Pemadam Kebakaran – Sinar Mas /blog Mon, 12 Mar 2018 03:17:39 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Pemadam Kebakaran – Sinar Mas /blog 32 32 Pemerintah Provinsi Riau Dapat Dukungan APP Sinar Mas Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan /blog/?p=1369 Mon, 12 Mar 2018 03:14:06 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1369
Pelaksana Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Riau saat meninjau barisan, dan kelengkapan alat Regu Pemadam Kebakaran Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas saat Apel Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau, di halaman Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Kamis (8/3). Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan sejak 19 Februari 2018 hingga 31 Mei 2018.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menegaskan dukungannya dalam kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2018.

Dukungan ini antara lain dinyatakan dalam keterlibatan Apel Siaga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Riau yang turut dihadiri unsur pemerintah pusat serta daerah dan unsur masyarakat.

Apel siaga yang diselenggarakan di halaman kantor Gubernur Riau, APP Sinar Mas menegaskan kesiapsiagaannya dengan menampilkan Regu Pemadam Kebakaran (RPK), berbagai macam peralatan dan kendaraan pemadam, serta situation room center sebagai pusat pendistribusian informasi mengenai deteksi hotspot dan fire spot secara realtime di seluruh lahan konsesi APP Sinar Mas dan mitra pemasoknya.

“Kami siap dan mendukung penuh Pemprov Riau dalam menanggulangi dan mencegah bencana kebakaran lahan dan hutan. Hal ini merupakan komitmen kami untuk bersama-sama dalam pencegahan kebakaran hutan, dan sejalan dengan komitmen perlindungan hutan kami yang tertuang dalam Forest Conservation Policy,” ujar Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Suhendra Wiriadinata, Kamis (8/3).

Pelaksana Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengapresiasi atas dukungan dan peran serta swasta dalam upaya penanggulangan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satunya adalah Sinar Mas Forestry yang telah berkontribusi dengan mengerahkan helikopternya untuk kegiatan water boombing disejumlah titik-titik kebakaran di berbagai daerah Riau.

“Dulu penanganan baru secara parsial, tapi sekarang bergabung swasta dan pemerintah. Karena itu kita berterima kasihlah dengan Sinar Mas yang turut berkontribusi melakukan pemadaman karhutla ini,” kata Wan Thamrin usai memimpin apel siaga darurat karhutla di halaman Kantor Gubernur.

Dalam mendukung pencegahan dan penanganan karhutla di provinsi Riau, sebelum status siaga karhutla di Riau ditetapkan pada 19 Februari 2018, unit forestry APP Sinar Mas, PT Arara Abadi – Sinar Mas Forestry pada tanggal 8 Februari lalu menurunkan tim darat 2 regu RPK dan tim udara heli waterbombing untuk membantu pemerintah daerah Pelalawan pada kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat Pulau Muda kecamatan Teluk Meranti Pelalawan.

Selain Kabupaten Pelalawan, bersama dengan tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri serta masyarakat setempat melalui Satgas Karhutla Riau, Sinar Mas Forestry Riau bersama mitra pemasoknya juga membantu pemadaman karhutla di lima kabupaten/kota lainnya, yakni Kabupaten Meranti, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Dumai.

Pemadaman dilakukan melalui tim darat (RPK) yang lengkap dengan peralatannya, serta pemadaman oleh tim udara dengan mengerahkan tiga heli (dua jenis Superpuma dengan kapasitas 5.000 liter air sekali bombing dan satu unit heli jenis Bell 412 dengan kapasitas 2.000 liter air).

Hingga kini, sudah dilakukan 590 kali bombing dengan total air yang telah dibombing sekitar 3 juta liter.

Selain itu, untuk memantau hotspot dan firespot pihaknya mengoperasikan 28 unit pesawat nirawak drone dan 12 unit CCTV 360 derajat termasuk CCTV infrared yang bisa melihat kebakaran pada malam hari. Semua persiapan dan kesiapan serta penanganan karhutla tadi terintegrasi dan dikontrol di Situation Room baik di pusat (Jakarta) maupun di daerah.

Untuk kesiapan pencegahan dan penanganan karhutla tahun 2018 di Riau, selain mengoperasikan tiga heli waterbombing, Sinar Mas Forestry Riau juga menyiapkan RPK dengan jumlah lebih dari 900 personel yang tersertifikasi Manggala Agni, 500 orang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), 41 menara pemantau api, 30 unit fire truck, 31 mobil patroli, 74 sepeda motor patroli, 27 mobil tangki, 5 unit airboat yang beroperasi di air dan rawa, serta 614 mesin pemadam.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan yang sinergis dan terintegrasi merupakan salah satu prioritas utama APP Sinar Mas dalam menjaga kelestarian hutan.

Oleh karena itu, APP Sinar Mas akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan otoritas dan pemangku kepentingan lain terkait untuk mencegah serta menangani karhutla di seluruh wilayah operasinya.

Sumber: Tribunnews.com

]]>
Cerita dibalik Pemadaman Api APP Sinar Mas /blog/?p=569 Fri, 10 Mar 2017 06:42:02 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=569 Memadamkan api di suatu lahan tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan kisah-kisah mistis menyelimuti kegiatan ini.

