Warning: Undefined variable $needReplaceWords in /var/www/html/uzcms/skylinelendingus.com/index.php on line 1355 Digital Hub – Sinar Mas /blog Tue, 24 Aug 2021 05:03:52 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Digital Hub – Sinar Mas /blog 32 32 Ratusan Mahasiswa ‘Berkumpul’ di Sinar Mas Land Dalam Kegiatan Digital Hub Goes To Campus /blog/?p=3293 Mon, 23 Aug 2021 07:08:00 +0000 /blog/?p=3293 Sinar Mas Land melalui Digital Hub sukses menyelenggarakan kegiatan Digital Hub Goes To Campus yang diikuti 900 mahasiswa dari Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Indonesia, Universitas Prasetiya Mulya, dan Universitas Bina Nusantara.

Kegiatan tersebut merupakan acara yang digagas Sinar Mas Land sejak 2018 untuk memberikan pelatihan serta informasi terbaru seputar perkembangan, strategi, dan ekosistem industri digital di Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan mulai dari 24 Juli-21 Agustus 2021 melalui platform webinar dengan pembicara dari Google Indonesia, Sirclo, Ruang Guru, Founders Live, Amazon Web Services (AWS), hingga Facebook Indonesia.

Rangkaian acara ini dimulai dengan webinar pertama bertema Industry Insight at Pandemic yang diikuti dengan topik berikutnya Life after Graduation. Selanjutnya acara tersebut mengupas tema The Right Ecosystem, Readiness for Global Tech Disruption, dan Collaboration, Excellent and Persistence sebagai tema penutup kegiatan ini.

Product Marketing Manager Google, Dora Songco, dalam presentasinya menyampaikan, “Digital Hub Goes To Campus memberi kami kesempatan untuk bertatap muka dengan mahasiswa yang sangat memerlukan informasi terkini dan kiat untuk bersaing dalam bidang teknologi digital.”

Chief Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, sangat mengapresiasi antusiasme ratusan mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan Digital Hub Goes To Campus.

“Saat ini, pemerintah sedang fokus mengembangkan talenta digital di Indonesia. Digital Hub mendukung penuh pengembangan SDM di bidang digital melalui Digital Hub Goes To Campus. Kegiatan ini mengajak para mahasiswa dapat berperan aktif dan berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Kami harap hal tersebut dapat berlanjut sehingga ke depan dapat melahirkan kolaborasi yang inovatif juga.”

img-bsd-train-station
Para peserta Digital Hub Goes To Campus 2021

Dalam penyelenggaraan Virtual Digital Hub Goes To Campus 2021, Sinar Mas Land berkolaborasi dengan Nakama.id sebagai komunitas start-up yang telah menghubungkan lebih dari 3.000 founders dengan para investor.

]]>
BSD City Jadi Rumah Baru Traveloka /blog/?p=3136 Thu, 01 Apr 2021 08:28:11 +0000 /blog/?p=3136 Perusahaan teknologi terkemuka di Asia Tenggara, Traveloka meresmikan kantor baru Traveloka Campus di BSD Green Office Park, BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Pemilihan gedung kantor baru tersebut sejalan dengan upaya perusahaan dalam mengadaptasi gaya hidup green living.

Traveloka Campus berada di kawasan BSD Green Office Park (GOP), kawasan perkantoran pertama di Indonesia yang meraih Green Mark District dari lembaga internasional Building and Construction Authority (BCA) Singapura.

Adapun acara peresmian ditandai dengan pembukaan logo Traveloka Campus serta dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G. Plate, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Angela Tanoesoedibjo, serta Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Kamis (18/3/2021).

Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja menyambut gembira kedatangan Traveloka di BSD City dan siap membantu perusahaan tersebut agar semakin berkembang.

“Semoga perusahaan perjalanan online Traveloka dapat memperoleh manfaat yang besar dengan kehadiran di BSD City, baik dalam pemenuhan talenta digital maupun pengembangan teknologi, sehingga dapat menggairahkan kembali sektor pariwisata dan memajukan ekonomi bangsa,” pungkasnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mendorong BSD City sebagai Digital Hub seperti Silicon Valley yang mengumpulkan berbagai perusahaan teknologi untuk berkreasi bersama.

