Siaga karhutla – Sinar Mas /blog Wed, 15 Jul 2020 04:06:23 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Siaga karhutla – Sinar Mas /blog 32 32 Sinar Mas Agribusiness and Food Lakukan Antisipasi Karhutla di Kalimantan Barat /blog/?p=2876 Wed, 15 Jul 2020 04:06:23 +0000 /blog/?p=2876 Sebagai bentuk upaya peningkatan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau, unit usaha perkebunan kelapa sawit Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di dua Kabupaten, Ketapang dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat melaksanakan apel siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Tahun ini ada dua tantangan besar. Awal tahun ini, wabah Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kendati BMKG memprediksi cuaca kemarau tidak akan separah tahun 2019, namun ancaman Karhutla tetap ada dan perlu untuk waspada.

“Sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi, kami siap untuk membantu dan bersinergi dengan pemerintah dalam mencegah Karhutla kembali terjadi.

TNI, Polri, Manggala Agni, perangkat desa dan pihak perusahaan mengecek perlengkapan Sapras untuk penanganan Karhutla.
TNI, Polri, Manggala Agni, perangkat desa dan pihak perusahaan mengecek perlengkapan Sapras untuk penanganan Karhutla.

Secara khusus di Kalimantan Barat, kami memperkuat edukasi kepada masyarakat maupun internal karyawan perusahaan terkait upaya-upaya pencegahaan Karhutla serta melakukan kerja sama lintas sektoral bersama Manggala Agni, BRG, Kepolisian,” jelas Susanto Yang selaku CEO Sinar Mas Agribusiness and Food Kalimantan Barat.

Secara internal perusahaan melakukan serangkaian upaya pencegahan agar Karhutla tidak terjadi didalam konsesi perusahaaan.

Pertama, perusahaan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh karyawan mengenai bahaya dan pencegahan Karhutla.

Kedua, menyiagakan tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) sebagai garda terdepan perusahaan.

Ketiga, membenahi infrastruktur dan pemanfaatan early warning system seperti pemanfaatan teknologi informasi berbasis pengindraan citra satelit untuk monitoring dan deteksi titik panas (hotspot).

Foto bersama antara Manggala Agni, Damkar, TNI, Polri dan pihak perusahaan usai apel siaga Karhutla.
Foto bersama antara Manggala Agni, Damkar, TNI, Polri dan pihak perusahaan usai apel siaga Karhutla.

Selain itu, perusahaan juga berupaya agar lahan gambut di dalam konsesi perusahaan tetap basah dengan membangun bendungan atau sistem drainase, serta pembuatan sekat kanal.

Perusahaan memahami bahwa dalam menghadapi ancaman karhutla, kerjasama multipihak dan merangkul pihak luar menjadi sebuah kunci penting dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Beberapa program seperti pelatihan rutin bersama manggala agni dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan tim KTD Perusahaan serta Masyarakat Siaga Api (MSA) binaan Perusahaan.

Selain itu, Perusahaan secara rutin melakukan edukasi pencegahaan karhutla bagi siswa-siswa Sekolah Dasar dan Menegah di sekitar area operasional Perusahaan.

Beberapa kegiatan edukasi dilakukan bersama Dinas Pendidikan maupun menjalin kerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG).

Perlengkapan sarana dan prasarana  Karhutla yang disiapkan oleh perusahaan.
Perlengkapan sarana dan prasarana Karhutla yang disiapkan oleh perusahaan.

Anselmus Achmad Supriyanto, Head of Fire Prevention and Response, Sinar Mas Agribusiness and Food menegaskan, selain persiapan, hal yang tidak kalah penting adalah pelaksanaan di lapangan.

Secara spesifik deteksi taktis di lapangan. Bagaimana bisa memastikan tim di lapangan benar-benar melakukan patroli di lapangan dan pengawasan, sehingga deteksi dini titik api dapat dilakukan dengan segera.

“Meskipun kami telah memiliki sistem deteksi dini, namun tetap perlu ada pengecekan dan tindak lanjut di lapangan secara cepat.

Untuk itu sangatlah penting untuk bisa melakukan patroli dengan berbagai pihak secara terpadu.

Kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil bagian dalam hal ini,” tukasnya.

