Warning: Undefined variable $needReplaceWords in /var/www/html/uzcms/skylinelendingus.com/index.php on line 1355 SML – Sinar Mas /blog Mon, 03 Sep 2018 08:07:38 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png SML – Sinar Mas /blog 32 32 Sinar Mas Land Hadirkan Co- Working Space Bertaraf Internasional, “WeWork” di Sinarmas MSIG Tower, Sebuah Kawasan Strategis di Jakarta /blog/?p=1539 Tue, 08 May 2018 09:17:52 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1539 Jakarta,  Sinar Mas Land melalui salah satu proyek gedung perkantorannya, menghadirkan market co-working space di Jakarta. Hal ini diwujudkan dalam bentuk kerja sama Sinar Mas Land dengan sebuah jaringan co working space yaitu “WeWork”, yang terletak di Sinarmas MSIG Tower Sudirman Jakarta. WeWork yang dirancang khusus sebagai co-working space memiliki luas 4.800 m2 di gedung Sinarmas MSIG Tower. Di gedung tersebut, “WeWork” akan berlokasi mulai dari lantai 37 hingga 39, dan memiliki standar yang sama dengan jaringan WeWork global lainnya. Bersama dengan WeWork sebagai pemain global, tentunya juga menyesuaikan dengan kebudayaan lokal Indonesia, para member dapat menikmati fasilitas lengkap seperti common area, bilik telepon, community bar, serta ruang bersantai yang dikemas dengan desain menarik dan berkonsep kolaborasi dengan sentuhan-sentuhan yang terinspirasi dari seni khas Indonesia.

Space WeWork merupakan jaringan Co- Working Space terbesar di dunia asal Amerika Serikat hadir di Indonesia di gedung Sinarmas MSIG Tower – Sudirman
Space WeWork merupakan jaringan Co- Working Space terbesar di dunia asal Amerika Serikat hadir di Indonesia di gedung Sinarmas MSIG Tower – Sudirman

Dalam rangka memacu kolaborasi dan interaksi bagi para member, pendekatan khas WeWork dalam pengelolaan komunitas juga terefleksi di lokasi-lokasi ini. WeWork menyediakan Member Network App untuk berkolaborasi satu dengan yang lain secara virtual di mana WeWork juga mengintegrasikan dengan desain, teknologi, dan komunitas. Fitur ini juga mendorong pengalaman inklusif para member yang ditambahkan oleh jaringan global WeWork untuk perusahan-perusahan yang ingin merambah Indonesia.

Teky Mailoa, CEO Asset Management Sinar Mas Land mengungkapkan dalam siaran pers, “Sinar Mas Land dengan senang hati menyambut kehadiran perdana WeWork di Indonesia sebagai penyedia co-working space terbesar di dunia dengan bertempat di Sinarmas MSIG Tower yang terkemuka. Dengan terjadinya kerjasama yang baik antara Sinar Mas Land dan WeWork, kami percaya bahwa dengan kebersamaan ini akan merubah persepsi mengenai lingkungan kerja yang lebih baik”.

Dirinya memaparkanlebih dalam, “Sebagai perintis perubahan di industri lokal, bersama ini akan membawa energi baru diantara tenant dan mendorong peningkatan ekonomi lokal.”

WeWork Membantu Pertumbuhan Para Pelaku Bisnis dan Startups

WeWok merupakan co-working space yang dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para penggunanya untuk bekerja. Indonesia sebagai negara berpopulasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara menawarkan potensi untuk membuka cakrawala baru untuk kreativitas, inovasi, kapabilitas dan pengaruh dari para kreator. Didukung dengan dorongan pemerintah untuk terus mengembangkan kewirausahaan lewat beberapa inisiatif seperti Indonesia Entrepreneur Centre (IDEC), Presiden Joko Widodo juga menekankan pentingnya co-working space pada Desember lalu; bahwa co-working space bukan sekedar tempat di mana orang-orang bekerja bersama, namun juga untuk berkolaborasi dan berjejaring sehingga memicu lahirnya inovasi.

Lompatan Indonesia dari ekonomi yang berbasis pada penciptaan produk secara massal ke ekonomi yang berbasis inovasi, lokasi-lokasi baru WeWork di Indonesia akan membantu perkembangan di sektor UKM. WeWork akan menjadi papan loncatan bagi pertumbuhan perusahaan-perusahaan multinasional dan lokal, serta start-up yang ingin merambah bisnis mereka di luar negeri dengan menyediakan ekosistem yang dinamis dan memberdayakan jejaring global.

“Menghadirkan co-working space WeWork. Hal ini merupakan salah satu strategi kami menciptakan market baru di era digital, dengan menghadirkan co-working space yang mampu memanjakan para pelaku bisnis digital maupun startups untuk bekerja dan menghasilkan kreasi dan inovasi terdepan. Kehadiran WeWork merupakan salah satu langkah awal Sinar Mas Land mewujudkan area yang ditujukan untuk perusahaan Digital mulai dari startups company hingga technology leaders”. Ujar Teky Mailoa.

Turochas T Fuad, Managing Director WeWork Asia Tenggara, mengungkapkan bahwa “Kami begitu bangga bisa hadir di Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kami tidak sabar untuk membangun komunitas-komunitas yang ada di sini untuk menginspirasi lahirnya inovasi besar, kolaborasi, dan produktivitas bagi para kreator hingga perusahaan dalam berbagai ukuran”.

“Lewat perkembangan yang pesat serta rencana-rencana di masa yang akan datang, WeWork, ada di garis terdepan dalam pembentukan budaya kerja yang baru di era yang segala sesuatunya terjadi begitu cepat, dan melanjutkan komitmen kami untuk memberi nilai lebih bagi ekosistem bisnis lokal,” lanjutnya.

]]>
Sinar Mas Land Bangun Kawasan Digital Hub /blog/?p=690 Thu, 18 May 2017 09:36:17 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=690 Hari ini Kamis (18/5/2017), Sinar Mas Land menggelar acara peletakan batu pertama atau groundbreaking kawasan Digital Hub di BSD City. Kawasan yang dibangun di atas lahan seluas 25,86 hektare ini berlokasi tepat di bagian selatan Green Office Park, BSD City.