“Dengan banyaknya perusahaan teknologi yang lahir di Indonesia saat ini, diharapkan wilayah maupun perkantoran berkonsep smart semakin bertambah, sehingga tercipta lebih banyak inovasi yang berkontribusi terhadap masyarakat Indonesia. Sangat tepat jika BSD City ini akan menjadi Silicn Valley-nya Indonesia,” ujarnya.

Terintegrasinya sejumlah perusahaan teknologi dalam satu area ini juga dalam rangka mendukung misi pemerintah untuk mengembangkan ekonomi digital di Indonesia. Seperti diketahui, ekonomi digital di Indonesia tumbuh cukup pesat, terlebih di tengah pandemi Covid-19.

Co-Founder Traveloka, Albert mengungkapkan, bahwa keberadaan Traveloka di lingkungan Digital Hub BSD City diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan Traveloka.

“Sebagai perusahaan teknologi dengan lingkungan kerja yang dinamis dan inovatif, penting bagi kami untuk memiliki atmosfer kantor yang mendukung produktivitas dan kreativitas. Hal ini yang menjadi landasan kami mendirikan Traveloka Campus sebagai pusat operasional dan wadah untuk melahirkan inovasi baru yang relevan dengan perkembangan terkini,” ucapnya.

Sinar Mas Land telah memulai transformasi kota mandiri terbesarnya, BSD City, menjadi smart city. Sinar Mas Land juga mengembangkan Digital Hub di area BSD City. Digital Hub merupakan area seluas 26 hektare yang didedikasikan untuk perusahaan rintisan, komunitas, lembaga pendidikan, serta perusahaan multinasional yang berfokus pada industri digital dan teknologi. Seiring dengan perkembangannya, Digital Hub menjadi rumah bagi pusat pengembangan inovasi bagi beberapa perusahaan global.

Selain Traveloka, di kawasan ini terdapat juga perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam teknologi digital, seperti Amazon Web Services (AWS) Academy yang bergabung pada Maret 2020, Unilever, Grab, dan NTT.

Ada pula institusi pendidikan digital seperti Apple Developer Academy, Binar Academy, Purwadhika Digital Technology School, Techpolitan Digital Industry School, dan Creative Nest. Selain itu ekosistem BSD City juga akan diperkaya dengan Monash University sebagai universitas luar negeri pertama di Indonesia pada Oktober 2021.

]]>
Ratusan Talenta Digital Lulus dari Apple Developer Academy di BSD City /blog/?p=2423 Wed, 15 Jan 2020 08:40:01 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=2423 Sinar Mas Land melalui BSD City selalu berupaya memfasilitasi berbagai pengembangan potensi bisnis dan kemajuan teknologi. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menghadirkan Apple Developer Academy, wadah pengembangan talenta digital yang dibangun oleh Apple Inc. dan didukung oleh Sinar Mas Land. Sekolah coding ini membekali para siswanya dengan tiga kemampuan utama yakni teknikal, bisnis, dan desain.

Apple Developer Academy merupakan hasil dari kolaborasi lintas sektor antara Apple Inc. dengan Sinar Mas Land, dari sektor pengembang dan Binus University, dari sektor akademis. Akademi Apple ini merupakan yang ketiga di seluruh dunia, setelah Brazil dan Italia. Apple memilih Indonesia sebagai lokasi ketiga di dunia karena melihat potensi sumber daya manusia Indonesia yang sangat menjanjikan sebagai tech-entrepreneur, software engineer dan inovator digital.

Tahun 2020 ini, Apple Developer Academy menggelar Apple Graduation yang kedua kalinya. Sebanyak 194 wisudawan telah mengikuti program beasiswa selama sepuluh bulan dari April 2019 hingga Januari 2020.

Melalui program beasiswa ini, Apple Developer Academy berupaya mencetak lebih banyak sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kompetensi pengembangan aplikasi kelas dunia sehingga mampu mendorong perkembangan ekonomi digital nasional. Acara Apple Graduation tersebut turut dihadiri oleh Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro – Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional.

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Prof. Bambang Brodjonegoro menyampaikan keynote speech

Irawan Harahap, Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land mengatakan, lulusan Apple Academy batch kedua ini diharapkan akan memperkaya Digital Hub yang sedang membangun ekosistem tech and digital.

”Talenta-talenta berkelas dunia inilah yang akan menjawab kebutuhan para pelaku industri digital ke depannya,” ujarnya.

