Indonesia Sustainability Forum – Sinar Mas /blog Wed, 22 Oct 2025 06:38:25 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Indonesia Sustainability Forum – Sinar Mas /blog 32 32 Partisipasi Sinar Mas di Indonesia International Sustainability Forum 2025 /blog/?p=4313 Fri, 17 Oct 2025 06:02:04 +0000 /blog/?p=4313 Menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat transisi perekonomian Indonesia yang semakin inklusif, ramah lingkungan serta berkelanjutan melatari kehadiran Sinar Mas melalui pilar-pilar usahanya dalam gelaran Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025.

Dalam diskusi panel bertemakan, “What is the Business Case for Investing in Nature?” yang berlangsung di Merak Room, Jakarta Convention Center, Jumat (10/10), Chief Sustainability Officer APP Group, Elim Sritaba menyampaikan bagaimana mereka melakukan upaya tanpa henti dalam membangun harmoni antara capaian komersial dengan tanggung jawab jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan, utamanya hutan di Indonesia.

Chief Sustainability Officer APP Group, Elim Sritaba.

“Tanpa hutan yang sehat dan berkelanjutan, industri ini tidak dapat bertahan. Karena itu, pengelolaan hutan secara bertanggung jawab adalah dasar dari pertumbuhan kami,” ujar Elim.

Pada kesempatan itu, dirinya juga memaparkan inisiatif Regenesis, sebuah strategi keberlanjutan yang merupakan pengembangan dari kebijakan konservasi hutan sebelumnya, yang telah diterapkan APP Group sejak 2013. Menurutnya pendekatan ini memperkuat inisiatif ‘do no harm’ menjadi ‘regenerative’, di mana restorasi ekosistem dan perlindungan keanekaragaman hayati adalah inti strategi bisnis.

Dalam praktiknya, Regenesis menaungi Forest Positive Policy yang mengalokasikan anggaran sebesar 30 juta dolar AS per tahun selama sepuluh tahun ke depan untuk mendukung inisiatif restorasi dan konservasi tadi.

Elim mengajak para pihak baik lembaga keuangan, lembaga konservasi guna berkolaborasi lebih jauh untuk menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.  Terlebih, pemerintah menurutnya juga telah meluncurkan moratorium hutan dan lahan gambut, sertifikasi legalitas kayu hingga peta jalan FOLU Net Sink 2030 yang sejalan dengan upaya pihaknya.

Di hari yang sama, APP Group menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Lubrizol untuk menjajaki kerja sama dalam pengembangan solusi kertas dan kemasan berkelanjutan. Memadukan keahlian APP di bidang manufaktur kertas dan kemasan dengan kompetensi Lubrizol dalam teknologi bahan kimia khusus.

Sementara itu, dari pilar Sinar Mas Agribusiness and Food mengedepankan bagaimana industri industri kelapa sawit dapat mengambil peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan lewat upaya peningkatan produktivitas, sembari menjaga kelestarian ekosistem serta kehidupan masyarakat sekitar. Senada dengan rekannya di APP Group, Chief Sustainability and Communications Officer Sinar Mas Agribusiness and Food, Anita Neville menyampaikan bila tantangan keberlanjutan menjadikan upaya ini semestinya berlangsung dalam semangat kolaboratif, sehingga perubahan yang diraih akan membawa manfaat bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Chief Sustainability and Communications Officer Sinar Mas Agribusiness and Food, Anita Neville.

Mewakili pilar usaha di bidang energi dan infrastruktur, Wakil Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, Lokita Prasetya saat tampil dalam sesi ‘Advancing Industrial Decarbonization: Technology and Innovation for a Net-Zero Future’ kembali menyuarakan pentingnya sinergi sedari proses transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Transformasi berlandaskan inovasi dan modernisasi proses operasional ramah lingkungan, selain memperkuat daya saing industri juga mendukung agenda dekarbonisasi. Dalam prosesnya dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha beserta lembaga keuangan guna memperluas adopsi energi terbarukan. Melalui dukungan kebijakan bagi pendanaan hijau, kami percaya akan semakin banyak entitas yang siap berkontribusi dalam pengembangan ekosistem energi hijau, seperti yang telah kami lakukan,” ujar Lokita dalam paparannya.

