Warning: Undefined variable $needReplaceWords in /var/www/html/uzcms/skylinelendingus.com/index.php on line 1355 KADIN – Sinar Mas /blog Wed, 05 Oct 2022 08:03:18 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png KADIN – Sinar Mas /blog 32 32 Sinar Mas Dukung Kemitraan Inklusif Agar UMKM Naik Kelas /blog/?p=3628 Wed, 05 Oct 2022 07:59:30 +0000 /blog/?p=3628 Sinar Mas bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan ekstrem, yakni dengan cara terus mendorong peran UMKM untuk naik kelas dan mempunyai daya saing global.

UMKM masuk dalam prioritas utama forum multilateral G20, bahkan masuk dalam prioritas utama forum multilateral G20. Hal ini sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo, yang mencanangkan program Economic Empowerment sebagai Gerakan Nasional Indonesia.

Oleh karena itu, Sinar Mas ikut berpartisipasi dalam acara Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas yang dihadiri dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (3/10/2022) di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mendorong sektor usaha besar untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat agar dapat menggerakkan ekonomi di sekitar.

“Jangan sampai ada perusahaan besar berada di sebuah daerah, pabriknya kelihatan tinggi-tinggi dan besar sekali, lingkungannya miskin,” pesan Jokowi.

Sejalan dengan yang disampaikan Presiden, Koordinator Wakil Ketua Umum II Bidang Perekonomian Kadin, Franky O. Widjaja juga mengatakan, bahwa sektor usaha harus memadukan inisiatif yang selama ini efektif memberdayakan perekonomian masyarakat, seperti skema Inclusive Closed Loop Flying Wheel, dengan modul dari berbagai negara yang berhasil menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi mereka.

Sektor UMKM telah menjadi lokomotif dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Terbukti sepanjang tahun 2022, UMKM berkontribusi hingga 61.97% dari total PDB nasional, atau setara dengan Rp8.500 Triliun.

Salah satu upaya APP Sinar Mas mendukung kemitraan inklusif adalah dengan memberdayakan masyarakat melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Program ini dilakukan di sekitar lingkup forestry dan lingkup pabrik melalui program CSR Perusahaan.

Program DMPA telah menjangkau 405 desa dengan melibatkan 80.000 Kartu Keluarga. Desa Makmur Peduli Api juga tersebar di 5 provinsi, di antaranya Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Adapun program ini dibuat dengan tujuan untuk mengurangi tekanan terhadap lahan hutan dengan menyediakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo berkesempatan untuk berbincang dengan Wanudin yang merupakan salah satu pembudidaya lebah madu binaan program DMPA dari provinsi Jambi.

“Program kemitraan dengan perusahaan terbukti telah memberikan banyak perubahan terutama dalam perekonomian,” ujar Wanudin dengan antusias.

Saat ini, kelompok budidaya Wanudin telah menghasilkan lebih dari 2.000 kotak lebah jenis Apis Melifira dengan merek dagang “Madu Murni Melifira” dengan omset penghasilan sebesar Rp200 juta per bulan. Presiden Joko Widodo turut mengapresiasi program DMPA yang dilakukan oleh APP Sinar Mas.

“Seperti madu, biasanya dimasukkan botol dan dijual di pasar. Namun, dengan packaging yang bagus dan branding produk yang baik, dapat menaikkan harga jual berkali-kali lipat, dan sentuhan seperti itu yang diharapkan,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Republik Indonesia pun berharap Madu Murni Melifira yang merupakan program binaan APP Sinar Mas ini tidak hanya dipasarkan ke pasar lokal, tetapi juga dapat masuk ke pasar ekspor dunia.

 

]]>
Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi /blog/?p=3250 Fri, 23 Jul 2021 08:21:52 +0000 /blog/?p=3250 Pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini telah memasuki siklus tertinggi dalam penyebarannya. Kondisi ini kembali mendorong komitmen para pengusaha di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) atau yang disebut Pengusaha Peduli NKRI dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dengan menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, gerakan lintas industri ini menghasilkan donasi untuk pengadaan 35.000 ton beras bagi 7 juta keluarga yang penyalurannya mulai dilaksanakan pada Jumat (23/7/2021) di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Selain beras, donasi tersebut juga digunakan untuk pengadaan konsentrator oksigen, penyaluran obat-obatan, serta dukungan penyelenggaraan sentra vaksinasi bersama.

“Donasi ini masih dengan tujuan yang sama seperti saat inisiatif Pengusaha Peduli NKRI bermula Maret tahun lalu, yakni solidaritas dan kepedulian kalangan usaha atas masyarakat yang terdampak pandemi, memperkuat apa yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia,” kata Gandi Sulistiyanto selaku koordinator Pengusaha Peduli NKRI. Dari Tzu Chi Center, Jakarta Utara, Sulistiyanto yang calon duta besar untuk Republik Korea Selatan ini berharap, secara bertahap nilai donasi akan meningkat sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang akan terbantu.

