Pengembangan Masyarakat – Sinar Mas /blog Tue, 13 Oct 2020 10:50:59 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Pengembangan Masyarakat – Sinar Mas /blog 32 32 Petani Swadaya, Mitra Strategis Sinar Mas Agribusiness and Food Menerapkan Praktik Bisnis yang Berkelanjutan /blog/?p=1242 Wed, 10 Jan 2018 23:20:41 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1242 Salah satu mitra strategis Sinar Mas Agribusiness and Food (GAR Ltd-PT SMART Tbk) adalah petani kelapa sawit swadaya. Sejak tahun 2015, secara bertahap PT SMART Tbk mendukung mereka melakukan peremajaan perkebunan. Upaya yang sejalan dengan program pemerintah untuk meremajakan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Praktiknya dilakukan PT SMART Tbk dengan memberikan pendampingan on-farm dalam bentuk pemberian benih bersertifikat, pemupukan, praktik agronomi berkelanjutan, berikut mencarikan sumber pendanaan, dengan menyediakan jaminan panen (off-taker). Tujuan kemitraan strategis itu agar para petani swadaya dapat mengingkatkan produktivitas, dan tentunya penghasilan mereka.

Hingga tahun ini Sinar Mas Agribusiness and Food telah meremajakan perkebunan kelapa sawit petani swadaya seluas 1.400 hektare (ha) dengan menjangkau lebih 600 petani di Riau dan Jambi.

Komitmen dikungan perusahaan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan organisasi masyarakat sipil SNV Netherlands Development pada medio tahun lalu. Melalui MoU itu, PT SMART Tbk bersama SNV Netherlands Development membantu petani swadaya meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.

Pendampingan juga dilakukan agar para petani dapat menerima sertifikasi minyak sawit berkelanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kemitraan semacam ini diharapkan membuat praktik agribisnis para petani selalu sejalan dengan kebijakan Golden Agri-Resources Social and Environmental Policy (GSEP), yakni meningkatkan produktivitas kebun melalui praktik terbaik, yang berarti meningkatkan pula pendapatan mereka.

]]>
Sekolah Eka Tjipta: Sekolah Nasional di Tengah Kebun Sawit /blog/?p=1178 Tue, 02 Jan 2018 23:00:29 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1178 Investasi manusia sama pentingnya dengan investasi ekonomi. Pemikiran itu yang melatarbelakangi GAR Ltd dan Sinar Mas Agribusiness and Food menggagas sekolah kebun bagi anak-anak karyawan dan warga sekitar perkebunan kelapa sawit yang mereka kelola. Supaya anak-anak yang ada, tak perlu meretas jarak serta sarana transportasi ke pusat kota yang jauh dan menantang.

Awalnya, keberadaan fasilitas pendidikan di lokasi yang terpencil, jauh dari pusat kota tadi memang arahan pemerintah. Tapi karena GAR dan Sinar Mas Agribusiness and Food mengelolanya layaknya investasi, mereka bergerak menyelenggarakan pendidikan dari tingkat usia dini hingga sekolah menengah, dengan menggandeng Eka Tjipta Foundation (ETF) lewat program peningkatan kualitas sekolah kebun. Hasilnya, sejumlah sekolah – yang dinamakan Sekolah Eka Tjipta – berhasil menyandang status sekolah standar nasional, terakreditasi A.

ETF secara berkala bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta dinas pendidikan setempat bergerak ke lapangan melakukan penilaian yang  hasilnya digunakan sebagai dasar penyusunan langkah perbaikan. Dari sana, serangkaian  pelatihan manajemen bagi sekolah yang berada di bawah naungan perusahaan digelar.

ETF sendiri adalah lembaga yang mewadahi kegiatan sosial perusahaan yang tersebar di berbagai pilar bisnis Sinar Mas. Fokus ETF tertuju pada bidang pendidikan, budaya, dan lingkungan, dengan visi meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat sehingga mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia secara berkelanjutan.

Hasilnya, hampir 300 sekolah kebun telah menjangkau sekitar 30 ribu ‘anak kebun’ dengan bimbingan sekitar 3 ribu guru yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua, yang kualitasnya terus didorong. Kini, 50 diantaranya telah menyandang nama Sekolah Eka Tjipta. Sekolah yang berlandaskan pada nilai-nilai kehidupan pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, yakni “menjadi sekolah yang menghasilkan individu berbudi luhur, berkarakter, berprestasi dan peduli lingkungan,” dan tentu saja berstandar nasional.