Wakil Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, Lokita Prasetya.

Mewakili pilar properti dan infrastruktur, Advisor President Office Sinar Mas Land, Ignesjz Kemalawarta, menjelaskan bahwa keberlanjutan merupakan fondasi utama strategi bisnis perusahaan.

“Sinar Mas Land konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di seluruh lini usaha, mulai dari desain kawasan, pembangunan produk, pemilihan material ramah lingkungan, efisiensi energi, hingga pengembangan rendah karbon. Kami berkolaborasi dengan Chandra Asri dalam penggunaan aspal berbahan campuran sampah plastik di BSD City dan Kota Deltamas, serta bekerja sama dengan pemerintah dan bank mitra melalui skema green loan pada proyek residensial berstandar green building. Konsep green and smart living juga kami terapkan pada kawasan yang mengacu pada standar GBCI, guna menciptakan lingkungan yang efisien, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran Booth Sinar Mas di ISF 2025

Dalam gelaran ini, Sinar Mas mendirikan booth dengan menghadirkan beberapa daya tarik, salah satunya Robot Artificial Intelligence bernama Xiao Qi. Kehadiran Xiao Qi menjadi daya tarik utama di booth Sinar Mas yang berselimut lumut dan pakis, menjadi perlambang komitmen pada pembangunan ramah lingkungan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono pun ikut berinteraksi dengan robot Xiao Qi, disaksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya N. Bakrie di anjungan Sinar Mas.

“Bisa menjadi stafsus,” ujar AHY selepas mendengar jawaban sang robot yang meyakinkan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono berinteraksi dengan robot Xiao Qi.

Robot Xiao Qi merupakan hasil pengembangan ASIX Indonesia, sebuah akselarator AI buah kolaborasi Sinar Mas bersama China Mobile. Dirancang selaku spesialis pelayanan publik, Xiao Qi sepanjang dua hari perhelatan mempertunjukkan kemampuannya menjawab pertanyaan para pengunjung.

Selain Xiao Qi, semangat memberikan manfaat ke semua pihak menjadikan booth Sinar Mas menggandeng pula para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan berikut produk mereka. Di lingkup Sinar Mas Agribusiness and Food mereka bernaung dalam program pendampingan Bright Future Initiative yang telah menjaring tidak kurang 100 pengusaha setempat.

Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman mengatakan, “Lewat forum ini pilar usaha kami berkesempatan untuk saling belajar, berbagi bahkan bermitra bersama lembaga lain yang memiliki kepedulian serupa, seputar upaya membangun keberlanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital seperti AI serta pengembangan teknologi dan energi bersih. Agar dapat mewariskan bumi yang lestari bagi anak cucu kita nanti.”

Partisipasi Sinar Mas dalam gelaran Indonesia International Sustainability Forum 2025 dapat disaksikan pada video berikut ini

]]>
Biofuel Solusi untuk Tekan Emisi dan Hemat Devisa, Jesslyne Widjaja: Dukungan Lintas Sektor Jadi Kunci /blog/?p=4163 Tue, 10 Sep 2024 03:54:54 +0000 /blog/?p=4163 Executive Director Sinar Mas Agribusiness and Food, Jesslyne Widjaja mengatakan penggunaan biofuel sebagai bahan bakar merupakan salah satu solusi untuk menekan emisi. Hal ini dipaparkannya dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024 di Jakarta Convention Center, Jumat (6/9/2024).

Ia juga mengatakan, permintaan biofuel terus meningkat setiap tahun. Permintaan itu masih akan tumbuh ke depan. Walaupun demikian, implementasinya masih sangat kecil dibandingkan total konsumsi BBM di sektor transportasi.

