Secara umum, air minum yang baik adalah mengandung mineral alami yang terpilih dan dalam komposisi seimbang.
Namun, seiring berjalannya waktu, pilihan jenis air minum kian beragam dan biasanya dibedakan berdasarkan proses pengolahannya. Salah satunya adalah air minum pH tinggi yang diproses dengan teknologi ionisasi untuk menghasilkan air dengan pH tinggi yang dapat membantu menyeimbangkan pH tubuh kita.
Tahukah Anda, pH tubuh kita memiliki pengaruh yang sangat penting dalam menjaga imunitas? Tanpa disadari, gaya hidup kita sehari-hari seperti konsumsi makanan pedas dan kopi dapat membuat pH tubuh cenderung lebih rendah. Air dengan pH tinggi dapat membantu menyeimbangkan pH tubuh menjadi ideal karena pH tubuh seimbang. Akibatnya, dapat membuat metabolisme tubuh menjadi lebih baik dan imunitas pun terjaga.
Standar pH air tinggi sesuai dengan ketentuan BPOM adalah kadar pH harus di atas 8.6, lebih tinggi daripada pH rata-rata air mineral lainnya. Dengan mengonsumsi air pH tinggi setiap hari dapat menjaga pH tubuh kita tetap seimbang sehingga level imunitas stabil dan kesehatan kita pun akan selalu terjaga. Tubuh yang sehat dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang mengalami penuaan dan kerusakan.
Salah satu merek air minum kemasan yang memiliki pH tinggi adalah Pristine8.6+. Salah satu produk dari pilar usaha Sinar Mas Agribusiness and Food yang bekerjasama dengan NIHON TRIM CO., LTD. ini sudah cukup terkenal di masyarakat. Selain diproduksi dengan teknologi nomor satu Jepang, Pristine8.6+ mengandung mikro molekul dengan kandungan baik yang cepat diserap oleh tubuh.
Pristine8.6+ telah teruji kualitasnya. Kadar pH di dalamnya selalu konsisten dan berfungsi bukan hanya untuk mengatasi dehidrasi tubuh namun juga membantu mengembalikan pH tubuh menjadi ideal. Pristine 8.6+ dapat dikonsumsi sehari-hari dan untuk segala usia.
“Mengingat pentingnya pemilihan konsumsi air minum, Pristine8.6+ adalah salah satu pilihan bijak untuk menghadapi masa pandemi sekarang ini. Kandungannya mampu menyeimbangkan pH tubuh dan karenanya bisa berperan untuk menjaga imunitas.” ujar Rendy Theodorus selaku Senior Brand Manager.
Selain Pristine8.6+, Sinar Mas Agribusiness & Food selama puluhan tahun juga telah melakukan inovasi pada rangkaian produk konsumennya, seperti minyak goreng, margarin, minuman ringan, dan lain-lain
Simak perbincangan kami dalam #NgobrolSinarMas bersama Ibu Merliana – Head of Consumer Products, Sinar Mas Agribusiness & Food bertajuk “Serba-Serbi Produk Konsumen Sinar Mas”.
Program yang diinisiasi oleh Sinar Mas Agribusiness and Food (PT SMART Tbk.) ini, menekankan pendekatan partisipatif dan kolaboratif bersama masyarakat dalam mencegah karhutla.
Jumlah kasus karhutla menurun secara signifikan sejak bencana karhutla hebat yang terjadi pada 2015. Pada tahun 2019, sekitar 99.5% area kebun Perusahaan tidak mengalami kebakaran, hal serupa juga terlihat pada desa-desa binaan di sekitar kebun Perusahaan yang tidak mengalami dampak kebakaran yang signifikan.
“DMPA tidak hanya fokus pada kesiapan perusahaan dari sisi teknis pencegahan dan pemadaman karhutla, namun juga pada pelibatan masyarakat yang merupakan garda terdepan dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran,” jelas Agus Purnomo, Managing Director Sinar Mas Agribusiness and Food.
Program DMPA adalah upaya bersama mencegah karhutla tanpa mengesampingkan kebutuhan riil masyarakat. Terdapat tiga pendekatan utama terintegrasi dari program DMPA, yaitu: 1) Pencegahan kebakaran; 2) Konservasi; 3) Ketahanan pangan bagi masyarakat.