Kawasan Digital Hub dibangun dengan total investasi sekitar Rp7 triliun akan diperuntukkan bagi perusahaan startup company, technology leaders, hingga institusi pendidikan yang bergerak di bidang Information Technology Science.

Acara groundbreaking Digital Hub BSD City ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah di antaranya Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Triawan Munaf; Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar; Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, dan CEO Group Sinar Mas Land Michael Widjaja.

CEO Group Sinar Mas Land Michael Widjaja mengatakan kehadiran Digital Hub sebagai inovasi Sinar Mas Land untuk mewujudkan transformasi BSD City sebagai integrated smart digital city di tanah air serta menjawab kebutuhan masyarakat di era teknologi informasi.

“Ini (Digital Hub) merupakan inovasi terbaru Sinar Mas Land untuk mengakomodir perkembangan industri informasi dan teknologi digital yang sangat pesat,” kata Michael.

Ia berharap kehadiran digital hub dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri berbasis IT dan teknologi digital mengingat saat ini pemerintah tengah fokus untuk mendorong pertumbuhan tersebut.

“Kawasan ini didedikasikan sebagai Silicon Valley Indonesia dipersembahkan khusus untuk menunjang operasional dan aktivitas keseharian perusahaan berbasis teknologi dan digital. Jadi kami berharap dari digital hub akan lahir berbagai inovasi baru dari dunia digital serta IT,” tambah Michael.

Sinar Mas Land dalam membangun digital hub itu menggandeng NBBJ sebuah konsultan arsitek terkemuka dunia yang kerap men-design sejumlah kantor perusahaan IT dunia seperti Amazon dan markas Samsung di Amerika Serikat. Proyek pembangunan kawasan digital hub rencana dilengkapi dengan berbagai infrastruktur teknologi canggih untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era teknologi digital.

(Sumber: wartaekonomi )

 

]]>
SML Raih Penghargaan di Ajang TOP CSR Award 2017 /blog/?p=665 Wed, 05 Apr 2017 04:10:54 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=665 Sinar Mas Land berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TOP CSR Award 2017, penghargaan pertama diberikan kepada Sinar Mas Land dalam kategori “TOP CSR on Property & Real Estate Sector” dan penghargaan kedua diberikan kepada Dhony Rahajoe sebagai Managing Director President Office Sinar Mas Land dalam kategori “Top Leader on CSR Commitment”. Pengakuan resmi ini dihasilkan lewat persidangan ketat yang melibatkan konsultan serta pakar CSR sebagai dewan juri TOP CSR 2017 pada tanggal 13 Januari 2017.

Sinar Mas Land mengusung lima program CSR diantaranya adalah Pasar Rakyat School, Bedah Rumah, Program Green Building, Revitalisasi Kalijodo, dan Program Festival Hijau yang salah satunya berhasil memenangkan penghargaan bergengsi tersebut dengan dasar penilaian berbasis ketentuan ISO 26000, nawacita dan strategi bisnis.

“Sinar Mas Land menjalankan Program CSR yang efektif dan berkualitas sejalan dengan bisnis perusahaan, agar perusahaan bersama masyarakat akan tumbuh dan berkembang bersama di dalam pembangunan Kota Mandiri. Sebagai pengembang terpercaya di Tanah Air, Sinar Mas Land terus berupaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap masalah pelestarian lingkungan melalui penerapan visi “green” di setiap proyeknya,” tulis Sunar Mas Land dalam keterangan tertulisnya.

Kesadaran perusahaan untuk bertanggung jawab melestarikan lingkungan hidup diwujudkan melalui berbagai program, seperti pembangunan kawasan hijau Green Office Park, sertifikasi Green Building, Mall tanpa dinding yang ramah lingkungan ‘The Breeze’, jalur-jalur pejalan kaki yang nyaman serta berbagai acara untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan salah satunya melalui penyelenggaraan acara Festival Hijau yang diselenggarakan setiap tahun.

Sejauh ini Sinar Mas Land telah menanam lebih dari tiga juta pohon di area komersial, pedestrian, median jalan, taman lingkungan, dan mengembangkan taman kota serta hutan kota.

Inisiatif dan komitmen terhadap masalah sosial juga terus dilakukan melalui program-program CSR yang memberi kesempatan masyarakat sekitar dan usaha kecil dengan dapat menikmati pembangunan yang dilakukan Sinar Mas Land seperti penyediaan tempat usaha untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pasar-pasar tradisional dan taman jajan kaki lima serta program-program CSR lainnya. Sinar Mas Land juga melakukan edukasi para pedagang di Pasar Modern BSD City melalui program “Pasar Rakyat School”.

Program tersebut dilaksanakan rutin setiap satu bulan sekali dan bekerja sama dengan sejumlah institusi pemerintahan dan universitas. Materi yang diajarkan juga beragam setiap sesinya seperti “Tata Cara Cashflow Sederhana Dalam Mengelola Keuangan Berdagang”. Sinar Mas Land membangun pasar modern di BSD City pada tahun 2004 diatas lahan seluas 3,2 ha.

“Hal ini dilakukan demi mengangkat status Pasar Tradisional yang citranya kumuh menjadi Pasar Tradisional Modern yang lebih tertata rapi dan bersih di BSD City, sehingga dapat mendukung dunia perdagangan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia khususnya UMKM,” tulis rilis tersebut.

Pasar Modern BSD City tahap pertama tersebut kerap dijadikan percontohan konsep pasar tradisional yang dikelola secara modern oleh pemerintah dan swasta. Selain itu Kementerian Perdagangan atau Kemendag akan bekerja sama dengan pengembang Sinar Mas Land sebagai pengelola pasar modern di Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Sejak diluncurkan, hingga saat ini Pasar Modern BSD City sudah menampung lebih dari 800 UMKM dan mampu bersaing dengan retail raksasa. Selain Pasar Modern BSD City, Sinar Mas Land juga mengembangkan konsep pasar tradisionalnya di sejumlah tempat diantaranya; Pasar Modern Intermoda di BSD City yang menampung 800 UMKM, Fresh Market Kota Wisata Cibubur 600 UMKM, Pasar Modern Grand Wisata Bekasi 600 UMKM. Secara keseluruhan hampir 3.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang telah dibina Sinar Mas Land.