Irawan menambahkan, Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang kompeten di bidang digital dan teknologi. Pertumbuhan industri ini didominasi oleh para anak muda, salah satunya melalui sekolah informal Apple Developer Academy BSD City.

”Mereka menghadirkan beragam inovasi yang sangat kreatif sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman. Para wisudawan Apple Developer Academy angkatan kedua ini diharapkan dapat menjadi pengembang aplikasi asal Indonesia yang memiliki standard global,” jelasnya.

Selama 10 bulan, Apple Developer Academy telah melakukan inkubasi atau pendalaman teknologi di BSD City. Tahap inkubasi ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi para wisudawan sehingga ilmunya bisa diaplikasikan langsung di masyarakat luas melalui teknologi.

Dalam Apple Graduation batch kedua ini, para perwakilan peserta menampilkan sejumlah aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyakat Indonesia. Aplikasi-aplikasi yang dipresentasikan di acara kelulusan Apple Developer Academy di batch kedua ini di antaranya adalah Qiroah, Teman Netra, Leastric, Hearo, dan Canting.

Aplikasi Qiroah

Aplikasi Qiroah mendukung metode belajar membaca Al-Quran

Qiroah yang dipresentasikan oleh Khoirunnisa’ Rizki Noor Fatimah dan Ramadhani Dian Pratwi diciptakan untuk mendukung metode belajar membaca Al-Quran secara tatap muka (talaqqi), mendengarkan frasa dan melatih pengucapan ayat-ayat Al-Quran. Aplikasi ini akan memberi tanggapan dengan menggunakan teknologi Machine Learning.

 

Aplikasi Teman Netra

Aplikasi Teman Netra membantu mereka yang memiliki kesulitan penglihatan dengan memberikan bantuan untuk membaca teks

Aplikasi kedua adalah Teman Netra yang dipresentasikan oleh Savitri Nurhayati dan P. J. Bumi Gilang Sinawang. Aplikasi ini diciptakan untuk membantu warga Indonesia yang memiliki kesulitan penglihatan dengan memberikan bantuan untuk membaca teks pada surat, buku, brosur, label makanan, menu restoran hingga pembacaan nominal uang. Leastric dipresentasikan oleh Marilyn M. Y. D. Parhusip dan diciptakan untuk mengawasi penggunaan listrik yang kita pakai kapan saja dan di mana saja. Alat yang tersambung dengan aplikasi ini akan membantu kita dalam menghemat dan membantu lingkungan.

 

Aplikasi Hearo

Aplikasi yang membantu komunitas yang memiliki kesulitan pendengaran agar dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan mengubahnya menjadi teks.

Aplikasi yang tidak kalah menarik adalah Hearo, yang dipresentasikan oleh Kamilia Latifah dan Aisyah Nur Shadrina dan diciptakan untuk membantu komunitas yang memiliki kesulitan pendengaran agar dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan mengubahnya menjadi sebuah teks. Aplikasi ini juga dapat menerjemahkan tawa dan juga tepuk tangan.

 

Aplikasi Canting

Aplikasi yang memberikan pengalaman unik dalam menciptakan karya seni Batik

Sedangkan Dimitrij Tijawi dan Indra Sumakarya mempresentasikan aplikasi bernama Canting yang diciptakan untuk memberikan pengalaman imersif dan nyata untuk menciptakan karya seni Batik. Pembuatan karya seni batik ini dilakukan dengan aplikasi Canting menggunakan Apple Pencil sebagai alatnya. Kemudahan yang dihadirkan aplikasi Canting sendiri membuatnya dapat digunakan oleh komunitas batik.

Prof. Bambang Brodjonegoro menyapa para developer di Apple Developer Academy

Melanjutkan kesuksesan Angkatan sebelumnya, Apple Developer Academy juga telah membuka pendaftaran dan melakukan seleksi (recruitment) terhadap lebih dari 2,000 pelamar dari berbagai provinsi di Indonesia. Seleksi ini berhasil menyaring 200 calon mahasiswa yang akan menerima beasiswa di batch ketiga yang akan dimulai pada Februari hingga Desember 2020.

Kehadiran Apple Developer Academy tentunya memperkaya ekosistem digital yang tengah dibangun oleh Sinar Mas Land di BSD City. Diharapkan keberadaan sarana edukasi digital seperti Apple Developer Academy akan menyokong kebutuhan talenta digital perusahaan-perusahaan teknologi dan IT yang berkantor di BSD City. Akademi ini menempati area seluas 1,562 meter persegi di kawasan BSD Green Office Park, tepatnya di gedung Green Office Park 9.

