Sinarmas World Academy – Sinar Mas /blog Wed, 16 Sep 2020 03:21:36 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Sinarmas World Academy – Sinar Mas /blog 32 32 Guru Sinarmas World Academy (SWA) Raih Yale Educators Award 2020 /blog/?p=2947 Wed, 16 Sep 2020 03:14:56 +0000 /blog/?p=2947 Stanislav Sousek, guru dari sekolah Sinarmas World Academy (SWA) Tangerang Selatan ini memenangkan Yale Educators Award 2020, dan menjadikannya sebagai satu-satunya pemenang dari Indonesia.

Ajang Yale Educators Award merupakan penghargaan kepada para pendidik berprestasi dari seluruh dunia. Para pendidik yang memenangkan penghargaan itu dinilai telah berhasil mendukung dan menginspirasi siswanya untuk pencapaian tinggi.

Dari 317 nominasi tahun ini, hanya 57 guru dan 24 konselor yang terpilih. Dari jumlah itu, hanya 3 di antaranya berasal dari Asia, termasuk salah satunya Stanislav dari Indonesia. Tapi, bagaimana Stanislav bisa menang penghargaan itu?

Dalam penilaian, Yale Educators Award mengundang para mahasiswa Yale untuk menominasikan pendidik sekolah menengah yang mereka anggap inspiratif dan mengubah hidup mereka secara positif. Salah seorang mahasiswa Yale tersebut adalah anak didik Stanislav sewaktu di SWA. Dia adalah Vijjasena Sugiono, lulusan sekolah Sinarmas World Academy (SWA), dan penerima beasiswa dari Yale University.

Di SWA, Stanislav Stanislav merupakan konselor universitas atau university guidance counselor (UGC) di SWA yang membimbing siswa-siswi sekolah menengah mempersiapkan diri menuju sekolah tinggi. Siswa SWA diajak berpikir tentang tujuan mereka belajar, serta dampak positif apa yang ingin mereka berikan kepada dunia. Bibit pemikiran inilah yang ditanamkan, dan dipupuk hingga akhirnya murid dapat menentukan tujuan mereka, dan melakukan persiapan yang matang dalam menentukan sekolah tinggi.

Vijjasena merasa bersyukur saat sekolah di SWA, Ia mendapatkan bimbingan dan dukungan yang luar biasa dari UGC SWA, Stanislav.

“Dia (Stanislav), dengan tulus dan semangat mendukung saya dalam proses persiapan sekolah tinggi. Dukungan dan bimbingan yang diberikan jauh lebih besar dari yang sebenarnya diwajibkan,” ujar Vijjasena.

Tak hanya itu saja, Vijjasena juga merasa dengan bantuan dan bimbingan Stanislav, maka Vijjasena bisa kuliah di Yale University.

“Bahkan Stanislav selalu siap membantu saya di saat-saat istirahat makan siang maupun hari libur,” kata Vijjasena.

Namun, Vijjasena juga tetap merasa bahwa semua guru di SWA juga berperan besar dalam perjalanannya menyelesaikan studi sekolah menengahnya di SWA. Selain keahlian dan kepintaran para guru, yang sangat dirasakan berbeda adalah kepedulian dan perhatian mereka dalam memaksimalkan perkembangan dirinya.

General Manager SWA, Deddy Djaja Ria menyatakan sangat bangga dengan raihan yang diterima oleh salah seorang guru SWA.

“Sungguh kami bangga dengan para pendidik SWA yang bukan hanya kaya ilmu pengetahuan, tapi juga selalu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi para siswa-siswinya. Ddedikasi, kualitas bimbingan, dan kepedulian Stanislav terhadap anak didiknya merupakan contoh dari standar dan kultur yang dimiliki SWA,” jelas Deddy.

Stanislav menjadikan penghargaan ini sebagai suatu kehormatan untuk dinominasikan oleh Vijjasena.

“Sebagai seorang pendidik, selalu menyenangkan mengetahui kita membuat perbedaan yang memberikan efek positif bagi anak didik kita,” jelas Stanislav.

Ibunda Vijjasena, Selina Rachmat mengatakan bahwa Stanislav dan guru lain di SWA adalah guru yang luar biasa. Menurut Selina, guru di SWA itu dapat membuka wawasan anak dan menyederhanakan konsep rumit untuk mampu diterima di tingkat pandangan anak. Konsep itu lalu diaplikasikan dalam kehidupan nyata hingga suatu konsep secara mendalam dipahami, bukan sekadar dihafal.