(Sumber: Indopos )

]]>
Sinar Mas Land Luncurkan Aplikasi OneSmile /blog/?p=543 Sun, 02 Apr 2017 09:25:12 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=543 Bagi anda yang tinggal di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) City, wajib mengunduh aplikasi One Smile App. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi mobile terintegrasi yang dirancang secara khusus untuk mengoptimalkan kualitas hidup warga BSD City serta memperkuat posisi BSD City dalam transformasinya menjadi “The First Integrated Smart Digital City” di Indonesia.

Onesmile App diluncurkan pada 30 Maret 2017 lalu di The Breeze BSD oleh Sinar Mas Land. ‘OneSmile App’ diciptakan untuk menjawab tantangan akan laju perkembangan teknologi digital yang turut mengubah pola hidup penghuni BSD City yang terbiasa menggunakan smartphone dengan beragam perangkat aplikasinya. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan oleh OneSmile App mulai dari pembayaran IPL dan Air, melihat jadwal transportasi dan kondisi jalan, membeli tiket, belanja kebutuhan groceries, hingga melakukan pemesanan makanan yang ada di kawasan BSD City bisa dilakukan secara mudah dan dalam satu genggaman saja yang dapat diunduh baik oleh pengguna smartphone berbasis Android ataupun iOS.

“Sinar Mas Land selaku pengembang utama kota mandiri BSD City sangat senang bisa menghadirkan aplikasi mobile terintegrasi ‘OneSmile App’ khususnya bagi para penghuni BSD City. Dengan hadirnya aplikasi mobile ini, Sinar Mas Land berharap agar aplikasi dapat memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai macam transaksi mulai dari pemesanan hingga pembayaran,” terang Irvan Yasni, CTO Sinar Mas Land.

Sementara itu, Jahja Suryandy, Managing Director PT Kresna Graha Investama Tbk menjelaskan, pihaknya sebagai pengembang aplikasi mobileOneSmile sangat bangga turut serta menjadi pelopor dari penciptaan smart digital community. Tidak hanya di BSD City, namun juga di Indonesia.

“Bagi kami, peluncuran perdana ini baru merupakan langkah awal. Saat ini, kami tengah menyiapkan berbagai pengembangan dan inovasi yang memadukan teknologi termutakhir yang ada guna semakin menjadikan OneSmile sebagai everyday’s lifestyle bagi para penghuni BSD City, beberapa di antaranya adalah GPS tracking, CCTV view dan smart home button. Kesemuanya ini tentunya bertujuan untuk memberikan solusi dan kemudahan dengan cara yang lebih efisien bagi penduduk BSD City di dalam melakukan pemenuhan kebutuhan dan kegiatan sehari-hari mereka,” ujar Jahja.

OneSmile Mobile App untuk Digital Smart City

Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis, dan dinamis dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi serta memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Berangkat dari fenomena ini, Sinar Mas Land selaku pengembang utama kota mandiri BSD City menghadirkan inovasi fasilitas terbaru melalui aplikasi mobile OneSmile yang mampu menyediakan layanan e-Wallet, Community Platform, Loyalty Programs, serta Business Performance Management Solutions dan memberi kemudahan informasi serta kemudahan dalam segala bentuk transaksi bagi para penghuni kota pintar #OneSmileBSD mulai dari pembayaran tagihan air, tagihan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), melihat jadwal transportasi dan kondisi lalu lintas, membeli tiket, belanja kebutuhan sehari-hari, hingga melakukan pesanan makanan dari berbagai restoran yang ada di area BSD City.

(Sumber: KabarTangsel )

]]>
Apple Siap Huni Kawasan BSD Jadi Pusat Riset /blog/?p=652 Thu, 30 Mar 2017 02:20:28 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=652 Kementerian Perindustrian menyatakan Apple segera menghuni kawasan Green Office Park, Bumi Serpong Damai (BSD) sebagai pusat penelitian dan pengembangan.

Staf Ahli Menteri Perindustrian Sanny Iskandar mengungkapkan rencana pembangunan pusat riset Apple akan dimulai dengan menyewa kantor di Green Office Park 9 yang terletak di BSD. Keputusan menyewa ini karena niat Apple membangun gedungnya sendiri belum terlaksana.

“Lebih tepatnya di Green Office Park 9 BSD City di lantai dasar,” tutur Sanny usai menemui perwakilan Apple Asia Pasifik di kantor Menteri Perindustrian.

Dari penuturan Sanny, penetapan lokasi pusat riset ini sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu. Namun Apple baru berani terbuka pada kesempatan ini.

Sebelumnya pemerintah juga pernah memberi bocoran bahwa pusat riset Apple akan bertempat di wilayah provinsi Banten.

Sanny juga mengatakan bahwa pihaknya tidak mencampuri urusan penetapan lokasi riset Apple di BSD. Mereka diberi keleluasaan dalam menentukan sendiri lokasi yang diinginkan.

“Mereka punya privilege lah, kami sama sekali tidak arahkan,” imbuh Sanny.

Namun seperti diungkap di awal, pemilihan Green Park Office 9 sebagai pusat riset Apple hanya bersifat sementara. Pasalnya Apple sedang berencana menempati pusat risetnya sendiri di kawasan Digital Hub yang masih dibangun saat ini.

Seperti diketahui, rencana Apple membangun pusat riset di Indonesia sudah menguap sejak tahun lalu. Rencana tersebut berkaitan dengan komitmen investasi Apple di Indonesia sebesar US$44 juta atau sekitar Rp586 miliar.

Investasi di bidang peranti lunak dan riset ini tak lain dari upaya Apple memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sehingga bisa menjual perangkat besutan mereka di Indonesia.

Sanny memperkirakan akhir kuartal dua tahun ini, pusat riset Apple di Green Office Park sudah mulai beroperasi.

Green Office Park yang terletak di BSD merupakan kawasan yang dibangun oleh pengembang Sinar Mas Land. Sementara itu, anak perusahaan Sinar Mas lainnya yaitu Smartfren, menjadi operator seluler pertama yang membawa masuk iPhone 7 secara resmi ke Indonesia.