“Menurut saya permintaan biofuel global sudah cukup signifikan saat ini, sekitar 150 juta ton atau lebih, dan masih tumbuh 2-3% per tahun. Namun, ini hanya mencakup sekitar 3-4% dari total konsumsi bahan bakar di sektor transportasi saat ini,” jelas Jesslyne dalam Plenary Session bertajuk “Driving the Future of Emission-Free Transport”.

Saat ini, penggunaan minyak sawit sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) terus digenjot oleh pemerintah Indonesia. Bahkan, upaya tersebut dibuktikan mampu menekan emisi karbon hingga menghemat devisa negara.

Jesslyne menerangkan, rata-rata biofuel bisa mengurangi emisi karbon sebesar 50-90 persen. Ini tergantung dari campuran yang digunakan dalam membentuk BBM ramah lingkungan nantinya.

Biodiesel 35 atau B35 yang merupakan campuran dari kelapa sawit, merupakan salah satu cara ampuh untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Jesslyne menjelaskan bahwa Indonesia selama ini telah berupaya mengurangi emisi dengan meluncurkan Biodiesel 35.

Jesslyne Widjaja, Executive Director Golden Agri Resources menjadi pembicara dalam Plenary Session bertajuk “Driving the Future of Emission-Free Transport”

“Itu [Biodiesel 35] adalah 100% berbasis kelapa sawit, menghasilkan 12 juta ton volume biodiesel, mengurangi 30 juta ton emisi gas rumah kaca,” katanya. Dengan hadirnya B35 tersebut, menurutnya juga menghemat devisa negara sebesar Rp160 triliun, karena penggunaan Biodiesel 35 mengurangi impor bahan bakar fosil ke Indonesia.

Program biodiesel yang dilakukan secara konsisten oleh Indonesia tersebut, menurut Jesslyne adalah contoh kemitraan lintas pihak dalam pengurangan emisi yang berpotensi direplikasi ke pengembangan bahan bakar berkelanjutan untuk penerbangan serta pelayaran.

“Saat Indonesia mencoba tingkat pencampuran biodiesel yang lebih tinggi, kami dari sektor industri siap mendukungnya lewat solusi pasokan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Jesslyne menegaskan dengan potensi yang ada, sektor industri masih kesulitan mencapai target pengurangan emisi tanpa dukungan industri kelapa sawit. Melalui peningkatan produktivitas dan pemberdayaan petani kecil, pihaknya yakin dapat meningkatkan produktivitas panen sekaligus mendorong kesejahteraan mereka.

“Dengan dukungan lintas sektor berikut kerangka investasi yang tepat, potensi kelapa sawit dapat kita optimalkan untuk menjawab isu ketahanan pangan, energi, kesejahteraan serta perubahan iklim,” terangnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa Sinar Mas Agribusiness and Food pun ikut berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dengan berbagai cara.

“Sebagai contoh, dalam operasi kami saja di Sinar Mas Agro, kami dapat menghasilkan 17 juta ton biomassa yang mampu menghasilkan hingga 1 Giga Watt kapasitas listrik, yang akan menghasilkan 3,5 juta ton pengurangan emisi gas rumah kaca,” ucapnya.

Dia memprediksi bahwa permintaan untuk Biodiesel 35 ini mungkin akan meningkat di masa depan, karena orang-orang beralih ke kendaraan listrik. Selain biodiesel untuk transportasi darat, dia mengatakan bahwa minyak kelapa sawit juga dapat memainkan peran yang lebih luas dalam bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan.

Menurutnya, kelapa sawit yang merupakan sektor agrikultur ini memiliki peran yang sangat penting dalam memitigasi perubahan iklim. Dia menjelaskan bahwa sektor ini dapat memberikan solusi, tidak hanya untuk mendekarbonisasi sektor agrikultur sendiri, tetapi juga sektor energi dan transportasi, bukan hanya di darat, tetapi juga di udara dan di laut.

