ITC Group – Sinar Mas /blog Mon, 27 Jun 2022 03:33:52 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png ITC Group – Sinar Mas /blog 32 32 Ada Pengelolaan Sampah Terpadu di ITC Cempaka Mas /blog/?p=3590 Mon, 27 Jun 2022 03:33:51 +0000 /blog/?p=3590 Sebagai wujud implementasi aspek Environmental, Social and Governance (ESG) secara konsisten dan bertanggung jawab dalam aktivitas bisnis perusahaan, Sinar Mas Land melalui ITC Group mengimplementasikan program pengelolaan sampah terpadu di ITC Cempaka Mas bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan PT Mitra Karunia Indah.

Implementasi program pengelolaan sampah diresmikan oleh Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) dan disaksikan langsung oleh Dhany Sukma (Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat) dan Asep Kuswanto (Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta) pada Kamis (23/6) di Area Boulevard Pintu Barat, ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan, “Saya mengapresiasi langkah ITC Group sebagai kawasan dan perusahaan pertama yang secara mandiri mengelola limbah dan sampah. Ini merupakan sikap yang bertanggung jawab atas semua sampah residu yang dihasilkan. Kegiatan ekonomi yang sejalan dengan ekologi merupakan terobosan yang sangat penting. Saya berharap kegiatan ini juga menjadi proses pembelajaran untuk diterapkan di tingkat rumah tangga dan perkantoran lain.”

img-bsd-train-station
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan kata sambutan dalam program Pengelolaan Sampah Terpadu ITC Cempaka Mas

Pengelolaan sampah di lingkungan ITC Cempaka Mas dilakukan melalui beberapa tahap seperti pemilahan sampah hingga ke TPS, pengolahan sampah sampai kegiatan daur ulang menjadi bahan daur ulang yang menghasilakan pakan magot, biopori, komposter dan lain-lain. Dampak positif dari pengelolaan sampah tidak hanya datang dari sisi kebersihan tapi juga memberi nilai tambah untuk sustainability di lingkungan ITC Cempaka Mas. Partisipasi dari berbagai pihak tersebut diharapkan dapat melahirkan budaya bersih dan sehat sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

ITC Group Division Head – Sinar Mas Land, Agnes Fariati mengatakan, “Pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dapat mendorong dampak positif bagi lingkungan hidup. Program ini tidak hanya melibatkan para karyawan saja, namun seluruh tenant hingga ribuan pengunjung ITC Cempaka Mas berpartisipasi dalam pengelolaan sampah secara terpadu. Pengelolaan sampah terpadu sejalan dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan. Kami harap upaya ini dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, nyaman, dan sustainable di lingkungan perusahaan.”

img-bsd-train-station

Dalam kesempatan yang sama Direktur PT MKI – PT Mitra Karunia Indah, Ferry Johan menambahkan, “Kami mendukung penuh langkah konkret ITC Group dalam pelestarian lingkungan melalui program pengelolaan sampah yang bertanggung jawab guna menuju Indonesia zero-waste. Semoga kolaborasi ini dapat mendorong terwujudnya ekonomi sirkular yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bisnis, dan lingkungan.”

]]>
Praktik Penerapan New Normal di ITC Roxy Mas /blog/?p=2872 Fri, 10 Jul 2020 10:27:34 +0000 /blog/?p=2872 Siang hari ramai pengunjung sudah menjadi keseharian di ITC Roxy Mas, Jakarta Barat. Namun, jika itu terjadi pada hari ketiga semenjak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan masa transisi, atau persisnya Pembatasan Sosial Berskala Besar Masa Transisi, butuh upaya lebih mengelola arus pengunjung yang datang.

Rabu (17/6), jam 14 siang, sebelum dapat memasuki gedung, pengunjung harus melalui antrean berkelok dan berjarak. Hadir tanpa mengenakan masker, jangan berharap diizinkan masuk, sementara mencuci tangan dengan sabun menjadi keharusan sebelum melalui pemeriksaan suhu tubuh.