(Sumber: CNN )
(Sumber gambar: Kompas )

]]>
Sinar Mas Bangun Jalan Alternatif di Balikpapan /blog/?p=641 Sat, 25 Mar 2017 09:45:48 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=641 PT Sinar Mas Wisesa, anak usaha Sinar Mas Land Group, membangun jalan raya yang menghubungkan Jalan MT Haryono dengan KM 7 di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Jalan ini dibangun untuk mengurai kemacetan, sekaligus berfungsi sebagaimana perlintasan kendaraan pada umumnya, namun dengan syarat terbatas.

Akses baru sepanjang 3 kilometer ini membelah Grand City, kawasan perumahan terpadu yang tengah dikembangkan Sinar Mas Wisesa sejak 2014.

“Kami membangun jalan sepanjang 3 kilometer dengan lebar 32 meter. Baru terbangun 1,5 kilometer,” ujar Kepala Divisi Grand City Balikpapan Erwin Anggianto, kepada KompasProperti, Sabtu (25/3/2017).

Sebagaimana diketahui, Kota Balikpapan mengalami kemacetan di beberapa titik. Kemacetan terparah, ada di KM 5 Jalan Soekarno-Hatta yang merupakan poros Balikpapan ke Samarinda .

Berbagai jenis kendaraan menumpuk, mulai dari kendaraan besar, seperti bis antar-kota dan antar-jemput karyawan, truk beban trailer, mobil beban, hingga pengangkut alat berat, bersaing dengan mobil penumpang biasa dan motor.

Puncak kemacetan selalu terjadi saat pagi dan menjelang petang. Jalan tembus yang dibangun Sinar Mas ini pun dinilai akan meringankan kerja mengatasi kemacetan.

“Jalan ini bisa mengurangi kemacetan di KM 5. Kendaraan kecil lewat sini (Grand City), kendaraan besar fokus di jalanan raya,” kata Wali kota Balikpapan, Rizal Effendi, usai peletakan batu pertama pembangunan jalan.

Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan perumahan Grand City.

Di dalam kawasan perumahan terdapat pemukiman kelas menengah ke atas sebanyak 6.500 unit, pusat belanja, perkantoran, ruang publik, hingga tempat rekreasi, dengan luas lahan 224 hektar.

Sinar Mas merancang akses baru ini dalam dua cabang, satu menuju pusat belanja, perkantoran, pusat rekreasi, olahraga, wisata kuliner, hingga menembus KM 7.

Sedangkan percabangan jalan yang lain melintasi hunian yang sedang digarap dan tembus di KM 8.

Setiap cabang dibuat menjadi 6 lajur dan dilengkapi jalur pedestrian, serta median berupa taman, dan pohon peneduh.

Rencananya, akses baru ini dapat dimanfaatkan publik pada 2018 mendatang.

(Sumber: Kompas.com )

]]>
Sinar Mas Land Edukasi Pedagang Pasar /blog/?p=635 Fri, 24 Mar 2017 09:35:28 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=635 Indonesia memiliki banyak sekali pengusaha mikro-kecil dan menengah. Mereka juga salah satu motor pertumbuhan ekonomi. Hanya saja, para pengusaha mikro, khususnya, masih membutuhkan uluran tangan dari pemerintah dan pelaku usaha yang sudah lebih dulu besar.

Sinar Mas Land kembali menggelar “Pasar Rakyat School” di Pasar Modern BSD City, Kamis (23/03) lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya UMKM. Pesertanya adalah para pedagang Pasar Modern BSD City yang dikelola pengembang Grup Sinar Mas tersebut.

Tema atau topik yang disajikan berbeda-beda setiap sesinya. Kali ini, temanya adalah cara usaha mikro dan kecil mengakses fasilitas perbankan dengan narasumber dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Tema ini dipilih agar pelaku usaha mikro dan kecil mengetahui cara mengakses fasilitas perbankan, seperti pinjaman, asuransi dan lainnya.

Setiap bulan, Sinar Mas Land memberikan pembekalan pengetahuan kepada para pedagang sekali dengan berbagai topik diantaranya seputar pengembangan usaha kecil dan pengenalan bahan berbahaya yang terdapat di bahan pangan.

Beberapa waktu lalu, Sinar Mas Land bekerja sama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Serang – Banten atau BPOM memberikan edukasi dengan materi materi “Pengenalan zat-zat berbahaya di dalam makanan”. Sehingga, para pedagang lebih memperhatikan bahan makanan dan minuman yang dijualnya.

Sinar Mas Land membangun pasar modern di BSD City pada 2004 silam diatas lahan seluas 3,2 hektar. Ini dilakukan demi mengangkat status pasar tradisional yang semula kumuh menjadi pasar tradisional modern yang lebih tertata rapi dan bersih. Sehingga, mendukung dunia perdagangan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia khususnya UMKM.

Pasar Modern BSD City tahap pertama tersebut kerap dijadikan percontohan konsep pasar tradisional yang dikelola secara modern oleh pemerintah dan swasta. Sejak diluncurkan hingga saat ini, Pasar Modern BSD City sudah menampung lebih dari 800 UMKM dan mampu bersaing dengan retail raksasa.

Kementerian Perdagangan juga akan bekerja sama dengan pengembang Sinar Mas Land dalam hal bantuan design engineering detail (DED) untuk beberapa tipe pasar tradisional. Pemerintah menjadikan pasar modern BSD City sebagai “ benchmark” untuk pengelolaan pasar tradisional namun memiliki standar modern.

(Sumber: SWA )

]]>
Dukung UMKM, SML Gelar Sekolah Pasar Rakyat /blog/?p=572 Sat, 11 Mar 2017 06:47:42 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=572 PT Sinar Mas Land menggelar Pasar Rakyat School di Pasar Modern BSD City. Program ini merupakan usaha perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Usaha Mikro-Kecil dan Menengah (UMKM).

Mengutip siaran persnya, Sabtu 11 Maret 2017, tema atau topik yang disajikan kepada para pedagang Pasar Modern BSD City, berbeda setiap sesinya. Kali ini, management Pasar Modern BSD City bekerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya memberikan pengetahuan kepada para pedagang pasar mengenai “Tata Cara Cashflow Sederhana dalam Mengelola Keuangan Berdagang”.