]]>
Sinar Mas Siap Mendukung dan Menyukseskan Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2024 /blog/?p=4154 Wed, 04 Sep 2024 02:28:55 +0000 /blog/?p=4154

Sinar Mas akan mendukung dan berpartisipasi dalam Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2024 pada 5-6 September 2024. Gelaran ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) bersama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, akan ada sesi pleno, sesi tematik, dan meja bundar kepemimpinan. Kegiatan ini akan menjadi konferensi sustainability paling akbar di Indonesia bahkan global. ISF 2024 memiliki peran penting untuk mengemas isu-isu sustainability menjadi rumusan-rumusan dalam percepatan pertumbuhan ekonomi hijau dunia.

Acara ini akan mempertemukan pemangku kebijakan, pakar ahli, serta investor dari seluruh dunia untuk membangun kemitraan di bidang sustainability dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi hijau dunia.

ISF 2024 akan fokus pada 5 pilar pembahasan, yaitu ekonomi hijau (Green Economy), transisi energi (Energy Transition), konservasi alam dan keanekaragaman hayati (Biodiversiy and Nature Conservation), gaya hidup berkelanjutan (Sustainable Living), dan ekonomi kelautan (Blue Economy). ISF 2024 juga akan menjadi aksi nyata kolaborasi antara negara maju dan negara berkembang dalam mengatasi krisis iklim.

Ajang ISF juga sejalan dengan perwujudan visi Indonesia Emas 2045 untuk memperkuat kepemimpinan Indonesia di panggung dunia dengan memformulasikan solusi isu strategis termasuk ekonomi hijau berkelanjutan. Acara ini akan dihadiri oleh lebih dari 8.000 peserta dari lebih dari 50 negara.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka forum ISF 2024. Beberapa tokoh yang akan menjadi pembicara utama dalam ISF 2024, antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura Teo Chee Hean, Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kelautan Peter Thomson, Penasihat Khusus Aksi Iklim dari Kementerian Luar Negeri Perancis Kevin Magron, dan CEO of Bezos Earth Fund Andrew Steers.

Forum ISF menjadi harapan besar dapat merumuskan solusi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara berkembang dan negara maju bisa memberikan pendampingan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang akan dihadapi di masa depan.

Sinar Mas di ISF 2024

Ibu Jesslyne Widjaja, Executive Director Golden Agri Resources akan menjadi pembicara dalam Plenary Session bertajuk “Driving the Future of Emission-Free Transport”. Sesi ini akan membahas langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk mendorong transformasi sektor transportasi menuju masa depan tanpa emisi.

Agenda ini akan berlangsung pada Kamis, 5 September 2024 pukul 12:55 – 13:45 WIB di Jakarta Convention Center (JCC).

Sinar Mas juga akan hadir dalam dua sesi diskusi tematik yang berfokus pada transisi ke energi terbarukan dan dekarbonisasi dalam industri Indonesia.

Pada diskusi sesi pertama, Sinar Mas akan membahas “Decarbonizing Indonesian Industry – Lessons Learned from Implementing Net Zero Plansdengan narasumber Ibu Elim Sritaba, Chief Sustainability Officer APP Group, Ibu Anita Neville, Chief Sustainability and Communications Officer Golden Agri Resources, dan Muhammad Reza Abdulmajid, Chief Risk & Sustainability Officer Sinar Mas Land. Sesi ini akan membahas tantangan yang dihadapi oleh industri Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan menguraikan langkah-langkah praktis untuk beralih ke energi terbarukan dan bahan bakar berkelanjutan.

Diskusi akan mencakup strategi kolaboratif dan pendekatan lintas sektor yang diperlukan untuk mencapai target dekarbonisasi yang ambisius. Mereka akan membahas tantangan dan strategi yang terlibat dalam mengurangi emisi karbon dan berbagi pelajaran berharga dari pengalaman mereka dalam menerapkan rencana nol karbon.

Agenda ini akan berlangsung pada Jumat, 6 September 2024 berlokasi di Jakarta Convention Center (JCC) Merak 2.

