Smart City – Sinar Mas /blog Thu, 03 Feb 2022 15:49:58 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Smart City – Sinar Mas /blog 32 32 Matangkan Rencana Pembangunan Ibu Kota Negara Baru, Pemerintah Studi Banding ke BSD City /blog/?p=3511 Mon, 03 Jan 2022 04:16:29 +0000 /blog/?p=3511 Pemerintah kian serius dengan rencana pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Tidak sekadar memindahkan ibu kota, tetapi juga ingin membangun sebuah kota baru.

Untuk itu, pemerintah tengah gencar mengunjungi sejumlah kota mandiri untuk mematangkan rencana tersebut.

Jumat (31/12/2021), Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan kerja ke BSD City Tangerang Selatan. Kunjungan ini dalam rangka studi banding pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengunjungi BSD City pada Jumat (24/12/2021) lalu.

“Jadi kita ingin membangun sentra inovasi yang berkelanjutan dan menjadi sumber inspirasi dan sekaligus motor kemajuan Indonesia ke depan,” jelas Pratikno dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/1/2022).

Pratikno menambahkan, pemerintah berharap IKN baru akan menjadi sebuah kota masa depan yang bisa menjadi magnet bagi para talenta hebat dan sekaligus menjadi engine, menjadi motor, menjadi katalis kemajuan Indonesia.

Dalam kunjungan ini, kedua menteri didampingi juga oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Republik Korea Gandi Sulistiyanto Soeherman. Rombongan diterima oleh jajaran Direksi Sinar Mas Land.

Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe menjelaskan, Sinar Mas Land merasa terhormat dapat menerima kunjungan terkait rencana pemerintah dalam pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

“Semoga pengalaman kami dalam mengembangkan kawasan BSD City dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk mengembangkan Ibu Kota Negara. Sinar Mas Land tidak hanya membangun gedung dan rumah saja, tetapi juga membangun kawasan hunian yang ideal,” jelas dia.

Untuk diketahui, BSD City merupakan proyek Sinar Mas Land yang membangun pusat pertumbuhan baru berskala kota dengan penerapan konsep kawasan dan bangunan hijau serta transformasi menuju smart city.

BSD City memiliki berbagai infrastruktur yang lengkap dengan memadukan solusi atas adanya perubahan iklim melalui pembangunan yang rendah karbon dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mengakomodasi kebutuhan para penghuninya di masa sekarang dan mendatang.

Kunjungan kerja tersebut kemudian dilanjutkan dengan meninjau sejumlah proyek di kawasan BSD Green Office Park yaitu Gedung Sinar Mas Land Plaza, Gedung Green Office Park (GOP) 9, Graha Unilever, serta mall without wall The Breeze.

]]>
Kunjungi BSD, Jokowi Tinjau Penerapan Smart City /blog/?p=3506 Tue, 28 Dec 2021 03:14:47 +0000 /blog/?p=3506 Jajaran Direksi Sinar Mas Land menerima kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Kawasan Green Office Park, BSD City pada Jumat (24/12/2021). Kunjungan ini berkaitan dengan rencana pemerintah dalam pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa; Menteri Sekretaris Negara Pratikno; Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia; Gubernur Banten Wahidin Halim; serta Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Mereka melihat progres pembangunan kota baru oleh pihak Sinar Mas Land melalui salah satu proyeknya, yakni BSD City. 

Group CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja mengatakan sangat antusias menerima kunjungan kerja Presiden Jokowi dan mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan cara kerja Sinar Mas Land. Menurutnya, Sinar Mas Land tidak sekadar membangun gedung dan jalan, tetapi mengembangkan kawasan hunian yang dapat mengakomodasi aktivitas warganya di masa depan.

“Kami memadukan ide dan kreativitas serta teknologi berdasarkan visi dan nilai perusahaan. Kami selalu menantang diri untuk menghasilkan karya yang terbaik dalam mewujudkan impian generasi masa depan untuk tinggal di kota yang ideal dan layak huni bagi mereka,” kata Michael Widjaja.

Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dhony Rahajoe, dan Chief Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, memberikan penjelasan kepada Jokowi tentang pengembangan kawasan BSD City melalui layar multimedia dan maket kota.

Jokowi kemudian peninjauan lingkungan GOP dan kesempatan mengunjungi ruang Command Center di Gedung Sinar Mas Land Plaza untuk melihat bagaimana kondisi lalu-lintas dan keamanan wilayah BSD City dapat dipantau di ruangan ini.

Menutup kunjungannya ke BSD City, Jokowi meninjau Mall without Wall The Breeze BSD City. Jokowi sangat senang dapat berkunjung ke BSD City dan meminta sejumlah Menteri serta kepala daerah untuk berkunjung ke kawasan ini.

Pada kunjungan kerja tersebut, Jokowi juga tertarik dengan penerapan konsep green district, green building, dan green office yang berada di BSD City. Sinar Mas Land memadukan kepentingan kegiatan bisnis dan perkantoran melalui konsep green building dengan kepentingan pelestarian lingkungan di kawasan BSD Green Office Park lokasi yang ditinjau, meliputi Gedung Sinar Mas Land Plaza BSD dan Gedung Green Office Park (GOP) 9.

Kawasan GOP dan gedung perkantoran yang dibangun di atasnya sudah mengimplementasikan konsep sustainable development dalam operasionalnya, yaitu green building, low carbon emission, energy saving, water resource management, green waste management, dan less-plastic. Baik Kawasan GOP maupun gedung-gedung lainnya telah memperoleh sertifikat green district dan green building dari Building and Construction Authority (BCA) Singapore dan dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

Jajaran Direksi Sinar Mas Land juga memaparkan rencana perusahaan bersama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Tbk untuk mengembangkan TOD Stasiun Jatake di Kabupaten Tangerang, Banten dengan menggandeng Mitsubishi Corporation dan Surbana Jurong.