Bagi para tenant yang sekian waktu menanti untuk dapat kembali beraktivitas, ada sosialisasi meliputi seluruh regulasi dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, gugus tugas, berikut aturan main dari pengelola gedung. “Karena pembatasan tak lebih dari 50 persen, selain berlaku bagi jumlah pengunjung, juga meliputi jumlah tenant dan karyawannya. Mereka harus mengenakan masker, memakai face shield, termasuk menandatangani pakta integritas yang menyatakan mereka bebas Covid-19,” ungkap Agnes. Langkah pencegahan standar seperti mencuci tangan dengan sabun, pengecekan suhu, sudah barang tentu harus mereka lalui.

 

 

Mengingat tingginya antusiasme warga pihak ITC sampai membuat alat pencuci tangan dengan pedal untuk mengucurkan air, agar sentuhan tangan dapat ditiadakan. Demikian pula dengan mesin tiket di pintu masuk mal dan apartemen. Agnes menyebut, pihaknya merekayasa proses pengambilan tiket kendaraan tanpa harus menekan tombol. Cukup dengan isyarat atau gerakan tangan, tiket keluar. Bahkan tombol lantai dalam kabin lift pun tengah dimodifikasi. Di dalam lift, jangan mencoba berdesakan lebih dari 5 orang, berapapun bobot tubuhnya. Sensor yang terprogram di dalamnya hanya mengizinkan lift bergerak bila berisikan 5 penumpang atau kurang.

Tak sampai di situ, solusi berwarnakan adaptasi terhadap kenormalan baru sekaligus disrupsi teknologi turut hadir, yakni dengan inisiasi akun resmi ITC di platform belanja digital Tokopedia. “Tenant yang sebelumnya telah menjalankan bisnis online, tetap dapat bertransaksi, mengambil dan mengirimkan barang mereka, hanya saja sekarang sudah tersedia gerai resmi atau official store.” Keberadaan toko resmi semacam ini diharapkan bisa membantu tenant bila mana sampai terjadi pembatasan berskala besar seperti sebelumnya. “Mereka tetap dapat berjualan sekalipun mal tengah tutup. Selain itu, kehadiran tenant dalam sebuah official store membuat  mereka lebih dilirik oleh konsumen,” tambah Agnes.

Baca selengkapnya: Siang Hari di Roxy Mas: Memfasilitasi Hasrat Warga untuk Ngemal

Manajemen ITC melihat minat tenant untuk bergabung cukup tinggi meskipun sosialisasi baru saja dimulai, dan mereka tengah disibukkan dengan toko fisik mereka yang lama tutup. Saat melewati meja customer service yang kini berlapis layar bening untuk menghindari kontak fisik, Agnes mengingatkan rekannya yang tengah bertugas menerima para tenant dengan ragam urusan mereka. “Untuk keperluan apapun, jangan lupa ingatkan supaya mem-follow akun resmi ITC di Tokopedia.” Mesti begitu, karena ITC berharap sedikitnya 50 persen tenant yang ada akan tergabung dalam market place ini.

 

Hasrat tak Tertahankan

Keinginan untuk pergi ke luar setelah sekian lama menjalani pembatasan aktivitas sosial terlihat umum menggejala. Sebagian warga yang karena keterbatasan akses logistik, informasi hingga hiburan, akan sangat mendamba sesekali dapat meninggalkan tempat tinggalnya. Namun jangan dikira warga kelas atas yang punya keleluasaan berlebih juga tak ingin beredar ke luar. Simak saja situasi di Jalan Senopati, Jakarta Selatan sebagai satu contohnya. Kendaraan megah terlihat memenuhi sepanjang sisi jalan serta lokasi parkir milik rumah makan fine dining yang berjajar di sana, dan kembali buka secara terbatas.