Selain Apple Developer Academy, Sinar Mas Land juga tengah menggarap “Digital Hub” sebuah area yang ditujukan untuk Komunitas Digital mulai dari startup company, institusi pendidikan yang bergerak di bidang IT hingga perusahaan multinasional berbasis teknologi. Digital Hub memiliki area seluas 25,86 Ha dan terletak di bagian selatan Green Office Park, BSD City. Saat ini sejumlah perusaahan yang bergerak di bidang IT telah berkantor di kawasan Green Office Park seperti Grab Indonesia, BSD Innovation Lab, Huawei, Sales Stok, Ev Hive, Orami dan akan direlokasi ke kawasan Digital Hub ketika proyek tersebut telah selesai pembangunan.

]]>
Digital Hub BSD City Kembangkan Ekonomi Digital /blog/?p=2349 Thu, 05 Dec 2019 08:37:57 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=2349 Pengembangan smart city dan kawasan ekonomi digital di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, semakin bergeliat dengan adanya Digital Hub di BSD City.

Kawasan ekonomi digital yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land ini, dibuat menyerupai Silicon Valley di San Francisco, dengan perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di dunia, seperti Apple, Twitter, dan Facebook.

Corporate Communication & Public Affairs Division Head Sinar Mas Land, Panji Himawan, mengatakan di Indonesia, pengembangan kawasan ekonomi digital dilakukan secara visioner oleh Digital Hub Sinar Mas Land.

“Berkaca dari Silicon Valley, Sinar Mas Land memulai pengembangan ini secara organik dengan penyediaan perguruan tinggi untuk menyediakan digital talent pool,” kata Panji di kawasan The Breeze, BSD City, Rabu (4/12/2019).

Dengan digital talent pool yang mumpuni, diharapkan dapat melengkapi fasilitas dan infrastruktur berteknologi tinggi yang telah tersedia, seperti Apple, Huawei dan NTT.

Kawasan Digital Hub didesain sebagai pusat tech commerce yang ekspansif dan berkelanjutan dengan tujuan menyediakan wadah bagi kreator dan inovator Indonesia, sebagai bagian dari Ekonomi 4.0,” paparnya.

Dengan membangun kawasan Digital Hub, diharap kedepan akan menjadi rumah bagi komunitas para pelaku kreatif, teknologi dan digital, sesuai dengan kebutuhan era digital.

“Di sebagian besar proyek milik Sinar Mas Land, kami juga telah meluncurkan rumah-rumah tinggal yang telah dilengkapi dengan smart home system, dimana semua dapat terintegrasi dengan gadget,” jelasnya.

CEO Technology Business Sinar Mas Land, Irvan Yasni, menambahkan Digital Hub dibangun di atas lahan seluas 26 hektar dan terletak di selatan BSD Green Office Park.

“Sejumlah institusi pendidikan di bidang coding juga telah hadir di BSD City, seperti Apple Developer Academy, Binar Academy, Techpolitan, Purwadhika, Grab Innovation Lab, Creativenest,” sambung Irvan Yasni.

Keberadaan institusi tersebut, diharap dapat menyediakan tenaga kerja di bidang digital, seperti IT developers ke sejumlah perusahaan multinasional, startup, serta tech companies.

“Hal yang membedakan kota pintar yang dikembangkan Sinar Mas Land dengan kota pintar lainnya, ialah skala proyek yang besar dan strategi yang matang, yaitu skala kota, seperti kota mandiri,” tambahnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Microsoft untuk pengaplikasian teknologi yang ada di BSD City, dengan memakai teknologi artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), dan dengan big data.

“Teknologi lainnya yang akan diadopsi antara lain adalah sistem keamanan yang canggih, sumber energi yang ramah lingkungan, akses internet dengan kecepatan hingga 1 GB di area publik, hingga CCTV pintar,” pungkasnya.