Dalam debutnya sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia yang baru, Arsjad Rasjid sangat mengapresiasi aksi bersama yang telah berlangsung secara berkesinambungan.

“Di mana solidaritas berikut kepedulian kepada sesama tetap terpelihara meskipun sektor usaha juga tengah berupaya bertahan dari imbas pandemi,” ujarnya.

Dirinya berharap bantuan selain dapat memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi pandemi juga turut menggugah perusahaan lain untuk turut bergabung.

Hingga saat ini perusahaan yang bergabung dalam donasi adalah Sinar Mas, Agung Sedayu Group, Astra International, Djarum Foundation, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Barito Pacific Tbk, PT Intisumber Bajasakti, First Resources Ltd., Putera Sampoerna Foundation, PT Sampoerna Agro Tbk., Panin Group, Triputra Group, KPN Corp, Gan Konsulindo, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Permata Hijau Group, PT Samudra Marine Indonesia serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Penyaluran bantuan, menurut Pembina Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Sinar Mas yang juga Wakil Ketua Umum Eka Tjipta Foundation, Hong Tjhin, akan melibatkan para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di berbagai wilayah, dengan dukungan aparat TNI-Polri.

“Bantuan beras adalah kelanjutan dari penyaluran yang berlangsung sejak Perayaan Imlek Nasional bulan Februari silam hingga kini. Karena pandemi harus dihadapi dengan kesatuan hati dan kebersamaan semua pihak,” ujarnya saat penyerahan terbatas – karena pertimbangan protokol kesehatan – yang turut dihadiri Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono.

Awal pandemi pada Maret 2020 lalu, Pengusaha Peduli NKRI berhasil menggalang dana lebih dari Rp660 miliar dalam wujud bahan pangan untuk masyarakat, beserta peralatan kesehatan seperti ventilator, alat pelindung diri, peralatan uji cepat, dan masker bagi para tenaga kesehatan dan fasilitas medis melalui koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19. Bantuan tersebar ke 358 institusi dan 1.080 rumah sakit serta puskesmas di Jabodetabek, dan 26 provinsi lain di Indonesia.

]]>
Sinar Mas Berpartisipasi di Ajang Jakarta Food Security Summit – 5 /blog/?p=3056 Wed, 18 Nov 2020 09:35:11 +0000 /blog/?p=3056 Sinar Mas sangat mendukung upaya-upaya mencari solusi meningkatkan ketahanan pangan Indonesia. Oleh karena itu, Sinar Mas bangga dapat kembali berpartisipasi dan berkontribusi dalam gelaran dua tahunan Jakarta Food Security Summit (JFSS)-5 pada 18-19 November 2020.

JFSS merupakan forum lintas sektor yang diinisiasi oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan. Tujuan diadakannya JFSS adalah untuk meningkatkan produktivitas pangan Indonesia dengan meningkatkan kesejahteraan petani sebagai stakeholder utama dengan menerapkan praktik-praktik pertanian yang efisien dan ramah lingkungan.

Tahun ini, JFSS mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Meningkatkan Kesejahteraan Petani, Peternak, Nelayan dan Industri Pengolahan”.

Berlangsung secara daring melalui Zoom dan YouTube KataData dan KADIN selama dua hari, JFSS menempatkan petani sebagai pemeran utama dan industri pangan Indonesia sebagai agenda utama.

Saat membuka JFSS-5 tahun 2020, Rabu (18/11), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan apresiasinya untuk program inisiatif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam meningkatkan efisiensi dan kinerja sektor pangan nasional dalam bentuk model kemitraan inclusive closed loop. Program ini merupakan kemitraan antara pemerintah, pengusaha, dan petani yang saling menguntungkan dari hulu hingga hilir.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka JFSS-5 tahun 2020, Rabu (18/11).

Jokowi juga menunggu komitmen KADIN untuk mendampingi dua juta petani swadaya pada 2023 yang dilibatkan dalam program dengan skema inclusive closed loop tersebut.

“Saya sangat berharap model bisnis kolaboratif yang inklusif ini bisa mendongkrak sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru yang membuka lebih banyak lapangan kerja dan menjadi sumber kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Agribisnis, Pangan & Kehutanan, Franky Oesman Widjaja saat membuka sesi panel JFSS ke-5 mengatakan bahwa ada sejumlah hal yang menjadi penentu kesuksesan sebuah negara dalam rantai pangan dunia.