Kisah-kisah mistis dialami petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan konsensi Asia Pulp and Paper (APP) Sinarmas di Kabupaten Ogan Komering ilir, Sumatera Selatan. Petugas mulai dari kesurupan hingga api tidak bisa dipadamkan dalam satu minggu.

Peristiwa mistik pertama terjadi pada 2009 lalu. Saat hendak melakukan pemadaman kebakaran hutan, petugas pemadam, Rahadi harus berjibaku selama seminggu lantaran api tidak dapat dipadamkan.

“Diameter apinya itu kecil. Kalau normalnya itu hitungan jam sudah mati dan paling lama satu hari. Tapi kami bersama tim yang berjumlah 12 orang sampai satu minggu baru padam (apinya),” ujar Rahadi kepada detikcom usai latihan pemadaman di Distrik Sungai Jelutung, Kabupaten Oki, Sumsel, Kamis (9/3/2017).

Peristiwa unik pertama terjadi ketika dirinya bersama rekan satu tim tiba di Simpang Jaribi, Sungai Jelutung yang merupakan wilayah konsensi APP Sinarmas. Setibanya di lokasi, mesin baru yang digunakan untuk memadamkan api tidak dapat dinyalakan.

Padahal sebelumnya telah dilakukan pengecekan sebelum berangkat dan mesin dalam keadaan baik. Hingga 5 jam berada di lokasi, mesin tidak juga dapat dinyalakan. Namun ketika mesin akan ditukar dan sesampainya di kantor Distrik, mesin kembali menyala.

“Awalnya mesin itu hidup sebelum dibawa. Tapi pas sampai di sana nggak mau hidup, padahal masih baru. Hampir lima jam kami coba hidupkan tidak bisa. Tapi pas sampai di kantor hidup lagi,” katanya mengingat awal kejadian tersebut.

Tidak hanya itu, pada saat pembuatan kanal untuk menghambat jalannya api agar tidak merambat, juga tidak bisa dilakukan. Hal ini lantaran kanal tidak dapat dibuat secara lurus meskipun telah dilakukan pemancangan. Namun selalu keluar dari jalur yang dipasang garis pancang.

Rahadi (45), meyakini kejadian mistis tersebut dikarenakan adanya makam tua yang tidak lagi terawat. Makan tersebut tidak diketahui masyarakat sekitar.

Hal serupa dialami tim pemadam yang berbeda, Nursaringat (40) saat melakukan pemadaman di lokasi yang sama pada akhir 2016 lalu. Salah seorang tim kesurupan dan berpesan bahwa ada makam yang telah diratakan oleh alat berat saat pembuatan kanal.

“Ada teman satu tim yang kesurupan pas mau padamkan api di Simpang Jeriji. Dia berpesan kalau lokasi tersebut adalah bekas makamnya,” ujar Nursaringat.

Meski tidak pernah melihat secara langsung dengan kasat mata, namun masyarakat dan petugas di kawasan konsensi tersebut meyakini keberadaan penghuni Simpang Jeriji. Setelah petugas mendapat pesan tersebut, tidak lama berselang dirinya bersama tim kemudian memberikan tanda (patok) di tempat yang disebut-sebut merupakan makam tua tersebut.

“Sejak kami kasih patok tidak ada lagi gangguan di sana terutama untuk kebakaran itu tidak ada lagi, ” tutupnya.

Alat Canggih Pendeteksi Api

APP Sinarmas memasang dua kamera thermal untuk memantau titik api di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Tidak tanggung-tanggung, harga satu unit kamera pendeteksi mencapai Rp 1,3 miliar.

Kamera yang dipasang di dua titik seperti Padang Sugihan dan Simpang Tiga yang merupakan konsensi APP Sinarmas dan menjadi tanggung jawab utama perusahaan kertas tersebut.

“Awal Januari 2017 sudah dipasang kamera pemantau titik api. Dengan pantauan kamera tersebut, tim pemantau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dapat dengan mudah memonitor letak-letak keberadaan titik api, ” ujar perwakilan dari manajemen APP Sinarmas Mujica Lusaka, kepada wartawan di Air Sugihan Oki.

Kamera thermal sendiri dipasang diatas tower pemantauan dengan ketinggian 70 meter. Kamera juga mampu mendeteksi titik api berukuran 2 meter persegi dengan jarak 10 kilometer dan memutar 360 derajat.

Menurut Mujica, selain jangkauan yang luas, kamera juga dapat memberikan data akurat dan bersifat sesuai kenyataan. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pencegahan Karhutla, Sinarmas berencana menambah kamera untuk diletakkan di beberapa titik yang sulit dipantau petugas di lapangan.

“Rencananya akan kita tambah lagi. Karena masih ada beberapa titik yang belum dapat terpantau langsung oleh petugas,” imbuhnya.

Selama 201 6, Sinarmas telah berhasil menekan angka arhutla hingga 90 persen lebih dibandingkan tahun 2015. Termasuk dengan menerapkan Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang tersebar di 500 lokasi yang ada di Ogan Komering Ilir.

(Sumber: Detik )

]]>