Dalam hal pencegahan kebakaran, bersama dengan kelompok Masyarakat Siaga Api (MSA), perusahaan melakukan sejumlah aktivitas kolaboratif mulai dari sosialiasi ke masyarakat, pemantauan titik api, patroli bersama, hingga pemadaman kebakaran lahan yang dilakukan secara bersama.
Perusahaan membekali MSA dengan peralatan pemadam kebakaran standar untuk tindakan pemadaman awal (initial attack) dan secara rutin melakukan peningkatan kapasitas masyarakat melalui serangkaian pelatihan baik secara internal maupun bersama Manggala Agni.
Saat ini, terdapat 1.150 anggota masyarakat menjadi tim Masyarakat Siaga Api dan 40 desa di Jambi, Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan, Tengah, Sumatera Selatan, dan Bangka telah berpartisipasi dalam program DMPA.
Untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat yaitu ketahanan pangan, perusahaan memperkenalkan pola bertani tanpa membakar lahan kepada masyarakat di desa-desa sekitar perusahaan yang disebut Pertanian Ekologis Terpadu (PET). PET menjadi sebuah solusi bagi masyarakat untuk membuka lahan pertanian tanpa membakar dan ramah lingkungan.
Perusahaan menempatkan satu tenaga ahli pertanian untuk mendampingi masyarakat secara intensif dalam kurun waktu tertentu. Masyarakat didampingi melakukan identifikasi sumber daya penting di daerah mereka secara partisipatif, memanfaatkan dan menjaga sumber daya tersebut, serta belajar bersama-sama di kebun belajar atau sering disebut sebagai sekolah lapangan. Setelah sekolah lapangan usai, mereka akan mereplikasi di lahan masing-masing baik secara kelompok maupun individu.
Beberapa komoditas unggulan yang diupayakan masyarakat melalui PET seperti sayur-mayur, ternak, ikan, hingga beberapa produk siap konsumsi seperti jahe merah bubuk. PET telah berjalan di 22 desa yang telah diikuti oleh 470 anggota tani.

Perusahaan juga menjaga dan merawat ekosistem gambut dari ancaman karhutla melaui program rehabilitasi gambut melalui 3 pendekatan utama, yaitu rewetting, rehabilitating, dan revegetating.
Saat ini perusahaan telah mengkonservasi lahan gambut seluas 1150 hektar dengan jumlah pohon yang tertanam yaitu 460 ribu pohon sejak 2017 hingga 2020. Selain sisi teknis perawatan area gambut, kerja juga dijalin bersama tokoh agama masyarakat setempat melalui pelatihan Da’I Peduli Gambut yang merupakan kerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) Nasional, untuk mengedukasi masyarakat setempat pentingnya memelihara areal gambut.
Tidak berhenti di situ, pada awal tahun 2020, Sinar Mas Agribusiness and Food meluncurkan kampanye edukasi pencegahan karhutla dengan memperkenalkan tokoh Rumbun dan Sahabat Rimba dengan tujuan menumbukan kesadaran pencegahan karhutla sejak dini. Edukasi ini memfasilitasi para guru dengan materi edukasi sekaligus metode mengajar yang tepat dalam mengedukasi anak-anak tentang pencegahan karhutla.
Perusahaan telah merangkul dan melatih sekitar 400 guru yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Dan untuk menunjang pengajaran tersebut, Perusahaan telah mendistribusikan sebanyak 5.800 buku cerita Rumbun dan Sahabat Rimba ke sekolah-sekolah yang rawan terdampak karhutla.