Adapun tema tersebut dipilih agar para pedagang dapat mengelola keuangan hasil usahanya secara profesional sesuai dengan prinsip manajemen modern.

Sinar Mas Land sebagai pengelola Pasar Modern BSD City, memberikan pembekalan pengetahuan kepada para pedagang sekali setiap bulannya dengan berbagai topik diantaranya seputar pengembangan usaha kecil dan pengenalan bahan berbahaya yang terdapat di bahan pangan.

Beberapa waktu lalu, Sinar Mas Land bekerja sama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Serang, Banten atau BPOM memberikan edukasi dengan materi pengenalan zat-zat berbahaya di dalam makanan ke para pedagang di Pasar Modern BSD City.

Manajemen perseroan berharap setelah mendapatkan pengetahuan tersebut, para pedagang lebih memperhatikan bahan makanan dan minuman yang dijualnya.

Sinar Mas Land membangun pasar modern di BSD City pada 2004 di atas lahan seluas 3,2 hektare (ha). Hal ini dilakukan demi mengangkat status pasar tradisional yang citranya kumuh menjadi pasar tradisional ,odern yang lebih tertata rapi dan bersih di BSD City.

“Sehingga dapat mendukung dunia perdagangan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia khususnya UMKM. Pasar Modern BSD City tahap pertama tersebut kerap dijadikan percontohan konsep pasar tradisional yang dikelola secara modern oleh pemerintah dan swasta,” demikian seperti diungkap siaran pers tersebut.

Sejak diluncurkan hingga saat ini, pasar modern BSD City sudah menampung lebih dari 800 UMKM dan mampu bersaing dengan retail raksasa. Selain itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan bekerja sama dengan pengembang Sinar Mas Land sebagai pengelola pasar modern di Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Kerja sama tersebut meliputi bantuan design engineering detail (DED) untuk beberapa tipe pasar tradisional. Pemerintah menjadikan pasar modern BSD City sebagai benchmark untuk pengelolaan pasar tradisional namun memiliki standar modern.

(Sumber: Metrotvnews )

]]>
Sinar Mas Land Gandeng GeeksFarm /blog/?p=550 Mon, 06 Mar 2017 01:30:56 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=550 Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Oleh karena itu, tidak heran jika para developer properti berlomba-lomba menawarkan sebuah konsep smart city untuk menunjang kehidupan masyarakat.

Salah satu developer properti yang serius dalam membangun smart city adalah Sinar Mas Land dengan BSD City. Dalam kesempatan wawancara eksklusif dengan CTO Sinar Mas Land, Irvan Yasni, dijelaskan bahwa salah satu cara Sinar Mas Land menjadikan BSD City sebagai kota yang “smart” adalah dengan membangun komunitas teknologi.

Sehubungan dengan itu, Sinar Mas Land menghadirkan GeeksFarm dan WGS Hub di BSD City. PT WGS (Walden Global Services) adalah salah satu perusahaan jasa IT di Indonesia yang menyediakan solusi enterprise dan programmer outsourcing. WGS Hub hadir sebagai konsep retail fisik yang menawarkan jasa pembuatan software/aplikasi.

Sementara, GeeksFarm adalah perusahaan yang melatih orang-orang yang tertarik di dunia teknologi untuk menjadi programmer. GeeksFarm dan WGS Hub saling terkait. CEO WGS Hub, Anton Ong menjelaskan bahwa GeeksFarm akan melatih orang-orang yang berminat dan berbakat di bidang IT untuk menjadi manpower di balik WGS Hub.

Irvan menjelaskan, untuk membangun dan mengembangkan komunitas di BSD City, maka memerlukan talent pool. Kunci utama untuk menarik perusahaan-perusahaan besar agar tertarik berkantor di BSD City adalah dengan menyediakan banyak talenta.

“Sehingga para pemain Digital Hub tidak perlu lagi mencari dari luar, tapi sudah disediakan di sini,” ujar Irvan. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan seseorang yang memang memiliki kemampuan mumpuni tertarik untuk membuat startup. “Talent itu menjadi perusahaan kecil, kemudian diinkubasi menjadi perusahaan menengah, lalu menjadi perusahaan besar,” kata Ivan.

Bersama dengan WGS Hub, GeeksFarm adalah salah satu pihak yang diundang oleh Sinar Mas Land untuk memperkaya komunitas teknologinya. GeeksFarm memiliki tujuan untuk melatih orang-orang yang tertarik dengan dunia teknologi, mulai dari anak-anak hingga pekerja IT profesional.

Secara keseluruhan, GeeksFarm membagi pelajaran yang mereka tawarkan ke dalam empat kategori, yaitu Basic Coding Training, Advanced Workshop, Coding for Kids, dan Startup School. Saat ditemui di The Breeze, co-founder GeeksFarm, Rhesa Surya Atmadja menjelaskan, mereka mengadakan kelas dengan murid kurang dari 10 orang.

“Biasanya, kami membatasi jumlah pelajar di kelas, di bawah 10 orang, supaya pelajarannya tidak satu arah,” kata Rhesa. Dia menjelaskan, pengajar tidak hanya akan berdiri di depan untuk menjelaskan materi pembelajaran. Dia akan mengitari kelas, lebih sebagai pendamping. “Agar interaksinya bagus. Kalau tidak mengerti, murid bisa langsung bertanya.”

Selama ini, Rhesa tidak pernah kekurangan orang yang tertarik untuk belajar. Sebab, dunia memang sedang berubah. Kini, teknologi menjadi fokus kehidupan. Saat ini, sedang terjadi kekurangan tenaga programmer.

Itu menjadi salah satu alasan mengapa GeeksFarm menyediakan kelas pembelajaran pemprograman untuk anak-anak. Rhesa menuturkan, dalam mengajar anak-anak, kuncinya adalah mengajar dengan cara yang menyenangkan. Setelah anak senang dengan cara belajar, maka anak itu akan belajar dengan sendirinya tanpa merasa terbebani.