Presiden Jokowi memberikan pengarahan serta dukungan penuh atas rencana pengembangan TOD bersama investor tersebut . Ia meminta semua pihak untuk mendukung percepatan pembangunannya agar tidak ada hambatan. Titik lokasi pembangunan Stasiun Jatake akan berada di lintas Tanah Abang-Merak pada KM 37+045 antara Stasiun Cicayur dengan Stasiun Parung Panjang.

Selengkapnya bisa disaksikan pada video berikut ini.

Penulis & Editor: Kikit Sakti Helaz

Fotografer: Noveradika

Videografer & Editor: Yohanes Januadi

]]>
Sinar Mas Land Luncurkan Aplikasi OneSmile /blog/?p=543 Sun, 02 Apr 2017 09:25:12 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=543 Bagi anda yang tinggal di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) City, wajib mengunduh aplikasi One Smile App. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi mobile terintegrasi yang dirancang secara khusus untuk mengoptimalkan kualitas hidup warga BSD City serta memperkuat posisi BSD City dalam transformasinya menjadi “The First Integrated Smart Digital City” di Indonesia.

Onesmile App diluncurkan pada 30 Maret 2017 lalu di The Breeze BSD oleh Sinar Mas Land. ‘OneSmile App’ diciptakan untuk menjawab tantangan akan laju perkembangan teknologi digital yang turut mengubah pola hidup penghuni BSD City yang terbiasa menggunakan smartphone dengan beragam perangkat aplikasinya. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan oleh OneSmile App mulai dari pembayaran IPL dan Air, melihat jadwal transportasi dan kondisi jalan, membeli tiket, belanja kebutuhan groceries, hingga melakukan pemesanan makanan yang ada di kawasan BSD City bisa dilakukan secara mudah dan dalam satu genggaman saja yang dapat diunduh baik oleh pengguna smartphone berbasis Android ataupun iOS.

“Sinar Mas Land selaku pengembang utama kota mandiri BSD City sangat senang bisa menghadirkan aplikasi mobile terintegrasi ‘OneSmile App’ khususnya bagi para penghuni BSD City. Dengan hadirnya aplikasi mobile ini, Sinar Mas Land berharap agar aplikasi dapat memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai macam transaksi mulai dari pemesanan hingga pembayaran,” terang Irvan Yasni, CTO Sinar Mas Land.

Sementara itu, Jahja Suryandy, Managing Director PT Kresna Graha Investama Tbk menjelaskan, pihaknya sebagai pengembang aplikasi mobileOneSmile sangat bangga turut serta menjadi pelopor dari penciptaan smart digital community. Tidak hanya di BSD City, namun juga di Indonesia.

“Bagi kami, peluncuran perdana ini baru merupakan langkah awal. Saat ini, kami tengah menyiapkan berbagai pengembangan dan inovasi yang memadukan teknologi termutakhir yang ada guna semakin menjadikan OneSmile sebagai everyday’s lifestyle bagi para penghuni BSD City, beberapa di antaranya adalah GPS tracking, CCTV view dan smart home button. Kesemuanya ini tentunya bertujuan untuk memberikan solusi dan kemudahan dengan cara yang lebih efisien bagi penduduk BSD City di dalam melakukan pemenuhan kebutuhan dan kegiatan sehari-hari mereka,” ujar Jahja.

OneSmile Mobile App untuk Digital Smart City

Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis, dan dinamis dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi serta memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Berangkat dari fenomena ini, Sinar Mas Land selaku pengembang utama kota mandiri BSD City menghadirkan inovasi fasilitas terbaru melalui aplikasi mobile OneSmile yang mampu menyediakan layanan e-Wallet, Community Platform, Loyalty Programs, serta Business Performance Management Solutions dan memberi kemudahan informasi serta kemudahan dalam segala bentuk transaksi bagi para penghuni kota pintar #OneSmileBSD mulai dari pembayaran tagihan air, tagihan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), melihat jadwal transportasi dan kondisi lalu lintas, membeli tiket, belanja kebutuhan sehari-hari, hingga melakukan pesanan makanan dari berbagai restoran yang ada di area BSD City.

(Sumber: KabarTangsel )

]]>
Amazing March di BSD City /blog/?p=623 Mon, 20 Mar 2017 07:45:58 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=623 Konsep smart city mengembangkan kawasan urban dengan menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup. Kawasan ini memiliki keunggulan di berbagai bidang seperti ekonomi, mobilitas, lingkungan, masyarakat, kehidupan dan pemerintahan yang didukung oleh sumber daya manusia yang kuat, faktor sosial, maupun pembangunan infrastruktur berbasis ICT (Information and Communication Technology).

BSD City, misalnya, semakin berkembang menjadi kawasan perkotaan (urban). Ini dibuktikan dengan hadirnya pusatpusat perbelanjaan, pasar modern, hiburan, perkantoran, dan bisnis di kawasan yang dikelola oleh Sinar Mas Land ini.

Konsep smart city yang dikembangkan Sinar Mas Land juga sudah menerapkan konsep yang telah diterapkan oleh negara-negara besar seperti Singapura, Spanyol, Amerika, dan Norwegia.