 

Sumber: Sindonews

]]>
Dorong Kemajuan Industri Kreatif Animasi, Bengkel Animasi Bersama Sinar Mas Land dan Intel Selenggarakan Indonesian CG Heroes /blog/?p=2170 Mon, 12 Nov 2018 09:59:02 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=2170 Jakarta, 10 November 2018 – Bengkel Animasi didukung oleh Sinar Mas Land dan Intel menyelenggarakan acara yang bertajuk Indonesian CG Heroes di Auditorium Green Office Park 9, BSD City. Acara ini menjadi titik temu dan berkumpulnya para stakeholder industri animasi Indonesia, mulai dari studio animasi/ games, praktisi, institusi pendidikan, pelajar/ mahasiswa dan institusi-institusi pemerintah terkait. Indonesian CG Heroes dihadiri oleh Kementrian Perindustrian Indonesia, serta berkolaborasi bersama pakar anima si ternama seperti Ronny Gani – Senior Animator Film Avengers: Infinity War, Rini Sugianto – Senior Animator Film The Hobbit: The Desolation of Smaug, Andre Surya – CG Artist Film Transformers: Revenge of the Fallen dan Denny Ertanto Digital Compositor Film: War for the Planet of The Apes. Acara ini juga menghadirkan lead animator dalam Assassin’s Creed Games, dan Kevin Herjono, ahli special effect dan 3D yang telah menangani berbagai proyek di Hollywood Amerika Serikat seperti film Deadpool, Avengers dan sejumlah film terkenal lainnya.

Melalui Indonesian CG Heroes, Bengkel Animasi bersama-sama dengan Sinar Mas Land dan Intel memiliki misi dalam mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian kreatif terbesar di Asia. Melihat besarnya potensi dunia animasi digital, Indonesian CG Heroes menjadi ajang edukasi dan networking bagi stakeholder industri animasi lokal tentang daya tarik industri animasi digital dan kontribusinya terhadap perekonomian negara di masa depan.

Dorong Kemajuan Industri Kreatif Animasi, Bengkel Animasi Bersama Sinar Mas Land dan Intel Selenggarakan Indonesian CG Heroes

Irawan Harahap, Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land menjelaskan dalam siaran pers nya hari ini “Industri kreatif di Indonesia, khususnya bidang animasi, sedang sangat berkembang, dan bahkan belum mencapai potensi maksimalnya, sehingga masih terbuka ruang untuk berkembang lebih besar lagi dan memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.” Banyak studio-studio animasi lokal di seluruh Indonesia, mulai dari Infinite Studios di Batam, The Little Giantz, Enspire, dan MNC Animation di Jakarta, sampai Base Studio di Bali, dengan kapasitas tenaga kerja secara umum berkisar antara 100-300 orang di setiap perusahaan. Mereka mengerjakan proyek-proyek animasi dari berbagai macam Negara.

Dengan menjadi negara dengan populasi terbesar ke 4 di dunia, kita memiliki sumber daya manusia yang sangat besar, namun dari segi kualitas, harus diakui adanya ketertinggalan jika dibandingkan negara-negara tetangga di tingkat Asia Tenggara. Kualitas animator Indonesia yang harus mampu bersaing secara internasional menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dan perkembangan industri animasi kita.

Bengkel Animasi hadir untuk meningkatkan kualitas animator muda, melalui program-program pelatihan yang intensif dan melibatkan para praktisi dan perusahaan-perusahaan animasi di Indonesia. Kami juga secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi industri animasi untuk menjadi peluang karir yang berkesinambungan bagi insan-insan kreatif Indonesia.” Ujar Ronny Gani, pendiri dari Bengkel Animasi

]]>
Sinar Mas Land Bangun Kawasan Digital Hub /blog/?p=690 Thu, 18 May 2017 09:36:17 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=690 Hari ini Kamis (18/5/2017), Sinar Mas Land menggelar acara peletakan batu pertama atau groundbreaking kawasan Digital Hub di BSD City. Kawasan yang dibangun di atas lahan seluas 25,86 hektare ini berlokasi tepat di bagian selatan Green Office Park, BSD City.

Kawasan Digital Hub dibangun dengan total investasi sekitar Rp7 triliun akan diperuntukkan bagi perusahaan startup company, technology leaders, hingga institusi pendidikan yang bergerak di bidang Information Technology Science.

Acara groundbreaking Digital Hub BSD City ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah di antaranya Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Triawan Munaf; Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar; Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, dan CEO Group Sinar Mas Land Michael Widjaja.

CEO Group Sinar Mas Land Michael Widjaja mengatakan kehadiran Digital Hub sebagai inovasi Sinar Mas Land untuk mewujudkan transformasi BSD City sebagai integrated smart digital city di tanah air serta menjawab kebutuhan masyarakat di era teknologi informasi.