Bagi warga kebanyakan, datang ke mal atau pusat perbelanjaan – bahkan tanpa mesti membeli sesuatu – dapat menjadi selingan, obat melepas kepenatan. Sebagaimana terlihat sejak dari antrean masuk dan lalu-lalang pengunjung ITC Roxy Mas. Menurut ITC Roxy Mas Coordinator Customer Relatio, Shinta Budhi Hapsari menyebutkan, “Lewat istirahat makan siang, atau sekitar jam 13, jumlah pengunjung umumnya meningkat secara signifikan.” PSBB transisi mensyaratkan mal baru dibuka pada jam 11 siang.

 Menjelajahi lantai demi lantai, menyapa sejumlah tenant, kadang mengingatkan mereka akan protokol keselamatan, berikut mengawasi kerapian dan kebersihan sejumlah sisi mal, handy talkie yang digenggamnya terdengar ramai. Beberapa kali, dirinya meminta bantuan jajaran ERT untuk mengurai para pengungjung yang mulai berhimpitan.  Bukan hanya para pemilik gerai selular yang tengah memutar kembali roda bisnisnya dengan berbelanja handset, asesoris maupun suku cadang di sana, tapi nyaris pada setiap sudut mal terlihat warga yang tengah menengok jajaran handset terbaru, banyak juga yang mengajak anggota keluarganya. Menurutnya, beberapa gerai suku cadang sempat diserbu pelanggan hingga mesti ditutup sementara.

Baca selengkapnya: Jelang Sore di Roxy Mas: Crowd Control adalah Seni

]]>
Grup ITC Salurkan 5.000 Paket Sembako /blog/?p=2716 Tue, 05 May 2020 02:07:49 +0000 /blog/?p=2716 Pemerintah Kota Jakarta Pusat menerima 5000 paket sembako dari Grup ITC untuk diteruskan kepada masyarakat di tingkat kelurahan-kelurahan sekitar ITC di Jakarta Pusat.

“Alhamdulillah, kami atas nama Pemerintah Kota mengucapkan terima kasih kepada Grup ITC. Amanah ini akan kita sampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan, masyarakat bisa terpenuhi kebutuhannya walaupun secara minimal,” kata Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dalam penerimaan bantuan yang dilangsungkan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis.

Lebih lanjut, nantinya bantuan itu akan didistribusikan dari Pemerintah Kota langsung ke kelurahan yang warganya masih memerlukan bantuan berupa sembako.

“Mekanisme penyaluran akan disampaikan kepada lurah, terutama pada yang berdampak, seperti Kelurahan Sumur Batu, Mangga Dua dan Cideng. Itu menjadi prioritas kami,” ujar Bayu.

Bantuan yang akan diterima warga nantinya terdiri dari tiga kilogram beras, satu liter minyak goreng, 10 bungkus mi instan, satu botol sambal dan satu kaleng sarden.

Dalam penyerahan bantuan sosial bagi warga Jakarta Pusat itu, Project Manager ITC Cempaka Mas Priyo Mulyono mengatakan penyerahan bahan pangan melalui Pemerintah Kota dinilai akan lebih tepat sasaran karena Pemkot memegang data warga yang membutuhkan bantuan.

“Kami serahkan semua ke Pemkot. Kami sudah beberapa kali melakukan ke kelurahan dan area lingkungan. Bantuan akan terus diserahkan sampai bulan Ramadhan ini. Total bahan pangan ada 5.000 saat ini. Mudah-mudahan bisa bertambah terus,”ujar Priyo.

Priyo berharap dengan adanya bantuan yang diserahkan Grup ITC kepada Pemkot Jakarta Pusat dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

“Semoga ini bisa membantu. Semua sektor terkena dampak. Kami ingin berbagi kasih,” tutup Priyo.

Pemberian 5000 paket sembako itu merupakan bagian dari gerakan ITC Group Peduli yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land.

Tidak hanya melalui pembagian sembako, Sinar Mas Land telah ikut berkontribusi melawan COVID-19 dengan memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) sebanyak 1.750 buah ke rumah sakit-rumah sakit rujukan COVID-19.

 

Sumber: Antara

]]>