Sumber: Sawit Indonesia
]]>Kriteria TOP CSR Awards 2020 menyasar tiga aspek utama, yakni aspek kepatuhan (compliance) terhadap ISO 26000 tentang Social Responsibility, aspek Good Corporate Governance (GCG), dan aspek keselerasan program CSR dengan strategi serta daya saing bisnis perusahaan. Penilaian CSR tak hanya melibatkan pakar dan konsultan CSR, tetapi juga pakar, konsultan dan asosiasi bisnis, termasuk dari pasar modal dan lembaga pembiayaan. Ajang TOP CSR Awards ini mendorong implementasi GCG, karena CSR yang efektif, transparan, dan yang dapat dipertanggungjawabkan, hanya dapat diimplementasikan jika Perusahaan telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
Salah satu program yang selaras dengan strategi bisnis Sinar Mas Agribusiness and Food adalah program Desa Makmur Peduli Api yang diikuti oleh 32 desa di Sumatra dan Kalimantan. Program yang memiliki titik fokus pada tiga bagian utama yaitu Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ketahanan Pangan dan Konservasi telah terbukti membantu mengurangi titik-titik api di area operasional Perusahaan maupun pada area-area masyarakat di sekitar kebun, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. “Terlebih saat menghadapi krisis pandemi COVID-19 dan musim kemarau saat ini, Perusahaan percaya bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan hanya dapat dicapai jika kebutuhan ekonomi dan pangan masyarakat setempat juga terpenuhi,” tutur Managing Director, Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement, Agus Purnomo.
Secara spesifik terkait aspek ketahanan pangan, para ahli perusahaan membentuk masyarakat desa dengan mengajarkan teknik pertanian yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Sebagai contoh di beberapa desa masyarakat diajarkan untuk menanam sayur-sayuran seperti kangkung, bayam, cabai, kacang hijau serta beternak hewan dan budidaya ikan. Kemudian hasil panen atau hasil ternak tersebut dapat digunakan sebagai konsumsi sendiri, sehingga menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp 300.000 per bulannya dan sisanya dapat dijual dan menjadi penghasilan tambahan bagi para petani hingga Rp 500.000 per kepala keluarga setiap bulannya. Dengan demikian, masyarakat dapat mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan taraf kehidupan mereka secara mandiri. Program yang berjalan sejak 2017 ini hingga saat ini memberikan manfaat bagi lebih dari 4.000 penerimanya.
Selain dalam bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, perusahaan juga fokus pada bidang Kesehatan dengan mengoperasikan lebih dari 140 klinik di seluruh Indonesia yang sebagian besar berlokasi di pelosok tanah air. Sebanyak 8.600 penerima manfaat mendapatkan fasilitas perbaikan kesehatan anak, vaksin dan perbaikan nutrisi. Dalam bidang Pendidikan, perusahaan juga membekali 2.160 tenaga pendidik berdedikasi tinggi yang mengajar di pedalaman dengan berbagai ilmu dan pelatihan. Ada lebih dari 40.800 murid yang belajar di 280 sekolah yang berlokasi di sekitar area operasional Perusahaan. Hal ini karena Perusahaan percaya fasilitas pendidikan yang memadai dapat menuntun generasi masa depan terbebas dari garis kemiskinan.
Tak hanya memastikan produksi sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, penghargaan TOP CSR Awards 2020 tentu akan semakin memotivasi Sinar Mas Agribusiness and Food untuk terus membantu meningkatkan kehidupan masyarakat di sekitar area Perusahaan beroperasi. “Dampak positif yang signifikan dari pengembangan CSR Sinar Mas Agribusiness and Food yaitu menurunnya angka kebakaran lahan, kebun, dan hutan serta meningkatnya pengetahuan masyarakat untuk memanfaatkan bahan organik sebagai pengganti bahan kimia,” tegas Agus.
Sumber: Info Sawit
]]>Tahun ini ada dua tantangan besar. Awal tahun ini, wabah Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Kendati BMKG memprediksi cuaca kemarau tidak akan separah tahun 2019, namun ancaman Karhutla tetap ada dan perlu untuk waspada.
“Sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi, kami siap untuk membantu dan bersinergi dengan pemerintah dalam mencegah Karhutla kembali terjadi.

Secara khusus di Kalimantan Barat, kami memperkuat edukasi kepada masyarakat maupun internal karyawan perusahaan terkait upaya-upaya pencegahaan Karhutla serta melakukan kerja sama lintas sektoral bersama Manggala Agni, BRG, Kepolisian,” jelas Susanto Yang selaku CEO Sinar Mas Agribusiness and Food Kalimantan Barat.