Jamal Rosid adalah seorang ‘anak kebun’ yang berhasil mencatatkan prestasi istimewa. Dibawa keluarganya berpindah dari Kebumen, Jawa Tengah, ia melanjutkan studi ke SD Eka Tjipta Terawan, Kalimantan Tengah, pada tahun 2009, di kelas 3. Kedua orang tuanya adalah karyawan PT Bina Sawit Abadi Pratama kebun Terawan.

Terpilih masuk tim Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang akan berlaga di tingkat Kecamatan Danau Seluluk tahun 2011, di bidang matematika, mengharuskan dirinya mengikuti bimbingan khusus selama setahun. Ketika itu, Jamal meraih posisi kedua. Tahun berikutnya ia kembali mengikuti OSN bidang matematika, dan kali ini berhasil menjadi juara 1, yang berarti berhak mewakili Kecamatan Danau Seluluk mengikuti seleksi di tingkat Kabupaten Seruyan di Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah. Di ajang ini Jamal menjadi yang terbaik.

Keberhasilannya berlanjut saat ajang OSN Matematika Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2012, dengan kembali meraih posisi pertama. Sebagai yang terbaik di tingkat provinsi, Jamal melanjutkan langkahnya berkompetisi ke OSN tingkat nasional di Jakarta. Meskipun di tingkat nasional, ia belum berhasil, namun perjalanan prestasinya adalah contoh. ‘Anak kebun’ tak bersekolah? Itu cerita lama. Sekarang ini, ‘anak kebun’ mencatatkan prestasi di sekolah.

]]>
Politeknik Sinar Mas Berau Coal, Jawab Kebutuhan Industri di Kabupaten Berau /blog/?p=1148 Sun, 31 Dec 2017 00:23:14 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1148 Hambatan utama bagi lulusan sekolah menengah atas di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, saat memasuki dunia kerja di sana adalah kurangnya keahlian yang mereka miliki. Akibatnya, daya saing pemuda setempat lemah, dan industri yang ada – khususnya di sektor pertambangan yang menjadi primadona wilayah itu – kesulitan mendapatkan tenaga kerja ahli.

Berau Coal adalah salah satu perusahaan yang sempat merasakan hal ini. Hingga akhirnya datang ide untuk mendirikan Politeknik Sinar Mas Berau Coal yang menjadi sarana pendidikan di sejumlah bidang yang sesuai dengan kebutuhan industri di Berau, atau dikenal sebagai metode link and match.

Di Politeknik Sinar Mas Berau Coal, lulusan sekolah menengah atas yang berhasil melalui proses seleksi akan memperoleh beasiswa penuh untuk menjalani studi selama 3 bulan. Materi pelajaran dan pelatihan yang diberikan merupakan keahlian yang menjadi dibutuhkan perusahaan-perusahaan yang banyak beraktivitas di Berau, seperti survei dan pemetaan lapangan, pengoperasian serta mekanika alat berat seperti dump truck, excavator, bulldozer, dan pengelasan. Bidang tersebut menjadi kebutuhan utama industri pertambangan, khususnya batu bara.

Agar proses belajar yang berbentuk perpaduan antara perkelasan dan praktik lapangan semakin efektif, para siswa ditempatkan di asrama. Tahun ini, politeknik pertama yang hadir di Kabupaten Berau ini tercatat telah meluluskan 150 peserta didik, yang terserap oleh sejumlah perusahaan rekanan Berau Coal. Tak kurang dari anggota Komisi IX DPR RI mengapresiasi inisiatif ini. “Dengan adanya politeknik pertambangan di Kabupaten Berau ini, akan meningkatkan tenaga kerja lokal, agar tidak ada kesenjangan,” jelas Abidin Fikri  di sela-sela kunjungannya ke kampus politeknik, Senin (6/8/2018).

Mendapati hal ini, Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal berupaya meningkatkan kapasitas lembaga dengan memperluas jangkauan jaminan kerja, diantaranya melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Berau Coal dengan tiga kontraktor besar di wilayah Berau, yakni PAMA, Ricobana, dan SIS. Selain itu, pengembangan kurikulum juga terus dilakukan, antara lain dengan dibukanya program Diploma III/IV di tahun 2018 untuk memenuhi ragam kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus berkembang.

]]>