“Artinya, mengikuti arus perkembangan kota BSD City, Sinar Mas Land berusaha menyediakan beragam hunian terbaik, yaitu dengan mempertimbangkan lokasi serta fasilitas yang dimiliki oleh tempat tinggal tersebut, yang dapat menjawab permintaan para calon penghuninya,” terang Ishak Chandra, CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land di Jakarta, pekan lalu.

Untuk mendukung pengembangan kota, Sinar Mas Land menggelar program “Amazing March” dengan Bank BTN. Program ini diadakan di lokasi proyek Akasa dan menawarkan Program Bunga 4,67 persen, Free Administrasi dan Provisi, diskon asuransi jiwa s 20 persen, dan one day approval. Ishak Chandra menjelaskan, setelah sukses meresmikan proyek apartemen Akasa Pure Living melalui topping off yang diadakan pada Januari lalu, kali ini Sinar Mas Land menghadirkan promo-promo menarik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya sehingga keuntungan yang bisa didapat oleh masyarakat khususnya bagi yang berencana untuk tinggal di Akasa Pure Living semakin banyak dan besar.

Kualitas terbaik, fasilitas modern dan lokasi strategis Akasa Pure Living terdiri dari 6 bangunan apartemen dengan 29 lantai dan shophouses. Kamar yang tersedia di Akasa Pure Living ada 3 jenis, yaitu studio dengan luas 18,18 m2, 1 BR (bed room) dengan luas 24,23 m2, dan 2 BR dengan luas 40,59 m2.

Setiap kamar menggunakan dinding bata ringan dan panel beton, plafond dengan beton expose dan gypsum, jendela dengan rangka alumunium, pintu utama yang menggunakan engineered door, serta lantai, dinding, dan sanitasi dengan kualitas terbaik.

Akasa Pure Living menyediakan beragam fasilitas modern yang siap memanjakan para calon penghuninya, antara lain Commercial Retail Arcade, Thematic Swimming Pool, Children Playground, Jogging Track, Fitness Center, Sky & Roof Garden, Discovery Park, Nursery Park, Digital Park, Reflexology Park, Olympic Park, Parking Lot, dan fasilitasfasilitas terbaru lainnya yang akan melengkapi keunggulan dari Akasa Pure Living.

(Sumber: Koran Jakarta )

]]>
Sinar Mas Land Gandeng GeeksFarm /blog/?p=550 Mon, 06 Mar 2017 01:30:56 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=550 Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Oleh karena itu, tidak heran jika para developer properti berlomba-lomba menawarkan sebuah konsep smart city untuk menunjang kehidupan masyarakat.

Salah satu developer properti yang serius dalam membangun smart city adalah Sinar Mas Land dengan BSD City. Dalam kesempatan wawancara eksklusif dengan CTO Sinar Mas Land, Irvan Yasni, dijelaskan bahwa salah satu cara Sinar Mas Land menjadikan BSD City sebagai kota yang “smart” adalah dengan membangun komunitas teknologi.

Sehubungan dengan itu, Sinar Mas Land menghadirkan GeeksFarm dan WGS Hub di BSD City. PT WGS (Walden Global Services) adalah salah satu perusahaan jasa IT di Indonesia yang menyediakan solusi enterprise dan programmer outsourcing. WGS Hub hadir sebagai konsep retail fisik yang menawarkan jasa pembuatan software/aplikasi.

Sementara, GeeksFarm adalah perusahaan yang melatih orang-orang yang tertarik di dunia teknologi untuk menjadi programmer. GeeksFarm dan WGS Hub saling terkait. CEO WGS Hub, Anton Ong menjelaskan bahwa GeeksFarm akan melatih orang-orang yang berminat dan berbakat di bidang IT untuk menjadi manpower di balik WGS Hub.

Irvan menjelaskan, untuk membangun dan mengembangkan komunitas di BSD City, maka memerlukan talent pool. Kunci utama untuk menarik perusahaan-perusahaan besar agar tertarik berkantor di BSD City adalah dengan menyediakan banyak talenta.

“Sehingga para pemain Digital Hub tidak perlu lagi mencari dari luar, tapi sudah disediakan di sini,” ujar Irvan. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan seseorang yang memang memiliki kemampuan mumpuni tertarik untuk membuat startup. “Talent itu menjadi perusahaan kecil, kemudian diinkubasi menjadi perusahaan menengah, lalu menjadi perusahaan besar,” kata Ivan.

Bersama dengan WGS Hub, GeeksFarm adalah salah satu pihak yang diundang oleh Sinar Mas Land untuk memperkaya komunitas teknologinya. GeeksFarm memiliki tujuan untuk melatih orang-orang yang tertarik dengan dunia teknologi, mulai dari anak-anak hingga pekerja IT profesional.

Secara keseluruhan, GeeksFarm membagi pelajaran yang mereka tawarkan ke dalam empat kategori, yaitu Basic Coding Training, Advanced Workshop, Coding for Kids, dan Startup School. Saat ditemui di The Breeze, co-founder GeeksFarm, Rhesa Surya Atmadja menjelaskan, mereka mengadakan kelas dengan murid kurang dari 10 orang.

“Biasanya, kami membatasi jumlah pelajar di kelas, di bawah 10 orang, supaya pelajarannya tidak satu arah,” kata Rhesa. Dia menjelaskan, pengajar tidak hanya akan berdiri di depan untuk menjelaskan materi pembelajaran. Dia akan mengitari kelas, lebih sebagai pendamping. “Agar interaksinya bagus. Kalau tidak mengerti, murid bisa langsung bertanya.”