Secara internal perusahaan melakukan serangkaian upaya pencegahan agar Karhutla tidak terjadi didalam konsesi perusahaaan.
Pertama, perusahaan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh karyawan mengenai bahaya dan pencegahan Karhutla.
Kedua, menyiagakan tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) sebagai garda terdepan perusahaan.
Ketiga, membenahi infrastruktur dan pemanfaatan early warning system seperti pemanfaatan teknologi informasi berbasis pengindraan citra satelit untuk monitoring dan deteksi titik panas (hotspot).

Selain itu, perusahaan juga berupaya agar lahan gambut di dalam konsesi perusahaan tetap basah dengan membangun bendungan atau sistem drainase, serta pembuatan sekat kanal.
Perusahaan memahami bahwa dalam menghadapi ancaman karhutla, kerjasama multipihak dan merangkul pihak luar menjadi sebuah kunci penting dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Beberapa program seperti pelatihan rutin bersama manggala agni dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan tim KTD Perusahaan serta Masyarakat Siaga Api (MSA) binaan Perusahaan.
Selain itu, Perusahaan secara rutin melakukan edukasi pencegahaan karhutla bagi siswa-siswa Sekolah Dasar dan Menegah di sekitar area operasional Perusahaan.
Beberapa kegiatan edukasi dilakukan bersama Dinas Pendidikan maupun menjalin kerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG).

Anselmus Achmad Supriyanto, Head of Fire Prevention and Response, Sinar Mas Agribusiness and Food menegaskan, selain persiapan, hal yang tidak kalah penting adalah pelaksanaan di lapangan.
Secara spesifik deteksi taktis di lapangan. Bagaimana bisa memastikan tim di lapangan benar-benar melakukan patroli di lapangan dan pengawasan, sehingga deteksi dini titik api dapat dilakukan dengan segera.
“Meskipun kami telah memiliki sistem deteksi dini, namun tetap perlu ada pengecekan dan tindak lanjut di lapangan secara cepat.
Untuk itu sangatlah penting untuk bisa melakukan patroli dengan berbagai pihak secara terpadu.
Kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil bagian dalam hal ini,” tukasnya.
Sumber: Tribun Pontianak
]]>Snack Generator adalah permainan online interaktif sederhana yang menanyakan penggunanya tentang seberapa lapar, seberapa banyak waktu luang yang dimiliki, dan makanan apa yang diinginkan, sebelum akhirnya menghadirkan 20 ide makanan dan resep masakan menarik untuk dicoba. Semua makanannya terbuat dari minyak sawit.
“Minyak sawit adalah bahan dasar penting dalam berbagai makanan lezat dan bernutrisi serta makanan favorit semua orang. Karena, kita tetap di rumah demi keamanan bersama, kami pikir permainan online adalah cara menyenangkan untuk mengedukasi konsumen dan mengingatkan mereka kembali agar mendukung minyak sawit berkelanjutan,” ungkap Anita Neville, Senior Vice President Group Corporate Communications Sinar Mas Agribusiness and Food.
Menurutnya, memasak adalah hal menyenangkan untuk dilakukan dalam masa karantina, apalagi jika dilakukan bersama anggota keluarga. Misalnya, mengajak si kecil menghias kue atau membuat pasta favorit bersama pasangan. Sebuah momen berharga untuk lebih mendekatkan diri bersama orang tersayang dalam masa seperti ini.
Snack Generator menghadirkan resep tertulis dan resep video interaktif. Mulai dari makanan ringan Bola-Bola Udang, hidangan utama Chicken Katsu Japanese Curry, hingga makanan pencuci mulut Matcha Chocolate Lava Cake untuk dicoba.
Permainan ini adalah bagian dari Kampanye Aksi Cinta Filma. Filma merupakan produk minyak goreng dan margarin andalan Sinar Mas Agribusiness and Food, yang berasal dari perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan di Indonesia. Terbuat dari bibit sawit unggul pilihan, Filma hadir sebagai produk berkualitas tinggi. “Kami berharap permainan Snack Generator dapat memberikan sedikit kebahagiaan dalam melewati masa ini,” pungkas Anita.
