Warning: Undefined variable $needReplaceWords in /var/www/html/uzcms/skylinelendingus.com/index.php on line 1355
“Kami sampaikan terima kasih kepada LPPOM MUI yang telah mempercayakan brand Sinar Dunia sebagai Halal Top Brand 2018. Ini kelima kalinya produk unggulan kami meraih penghargaan serupa,” Ungkap Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata.

Selain di tahun ini, produk unggulan APP Sinar Mas Sinar Dunia juga meraih Halal Top Brand di tahun 2017 untuk kategori serupa, sedangkan pada tahun 2016 brand Foopak meraih penghargaan ini untuk kategori produk kemasan kertas, pada tahun 2015 penghargaan khusus diberikan kepada produk kertas Al Quran Sinar Tech atau QPP yang dinilai sangat berjasa di bidang pengembangan dan sosialisasi gaya hidup halal atau syariah, dan tisu Paseo mendapat penghargaannya di tahun 2014.
“Sertifikasi halal dan penghargaan yang diperoleh menegaskan bahwa bahan baku dan proses produksi produk tersebut telah memenuhi kaidah kehalalan.” Terang Suhendra.
Suhendra menambahkan, belakangan ini produk halal tidak hanya diperuntukan bagi produk pangan semata, tetapi telah menjadi kebutuhan konsumen sebagai gaya hidup higienis dan berkualitas.
Pemilihan “Halal Top Brand 2018” didasarkan pada survei jajak pendapat yang dilakukan LPPOM MUI kepada lebih dari 4.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia pada 20 Juli hingga 19 September 2018, disertai dengan wawancara langsung pada 850 responden di area Jabodetabek.
Pameran INDHEX 2018 sendiri akan diselenggarakan dari tanggal 1 November sampai dengan 3 November 2018. APP Sinar Mas menampilkan beberapa produk andalannya yang telah memperoleh sertifikasi halal, antara lain Sinar Dunia, Foopak, dan Paseo.
]]>FPCS 2018 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Ayo Menulis Bersama SiDU” yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan anak melalui kebiasaan menulis secara berkelanjutan.
Melalui karya tulisnya, Alfia yang bernama lengkap Alfia Kirana Maheswari (10 tahun), menuangkan harapannya tentang “Indonesia Menjadi Negeri 1000 Pesawat Terbang”. Karya tulisnya tersebut juga tak lepas dari kekagumannya terhadap sosok BJ Habibie, Mantan Presiden Indonesia ketiga yang memiliki beberapa karya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya pesawat terbang.
Selain Indonesia yang dapat mandiri dalam memproduksi pesawat terbang, Indonesia bebas sampah plastik juga menjadi harapan dari pemenang lainnya dalam FPCS 2018. Nisa, Juara I Festival Penulis Cilik SiDU (FPCS) 2018, bercerita tentang kekhawatirannya melihat penggunaan plastik yang berlebih dan mengajak masyarakat memulai “diet” sampah plastik.
Kekhawatiran Nisa akan sampah plastik bermula ketika ia membaca artikel tentang penyu yang mati karena memakan sampah plastik di laut. Sejak saat itu, Nisa berusaha mengurangi pemakaian plastik –yang dalam tulisannya ia bahasakan dengan “diet” sampah plastik—di kesehariannya. Misalnya ketika menemani ibunya belanja, ia memilih untuk memakai tas kain dibandingkan plastik. Begitu juga ketika membeli makanan, ia memilih untuk membawa tempat makannya sendiri.
“Saya senang bisa menyampaikan harapan saya untuk Indonesia melalui tulisan. Menurut saya, menulis adalah cara yang menyenangkan untuk menyampaikan ide dan imajinasi. Melalui Festival Penulis Cilik SiDU, saya berharap bisa menginspirasi banyak orang untuk ikut ‘diet’ plastik,” tutur Nisa yang bernama lengkap Siti Juneeta Khairunnisa.
Alfia dan Nisa merupakan dua dari 6.137 anak sekolah dasar dari berbagai wilayah di Indonesia yang mengirimkan karya tulis bertema “Harapanku untuk Indonesia di Masa Mendatang” dalam FPCS 2018.
Digagas sejak tahun 2017, FPCS merupakan inisiatif dari Sinar Dunia (SiDU) Buku Tulis, salah satu produk unggulan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. Festival ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Ayo Menulis Bersama SiDU” yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan anak melalui kebiasaan menulis secara berkelanjutan.
“Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak dalam berpartisipasi di FPCS tahun ini. Jumlah karya tulis yang masuk tahun ini meningkat sekitar 151% dibanding tahun sebelumnya. Kami berharap FPCS bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan minat menulis anak serta mengajarkan mereka untuk berpikir kritis terhadap isu di sekitarnya,” tutur Head of Domestic Cultural Business Unit APP Sinar Mas Santo Yuwana.