Selama ini, Rhesa tidak pernah kekurangan orang yang tertarik untuk belajar. Sebab, dunia memang sedang berubah. Kini, teknologi menjadi fokus kehidupan. Saat ini, sedang terjadi kekurangan tenaga programmer.

Itu menjadi salah satu alasan mengapa GeeksFarm menyediakan kelas pembelajaran pemprograman untuk anak-anak. Rhesa menuturkan, dalam mengajar anak-anak, kuncinya adalah mengajar dengan cara yang menyenangkan. Setelah anak senang dengan cara belajar, maka anak itu akan belajar dengan sendirinya tanpa merasa terbebani.

Khusus untuk anak-anak, mereka diajarkan bahasa pemprograman Construct 2. Menurut Rhesa, sebaiknya anak-anak diajari bahasa yang sederhana. Yang penting adalah mengajarkan logika pada anak-anak. “Karena programming is all about logic. Kalau logikanya bagus, pasti bisa jadi programmer.”

Selain menyediakan kelas pembelajaran coding untuk anak dan dewasa, GeeksFarm juga menyediakan pelatihan gratis. Namun, tidak sembarang orang bisa mengikuti pelatihan ini. Salah satu syaratnya, calon peserta berusia produktif, di bawah 30 tahun. Selain itu, peserta juga harus bersedia disalurkan bekerja.

Sebelum dilatih, GeeksFarm juga akan menguji kemampuan matematika dan IQ calon peserta. Menariknya, jika kelak di tengah pelatihan peserta merasa tidak sanggup bekerja sebagai programmer, dia tidak diharuskan membayar biaya pelatihan di GeeksFarm.

“Biarkan itu menjadi bekal dia,” kata Rhesa. Namun, kasus demikian jarang terjadi. Mayoritas orang yang mereka latih sanggup menyelesaikan keseluruhan pelatihan. “Karena biasanya yang datang ke kita adalah orang yang mau bekerja. Kasarnya, kalau bisa dilatih seminggu, besoknya langsung kerja.”

Pelatihan tersebut memakan waktu sekitar 2 bulan. Pelatihan dilakukan setiap hari, Senin hingga Jumat. Mengenai kurikulum, sebanyak 20-30 persen adalah teori. Sementara, 80-70 persen merupakan praktik.

“Kita percaya dengan program Presiden Joko Widodo tentang Revolusi Mental, yang salah satunya adalah tenaga kerja siap pakai,” ujar Rhesa. Lantaran memiliki visi yang sama dengan WGS, yaitu untuk memajukan Indonesia, maka GeeksFarm pun tertarik menjalin kerja sama.

Rhesa pun mengakui, Sinar Mas Land juga memiliki tujuan serupa. Hal inilah, menurutnya, yang membuat kerja sama di antara ketiganya dapat terjalin lancar.

Lalu, apa alasan Sinar Mas Land memilih untuk bekerja sama dengan GeeksFarm dan WGS?

CTO Sinar Mas Land, Irvan Yasni, menjelaskan, “Kami sudah lihat business model dan portfolio mereka dan mereka bukan sekadar startup baru.” WGS tidak hanya melayani klien dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. Produk-produk yang ditawarkan pun inovatif.

“Kita pikir, mereka adalah salah satu yang bisa memperkaya ekosistem kita. Mereka tidak sekadar bertempat di sini, tapi juga dapat membangun komunitas,” kata Irvan.

Dia mengaku, meski ingin membangun komunitas teknologi dan tempat yang nyaman untuk startup, Sinar Mas Land tidak akan asal menerima startup. Tim Sinar Mas Land akan menganalisa startup yang pantas dijadikan bagian dari ekosistem tengah mereka kembangkan. Cara ini untuk menghindari startup yang tidak serius.

“Kita percaya mereka punya portfolio yang bagus, rencana yang bagus, perkembangan yang bagus,” kata Irvan menjawab pertanyaan tentang kriteria startup yang dianggap baik.

Selain memperkaya komunitas melalui kerja sama dengan startup dan perusahaan teknologi, Sinar Mas Land juga akan mengadakan berbagai acara yang bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat mengenai beragam fasilitas yang BSD City sediakan.

Para komunitas pecinta teknologi juga bisa menjadikan BSD City sebagai tempat berkumpul. Jika mereka ingin mengadakan pertemuan kecil-kecilan, mereka bisa memanfaatkan The Breeze atau Green Office Park. Bila mereka ingin mengadakan pertemuan besar, mereka bisa menggunakan ICE.

Salah satu keuntungan membuat acara di BSD City, menurut Irvan, adalah karena harga yang lebih terjangkau. Dibandingkan Jakarta, harga sewa di BSD City lebih murah. Dia juga yakin BSD City merupakan tempat yang cocok untuk para komunitas pecinta teknologi karena tempatnya nyaman.

“Orang teknis itu sambil berpikir, sambil melihat jauh,” kata Irvan menjelaskan. “Kalau kita melihat pemandangan hijau, bisa membuka pikiran. Kalau buka jendela ketemunya tembok, enggak jauh buka pikirannya.”

Strategi Sinar Mas Land untuk mengembangkan smart city yang berfokus pada komunitas, didukung oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Menurutnya, strategi tersebut adalah cara yang paling tepat. Setelah propertinya ada, tugas penting lainnya adalah mengikutsertakan komunitas. “Kalau komunitas tidak disertakan, akan berat sekali. Harus ada komunitas, akademisi dan mahasiswa,” ucap Triawan.

Ayah dari penyanyi Sherina Munaf itu menyarankan agar Sinar Mas Land ‘menggarap’ mahasiswa yang memang kampusnya ada di BSD City. Sebab, anak muda menjadi kunci untuk mengembangkan komunitas.