 

Sumber: Tribun Pontianak

]]>
Tim Satgas Tetap Patroli dan Pemadaman Karhutla Meskipun Lebaran Idul Adha /blog/?p=1817 Thu, 23 Aug 2018 02:01:33 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1817 Meski lebaran Idul Adha 2018, tim Satgas Karhutla Riau tetap bekerja melakukan patroli rutin dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah di Riau. Sebagaimana diketahui kebakaran masih saja terjadi di Kabupaten Rokan Hilir sebagai daerah terparah dan Dumai.

Sebagaimana Intruksi Komandan Satgas Karhutla Riau Danrem 031/WB Brigjen TNI Sony Aprianto jangan sampai muncul asap pada saat pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang. Sehingga pemadaman di lapangan tidak kenal lelah dan tidak mengenal waktu lagi.

Rabu (22/8) dimana seluruh umat Islam merayakan hari Idul Adha ternyata anggota Satgas Karhutla masih berjuang di lapangan melakukan pemadaman. Begitu juga yang melakukan patroli rutin.

“Hari ini kami tetap bekerja patroli dan Water Bombing. Ada beberapa titik yang kami lakukan Water Bombing di Rohil Dumai dan Pelalawan, “jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger kepada Tribun Rabu (22/8).

Menurut Edwar Sanger kata kunci pada tim Satgas Karhutla Riau adalah 247 yang berartikan 24 jam dan 7 hari berjibaku di lapangan melakukan Pemadaman. Ini dilakukan menurutnya demi Riau dan Indonesia bebas dari asap.

“Kawan-kawan satgas semua aktif dalam tugasnya masing-masing. Tim darat terdiri dari TNI Polri dan BPBD serta Manggala Agni yang terus melakukan patroli dan pemadaman dari darat. Ditambah tim udara yang dilakukan dengan water bombing, “ujar Edwar.

Selain melakukan pemadaman dengan Helikopter milik Satgas pihaknya juga dibantu Helikopter superpuma dari Sinarmas yang tentunya meringankan beban Satgas dalam melakukan Pemadaman melalui udara. “Pihak swasta juga Alhamdulillah ikut berperan membantu kami, seperti bantuan dari Helikopter Sinarmas melakukan Water Bombing, “ujarnya.

Sebagaimana hasil patroli Rabu pagi kebakaran lahan muncul lagi di Sungai sembilan Dumai dan Samsam Kandis, kemudian Bukit Kesuma Pelalawan. “Alhamdulillah semuanya dapat kami minimalisir agar tidak meluas. Pak Gubri dan Dansatgas terus memantau perkembangan setiap saat atas kondisi ini. Hujan yv turun beberapa saat ini juga sangat mendukung dalam upaya pemadaman dilapangan, “ujar Edwar Sanger.

Pihaknya juga tetap menghimbau masyarakat untuk jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena dengan kondisi kemarau kering saat ini sangat rawan terjadi kebakaran. “Kami menghimbau agar masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga Riau agar bebas dari kabut asap,”jelasnya.

Sementara berdasarkan pantauan dari BMKG Rabu (22/8), titik panas di Riau hanya terpantau satu titik di Pelalawan 1 titik. Namun di daerah lain di Pulau Sumatera terpantau 52 titik panas diantaranya Jambi 19 Titik, Sumsel 15 titik, Bangka Belitung 12 titik, Lampung 3 titik, Bengkulu dan Kepri masing-masing 1 titik.

Sumber

]]>
Mitra Usaha APP Sinar Mas Siaga Perangi Api /blog/?p=508 Sun, 12 Feb 2017 06:15:03 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=508 Antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2016 gencar dilakukan. Segenap pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga swadaya masyarakat, akademisi hingga para pelaku bisnis bahu-membahu agar petaka karhutla tahun 2015 tak terulang lagi.

Menurut data satelit NOAA, pada 2016 titik api di wilayah Indonesia turun 82,14% dibandingkan tahun 2015. Sementara luas area kebakaran turun 83,2%, dari mencapai 2.611.411 hektar (2015) menjadi 438.360 hektar (2016). Jumlah hari tanggap darurat yang semula 151 hari pada 2015, menjadi nol pada 2016.

