IKPP – Sinar Mas /blog Fri, 26 May 2017 03:13:00 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png IKPP – Sinar Mas /blog 32 32 Home Industry Cha May Binaan IKPP Berkembang /blog/?p=708 Fri, 26 May 2017 03:13:00 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=708 Home Industry atau industri rumah tangga (IRT) menjadi salah satu alternatif meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Namun demikian agar usaha terus maju dan berkembang, perlu didukung produksi berkualitas dan pangsa pasar.

Hal ini mengerakkan CSR PT IKPP melakukan pembinaan terhadap home industry dan salah satunya industri rumah tangga Cha May milik Nurnaningsih.

Home industry ini menekuni usaha bidang makanan ringan yang berada di Jalan Hang Jebat Km 06, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang. Adapun produksi makanan yang dihasilkan adalah kripik pisang, ubi, peyek dan bolu komojo. Untuk wilayah Kecamatan Tualang usaha Cha May sudah dikenal, apalagi pemasaran juga dilakukan secara online.

Selain mendapatkan bantuan melalui pelatihan dan modal, usahanya juga dibantu pemasaran. “Usaha ini sebenarnya turun temurun dari orangtua. Kemudian kita ikut pelatihan yang ditaja CSR IKPP. Kemudian ada bantuan modal dan pemasaran dari perusahaan,” ujar Nurnanigsih.

Dia mengungkapkan rasa optimis menggeluti usaha sampingan yang memberikan pendapatan sekitar Rp3 juta per bulan. Apalagi sejak usahannya mendapatkan sertifikat dari Dinas Kesehatan dan Kantor Penyuluhan Pangan.

“Baru satu bulan saya terima sertifikat. Dengan mengantongi ini, produk makanan saya seperti kripik pisang, ubi, peyek dan bolu komojo bisa dipasarkan di supermarket,” tutur Neng panggilan sehari hari.

Menurut Neng , usaha makanan ringan digeluti turun temurun dari orangtua. Namun tak bisa dipungkiri semakin berkembang sejak menjadi mitra binaan CSR PT IKPP. “Pemasaran semakin banyak sejak bermitra dengan CSR IKPP. Karena setiap ada iven dan kunjungan produk kita promosikan,” ungkapnya.

Pimpinan CSR IKPP Ir Ketut Fiter melalui staf Murseno, menyampaikan, selaku mitra binaan IRT Cha May pihaknya akan terus memberikan pendampingan. Perusahaan tidak hanya memberikan pelatihan bagaimana membuat kue yang enak dan higienis, juga memberikan bantuan pinjaman dana tanpa bunga, dan informasi pemasaran.

“Nurnaningsih salah satu binaan kita yang kreatif, selain terus berinovasi produk , juga mengurus sertifikat produksi pangan industri rumahan. Tentu akan membantu dalam hal pemasaran karena produknya terjamin dari sisi kesehatan. Perusahaan juga siap berdiskusi pelaku usaha lain bagaimana agar Industri Rumah tangga di Kecamatan Tualang semakin berkembang,” katanya.

(Sumber: Riaupos )

]]>
Indah Kiat Pulp & Paper Raih Penghargaan Investasi /blog/?p=577 Sun, 02 Apr 2017 07:01:14 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=577 Unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas yakni PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. meraih penghargaan Indonesia Investment Award 2017.

Indah Kiat Pulp & Paper menyabet penghargaan sebagai Indonesia Best Issuer dalam kategori Basic Industry and Chemicals.

Indonesia Investment Award merupakan apresiasi bagi perusahaan-perusahaan dalam negeri yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia.

Indonesia Investment Award 2017 terdiri dari dua kategori utama: Best Issuers 2017 dan Fast Growing New Issuers 2017.

Indah Kiat yang terdaftar dengan kode saham INKP telah melantai di bursa sejak 16 Juli 1990.

Indah Kiat Pulp & Paper mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1978, dengan fokus di bidang produksi kertas, bubur kertas dan kemasan.

Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata menyambut baik capaian yang diraih Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

“Penghargaan ini merupakan wujud nyata kinerja cemerlang perusahaan sehingga dapat diterima dengan baik di pasar modal,” ungkap Suhendra, Sabtu (1/4/2017).

Dikatakan bahwa bursa atau pasar modal sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lainnya.

“Bagi masyarakat modern, pasar modal dapat menjadi alternatif kegiatan investasi yang menarik, baik menjadi investor dengan membeli saham perusahaan yang terdaftar di pasar modal maupun melakukan go public (penjualan saham perusahaan),” ujarnya.

Untuk menentukan emiten yang terpilih sebagai pemenang Indonesia Investment Award 2017, tim riset Warta Ekonomi melakukan penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif.

Rangkaian kegiatan riset sejak tahap riset kuantitatif hingga penilaian emiten ini berlangsung pada 6-24 Februari 2017.