Khusus untuk anak-anak, mereka diajarkan bahasa pemprograman Construct 2. Menurut Rhesa, sebaiknya anak-anak diajari bahasa yang sederhana. Yang penting adalah mengajarkan logika pada anak-anak. “Karena programming is all about logic. Kalau logikanya bagus, pasti bisa jadi programmer.”

Selain menyediakan kelas pembelajaran coding untuk anak dan dewasa, GeeksFarm juga menyediakan pelatihan gratis. Namun, tidak sembarang orang bisa mengikuti pelatihan ini. Salah satu syaratnya, calon peserta berusia produktif, di bawah 30 tahun. Selain itu, peserta juga harus bersedia disalurkan bekerja.

Sebelum dilatih, GeeksFarm juga akan menguji kemampuan matematika dan IQ calon peserta. Menariknya, jika kelak di tengah pelatihan peserta merasa tidak sanggup bekerja sebagai programmer, dia tidak diharuskan membayar biaya pelatihan di GeeksFarm.

“Biarkan itu menjadi bekal dia,” kata Rhesa. Namun, kasus demikian jarang terjadi. Mayoritas orang yang mereka latih sanggup menyelesaikan keseluruhan pelatihan. “Karena biasanya yang datang ke kita adalah orang yang mau bekerja. Kasarnya, kalau bisa dilatih seminggu, besoknya langsung kerja.”

Pelatihan tersebut memakan waktu sekitar 2 bulan. Pelatihan dilakukan setiap hari, Senin hingga Jumat. Mengenai kurikulum, sebanyak 20-30 persen adalah teori. Sementara, 80-70 persen merupakan praktik.

“Kita percaya dengan program Presiden Joko Widodo tentang Revolusi Mental, yang salah satunya adalah tenaga kerja siap pakai,” ujar Rhesa. Lantaran memiliki visi yang sama dengan WGS, yaitu untuk memajukan Indonesia, maka GeeksFarm pun tertarik menjalin kerja sama.

Rhesa pun mengakui, Sinar Mas Land juga memiliki tujuan serupa. Hal inilah, menurutnya, yang membuat kerja sama di antara ketiganya dapat terjalin lancar.

Lalu, apa alasan Sinar Mas Land memilih untuk bekerja sama dengan GeeksFarm dan WGS?

CTO Sinar Mas Land, Irvan Yasni, menjelaskan, “Kami sudah lihat business model dan portfolio mereka dan mereka bukan sekadar startup baru.” WGS tidak hanya melayani klien dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. Produk-produk yang ditawarkan pun inovatif.

“Kita pikir, mereka adalah salah satu yang bisa memperkaya ekosistem kita. Mereka tidak sekadar bertempat di sini, tapi juga dapat membangun komunitas,” kata Irvan.

Dia mengaku, meski ingin membangun komunitas teknologi dan tempat yang nyaman untuk startup, Sinar Mas Land tidak akan asal menerima startup. Tim Sinar Mas Land akan menganalisa startup yang pantas dijadikan bagian dari ekosistem tengah mereka kembangkan. Cara ini untuk menghindari startup yang tidak serius.

“Kita percaya mereka punya portfolio yang bagus, rencana yang bagus, perkembangan yang bagus,” kata Irvan menjawab pertanyaan tentang kriteria startup yang dianggap baik.

Selain memperkaya komunitas melalui kerja sama dengan startup dan perusahaan teknologi, Sinar Mas Land juga akan mengadakan berbagai acara yang bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat mengenai beragam fasilitas yang BSD City sediakan.

Para komunitas pecinta teknologi juga bisa menjadikan BSD City sebagai tempat berkumpul. Jika mereka ingin mengadakan pertemuan kecil-kecilan, mereka bisa memanfaatkan The Breeze atau Green Office Park. Bila mereka ingin mengadakan pertemuan besar, mereka bisa menggunakan ICE.

Salah satu keuntungan membuat acara di BSD City, menurut Irvan, adalah karena harga yang lebih terjangkau. Dibandingkan Jakarta, harga sewa di BSD City lebih murah. Dia juga yakin BSD City merupakan tempat yang cocok untuk para komunitas pecinta teknologi karena tempatnya nyaman.

“Orang teknis itu sambil berpikir, sambil melihat jauh,” kata Irvan menjelaskan. “Kalau kita melihat pemandangan hijau, bisa membuka pikiran. Kalau buka jendela ketemunya tembok, enggak jauh buka pikirannya.”

Strategi Sinar Mas Land untuk mengembangkan smart city yang berfokus pada komunitas, didukung oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Menurutnya, strategi tersebut adalah cara yang paling tepat. Setelah propertinya ada, tugas penting lainnya adalah mengikutsertakan komunitas. “Kalau komunitas tidak disertakan, akan berat sekali. Harus ada komunitas, akademisi dan mahasiswa,” ucap Triawan.

Ayah dari penyanyi Sherina Munaf itu menyarankan agar Sinar Mas Land ‘menggarap’ mahasiswa yang memang kampusnya ada di BSD City. Sebab, anak muda menjadi kunci untuk mengembangkan komunitas.

Dalam hal ini, pengelola harus memudahkan komunitas untuk berkreasi. Keberadaan co-working space merupakan salah satu elemen yang atraktif. Selain itu, akses ke tempat tersebut mudah dan jaringan internet yang baik.

Dikatakan Triawan Munaf, hanya developer yang serius yang dapat mengembangkan smart city. “Perlu investasi yang cukup lama, karena tidak bisa langsung. Jadi, memang harus punya komitmen penuh, baru akan terasa berbeda,” ujarnya.

Memang tak tertutup kemungkinan ada developer properti yang menjadikan ‘smart city’ sebagai embel-embel promosi dari kawasan yang sedang mereka bangun. “Namun, saya yakin masyarakat akan segera tahu jika smart city hanya digunakan sebagai trik promosi,” kata Triawan.

Untuk mengembangkan smart city, developer yang serius harus rela mengeluarkan uang tidak sedikit pada awal pembangunan. Termasuk upaya mengembangkan komunitas.

