) untuk beberapa tipe pasar tradisional. Pemerintah menjadikan pasar modern BSD City sebagai benchmark untuk pengelolaan pasar tradisional namun memiliki standar modern.

(Sumber: Metrotvnews )

]]>