Parameter penilaian tersebut antara lain kinerja fundamental emiten, tata kelola perusahaan, transformasi perusahaan, penerapan teknologi digital, serta perkembangan emiten di bursa.

(Sumber: Tribunnews )

]]>
LSM Habitat & IKPP Serang Bangun Fasilitas MCK /blog/?p=392 Wed, 21 Dec 2016 16:32:04 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=392 Masyarakat desa di Kecamatan Carenang mendapatkan bantuan sembilan unit sanitasi umum berupa fasilitas MCK Umum (mandi, cuci, kakus), melalui program kerja sama unit industri Asia Pulp & Paper Sinar Mas, Indah Kiat Pulp & Paper Serang yang bermitra bersama Habitat for Humanity (HfH).

Kegiatan serah terima berlangsung secara simbolis di pendopo Kantor Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten. Kepala CSR Indah Kiat Serang, Dani Kusumah menjelaskan, ide fasilitas sanitasi umum ini berawal pada 2005 lalu, saat Indah Kiat mengadakan penyuluhan tentang kebersihan ke sekolah-sekolah sekitar pabrik.

Ketika berbicara tentang kesehatan, di sekolah tersebut bahkan tidak memiliki toilet sebagai bagian dari kebersihan itu sendiri. Dari situlah perusahaan berencana membangun fasilitas toilet. Melalui kemitraan ini, pembangunan fasilitas MCK Umum sudah terlaksana dari tahun 2014-2015 di 7 lokasi Kecamatan Carenang, yaitu di Kampung Sukamulya, Toyek, Ragasmasigit, Hilir, Ragasmasigit II, Ragastegal, Ragasmasigit III. Kegiatan dilanjutkan tahun berikutnya periode 2015-2016, di Kampung Ragas Ilir dan Onjong. Masing-masing kampung mendapatkan 3 unit MCK Umum yang bisa digunakan oleh sekitar 40 warga setempat.

Senior Manager of Field Operation HfH Indonesia, Herbet Barimbing mengatakan bahwa pembangunan ini sebenarnya tidak hanya sebatas membangun fisik saja, tetapi bagaimana supaya masyarakat yang dibantu melalui kemitraan tersebut, ikut terbangun kehidupannya, yakni lepas dari kemiskinan, kehidupannya sejahtera, dan yang paling penting dapat menikmati lingkungan yang sehat, salah satunya bagaimana menyediakan fasilitas air dan sanitasi.

“Selain fisik, kami perlu memberikan pengetahuan juga agar bangunan tersebut bisa terpakai dan terpelihara dengan baik. MCK Umum ini juga dibuatkan desain unik, dengan adanya gambar mural sehingga menarik secara visual,” tambah Herbert.

Sebelum adanya MCK Umum, kondisi kesehatan lingkungan warga desa setempat sangatlah memprihatinkan. Mereka tidak memiliki toilet di rumah, jadi untuk kegiatan MCK, buang air besar misalnya, dilakukan di sembarang tempat seperti di kebun atau pinggir kali. Hal tersebut diakui oleh Muinah (57) dan anaknya Menah (19), warga yang tinggal di Kampung Ragas Ilir.

“Alhamdullilah, saya sangat bersyukur sekali pertama-tama kepada Allah SWT, karena sudah disediakan MCK ini. Saya sudah tiga bulan pakai MCK Umum di sini. Sebelumnya kalau mau buang air kita di mana saja, kalau sekarang sudah sangat nyaman bisa pakai MCK,” ujar Muinah yang mengaku senang meski jarak MCK 15 menit dari rumahnya dengan berjalan kaki.

Membangun itu mudah, tetapi memeliharanya adalah proses yang sulit. Oleh sebab itu warga turut berinisiatif merawat bersama, misalnya membayar iuran bersama untuk penyediaan listrik, dan membersihkan dan menyikat toilet, hingga patungan untuk mengganti kran air yang rusak.
Yang pasti warga berkomitmen merawat MCK Umum di kampungnya seperti milik sendiri. Komitmen ini turut disampaikan Sakimah (35) dan Anisa (25) yang kebetulan saat itu baru selesai menggunakan toilet.

Meski bermanfaat, namun fasilitas MCK Umum tersebut masih dirasakan kurang secara kuantitas bagi warga setempat. Terutama ketika pagi hari, waktu di mana orang-orang sibuk karena harus bersiap-siap untuk kegiatan keseharian, dan juga di hari Minggu, antrian warga bisa cukup panjang.

Untuk selanjutnya, setelah membangun fisik dan meyakinkan warga untuk ikut serta merawat MCK Umum bersama-sama, kemitraan antara Indah Kiat Serang, HfH serta dukungan Pemkab Serang, hendak mendorong perubahan perilaku warga, yaitu dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

(Sumber: Tribunnews )

]]>