Dalam hal ini, pengelola harus memudahkan komunitas untuk berkreasi. Keberadaan co-working space merupakan salah satu elemen yang atraktif. Selain itu, akses ke tempat tersebut mudah dan jaringan internet yang baik.

Dikatakan Triawan Munaf, hanya developer yang serius yang dapat mengembangkan smart city. “Perlu investasi yang cukup lama, karena tidak bisa langsung. Jadi, memang harus punya komitmen penuh, baru akan terasa berbeda,” ujarnya.

Memang tak tertutup kemungkinan ada developer properti yang menjadikan ‘smart city’ sebagai embel-embel promosi dari kawasan yang sedang mereka bangun. “Namun, saya yakin masyarakat akan segera tahu jika smart city hanya digunakan sebagai trik promosi,” kata Triawan.

Untuk mengembangkan smart city, developer yang serius harus rela mengeluarkan uang tidak sedikit pada awal pembangunan. Termasuk upaya mengembangkan komunitas.

(Sumber: Metrotvnews )

]]>
Sinar Mas Land Siapkan Silicon Valley Indonesia /blog/?p=540 Tue, 28 Feb 2017 07:32:54 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=540 Sinar Mas Land akan mulai membangun kawasan Digital Hub pada tahun ini, sebuah kawasan kota pintar berbasis digital yang terintegrasi dan mampu mendukung aktivitas bisnis bagi para penghuninya. Kawasan tersebut nantinya akan menjadi tempat berkumpul berbagai macam perusahaan digital raksasa, startup, R&D Center, Pusat edukasi berbasis IT dan kreatif industri.

Pembangunan Digital Hub ini merupakan salah satu inovasi baru dari Sinar Mas Land yang sudah dibahas secara mendalam dan melibatkan banyak pihak. Kawasan yang dijuluki sebagai “Silicon Valley Indonesia” ini merupakan jawaban dan solusi atas tantangan dari arus perkembangan teknologi dalam jangka waktu panjang.

Tentunya sejumlah inovasi dan fasilitas yang diberikan diharapkan bisa berkontribusi secara baik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu dirasa perlu, mengingat ketidakpastian ekonomi dunia tengah menekan ekonomi Tanah Air sehingga perlu ada aspek lain untuk menstimulus ‘mesin utama’ perekonomian.

Sinar Mas Land menyiapkan lahan seluas 25,86 hektare (ha) di BSD City, Tangerang Selatan, Banten, untuk dibangun mirip Silicon Valley di San Francisco Bay Area, Amerika Serikat (AS), yang di dalamnya terdapat kantor pusat Facebook, Twitter, Google, dan lainnya.

Project leader Digital Hub Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, saat ini master plan untuk pembangunan kawasan Digital Hub sudah selesai. Sementara, pembangunan infrastruktur akan mulai dikerjakan pada kuartal II-2017. Estimasi pengerjaan proyek di kawasan tersebut hingga selesai sekitar 15 tahun.

“Gedung yang pertama akan rampung pada kuartal pertama 2019,” ujar Irawan, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta.

Gedung perdana di kawasan Digital Hub itu akan diberi nama Knowledge Hub. Beragam fasilitas disediakan, seperti social coloboration/sosial ecospace yang merupakan sebuah tempat bagi para pemain industri digital berkumpul dan bertukar pikiran dalam menciptakan sebuah ide.

Harga kompetitif ditawarkan bagi perusahaan dan institusi di bidang IT dan teknologi yang tertarik membeli tanah atau menyewa kantor di sana, sehingga diharapkan memicu minat perusahaan digital lainnya memindahkan kantor operasional ke kawasan BSD City. Sinar Mas Land menyediakan tiga model bisnis yang ditawarkan kepada yang berminat.

“Pertama, kita akan bangun kantornya, lalu disewakan ke techno leaders/digital communities. Kedua, mereka membeli tanah dan mereka bangun sendiri kantornya atau showcase center-nya atau innovation hub mereka di Indonesia. Ketiga, konsep Build to Suit (BTS). Jadi, kalau mereka ada kebutuhan office space, kita bangun sesuai kebutuhan mereka dengan modal belanja dari Sinar Mas Land,” jelas Irawan.

Sementara untuk sistem pembelian dan penyewaan tanah, Irawan mengungkapkan, pihaknya akan lebih dahulu berfokus pada lahan seluas 13 ha. Dari luas tersebut, sebanyak 70 persen lahan akan digunakan untuk kepentingan komersil dan sisanya akan digunakan untuk kepentingan Sinar Mas Land.

“Sebanyak 30 persennya kita simpan sendiri. Jadi, masih ada 30 persen kita kelola sendiri. Kita bangun benar-benar murni dan sewakan ke para tenants,” kata dia.

Untuk menggugah minat konsumen, Irawan akan memberikan insentif. Insentif tersebut akan membantu perusahaan digital agar lebih maksimal dalam mengembangkan inovasi dan mendukung aktivitas bisnis di Tanah Air. Mengenai besaran insentif akan disesuaikan kebutuhan masing-masing perusahaan.

“Misalnya, ada startup baru di bidang 3D, nanti kita siapkan satu ruangan untuk 3D printing center. Kita akan investasi ke sana. Kalau butuh alat baru, nanti kita akan kasih alat baru. Kemudian, ada VR Room nanti kita siapkan. Jadi, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan belanja modal untuk investasi produk sehingga kita bisa memfasilitasi kebutuhan para komunitas digital ini,” paparnya.