Tertarik mencoba permainan Snack Generator? Anda bisa memulainya dengan klik tautan ini https://www.smart-tbk.com/snack-generator/
Sumber: MIX
]]>
Dalam paparannya, Presiden menganalogikan kondisi perekonominian global dengan Analogi Film ‘Avengers’, yang sedang menuju ‘perang yang tak terbatas’ atau ‘infinity war’. Mengambil sosok bernama ‘Thanos’ yang ingin memusnahkan setengah populasi bumi karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas.
Menurut Presiden, pada kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas. Apalagi, perkembangan teknologi telah menghasilkan peningkatan efisiensi dan memberi peluang untuk memperbanyak sumber daya. Di Indonesia, sumber daya manusia khususnya kaum muda sedang menggerakkan transformasi e-commerce dan ekonomi digital.
Hal ini turut mendorong Revolusi Industri 4.0. yang ia yakini akan menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesetaraan. Presiden optimistis bahwa ASEAN termasuk Indonesia akan menjadi yang terdepan dalam Revolusi Industri 4.0. Sambutan Presiden mendapat apresiasi dari para hadirin karena tepat dengan kondisi yang sedang dihadapi, khususnya oleh negara-negara ASEAN.
Revolusi Industri 4.0 Peluang Bagi Sektor Pertanian
Sehari sebelumnya (11/9), Chairman and Chief Executive Officer Sinar Mas Agribusiness & Food, Franky O. Widjaja juga menjadi pembicara pada sesi diskusi paralel dengan topik “Innovation and Entrepreneurship Ecosystem”.
Di hadapan para wirausahawan pendiri start-up yang datang dari seluruh negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, Franky O. Widjaja mengatakan bahwa Revolusi Industri 4.0 memberikan peluang dan juga sekaligus tantangan, khususnya bagi generasi muda.
Jumlah entrepreneur terus mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan berpotensi memberikan kontribusi untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif untuk kawasan ASEAN. Di Indonesia, jumlah start-ups yang sukses cukup banyak dan mampu memberikan dampak terhadap masyarakat.

Secara khusus di sektor pertanian, Franky O. Widjaja mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital di era Revolusi 4.0 memberikan peluang yang besar untuk dapat meningkatkan produktivitas petani kecil. Dia menekankan peran penting swasta dalam memberikan pendampingan sehingga petani siap menghadapi era Revolusi Industri 4.0.
“Kuncinya adalah memberikan pendampingan kepada petani agar mereka dapat memiliki pengetahuan dan disiplin untuk menerapkan praktek pertanian terbaik (good agriculture practices), akses kepada keuangan, dan pasar sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatannya,” ujar Franky.
]]>
Mengangkat tema “Innovations for Results: Exploration and Inspiration”, Grow Asia Forum 2018 dihadiri oleh sekitar 170 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah, swasta, masyarakat sipil, organisasi internasional, dan organisasi petani yang berasal dari negara anggota ASEAN serta Papua Nugini untuk memperkuat kerja sama di sektor pertanian.

Dalam sambutannya di acara pembukaan, Franky O. Widjaja – yang juga merupakan Co-Chair dari Grow Asia Business Council – menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan ajang tersebut untuk saling menginspirasi, bertukar ide dan pengalaman (best practices) terkait inovasi yang telah dilakukan untuk mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Franky O. Widjaja juga didaulat menjadi pembicara pada sesi panel bersama dengan Nguyen Xuan Cuong, Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam; Mary Ann Sayoc, Lead Public Affairs, East-West Seed Group; dan Marion Martinez, Managing Director, Yara Vietnam Ltd.

Pada kesempatan ini, beliau menekankan perlunya melakukan pendampingan kepada petani agar dapat memiliki pengetahuan dan disiplin untuk menerapkan praktek pertanian terbaik (good agriculture practices), akses kepada keuangan, dan pasar sehingga dapat meningkatkan meningkatkan produktivitas dan pendapatannya.
]]>Dalam membangun bisnis oleokimia, 25 tahun yang lalu, Franky O. Widjaja, CEO dan Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food, telah menetapkan langkah-langkah untuk mentransformasi perusahaan dari sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit Indonesia menjadi pemain bisnis agro global yang terpadu dengan keberadaan kantor di delapan negara di seluruh Eropa, Amerika dan Asia, dan penjualan produk di lebih dari 70 negara.