“Terlihat sekali tidak hanya ilmu pendidikan yang diterapkan oleh para guru, melainkan juga kepekaan hati untuk memberi yang terbaik,” tandas Selina.

]]>
Siswa Sinarmas World Academy Raih Pendanaan MYP Innovators Grant /blog/?p=2896 Fri, 24 Jul 2020 03:04:10 +0000 /blog/?p=2896 Inovasi para murid sekolah Sinarmas World Academy (SWA) mengantar mereka memenangkan ajang pendanaan internasional Middle Years Programme (MYP) Innovator’s Grant yang diselenggarakan oleh International Baccalaureate Organization (IBO).

Penelitian yang dilakukan oleh siswa  kelas 10 tersebut menempatkan mereka sebagai tiga dari empat wakil asal Indonesia yang mendapatkan pendanaan masing-masing hingga sebesar USD10,000.

“Keberhasilan ini adalah sebuah prestasi untuk pendidikan Indonesia, dan kami sangat bangga terhadap capaian Rania, Chris, dan Leon. Karya dan penelitian mereka bukan hanya menunjukkan kepintaran tapi juga kepedulian terhadap permasalahan dunia dan sekitar, sesuai dengan nilai dasar yang ditanamkan sejak dini oleh SWA. Kami sebagai sekolah bukan hanya mengajarkan ilmu, tapi juga mendidik dan membina karakter positif melalui lingkungan belajar yang baik,” ungkap Deddy Djaja Ria selaku General Manager sekolah SWA,

Keprihatinan Rania terhadap limbah plastik membuat dirinya meneliti proses penguraian plastik menggunakan jamur. Di sana Rania menganalisis bagaimana jamur dapat mengubah polimer menjadi produk biodegradable yang dapat digunakan dalam aktivitas pertanian,bahkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif.

Rania – Siswa Kelas 10 SWA

“Penelitian saya berfokus pada degradasi plastik dengan memanfaatkan mekanisme pemecahan jamur yang mengubah polimer menjadi senyawa organik kecil, yang lalu diserap dan diasimilasi oleh jamur. Melalui penelitian ini, saya berharap manusia dapat satu langkah lebih dekat dalam menghilangkan limbah plastik,” ungkap Rania.

Sama halnya dengan Rania, Chris mempunyai semangat besar menyelesaikan permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah plastik dan energi tidak terbarukan. Ketertarikannya yang mendalam pada biologi sintetis dan bioengineering – ia menjabat selaku Ketua kelompok penelitian BioBuilder di SWA – membawanya meneliti penggabungan elemen degradasi plastik oleh bakteri dan sel bahan bakar biologis, untuk membuat plastik bekas sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik.

Chris – Siswa Kelas 10 SWA

“Sebagian besar daerah pedesaan kesulitan pasokan listrik, namun banyak terdapat sampah plastik. Melalui penelitian ini, saya harapkan tersedia sumber energi bersih yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi limbah plastik di lingkungan pedesaan yang indah,” jelas Chris.

Berbeda dengan Rania and Chris, sebagai sesama pemenang MYP Innovator’s Grant, Leon memiliki kepedulian terhadap kultur dan budaya Indonesia, tepatnya budaya Jawa. Menurutnya dengan semakin kuatnya globalisasi dan modernisasi, budaya leluhur banyak yang terlupakan. Leon menolak membiarkan budaya keluarganya hilang dengan membuat aplikasi iOS bernama SIJI, yang merupakan aplikasi pembelajaran bahasa Jawa Kuno, atau dikenal sebagai aksara Kawi.

Leon – Siswa Kelas 10 SWA

“Melalui SIJI, saya berharap dapat melestarikan budaya Jawa dan sistem penulisannya yang hampir hilang. Menggunakan  iOS, pembelajaran menjadi menyenangkan dan memudahkan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya harap semua orang dapat memakainya, termasuk orang-orang non-Jawa, dan non-Indonesia untuk belajar bahasa serta aksara Jawa, sekaligus mengenal keindahannya,” Leon berkata.

Deddy mengharapkan prestasi ini menginspirasi dan memotivasi pelajar lain di Indonesia untuk terus berkarya.

“Anak muda Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Dengan senantiasa membimbing, menanamkan dan membina mereka dengan nilai-nilai yang positif, kami yakin, kita dapat membuat sesuatu dan berkontribusi bagi permasalahan sekitar, bahkan dunia melalui teknologi dan penemuan-penemuan mutakhir,” tambahnya.