Pada sesi kedua, Lily Surya, Managing Director SMDV akan menjadi moderator dalam diskusi bertajuk “Enabling the Low Carbon Transition: The Role of Policy, Finance, and Technology”. Diskusi ini akan membahas tentang kebijakan, keuangan, dan teknologi dapat memfasilitasi transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

Agenda ini akan berlangsung pada Jumat, 6 September 2024 pukul 10:40 – 11:35 WIB di Jakarta Convention Center (JCC) Merak 2.

Bagi Anda yang berhalangan hadir dan tidak dapat mengikuti secara langsung di lokasi, dapat menyaksikan agenda-agenda tersebut melalui Live Streaming di kanal YouTube dari Kemenko Marves.

]]>
Sinar Mas Dukung Potensi Minyak Sawit Jadi Solusi Bahan Bakar Nabati /blog/?p=3968 Sat, 09 Sep 2023 02:38:01 +0000 /blog/?p=3968 Sinar Mas hadir dalam gelaran Indonesia Sustainability Forum (ISF) pada tanggal 7-8 September 2023 di Jakarta. Acara ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

Forum ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi negara berkembang dan negara maju dalam mengimplementasikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Kurang lebih 700 pemangku kebijakan, pakar ahli, serta investor dari seluruh dunia hadir dalam acara tersebut untuk membangun kemitraan di bidang sustainability dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi hijau.

Dalam kesempatan ini, Sinar Mas melalui Sinar Mas Agribusiness and Food membawa sebuah solusi, yakni kelapa sawit sebagai potensi biosolusi yang dimiliki Indonesia dapat menjadi jawaban segera bagi kebutuhan dunia akan bahan bakar nabati rendah karbon berkelanjutan. Hal itu guna memitigasi dampak perubahan iklim.

Kelapa sawit merupakan potensi biosolusi yang dimiliki Indonesia untuk menjadi solusi bahan bakar nabati rendah karbon berkelanjutan.

“Masih cukup waktu bagi umat manusia untuk menyelamatkan bumi pertiwi dari ancaman perubahan iklim, sejauh ada ketulusan untuk mengambil langkah segera, nyata, dan bersama-sama,” kata Chairman Sinar Mas Agribusiness & Food, Franky Oesman Widjaja saat menjadi pembicara kunci pada gelaran Indonesia Sustainability Forum 2023 di Jakarta, Kamis (7/9/2023).

Dalam diskusi bertemakan “Fuels of the Future for Low Carbon Industri Solution”, Franky menyampaikan potensi besar Indonesia dalam langkah bersama menangani dampak perubahan iklim, melalui pemanfaatan keunggulan sumber daya alam yang dimiliki.

“Seperti minyak kelapa sawit dan banyak sumber daya alam lainnya, yang dapat dan mesti memainkan peran penting bagi masa depan Indonesia yang rendah karbon,” katanya.

Franky menambahkan, komoditas kelapa sawit merupakan salah satu sumber daya alam terbesar Indonesia dan berkah Tuhan Yang Maha Esa untuk Indonesia karena mampu menyediakan mata pencaharian bagi lebih dari 17 juta orang, yang sebagian besar berada di pelosok pedesaan. Selain itu, minyak kelapa sawit juga menjadi kontributor utama ekspor Indonesia yang tahun 2022 tercatat bernilai sekitar US$40 miliar.

Capaian tadi berasal dari karakteristik minyak kelapa sawit sebagai minyak nabati paling produktif yang mampu menghasilkan 5 hingga 10 kali lebih banyak per hektar perkebunan, dibandingkan dengan minyak nabati lain yang ada.

“Hanya dengan luasan 8% dari total lahan yang digunakan untuk memproduksi minyak nabati, dapat memasok 40% dari kebutuhan minyak nabati dunia saat ini,” ujar Franky.

Ia memperkirakan, pada tahun 2045 mendatang, produksi minyak kelapa sawit akan mencapai 100 juta ton per tahun, tanpa perlu melakukan perluasan lahan perkebunan.

Dengan memanfaatkan keunggulan ini secara terencana dan berkelanjutan, Indonesia telah mendekarbonisasi ekonominya melalui program B35. Franky pun optimistis mengenai pengembangan lebih jauh bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar pesawat udara.

]]>