Dari ribuan karya tulis yang masuk, SiDU Buku Tulis memilih tiga juara dengan karya tulis paling menarik. Mereka adalah Siti Juneeta Khairunnisa (Solo), Juara I FPCS 2018 dengan judul karya tulis “Indonesia Bebas Sampah Plastik”; Alfia Kirana Maheswari (Grobogan), Juara II FPCS 2018 dengan judul karya tulis “Indonesia Menjadi Negeri 1000 Pesawat Terbang”; dan Bianca Alexandria Situmorang (Jakarta), Juara III FPCS 2018 dengan karya tulis “Tiga Harapanku untuk Indonesia Terinspirasi dari Film Zootopia”.
Sebagai pemenang, karya tulis mereka berhak diterbitkan di salah satu majalah anak, mendapat pelatihan wawancara, berkesempatan mewawancarai jurnalis senior Andi F. Noya, serta mendapat hadiah jutaan rupiah dari SiDU Buku Tulis. Tulisan hasil wawancara para pemenang dengan Andy F. Noya juga akan diterbitkan di majalah anak.
“Festival Penulis Cilik SiDU menjadi bukti bahwa anak-anak Indonesia sangat antusias terhadap kegiatan menulis. SiDU Buku Tulis percaya bahwa menulis di atas kertas dapat bermanfaat untuk membangun kompetensi anak, yaitu meningkatkan kecerdasan, daya ingat, dan kreativitas. Oleh karena itu, selama lebih dari tiga dekade, SiDU Buku Tulis berkomitmen menjadi mitra di bidang pendidikan melalui berbagai inovasi, produk dan kegiatan edukatif, salah satunya Festival Penulis Cilik SiDU agar kegiatan menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak,” tutur Santo.
Selain Festival Penulis Cilik SiDU, sepanjang 2018, SiDU Buku Tulis telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan minat menulis yang merupakan bagian dari gerakan nasional “Ayo Menulis Bersama SiDU”. Kegiatan tersebut meliputi kunjungan ke 100 sekolah dasar di Jabodetabek dan memberikan buku latihan menulis kepada 20.000 murid; mengadakan gelar wicara untuk membantu orang tua menumbuhkan minat menulis anak; dan mengumpulkan surat dukungan anak-anak terhadap para atlet Asian Games 2018.
]]>“Berangkat dari kepedulian kami terhadap pentingnya meningkatkan kompetensi anak, SiDU merintis gerakan ‘Ayo Menulis Bersama SiDU!’ sejak April 2018 lalu demi menumbuhkan kebiasaan menulis pada anak yang kami yakini dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi anak Indonesia,” tutur Consumer Domestic Business Head SiDU, Martin Jimi.

Pada gelar wicara tersebut, Pakar Edukasi Anak dari Wahana Visi Indonesia, Nurman Siagian, turut menyoroti kompetensi anak Indonesia yang masih berada di belakang negara-negara lainnya.
“Hasil survei tiga tahunan dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan Indonesia masih menduduki peringkat 60 dari 72 negara,” papar Nurman.
Ia menambahkan, isu kompetensi ini berkaitan erat pula dengan melemahnya tradisi menulis di Indonesia seiring pesatnya perkembangan gawai. Padahal, menulis – khususnya di buku tulis – memiliki banyak manfaat karena mengasah berbagai keterampilan seperti berpikir kritis, daya ingat, dan motorik.
“Kegiatan menulis mendukung anak untuk menguasai huruf dan fonemik, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan kemampuan anak menangkap pelajaran. Oleh karena itu, gerakan ‘Ayo Menulis Bersama SiDU!’ amat saya apresiasi dan patut kita dukung,” sambung Nurman.
SiDU merintis “Ayo Menulis Bersama SiDU!” pada April 2018 lalu, melibatkan 20.000 murid dari 100 sekolah dasar di Jabodetabek pada tahap pertama yang akan berlangsung hingga Mei 2018. Gerakan ini mencakup pemberian buku latihan menulis untuk anak, serta pendampingan yang melibatkan orang tua dan guru secara intensif, dengan modul yang berlangsung selama 21 hari.

Bekerja sama dengan Renny Yaniar, seorang penulis cerita anak kenamaan yang telah menerbitkan lebih dari 130 buku, SiDU menyusun modul buku latihan menulis tersebut berdasarkan studi yang mengungkapkan bahwa kebiasaan baru dapat dibentuk dengan rutin melakukannya selama minimal 21 hari.