MYP Innovator’s Grant merupakan ajang pendanaan bagi siswa manca negara untuk memperkaya keterampilan dan pengalaman mereka dalam bertumbuh menjadi pemimpin, inovator, dan wirausahawan yang peduli akan permasalahan dunia dan sosial.

Setiap karya dan penelitian yang terpilih akan mendapatkan pembiayaan hingga sebesar USD10,000 untuk pengembangan karya dan penelitian lebih jauh. Sebanyak 33 pemenang, terpilih berdasarkan ide dan dampak dari karya mereka.

“Kami percaya anak-anak muda dapat secara positif mengubah dunia melalui ide dan tindakan mereka. MYP Innovator Grant merupakan uluran tangan untuk inovator muda di seluruh dunia, sehingga mereka memiliki alat yang mereka butuhkan untuk menanggapi tantangan global, nasional dan lokal secara maksimal dan optimistis,” Jelas Dr. Siva Kumari, Direktur Jenderal IBO.

 

Sumber: Suara Tangsel

]]>
Ini Cara Sinarmas World Academy (SWA) Tingkatkan Minat Matematika /blog/?p=2557 Mon, 16 Mar 2020 03:57:44 +0000 /blog/?p=2557 Sinarmas World Academy (SWA) mengadakan kegiatan bertemakan matematika untuk merayakan Hari Pi(π) Sedunia yang jatuh setiap 14 Maret. Ini merupakan tahun keempat SWA menyelenggarakan kegiatan untuk merayakan konstanta matematika tersebut.

Berdasarkan data tahun dari OECD Programme for International Student Assessment tahun 2018, kemampuan matematika siswa Indonesia termasuk rendah di dunia, yakni peringkat 75 dari 81 negara. Maka dari itu SWA berupaya meningkatkan kemampuan muridnya bukan hanya melalui konsep dan teori, melainkan penerapan dan pengaplikasian secara langsung.

“Pada dasarnya, semua ilmu mengandung unsur matematika, sayangnya banyak yang beranggapan matematika itu susah dan membosankan tanpa mengetahui sisi serunya,” menurut William Kim, siswa kelas 11 selaku penyelenggaraan Perayaan Hari Pi(π) dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2020).

Untuk meningkatkan minat siswa-siswi terhadap pelajaran matematika, SWA tidak hanya mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan perhitungan rumus matematika, melainkan juga mengadakan beberapa kegiatan menarik The Git Up Line Dance Competition, Math Sprint, Nim Toothpick Game, dan SWA’s Pi Digit Memoriser.

“Melalui kegiatan ini, kami harapkan makin banyak yang tertarik dan bisa menikmati serunya dunia matematika,” tambahnya.

Salah satu guru pembimbing SWA, Hayden menegaskan bahwa ketika melihat fungsi nyata dari rumus yang dipelajari, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar. Hayden juga berharap agar generasi bawah tidak hanya belajar hanya untuk mengejar nilai.

Sementara itu, salah seorang siswa kelas 9, peraih 3 medali emas dan Piala Kejuaraan Keseluruhan di Olimpiade Matematika Remaja Internasional (ITMO) 2019, David Shane Goh mengatakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan keseruan belajar memberikannya motivasi lebih.

Dokumentasi kegiatan Pi Day yang dilakukan oleh SWA dapat disaksikan pada video berikut ini:

Sumber: Detik

]]>
Sinarmas World Academy (SWA) Selenggarakan Ajang TEDxYouth /blog/?p=2512 Mon, 24 Feb 2020 05:46:52 +0000 /blog/?p=2512 Sekolah Sinarmas World Academy (SWA) kembali menyelenggarakan konferensi inspiratif bagi anak muda melalui ajang TEDxYouth. Acara yang dilaksanakan di Sekolah SWA, BSD, ini merupakan yang ketiga kalinya.

TEDxYouth tahun ini mengambil tema “Be the Change”. Guru pembimbing SWA sekaligus inisiator acara, Hayden, mengatakan TEDx adalah tentang suara komunitas. Dari platform internasional, mereka coba menghadirkan ide-ide dan isu-isu penting dari komunitas lokal.

“Kami berharap bisa saling berbagi ide dan berpartisipasi membangun ide-ide tersebut dalam komunitas,” ujar Hayden dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/2).

Dia menyebut, pada abad ke-21 ini berbagai masalah baru bermunculan setiap hari. Setiap orang memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan. Kecil atau besar masalah tersebut, tidak ada perubahan yang tidak berarti.