(Sumber: Metrotvnews )

]]>
Sinar Mas Land Siapkan Silicon Valley Indonesia /blog/?p=540 Tue, 28 Feb 2017 07:32:54 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=540 Sinar Mas Land akan mulai membangun kawasan Digital Hub pada tahun ini, sebuah kawasan kota pintar berbasis digital yang terintegrasi dan mampu mendukung aktivitas bisnis bagi para penghuninya. Kawasan tersebut nantinya akan menjadi tempat berkumpul berbagai macam perusahaan digital raksasa, startup, R&D Center, Pusat edukasi berbasis IT dan kreatif industri.

Pembangunan Digital Hub ini merupakan salah satu inovasi baru dari Sinar Mas Land yang sudah dibahas secara mendalam dan melibatkan banyak pihak. Kawasan yang dijuluki sebagai “Silicon Valley Indonesia” ini merupakan jawaban dan solusi atas tantangan dari arus perkembangan teknologi dalam jangka waktu panjang.

Tentunya sejumlah inovasi dan fasilitas yang diberikan diharapkan bisa berkontribusi secara baik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu dirasa perlu, mengingat ketidakpastian ekonomi dunia tengah menekan ekonomi Tanah Air sehingga perlu ada aspek lain untuk menstimulus ‘mesin utama’ perekonomian.

Sinar Mas Land menyiapkan lahan seluas 25,86 hektare (ha) di BSD City, Tangerang Selatan, Banten, untuk dibangun mirip Silicon Valley di San Francisco Bay Area, Amerika Serikat (AS), yang di dalamnya terdapat kantor pusat Facebook, Twitter, Google, dan lainnya.

Project leader Digital Hub Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, saat ini master plan untuk pembangunan kawasan Digital Hub sudah selesai. Sementara, pembangunan infrastruktur akan mulai dikerjakan pada kuartal II-2017. Estimasi pengerjaan proyek di kawasan tersebut hingga selesai sekitar 15 tahun.

“Gedung yang pertama akan rampung pada kuartal pertama 2019,” ujar Irawan, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta.

Gedung perdana di kawasan Digital Hub itu akan diberi nama Knowledge Hub. Beragam fasilitas disediakan, seperti social coloboration/sosial ecospace yang merupakan sebuah tempat bagi para pemain industri digital berkumpul dan bertukar pikiran dalam menciptakan sebuah ide.

Harga kompetitif ditawarkan bagi perusahaan dan institusi di bidang IT dan teknologi yang tertarik membeli tanah atau menyewa kantor di sana, sehingga diharapkan memicu minat perusahaan digital lainnya memindahkan kantor operasional ke kawasan BSD City. Sinar Mas Land menyediakan tiga model bisnis yang ditawarkan kepada yang berminat.

“Pertama, kita akan bangun kantornya, lalu disewakan ke techno leaders/digital communities. Kedua, mereka membeli tanah dan mereka bangun sendiri kantornya atau showcase center-nya atau innovation hub mereka di Indonesia. Ketiga, konsep Build to Suit (BTS). Jadi, kalau mereka ada kebutuhan office space, kita bangun sesuai kebutuhan mereka dengan modal belanja dari Sinar Mas Land,” jelas Irawan.

Sementara untuk sistem pembelian dan penyewaan tanah, Irawan mengungkapkan, pihaknya akan lebih dahulu berfokus pada lahan seluas 13 ha. Dari luas tersebut, sebanyak 70 persen lahan akan digunakan untuk kepentingan komersil dan sisanya akan digunakan untuk kepentingan Sinar Mas Land.

“Sebanyak 30 persennya kita simpan sendiri. Jadi, masih ada 30 persen kita kelola sendiri. Kita bangun benar-benar murni dan sewakan ke para tenants,” kata dia.

Untuk menggugah minat konsumen, Irawan akan memberikan insentif. Insentif tersebut akan membantu perusahaan digital agar lebih maksimal dalam mengembangkan inovasi dan mendukung aktivitas bisnis di Tanah Air. Mengenai besaran insentif akan disesuaikan kebutuhan masing-masing perusahaan.

“Misalnya, ada startup baru di bidang 3D, nanti kita siapkan satu ruangan untuk 3D printing center. Kita akan investasi ke sana. Kalau butuh alat baru, nanti kita akan kasih alat baru. Kemudian, ada VR Room nanti kita siapkan. Jadi, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan belanja modal untuk investasi produk sehingga kita bisa memfasilitasi kebutuhan para komunitas digital ini,” paparnya.

Untuk memaksimalkan pembangunan dan menyediakan sejumlah fasilitas di Digital Hub, Sinar Mas Land tak tanggung-tanggung merogoh kocek hingga Rp3 triliun. Dana tersebut sepenuhnya bersumber dari dana sendiri.

“Kecuali ada perusahaan luar maupun dalam negeri yang mau investasi ke kita, nanti bisa gabung. Untuk saat ini, masih duit sendiri,” ucapnya.

Kendati sudah maksimal memberikan sejumlah fasilitas dan insentif, Irawan tidak menampik bahwa merealisasikan perusahaan digital dan institusi terkait untuk memindahkan kantor operasionalnya di kawasan Digital Hub bukan perkara mudah. Ini menjadi tantangan besar, sekaligus menjadi batu pijakan dalam kesuksesan proyek tersebut.

Irawan tak memungkiri, masalah tempat tinggal dan akses transportasi ke BSD City menjadi pertanyaan yang dilontarkan konsumen. Namun, sebenarnya itu tak menjadi soal karena untuk keluar dan masuk ke kawasan BSD City terdapat bus feeder yang langsung mengarah ke pusat kota Jakarta, seperti Mangga Dua, Sudirman, dan Gatot Subroto.

“Kita sedang membangun intermoda di BSD. Mungkin akan selesai pada akhir 2018. Itu nanti one stop integrated trasportation hub, akan ada stasiun bus, stasiun kereta, shuttle bus BSD, kawasan tersebut juga dilengkapi beberapa fasilitas seperti apartemen, dan pasar modern ,” paparnya.

Sedangkan untuk solusi tempat tinggal, Sinar Mas Land memberikan penawaran khusus berupa diskon untuk beberapa rumah berdasarkan kesepakatan bisnis antara Sinar Mas Land dengan perusahaan startup.

