KLHK – Sinar Mas /blog Fri, 17 Jul 2020 03:52:39 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png KLHK – Sinar Mas /blog 32 32 APP Sinar Mas Raih Penghargaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan /blog/?p=2884 Fri, 17 Jul 2020 03:51:50 +0000 /blog/?p=2884 PT Arara Abadi, unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas dan PT Riau Indo Agropalma (RIA) yang juga mitra pemasok APP Sinar Mas meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Perusahaan dinilai telah berjasa dalam penanganan konflik Harimau Sumatera dengan manusia di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Penyerahan penghargaan dilakukan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Wiratno mewakili Menteri LHK di Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau di Kota Pekanbaru, Kamis (16/7/2020).

“Ini penghargaan yang paling banyak saya serahkan dalam sehari selama jadi Dirjen,” kata Wiratno.

Total ada 47 penghargaan yang diberikan oleh KLHK. Selain APP Sinar Mas, puluhan penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Inhil, Polres Inhil, Kodim 0314 Inhil, KPHP Mandah, dan 37 pegawai, Polhut, dokter hewan, dan tenaga pengaman hutan lainnya di BBKSDA Riau.

Kemudian, KLHK juga memberi penghargaan pada Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan wartawan Detik.com Haidir Tanjung dan wartawan Riau Pos Kunni.

Wiratno menyatakan sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penanganan satwa dilindungi tersebut, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, yayasan konservasi satwa, perusahaan, jajaran BBKSDA Riau, dan jurnalis yang ikut terlibat dalam upaya penanganan konflik tersebut.

“Penghargaan ini tak ternilai harganya. Terima kasih kami ucapkan, salam dari Ibu Menteri (LHK) karena Anda semua begitu tulus melakukan upaya penyelamatan harimau ini,” ujarnya.

Ia berharap ini adalah momentum yang bagus untuk kolaborasi semua pihak agar konflik tidak terjadi lagi. Pihak pemegang konsesi juga diharapkan menjaga areanya dari jerat dan aktivitas perburuan yang mengancam satwa dilindungi.

“Tolong lakukan pembersihan jerat, jangan sampai ada jerat di konsesi perusahaan,” ujarnya.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono menambahkan konflik Harimau Sumatera dan manusia di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berlangsung sangat lama dan menguras waktu dan energi. Untuk satu kasus harimau yang paling menyita perhatian, yakni kasus harimau diberi nama Bonita, upaya penangkapannya mencapai dua tahun.

Meski begitu, ia bersyukur ada hikmah dalam upaya bersama tersebut karena adanya kekompakan dari semua pemangku kebijakan untuk saling membantu. Pihak perusahaan dinilai juga banyak membantu dalam penanganan konflik tersebut.

“Bahkan setelah kasus Bonita, konflik harimau seperti gak selesai-selesai. Hal ini menjadi sejarah kebersamaan mulai dari TNI, Polri, perusahaan, masyarakat, dan semua pihak sebagai wujud kebersamaan. Hari ini KLHK berikan penghargaan yang mungkin gak ada nilai rupiahnya, tapi bagi kami ini luar biasa untuk penyelamatan Harimau Sumatera,” kata Suharyono.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhil Samsudin Uti usai penyerahan penghargaan menyatakan apresiasinya terhadap jajaran BBKSDA Riau karena selalu merespon cepat ketika menerima laporan konflik harimau dan manusia di Inhil.

Ia berharap ada strategi dari KLHK untuk mencegah konflik satwa dilindungi dengan manusia. Karena, Kabupaten Inhil terdapat banyak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).

“Tentu kita tak ingin ini. terus terjadi karena Harimau Sumatera adalah satwa yang harus kita jaga agar tak punah,” katanya.

 

Sumber: Antara

]]>
KLHK Apresiasi Program Desa Makmur Peduli Api /blog/?p=632 Fri, 24 Mar 2017 09:32:33 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=632 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia menggelar pameran dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional 2017.

Dibuka oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya, pameran Hari Hutan Internasional menjadi ajang bagi perwakilan multisektor untuk menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung program pelestarian hutan Indonesia.

Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas merupakan salah satu pihak yang turut serta, dengan menunjukkan program unggulan Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

DMPA sendiri adalah sebuah program terpadu yang dirancang untuk mengembangkan potensi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar, salah satunya melalui kegiatan agroforestri.

Melalui program DMPA, pendapatan masyarakat dapat naik hingga 50 hingga 70 persen dalam kurun tiga tahun lewat berbagai kegiatan ekonomi, sekaligus menggugah kesadaran masyarakat setempat untuk menjaga ikut menjaga lingkungan sekitar terutama dari bahaya kebakaran hutan.

“Total 76 desa sudah terbantu dengan adanya program ini, dan diharapkan akan mencapai target total 200 desa di tahun 2017 ini,” ujar Agung Wiyono, Kepala Divisi Sosial dan Keamanan Sinar Mas Forestry dalam talkshow DMPA di pameran tersebut, beberapa waktu lalu.

Selain Agung Wiyono, turut hadir Suryono sebagai salah seorang petani champion dalam program DMPA dan Untung Suprapto sebagai perwakilan dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Tidak hanya dibantu secara modal, APP Sinar Mas berusaha membangun sistem yang membantu para petani dari berbagai sisi. Kami juga melakukan transfer teknologi, fasilitasi pemasaran, interaksi antar sumber daya dan dialog untuk menyelesaikan permasalahan sengketa lahan,” kata dia.

Suryono sebagai salah satu petani asal Riau yang berpartisipasi dalam program ini ikut mengakui bahwa DMPA telah membantu menyejahterakan kehidupannya sebagai petani.

“Dari awal saya mengikuti program ini, bantuan modal yang diberikan Rp 2 juta dan saya berhasil mendapat keuntungan hingga Rp 8 juta. Sampai saat ini saya sudah dapat menghasilkan hingga Rp 200 juta per bulan, sudah bisa menyewa toko kecil dan mengupah karyawan,” tutur Suryono, yang belum lama ini menginvestasikan Rp 40 juta untuk menanam cabai dan kemudian mencetak hasil panen senilai Rp 160 juta.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan teknologi yang diajarkan, petani juga tidak lagi melakukan praktik tebang bakar untuk mengelola lahan.

Kesuksesan program DMPA turut mengundang pujian dari Untung Soeprapto selaku perwakilan dari Direktorat Pengandalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Program-program seperti ini seharusnya bisa lebih mendapatkan sorotan, supaya pesannya tersampaikan kepada petani-petani lainnya. Agar semua petani bisa maju seperti Pak Suryono, dibutuhkan adanya gerakan bersama di antara para petani dan dukungan dari berbagai sektor usaha,” ujar Untung.

Program DMPA ke depannya akan dikembangkan di berbagai wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi dan Sumatera Selatan.

(Sumber: Republika )

]]>