Hayden berharap, acara ini dapat menginspirasi kaum muda agar menjadi agen perubahan dengan cara mereka sendiri. Selain menjadi sumber inspirasi, acara ini juga diharapkan mampu menambah wawasan para peserta terhadap isu dunia saat ini.

Siswa SWA memiliki kurikulum seimbang antara pengembangan akademis dan juga keterampilan halus. “Kami tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan akademis tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan agar mereka siap menghadapi masa depan seperti kreativitas, berpikir kritis, kemampuan komunikasi, dan kolaborasi,” jelas Hayden.

Kegiatan ini dilaksanakan seluruhnya oleh organisasi siswa yang tergabung dalam TEDx Youth. Terdapat lebih dari 10 pembicara inspiratif yang diundang dari berbagai bidang, antara lain Andreas Diantoro (Managing Director SAP Indonesia), Aakar Abyasa (CEO Jouska ID), Priscilla Pangemanan (Sociopreneur & Founder SASC), Maria Rahajeng (E! News Asia Host & Digital Content Creator), Ricky Setiawan (CEO GGWP.id), Cindy Harjatanaya (Co Founder Art+i & Art Teraphy Jakarta), Faye Simanjuntak (Founder Rumah Faye), Evani Jesslyn (Founder and CEO First Crack Coffee & Strada Coffee), Jovial da Lopez (Content Creator, Actor & Producer), dan Jessica Halim (Co-Founder) Demibumi. SWA ingin menunjukkan bahwa di manapun dan dalam bidang apapun, setiap orang bisa berkontribusi dalam melakukan perubahan.

Dalam presentasinya, Managing Director SAP Indonesia, Andreas Diantoro, memberi pesan penting mengenai seberapa besar dampak pengalaman yang dirasakan saat ini. Menurut dia, sekarang adalah masa-masa luar biasa di mana pengalaman dapat memberi penghargaan kepada perusahaan atau membangun industri baru.

Bahaya Sampah Plastik

Sebagai salah seorang pembicara, Co-Founder Demi Bumi Jessica Halim mengedukasi tentang mengurangi sampah plastik, terutama dari rumah tangga.

Jessica Halim, Co-Founder Demi Bumi saat berbicara di TEDx Youth SWA, di Tangerang, Sabtu (23/2/2020) (Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom)

“Kenapa dari rumah tangga? karena 48% sampah kita berasal dari rumah tangga. Sebanyak 60% itu sampah organik, dan itu berbahaya kalau kita tidak mengolahnya,” ujar Jessica.

Menurut Jessica banyak sampah dari rumah tangga yang tidak diolah ini membuat tempat pembuangan sampah akhir menggunung. Selain mencemarkan lingkungan juga berbahaya hingga berisiko mengakibatkan ledakan.

“Di Bantar Gebang itu sekarang ada sembilan gunung sampah tingginya 45 meter. Yang seharusnya 10 meter. Jadi Anda bayangin kalau Anda naik ke gunung itu kaki masuk ke dalam dan itu nggak pemilahan bisa bahaya,” ungkapnya.

“Sebab 21 Februari kemarin hari peringatan Hari Sampah Nasional, kenapa? Karena di Indonesia pernah kejadian pada 2005, 15 tahun yang lalu, sampahnya meledak, akibat kandungan gas metana, jadi sebetulnya sampah organik itu ternyata nggak boleh ditutup, karena itu mengeluarkan gas metana,” jelasnya.

Selain bisa mengakibatkan risiko buruk, sampah juga bisa mencemari lingkungan termasuk ekosistem yang ada di laut. Dan ini bahaya bagi masa depan anak-anak Indonesia karena tidak ada keseimbangan lingkungan.

“Kita punya waktu 10 tahun lagi karena Menteri Kemaritiman dan Menteri Lingkungan kita sudah bicara setiap tahun itu di laut kita sampah plastiknya naik 10% dan mengendap nggak bisa terurai. Jadi kalau dipikirkan diakumulasi tahun 2030 akan lebih banyak sampah plastiknya dibanding ikan kita, tahun 2050 kita nggak punya ikan lagi jadi bagaimana nasib anak kita,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia menuturkan perubahan besar dapat dimulai dengan langkah kecil, salah satunya dari diri sendiri. Hal kecil yang bisa dilakukan untuk menangani masalah sampah plastik ialah dengan memilah sampah dan mendaur ulang.

“Ketika kita bisa meluangkan waktu saja untuk memikirkan sampah kita, kita semua bisa mengurangi sampah plastik,” pungkasnya.

 

Sumber: Detik dan Republika

]]>