Untuk memaksimalkan pembangunan dan menyediakan sejumlah fasilitas di Digital Hub, Sinar Mas Land tak tanggung-tanggung merogoh kocek hingga Rp3 triliun. Dana tersebut sepenuhnya bersumber dari dana sendiri.

“Kecuali ada perusahaan luar maupun dalam negeri yang mau investasi ke kita, nanti bisa gabung. Untuk saat ini, masih duit sendiri,” ucapnya.

Kendati sudah maksimal memberikan sejumlah fasilitas dan insentif, Irawan tidak menampik bahwa merealisasikan perusahaan digital dan institusi terkait untuk memindahkan kantor operasionalnya di kawasan Digital Hub bukan perkara mudah. Ini menjadi tantangan besar, sekaligus menjadi batu pijakan dalam kesuksesan proyek tersebut.

Irawan tak memungkiri, masalah tempat tinggal dan akses transportasi ke BSD City menjadi pertanyaan yang dilontarkan konsumen. Namun, sebenarnya itu tak menjadi soal karena untuk keluar dan masuk ke kawasan BSD City terdapat bus feeder yang langsung mengarah ke pusat kota Jakarta, seperti Mangga Dua, Sudirman, dan Gatot Subroto.

“Kita sedang membangun intermoda di BSD. Mungkin akan selesai pada akhir 2018. Itu nanti one stop integrated trasportation hub, akan ada stasiun bus, stasiun kereta, shuttle bus BSD, kawasan tersebut juga dilengkapi beberapa fasilitas seperti apartemen, dan pasar modern ,” paparnya.

Sedangkan untuk solusi tempat tinggal, Sinar Mas Land memberikan penawaran khusus berupa diskon untuk beberapa rumah berdasarkan kesepakatan bisnis antara Sinar Mas Land dengan perusahaan startup.

“Nah, kalau startup ada beberapa pilihan yang diberikan BSD. Untuk business to business (B to B) kita kasih payung perjanjian buat spesial price additional diskon dari harga pasar, tapi dengan minimum order,” imbuhnya.

Apabila tidak ingin membeli, maka menyewa rumah di kawasan BSD City bisa menjadi solusi lain. Sebab, harga sewa rumah yang ditawarkan di kawasan tersebut cukup kompetitif. “Kalau untuk anak muda, bisa bertiga sewa satu rumah. Sebab, sewa rumah di BSD relatif terjangkau. Ada juga apartemen satu kamar ,studio yang dekat dengan kawasan Green Office Park,” kata dia.

Tidak hanya itu, juga terdapat shuttle bus di beberapa titik tempat tinggal menuju ke Green Office Park dan kawasan Digital Hub. Sedangkan untuk memberikan kemudahan bagi karyawannya maka di dalam kawasan Digital Hub itu nanti akan disediakan sepeda listrik agar lebih efisien dan efektif dalam berpindah tempat atau melakukan pertemuan.

Di sisi lain, Irawan mengatakan, pembangunan Digital Hub melibatkan masyarakat setempat. Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan lapangan kerja, menumbuhkan lingkungan yang kondusif dan produktif, termasuk memajukan perekonomian suatu tempat.

“Kamu pindahin kita ke sini, tapi sumbernya (tenaga kerja) dari mana? Nah, tenaga kerja yang membangun kawasan 26 ha itu kita serap dari masyarakat sekitar. Ini yang membedakan kita dengan developer lain,” pungkasnya.

Bukan yang Pertama

Sinar Mas Land memang bukan pihak pertama yang ingin membangun “Silicon Valley Indonesia.” Tapi, dia beda. Apa yang membedakan Digital Hub milik Sinar Mas Land dengan yang lain?

“Kita sedang membangun, mengubah BSD sebagai smart, digital, and creative city. Cara kita membangun melalui ekosistem. Salah satu komponen ekosistem yang paling penting adalah membangun pusat industri digital,” ujar CTO Sinar Mas Land, Irvan Yasni. Digital Hub akan menjadi pusat dari industri digital tersebut.

“Kalau berbicara soal smart city, ujung-ujungnya kan masalah efisiensi energi dan keamanan,” ujar Irawan. Sehubungan dengan hal itu, untuk mengembangkan Digital Hub Sinar Mas Land akan menggunakan perangkat dengan konsumsi daya yang rendah. Mereka juga akan menggunakan energi dari sumber terbarukan, seperti tenaga matahari, angin, dan air.

“Yang paling bisa diaplikasikan adalah sinar matahari. Nanti, panel suryanya bisa dikamuflasekan di atap atau di bawah,” kata Irvan menjelaskan.

Seraya berkelakar, Irvan mengatakan bahwa sekarang ini, kebutuhan pokok manusia tidak hanya terbatas pada listrik dan air. Internet juga telah menjadi kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat. “Katanya, kalau enggak ada internet, enggak hidup,” ujar pria berkacamata ini. Oleh karena itu, di Digital Hub akan disediakan public WiFi.

Sebenarnya saat ini, teknologi yang ada memungkinkan perumahan untuk mendapatkan internet dengan kecepatan hingga 1GB. Dia berharap, keberadaan public WiFi akan menjadi insentif tersendiri bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di BSD.

Selain internet, Sinar Mas Land juga mengimplementasikan kamera pengawas CCTV (Closed-Circuit Television) untuk keamanan dan lalu lintas. Sinar Mas Land juga akan membuat command center yang berfungsi untuk memudahkan akses ke semua data yang dikumpulkan oleh CCTV.