Salah satunya adalah menciptakan ekosistem dan bisnis model yang kondusif, yakni inclusive close loop model. Menurutnya, bisnis model ini sudah terbukti dalam penerapan working group bidang agribisnis yang diterapkan Kadin bersama PISAgro.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Bidang Agribisnis, Pangan & Kehutanan, Franky Oesman Widjaja saat membuka sesi panel JFSS ke-5

“KADIN Indonesia bersama PISAgro (Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture) bertekad meningkatkan pendampingan bagi 2 juta petani pada tahun 2023 setelah sebelumnya melalui kerja bersama lintas pihak mampu memenuhi amanat Presiden Joko Widodo pada penyelenggaraan tahun 2015, yakni menjangkau 1 juta petani,” ujar Franky O. Widjaja yang juga Sinar Mas Board Member.

“Pendampingan tersebut bisa berhasil karena menggunakan modul inclusive closed loop mulai dari pelatihan, akses terhadap bibit unggul dan pupuk yang tepat, dan praktik pertanian yang baik,” tambah Franky.

Sektor pangan, dari hulu ke hilir adalah gantungan hidup lebih 55 juta pekerja dari keseluruhan 128 juta pekerja yang ada di seluruh Indonesia. Melalui pengelolaan yang tepat sekaligus berkelanjutan, sektor pangan berpotensi memberikan kontribusi sebesar 1 triliun dollar. Saat pandemi berlangsung sektor pertanian tetap tumbuh sekitar 2,2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Bagi Sahabat Sinar Mas ​yang ingin membaca atau mempelajari materi yang telah disampaikan oleh para narasumber di sepanjang rangkaian acara #JFSS2020, bahan presentasi dapat dilihat dan diunduh pada tautan ​https://katadata.co.id/JFSS2020

]]>
World Economic Forum on ASEAN 2018 /blog/?p=1938 Thu, 13 Sep 2018 08:03:17 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1938 Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri pembukaan World Economic Forum on ASEAN yang diselenggarakan di National Convention Center, Hanoi, Vietnam, pada 12 September 2018. Bersama dengan sejumlah pemimpin dari negara-negara ASEAN, Presiden memberikan paparan terkait dengan kebijakan pemerintah Indonesia memasuki Revolusi Industri 4.0 dalam sesi yang bertajuk “ASEAN Priorities in the Age of the Fourth Industrial Revolution”.

Dalam paparannya, Presiden menganalogikan kondisi perekonominian global dengan Analogi Film ‘Avengers’, yang sedang menuju ‘perang yang tak terbatas’ atau ‘infinity war’. Mengambil sosok bernama ‘Thanos’ yang ingin memusnahkan setengah populasi bumi karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas.   

Menurut Presiden, pada kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas. Apalagi, perkembangan teknologi telah menghasilkan peningkatan efisiensi dan memberi peluang untuk memperbanyak sumber daya. Di Indonesia, sumber daya manusia khususnya kaum muda sedang menggerakkan transformasi e-commerce dan ekonomi digital.    

Hal ini turut mendorong Revolusi Industri 4.0. yang ia yakini akan menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesetaraan. Presiden optimistis bahwa ASEAN termasuk Indonesia akan menjadi yang terdepan dalam Revolusi Industri 4.0. Sambutan Presiden mendapat apresiasi dari para hadirin karena tepat dengan kondisi yang sedang dihadapi, khususnya oleh negara-negara ASEAN.

 

Revolusi Industri 4.0 Peluang Bagi Sektor Pertanian

Sehari sebelumnya (11/9), Chairman and Chief Executive Officer Sinar Mas Agribusiness & Food, Franky O. Widjaja juga menjadi pembicara pada sesi diskusi paralel dengan topik “Innovation and Entrepreneurship Ecosystem”.  

Di hadapan para wirausahawan pendiri start-up yang datang dari seluruh negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, Franky O. Widjaja mengatakan bahwa Revolusi Industri 4.0 memberikan peluang dan juga sekaligus tantangan, khususnya bagi generasi muda.

Jumlah entrepreneur terus mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan berpotensi memberikan kontribusi untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif untuk kawasan ASEAN. Di Indonesia, jumlah start-ups yang sukses cukup banyak dan mampu memberikan dampak terhadap masyarakat.

Franky O. Widjaja, Chairman & CEO Sinar Mas, Agribusiness and Food, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan, Co-Chair Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro), Co-Chair Grow Asia Business Council bersama dengan Professor Klaus Schwab, Pendiri dan Executive Chairman World Economic Forum usai sesi diskusi “Innovation and Entrepreneurship Ecosystem”.

Secara khusus di sektor pertanian, Franky O. Widjaja mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital di era Revolusi 4.0 memberikan peluang yang besar untuk dapat meningkatkan produktivitas petani kecil. Dia menekankan peran penting swasta dalam memberikan pendampingan sehingga petani siap menghadapi era Revolusi Industri 4.0.  

“Kuncinya adalah memberikan pendampingan kepada petani agar mereka dapat memiliki pengetahuan dan disiplin untuk menerapkan praktek pertanian terbaik (good agriculture practices), akses kepada keuangan, dan pasar sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatannya,” ujar Franky.

]]>