“Industri oleokimia telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan diversifikasi bisnis kami. Tidak hanya sebagai bagian dari cerita dan sejarah kami, tetapi juga sebagai bagian dari rencana kami untuk masa depan. Masa depan yang akan membutuhkan modernisasi dan penerapan perkembangan digital sehingga perusahaan dapat memproduksi produk yang berkelanjutan kepada pelanggan dengan waktu respons yang lebih cepat pada tingkat kualitas tertinggi,” kata Jesslyne Widjaja, Director of Corporate Strategy and Business Development Sinar Mas Agribusiness and Food.
Oleokimia yang berbahan baku sawit merupakan komponen penting untuk produk perawatan pribadi, makanan dan minuman, produk rumah tangga, minyak dan gas dan banyak lagi produk lainnya. Dewasa ini, konsumen semakin sadar dengan pentingnya pengelolaan lingkungan dan teredukasi dengan baik tentang kesehatan dan keamanan, semakin banyak konsumen yang mencari bahan yang lebih aman, terbarukan, dan alami dalam produk yang mereka gunakan, terutama yang mereka aplikasikan pada kulit dan rambut mereka. Oleokimia yang berbahan baku tanaman, mudah terurai secara biologis, sebuah kualitas yang penting karena dunia terus bergulat dengan limbah dalam jumlah besar yang dihasilkan oleh populasi global yang terus tumbuh yang pada akhirnya mencemari air atau tanah.
Selama 25 tahun beroperasi, pabrik Sinar Mas Oleochemical telah memperoleh segudang sertifikasi, mulai dari ISO 9000 hingga yang sedang diproses saat ini ISO 55000 untuk manajemen energi dan konservasi. Hal ini menjadi salah satu pendorong perusahaan raksasa global dan pelaku bisnis utama di wilayah regional melakukan kemitraan.
“Industri oleokimia kami bertujuan untuk menyediakan solusi satu pintu bagi mereka yang membutuhkan oleokimia untuk mendukung pengembangan produk mereka sendiri. Saat ini, lebih dari 80 persen produk kami diekspor ke luar negeri dan kami ingin terus memperluas penawaran produk dan pasar kami sesuai dengan visi awal Pak Franky,” kata Madeline Tan, CEO Sinar Mas Oleochemical.
Sinar Mas Oleochemical memproduksi Fractionated and Distilled Fatty Acids dan Glycerine, juga Soap Noodles, yang berasal dari perkebunan besar yang dioperasikan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food. Sebagian besar produk Sinar Mas Oleochemical diekspor ke luar negeri, termasuk Jepang, Korea, Taiwan, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan lain-lain. Sisanya diserap oleh pasar lokal.
]]>
Praktiknya dilakukan PT SMART Tbk dengan memberikan pendampingan on-farm dalam bentuk pemberian benih bersertifikat, pemupukan, praktik agronomi berkelanjutan, berikut mencarikan sumber pendanaan, dengan menyediakan jaminan panen (off-taker). Tujuan kemitraan strategis itu agar para petani swadaya dapat mengingkatkan produktivitas, dan tentunya penghasilan mereka.

Hingga tahun ini Sinar Mas Agribusiness and Food telah meremajakan perkebunan kelapa sawit petani swadaya seluas 1.400 hektare (ha) dengan menjangkau lebih 600 petani di Riau dan Jambi.
Komitmen dikungan perusahaan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan organisasi masyarakat sipil SNV Netherlands Development pada medio tahun lalu. Melalui MoU itu, PT SMART Tbk bersama SNV Netherlands Development membantu petani swadaya meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.
Pendampingan juga dilakukan agar para petani dapat menerima sertifikasi minyak sawit berkelanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kemitraan semacam ini diharapkan membuat praktik agribisnis para petani selalu sejalan dengan kebijakan Golden Agri-Resources Social and Environmental Policy (GSEP), yakni meningkatkan produktivitas kebun melalui praktik terbaik, yang berarti meningkatkan pula pendapatan mereka.
]]>