CCTV memang memberikan keamanan secara fisik yang lebih baik. Namun, muncul kekhawatiran bahwa data CCTV tersebut akan dicuri hacker. Terkait hal ini, Irvan menjelaskan bahwa Sinar Mas Land tidak sekadar memasang CCTV dan menghubungkannya ke internet.

“CCTV kita tidak langsung terhubung ke internet, tapi masuk ke platform. Platform inilah yang menyimpan berbagai data,” ujar Irvan. “Platform itu dijaga oleh sistem keamanan yang baik, seperti saat kita mengatur bisnis perusahaan.” Dia menegaskan, sistem keamanan untuk platform Digital Hub sudah sekelas enterprise.

Irawan menyebutkan, Sinar Mas Land juga mengembangkan smart home. “Smart home bukan dalam artian panic button dan CCTV saja,” katanya sambil tersenyum. “Kita punya aplikasi, yang akan terintegrasi dengan semua kegiatan yang ada di rumah.”

Aplikasi itu akan dapat dipasang di smartphone. Selain memonitor segala aktivitas di rumah, aplikasi juga dapat digunakan untuk berbagai hal. Mulai dari membeli makanan, membayar tagihan listrik, berbelanja.

“Kehidupan masyarakat bisa kita bantu dengan aplikasi mobile. Seperti Go-Jek, bisa pesan makanan atau shopping, bayar tagihan,” kata Irvan. Dia juga menyebutkan, aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat.

Sinar Mas Land menjelaskan, Digital Hub sejatinya ditujukan untuk perusahaan dan startup teknologi. Karena itulah, jika ada perusahaan besar non-teknologi yang tertarik untuk berkantor di Digital Hub, pihak Sinar Mas Land akan mengarahkan mereka ke area komersil lain yang menjadi bagian dari BSD City.

“Tapi tidak usah khawatir, label smart-nya enggak akan hilang, karena yang kita bangun kan kotanya,” ujar Irvan.

Irvan sadar, terbentuknya Silicon Valley juga berkat keberadaan para akademisi. Karena itu, dia berharap universitas yang berada di BSD City berafiliasi dengan perusahaan-perusahaan asing yang memiliki pengaruh besar di dunia teknologi.

“Kita kan mau mengundang para technology leaders, orangnya dari mana? Untungnya sebagai kota, kita punya sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA hingga universitas,” kata dia.

Diperkirakan saat ini, ada sekitar 3 ribu mahasiswa di BSD City. Dengan begitu, para perusahaan teknologi raksasa memiliki opsi luas untuk mencari calon pegawai.

(Sumber: Metrrotvnews)

]]>
SML Bertransformasi Jadi Smart Digital City /blog/?p=419 Fri, 06 Jan 2017 06:53:03 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=419 Sinar Mas Land, salah satu pengembang properti terbesar dan terpercaya di Indonesia menegaskan dukungan serta komitmen penuhnya dalam memajukan dunia pendidikan di tanah air. Hal ini dibuktikan dengan beragam kerjasama, serta aktivitas-aktivitas pendidikan yang sukses diadakan oleh perusahaan, untuk mendorong dan membantu perkembangan dunia pendidikan yang menjadi pintu utama dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land mengungkapkan bahwa Sinar Mas Land sangat antusias untuk bisa ikut berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. “Oleh karenanya, kami terus mendukung tersedianya sarana prasarana pendidikan yang baik di proyek yang kami kembangkan,” kata Dhony dalam keterangan resmi, Kamis (5/1/2017).

Pendidikan merupakan hal mendasar yang dapat melahirkan pribadi -pribadi cerdas dan berkualitas yang dapat memajukan bangsa dan untuk itu, Sinar Mas Land telah ikut mendorong hadirnya beberapa kampus-kampus perguruan tinggi swasta terbaik di proyek-proyek milik Sinar Mas Land, seperti International University Liaisons Indonesia (IULI), Universitas Prasetiya Mulya dan Unika Atma Jaya di BSD City, serta Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB), sebuah kerja sama antara ITB dengan Sinar Mas yang hadir di Kota Deltamas yang dikembangkan Sinar Mas Land di Cikarang.

Sepanjang tahun 2016, Sinar Mas Land telah melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung dunia pendidikan di tanah air. Salah satunya adalah mewujudkan pengadaan berupa Auditorium Sinar Mas senilai Rp3,2 miliar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada Mei 2016 lalu. Tidak sekedar itu Sinar Mas Land juga bekerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya untuk memberikan edukasi kepada para pedagang kecil di Pasar Tradisional Modern BSD mengenai manajemen pengembangan usaha dan melakukan asesemen proposal pengelolaan sampah di BSD City. Pada 14 Desember 2016 lalu, Sinar Mas Land melalui BSD City juga ikut berpartisipasi terkait acara topping off Kampus Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, untuk menyelesaikan pembangunan kampus ketiga di BSD City. Untuk mendukung kemajuan Unika Atma Jaya, Sinar Mas Land kini juga tengah bersiap membangun Stasiun Intermoda BSD City seluas 25 Hektar yang letaknya bersebelahan dengan Unika Atma Jaya.

Khusus di bidang pendidikan arsitektur, Sinar Mas Land aktif mendorong munculnya bibit-bibit unggul arsitek dengan mengadakan kompetisi Sinar Mas Land Young Architect Competition (SML YAC) yang pesertanya adalah kalangan mahasiswa dan fresh graduate. Sayembara SML YAC merupakan bentuk kepedulian Sinar Mas Land terhadap perkembangan para arsitek muda di tanah air sekaligus untuk mengapresiasi bakat mereka di bidang arsitektur yang akan mewarnai wajah perkotaan di Indonesia.

