Imlek Nasional 2020 – Sinar Mas /blog Tue, 04 Feb 2020 02:51:49 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Imlek Nasional 2020 – Sinar Mas /blog 32 32 Mensyukuri Keberagaman Melalui Perayaan Imlek Nasional 2020 /blog/?p=2473 Mon, 03 Feb 2020 10:26:04 +0000 /blog/?p=2473 Jika biasanya kerap mengenakan batik atau kemeja putih, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tampil dengan changshan merah menyala karya desainer Anne Avantie kala menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2020 di Indonesia Convention Expo (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Kamis (30/1).

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan ucapan selamat bagi komunitas Tionghoa di Indonesia dalam perayaan yang mengangkat tema “Bersatu untuk Indonesia Maju”.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kata sambutan saat menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2020 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/1/2020)

“Pagi hari ini saya sangat bergembira sekali dan saya ingin mengucapkan selamat merayakan Hari Imlek di tahun 2020 ini. Gong Xi Fa Cai,” kata Presiden.

Presiden menambahkan, “Selamat memasuki tahun tikus logam di 2020. Shio saya kerbau. Katanya tahun ini saya harus kerja keras. Padahal saya, lima tahun kemarin, juga sudah super kerja keras. Semoga kesehatan, rejeki, keberhasilan selalu dilimpahkan kepada kita semua yang hadir di sini, dan juga seluruh rakyat Indonesia.”

Ini merupakan kali kedua kepala negara meramaikan perayaan imlek nasional dengan pertimbangan kegiatan ini bersifat nasional, di mana seluruh komponen bangsa hadir untuk meramaikan acara tersebut.

Perayaan ini terasa kental akan nuansa kebudayaan dan keberagaman masyarakat Indonesia di mana tak hanya dihadiri oleh komunitas Tionghoa Indonesia saja, melainkan turut dihadiri oleh 29 raja dari penjuru Nusantara, masyarakat dari lintas agama dan profesi, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

Di hadapan ribuan orang yang hadir, Jokowi mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan dan keberagaman yang ada hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia.

“Bayangkan, 714 suku yang kita miliki dengan bahasa daerah yang berbeda-beda dan 1.100 lebih bahasa daerah kita. Enggak ada yang seberagam Indonesia, enggak ada. Ini yang patut kita syukuri bahwa meskipun kita beraneka ragam tapi kita tetap satu sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Presiden.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2020, Gandi Sulistiyanto menyatakan, perayaan Imlek tidak sekadar tradisi eksklusif masyarakat Tionghoa Indonesia. Namun tradisi itu sudah menjadi perayaan kebudayaan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

Selain itu, Gandi Sulistiyanto juga menyatakan rasa bangganya melihat orang nomor satu di Indonesia mengenakan baju tradisional masyarakat Tiongkok.

“Kami bangga bapak Presiden bersedia menggunakan baju tradisional masyarakat Tionghoa. Terima kasih presiden,” ungkap Gandi Sulistiyanto dalam sambutannya.

Dalam acara tersebut hadir Wakil Presiden Try Sutrisno, Istri Presiden Keempat , Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid.

Turut hadir pula Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan KebudayaanMuhadjir Effendy, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Gubernur Banten Wahidin Halim, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar.

Kemeriahan Perayaan Imlek Nasional 2020 kami rangkum dalam infografis di bawah ini.

]]>
Persatuan Jadi Tema Utama Perayaan Imlek Nasional 2020 /blog/?p=2464 Tue, 28 Jan 2020 10:14:29 +0000 /blog/?p=2464 Perayaan tahun baru Imlek kembali dilangsungkan secara nasional. Tema yang diambil tahun ini bertajuk Bersatu untuk Indonesia Maju dan akan diadakan di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (30/1) nanti. Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2020, G. Sulistyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/1) mengatakan, tema persatuan dipilih untuk menghilangkan sekat kelembagaan, organisasi, dan kelompok.

“Kami menginginkan perayaan nanti, seperti telah dirintis melalui kegiatan serupa tahun lalu, lepas dari sekat kelembagaan, organisasi dan kelompok. Menunjukkan perbedaan adalah keniscayaan, dan tidak perlu menjadikannya sebagai sumber pertentangan. Yang dapat dan mesti kita lakukan adalah bersatu untuk tujuan yang lebih mulia, kesejahteraan, kebahagiaan dan kemajuan diri serta bangsa,” ujar Sulistiyanto.

Simbol dari persatuan itu, lanjut Sulistiyanto, juga akan ditunjukkan dengan kehadiran dari 29 orang Raja dari berbagai kerajaan di penjuru Nusantara yang menjadikan Imlek sebagai kegiatan budaya yang bisa dinikmati semua orang, bukan hanya etnis Tionghoa saja. Perayaan Imlek Nasional 2020 juga akan dihadiri oleh keluarga pahlawan kemerdekaan Indonesia dan pahlawan olahraga yang mampu mengharumkan nama bangsa di ajang internasional.

Untuk pertama kalinya, perayaan Imlek nasional melibatkan kalangan pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Puluhan UMKM akan menyajikan beragam makanan khas Imlek secara gratis kepada target pengunjung acara yang direncanakan sebanyak 10.000-15.000 orang.

Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2020, G. Sulistiyanto (kedua dari kanan), saat acara konferensi pers, di Ruang Danamas, Plaza Sinarmas Land, Jakarta, Senin (27/1/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Lona Olavia)

“Ini pertama kalinya kami melibatkan UMKM di perayaan Imlek Nasional. Ini penghargaan yang jauh lebih berharga dibandingkan plakat,” kata Sulistiyanto.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) juga direncanakan akan hadir diantara para undangan yang berasal dari lintas pihak, profesi dan keimanan di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Oleh karena itu, Sulistiyanto berpesan agar para hadirin tak lupa membawa lembar undangan yang telah diterima sebelumnya.

 

]]>