Salah satu provinsi yang terkena dampak paling parah pada karhutla 2015 lalu adalah Sumatera Selatan. Untuk itulah, pencegahan karhutla di wilayah ini terus menerus digalakkan. Ini ditunjukkan dengan digelarnya Apel Siaga di dua kabupaten di Sumsel, yaitu Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba) pada tanggal 7 & 8 Februari 2017.

Apel Siaga ini sekaligus menindaklanjuti Rapat Koordinasi Khusus yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Negara (23/01) tentang pengendalian karhutla yang meliputi wilayah Provinsi Jambi, Riau, Sumsel, Kalbar, Kalsel dan Kaltim.

Pemprov Sumsel bergegas merespon dengan mengadakan rapat koordinasi di Mapolda Sumsel (24/01), dihadiri oleh Gubernur, Kapolda, dan Danrem 44 Garuda Dempo. Forum tersebut bersepakat mengambil langkah-langkah kongkret untuk kesiapsiagaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di lapangan.

Acara yang bertajuk ‘Siaga Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan 2017’ ini dihadiri para Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) masing-masing kabupaten, mulai dari Bupati, Kapolres, hingga Dandim.

Di Kabupaten Banyuasin, para Bupati Banyuasin dan rombongan mengecek kesiapan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yaitu PT. Sumber Hijau Permai dan PT. Tri Pupajaya dalam mengantisipasi karhutla.

Peninjauan lapangan dilakukan melalui pengamatan dari udara pada (07/02). Pemantauan lingkungan ini dilakukan untuk melihat adanya ancaman terjadinya karhutla di sekitar areal konsesi berupa kegiatan illegal logging, perambahan areal dan perburuan satwa liar.

Esoknya (08/02) di Kabupaten Muba, Bupati Muba beserta rombongan melakukan pengecekan terhadap dua perusahaan HTI yaitu PT. Bumi Persada Permai dan PT. Rimba Hutani Mas.

Perusahaan HTI di atas merupakan mitra usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, dimana sejak tahun 2013 menerapkan Forest Conservation Policy, dimana APP berkomitmen kuat untuk hanya menggunakan bahan baku yang berasal dari HTI berkelanjutan. Untuk itu, APP memastikan para mitra pemasoknya mematuhi kaidah yang ketat dalam beroperasi.

“Kami merasa perlu melaksanakan kegiatan ini, karena manajemen kami telah memproklamirkan program zero fire yang merupakan harga mati. Ini berlaku bukan hanya di wilayah Musi Banyuasin tetapi di seluruh wilayah dimana Perusahaan HTI kami berada.” demikian sambutan Direktur Regional Rimba Hutani Mas Muhammad Iksan.

Muhammad Iksan menambahkan bahwa kegiatan pencegahan telah diakukan dengan menyiapkan regu pemadam terlatih, sistem deteksi dini yang menggunakan teknologi mutakhir berupa pantauan hotspot, CCTV, drone, patroli darat, patrol dari ketinggian via Menara Api, dan patroli udara dengan menggunakan helikopter.

Di lapangan, perusahaan HTI ini juga telah menyiapkan beberapa sarana untuk mendukung pencegahan terjadinya karhutla, di antaranya rekayasa tata air berupa kanal blocking maupun pembangunan embung-embung untuk persediaan air pada saat musim kemarau.

Kesiapan Peralatan Pemadam Kebakaran (PBK) ditunjang dengan kekuatan personel yang memadai, terdiri dari Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Inti, Personel Organik (terdiri dari karyawan dan mitra kerja) dan personel masyarakat binaan (tergabung dalam Kelompok Masyarakat Peduli Api/MPA).

Yang tak kalah penting adalah pencegahan dari segi sosial-ekonomi melalui penerapan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dengan cara memberdayakan masyarakat di sekitar area konsesi. Program DMPA menyasar warga untuk melakukan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan, salah satunya melalui agroforestri (wanatani).

Keterlibatan seluruh elemen dan instansi dalam antisipasi karhutla pada tahun ini mutlak dibutuhkan. Hanya dengan sinergi dari segenap pihak, upaya bersama demi kepentingan bangsa ini akan mencapai hasil yang optimal.

(Sumber: Bisnis.com )

]]>