Dengan rencana melibatkan dunia pendidikan dan penelitian, Sinar Mas Land melalui BSD City juga tengah bertransformasi menjadi integrated smart digital city melalui pembangunan sebuah kawasan Digital Hub seluas 25,86 Ha di bagian selatan Green Office Park, BSD City. Digital Hub merupakan inovasi proyek terbaru Sinar Mas Land yang nantinya akan diperkaya dengan pengembangan mixed use yang meliputi infrastruktur bisnis, retail dan lifestyle. Keberadaan berbagai infrastruktur tersebut memperkuat peran Digital Hub di Indonesia, sebagai lokasi usaha dan bisnis impian bagi perusahaan berbasis teknologi informasi, start up companies, software developer, programer, para peneliti, inovator, para penyelenggara inkubator/akselerator, entrepreneur, investor dan komunitas digital menjadikan BSD City sebagai pionir Integrated Smart Digital City di tanah air. Dalam menggarap proyek ini, Sinar Mas Land bekerja sama dengan sejumlah universitas sebagai talent pool, sehingga keberadaan sejumlah universitas di BSD City menjadi sangat penting dalam pengembangan Digital Hub.

“Sinar Mas Land akan terus memperkuat komitmennya terutama dalam memberikan beasiswa pendidikan bagi yang siswa/mahasiswa kurang mampu sebagai salah satu satu program unggulan CSR tahun 2017. Kami menyadari sangat banyak anak pintar yang berprestasi namun kondisinya kurang beruntung.”, tutup Dhony.

Dukungan perusahaan terhadap pendidikan membuahkan hasil, salah satu mahasiswi ITSB, Giasa Lutfiah telah suskes merancang sepeda listrik bertenaga surya “Energy Bike atau e-bike” dalam tugas akhirnya di tahun 2016. Giasa menjadi innovator e-bike dan kampanye Produk Indonesia Jati Diri Bangsa yang diluncurkan Sinar Mas. Menjawab tantangan penghematan energi dan pemanasan global, Giasa berhasil menciptakan e-bike melalui pendekatan desain produk industri, tidak sekedar mengandalkan solar cell (panel surya), namun juga aspek-aspek lain seperti standar ergonomic, material, penampilan, dan kelayakan produksi.

Tentang Sinar Mas Land

Sinar Mas Land adalah pengembang property terkemuka di Asia Tenggara dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dalam bidang pengembangan properti di Indonesia. Sinar Mas Land tercatat di bursa saham Indonesia atas nama PT. Bumi Serpong Damai Tbk, (BSDE). Awal tahun 2011, BSDE telah merampungkan proses akuisisi perusahaan terafiliasi yakni PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Teladan dan PT Sinar Mas Wisesa. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BSDE terutama portofolio pendapatan dan diversifikasi usaha BSDE.

Dengan lebih dari 50 proyek besar yang telah dikembangkan di Indonesia, dan juga memiliki lebih dari 10.000 ha land bank, Sinar Mas Land dapat disebut sebagai pengembang properti terbesar dan paling terpecaya di Indonesia. Bukti kesuksesan Sinar Mas Land juga diakui oleh dunia dengan mendapatkan berbagai macam penghargaan International yang prestigious seperti World FIABCI Prix d’excellence Award di Cyprus (2011), Taichung (2013) & Kuala Lumpur (2015), Asia Pacific Property Award di Kuala Lumpur (2012, 2013, 2015), dan Cityscape Awards For Emerging Market di Dubai (2014).

Dengan dukungan tim manajemen yang kuat, Sinar Mas Land juga dikenal sebagai pengembang kota mandiri paling berhasil (Melalui BSD City Development), serta menjadi pelopor dalam pengembangan konsep perumahan Klaster / Residential Clustered Concept (Kota Wisata, Legenda Wisata, Grand Wisata, dan lain-lain). Disamping itu, Sinar Mas Land juga merupakan pelopor / pioneer pengembangan proyek inovatif Strata Mall / Trade Center (ITC) di Indonesia.

Sinar Mas Land sebagai pengembang berupaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap masalah pelestarian lingkungan melalui penerapan visi “green” di setiap proyeknya. Kesadaran perusahaan untuk bertanggung jawab melestarikan lingkungan hidup diwujudkan melalui berbagai program, seperti pembangunan kawasan hijau Green Office Park, sertifikasi Green Building, Mall tanpa dinding yang ramah lingkungan ‘The Breeze’, jalur-jalur pejalan kaki yang nyaman serta berbagai acara untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan salah satunya melalui penyelenggaraan acara Festival Hijau yang diselenggarakan setiap tahun. Sejauh ini Sinar Mas Land telah menanam lebih dari tiga juta pohon di area komersial, pedestrian, median jalan, taman lingkungan, dan mengembangkan taman kota serta hutan kota. Inisiatif dan komitmen terhadap masalah sosial juga terus dilakukan melalui program – program CSR yang memberi kesempatan masyarakat sekitar dan usaha kecil dengan dapat menikmati pembangunan yang dilakukan Sinar Mas Land seperti penyediaan tempat usaha untuk UKM di Pasar-pasar tradisional dan taman jajan kaki lima serta program-program CSR lainnya.

Sinar Mas Land memiliki mitra strategis yang kuat seperti Sojitz Japan dan Itochu-Japan, Hongkong Land serta mitra lokal seperti Kompas Gramedia, Astra dan Kalbe.

(Sumber: Suara)

]]>