“Nah, kalau startup ada beberapa pilihan yang diberikan BSD. Untuk business to business (B to B) kita kasih payung perjanjian buat spesial price additional diskon dari harga pasar, tapi dengan minimum order,” imbuhnya.

Apabila tidak ingin membeli, maka menyewa rumah di kawasan BSD City bisa menjadi solusi lain. Sebab, harga sewa rumah yang ditawarkan di kawasan tersebut cukup kompetitif. “Kalau untuk anak muda, bisa bertiga sewa satu rumah. Sebab, sewa rumah di BSD relatif terjangkau. Ada juga apartemen satu kamar ,studio yang dekat dengan kawasan Green Office Park,” kata dia.

Tidak hanya itu, juga terdapat shuttle bus di beberapa titik tempat tinggal menuju ke Green Office Park dan kawasan Digital Hub. Sedangkan untuk memberikan kemudahan bagi karyawannya maka di dalam kawasan Digital Hub itu nanti akan disediakan sepeda listrik agar lebih efisien dan efektif dalam berpindah tempat atau melakukan pertemuan.

Di sisi lain, Irawan mengatakan, pembangunan Digital Hub melibatkan masyarakat setempat. Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan lapangan kerja, menumbuhkan lingkungan yang kondusif dan produktif, termasuk memajukan perekonomian suatu tempat.

“Kamu pindahin kita ke sini, tapi sumbernya (tenaga kerja) dari mana? Nah, tenaga kerja yang membangun kawasan 26 ha itu kita serap dari masyarakat sekitar. Ini yang membedakan kita dengan developer lain,” pungkasnya.

Bukan yang Pertama

Sinar Mas Land memang bukan pihak pertama yang ingin membangun “Silicon Valley Indonesia.” Tapi, dia beda. Apa yang membedakan Digital Hub milik Sinar Mas Land dengan yang lain?

“Kita sedang membangun, mengubah BSD sebagai smart, digital, and creative city. Cara kita membangun melalui ekosistem. Salah satu komponen ekosistem yang paling penting adalah membangun pusat industri digital,” ujar CTO Sinar Mas Land, Irvan Yasni. Digital Hub akan menjadi pusat dari industri digital tersebut.

“Kalau berbicara soal smart city, ujung-ujungnya kan masalah efisiensi energi dan keamanan,” ujar Irawan. Sehubungan dengan hal itu, untuk mengembangkan Digital Hub Sinar Mas Land akan menggunakan perangkat dengan konsumsi daya yang rendah. Mereka juga akan menggunakan energi dari sumber terbarukan, seperti tenaga matahari, angin, dan air.

“Yang paling bisa diaplikasikan adalah sinar matahari. Nanti, panel suryanya bisa dikamuflasekan di atap atau di bawah,” kata Irvan menjelaskan.

Seraya berkelakar, Irvan mengatakan bahwa sekarang ini, kebutuhan pokok manusia tidak hanya terbatas pada listrik dan air. Internet juga telah menjadi kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat. “Katanya, kalau enggak ada internet, enggak hidup,” ujar pria berkacamata ini. Oleh karena itu, di Digital Hub akan disediakan public WiFi.

Sebenarnya saat ini, teknologi yang ada memungkinkan perumahan untuk mendapatkan internet dengan kecepatan hingga 1GB. Dia berharap, keberadaan public WiFi akan menjadi insentif tersendiri bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di BSD.

Selain internet, Sinar Mas Land juga mengimplementasikan kamera pengawas CCTV (Closed-Circuit Television) untuk keamanan dan lalu lintas. Sinar Mas Land juga akan membuat command center yang berfungsi untuk memudahkan akses ke semua data yang dikumpulkan oleh CCTV.

CCTV memang memberikan keamanan secara fisik yang lebih baik. Namun, muncul kekhawatiran bahwa data CCTV tersebut akan dicuri hacker. Terkait hal ini, Irvan menjelaskan bahwa Sinar Mas Land tidak sekadar memasang CCTV dan menghubungkannya ke internet.

“CCTV kita tidak langsung terhubung ke internet, tapi masuk ke platform. Platform inilah yang menyimpan berbagai data,” ujar Irvan. “Platform itu dijaga oleh sistem keamanan yang baik, seperti saat kita mengatur bisnis perusahaan.” Dia menegaskan, sistem keamanan untuk platform Digital Hub sudah sekelas enterprise.

Irawan menyebutkan, Sinar Mas Land juga mengembangkan smart home. “Smart home bukan dalam artian panic button dan CCTV saja,” katanya sambil tersenyum. “Kita punya aplikasi, yang akan terintegrasi dengan semua kegiatan yang ada di rumah.”

Aplikasi itu akan dapat dipasang di smartphone. Selain memonitor segala aktivitas di rumah, aplikasi juga dapat digunakan untuk berbagai hal. Mulai dari membeli makanan, membayar tagihan listrik, berbelanja.

“Kehidupan masyarakat bisa kita bantu dengan aplikasi mobile. Seperti Go-Jek, bisa pesan makanan atau shopping, bayar tagihan,” kata Irvan. Dia juga menyebutkan, aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat.

Sinar Mas Land menjelaskan, Digital Hub sejatinya ditujukan untuk perusahaan dan startup teknologi. Karena itulah, jika ada perusahaan besar non-teknologi yang tertarik untuk berkantor di Digital Hub, pihak Sinar Mas Land akan mengarahkan mereka ke area komersil lain yang menjadi bagian dari BSD City.

“Tapi tidak usah khawatir, label smart-nya enggak akan hilang, karena yang kita bangun kan kotanya,” ujar Irvan.

Irvan sadar, terbentuknya Silicon Valley juga berkat keberadaan para akademisi. Karena itu, dia berharap universitas yang berada di BSD City berafiliasi dengan perusahaan-perusahaan asing yang memiliki pengaruh besar di dunia teknologi.

“Kita kan mau mengundang para technology leaders, orangnya dari mana? Untungnya sebagai kota, kita punya sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA hingga universitas,” kata dia.

Diperkirakan saat ini, ada sekitar 3 ribu mahasiswa di BSD City. Dengan begitu, para perusahaan teknologi raksasa memiliki opsi luas untuk mencari calon pegawai.

(Sumber: Metrrotvnews)

]]>