Buku latihan menulis tersebut mencakup berbagai topik yang memancing minat anak untuk menulis. Mulai dari mengenal diri sendiri, mengetahui asal mula kertas, hingga perhelatan Asian Games 2018, di mana APP Sinar Mas sebagai mitra resmi turut mendukung Indonesia sebagai tuan rumah. Beragam topik tersebut diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulus anak untuk mengutarakan pendapat serta idenya melalui tulisan tangan.
Menyadari pentingnya dukungan lingkungan sekitar untuk menumbuhkan kebiasaan menulis anak, SiDU juga menghadirkan Praktisi Mindful Parenting, Melly Kiong, pada gelar wicara hari ini untuk berbagi kiat-kiat praktis pada orang tua dan guru.
Menurut Melly, menulis merupakan cara komunikasi yang sangat baik antara anak dan orang tua. “Melalui tulisan-tulisan sederhana anak, orang tua dapat melihat talenta terpendam anak, atau bahkan masalah yang sedang ia hadapi di sekolah,” paparnya. “Orang tua dapat membantu menumbuhkan kebiasaan ini dengan mengajak anak mengisi jurnal atau saling berkirim memo kecil.”

“Dengan dukungan berbagai pihak, APP Sinar Mas melalui SiDU berharap program ‘Ayo Menulis Bersama SiDU!’ dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia, serta menjadi motor munculnya program-program sejenis, agar kebiasaan menulis semakin meluas di Indonesia,” tutup Martin.
]]>Sovan K Ganguly, APP Consumer Business Unit Head, Sinarmas, dalam siaran persnya, Rabu (22/3), mengatakan, kertas telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, industri pulp dan kertas merupakan kontibutor devisa terbesar ke-7 dari sektor nonmigas di Indonesia. Pada tahun 2016, industri pulp dan kertas menyumbang US$ 3,79 miliar pada pendapatan nasional.
Disamping itu, industri kertas juga menyerap lebih dari 260.000 tenaga kerja Indonesia. “SiDU merasa bangga bahwa kertas telah menjadi bagian penting dalam progres hidup masyarakat Indonesia. Kami berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia dan akan terus berinovasi dengan menyediakan produk-produk berkualitas tinggi melalui proses manufaktur yang berstandar internasional dan bertanggung jawab,” kata Sovan.
Ia mengatakan, selama bertahun-tahun, SiDU telah menjadi bagian dari progres penggunaan kertas di Indonesia untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan konsumen di sektor korporasi, pendidikan, bisnis, serta untuk penggunaan pribadi. Sebagai pemimpin pasar, SiDU melakukan inovasi berkelanjutan untuk menghadirkan kertas dengan kualitas terbaik untuk menjawab kebutuhan konsumen dari masa ke masa. ‘Hal ini dilakukan berdasarkan masukan konsumen serta riset yang mendalam dimana saat ini konsumen membutuhkan kertas yang lebih tebal, putih dan cerah sehingga hasil cetak menjadi lebih tajam,” kata Martin Jimi, SiDU Consumer Domestic Business Head.
Okky Madasari, seorang penulis, mengatakan, kertas telah memberikan sumbangsih yang besar bagi kemajuan manusia dan bangsa. Ada begitu banyak momen sejarah yang tercatat di atas kertas dari deklarasi kemerdekaan, sumpah pemuda, hingga tulisan-tulisan dan puisi legendaris yang membantu kita memahami dan menghargai warisan serta potensi kita. “Sebagai seorang penulis, saya pribadi tidak dapat membayangkan hidup tanpa kertas. Kertas tidak hanya memiliki peran secara fungsional, tetapi juga medium untuk mengekspresikan perasaan serta pikiran,” kata Okky.
Dengan inovasi yang berkelanjutan dan strategi bisnis yang progresif, SiDU berharap dapat memberikan kontribusi yang berkesinambungan terhadap ekonomi serta progres hidup masyarakat Indonesia. Saat ini, SiDU memimpin pasar dengan menguasai lebih dari 50% pangsa pasar kertas cetak dan fotokopi di Indonesia.
SiDU optimistis dapat mempertahankan kepemimpinan tersebut dengan meluncurkan produk terbarunya. “Kami akan memperluas dan memperkuat jaringan distribusi untuk memastikan bahwa kertas SiDU tersedia sampai ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Untuk itu kami memperbanyak mitra bisnis baru untuk memastikan ketersediaan produk kertas SiDU terutama di luar Jawa dan Sumatera sehingga kami dapat menjadi bagian dari progres hidup masyarakat Indonesia lebih banyak lagi,” tutup Martin.
(Sumber: Beritasatu )
]]>