“Ini (Digital Hub) merupakan inovasi terbaru Sinar Mas Land untuk mengakomodir perkembangan industri informasi dan teknologi digital yang sangat pesat,” kata Michael.

Ia berharap kehadiran digital hub dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri berbasis IT dan teknologi digital mengingat saat ini pemerintah tengah fokus untuk mendorong pertumbuhan tersebut.

“Kawasan ini didedikasikan sebagai Silicon Valley Indonesia dipersembahkan khusus untuk menunjang operasional dan aktivitas keseharian perusahaan berbasis teknologi dan digital. Jadi kami berharap dari digital hub akan lahir berbagai inovasi baru dari dunia digital serta IT,” tambah Michael.

Sinar Mas Land dalam membangun digital hub itu menggandeng NBBJ sebuah konsultan arsitek terkemuka dunia yang kerap men-design sejumlah kantor perusahaan IT dunia seperti Amazon dan markas Samsung di Amerika Serikat. Proyek pembangunan kawasan digital hub rencana dilengkapi dengan berbagai infrastruktur teknologi canggih untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era teknologi digital.

(Sumber: wartaekonomi )

 

]]>
Sinar Mas Land Luncurkan Aplikasi OneSmile /blog/?p=543 Sun, 02 Apr 2017 09:25:12 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=543 Bagi anda yang tinggal di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) City, wajib mengunduh aplikasi One Smile App. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi mobile terintegrasi yang dirancang secara khusus untuk mengoptimalkan kualitas hidup warga BSD City serta memperkuat posisi BSD City dalam transformasinya menjadi “The First Integrated Smart Digital City” di Indonesia.

Onesmile App diluncurkan pada 30 Maret 2017 lalu di The Breeze BSD oleh Sinar Mas Land. ‘OneSmile App’ diciptakan untuk menjawab tantangan akan laju perkembangan teknologi digital yang turut mengubah pola hidup penghuni BSD City yang terbiasa menggunakan smartphone dengan beragam perangkat aplikasinya. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan oleh OneSmile App mulai dari pembayaran IPL dan Air, melihat jadwal transportasi dan kondisi jalan, membeli tiket, belanja kebutuhan groceries, hingga melakukan pemesanan makanan yang ada di kawasan BSD City bisa dilakukan secara mudah dan dalam satu genggaman saja yang dapat diunduh baik oleh pengguna smartphone berbasis Android ataupun iOS.

“Sinar Mas Land selaku pengembang utama kota mandiri BSD City sangat senang bisa menghadirkan aplikasi mobile terintegrasi ‘OneSmile App’ khususnya bagi para penghuni BSD City. Dengan hadirnya aplikasi mobile ini, Sinar Mas Land berharap agar aplikasi dapat memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai macam transaksi mulai dari pemesanan hingga pembayaran,” terang Irvan Yasni, CTO Sinar Mas Land.

Sementara itu, Jahja Suryandy, Managing Director PT Kresna Graha Investama Tbk menjelaskan, pihaknya sebagai pengembang aplikasi mobileOneSmile sangat bangga turut serta menjadi pelopor dari penciptaan smart digital community. Tidak hanya di BSD City, namun juga di Indonesia.

“Bagi kami, peluncuran perdana ini baru merupakan langkah awal. Saat ini, kami tengah menyiapkan berbagai pengembangan dan inovasi yang memadukan teknologi termutakhir yang ada guna semakin menjadikan OneSmile sebagai everyday’s lifestyle bagi para penghuni BSD City, beberapa di antaranya adalah GPS tracking, CCTV view dan smart home button. Kesemuanya ini tentunya bertujuan untuk memberikan solusi dan kemudahan dengan cara yang lebih efisien bagi penduduk BSD City di dalam melakukan pemenuhan kebutuhan dan kegiatan sehari-hari mereka,” ujar Jahja.

OneSmile Mobile App untuk Digital Smart City

Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis, dan dinamis dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi serta memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Berangkat dari fenomena ini, Sinar Mas Land selaku pengembang utama kota mandiri BSD City menghadirkan inovasi fasilitas terbaru melalui aplikasi mobile OneSmile yang mampu menyediakan layanan e-Wallet, Community Platform, Loyalty Programs, serta Business Performance Management Solutions dan memberi kemudahan informasi serta kemudahan dalam segala bentuk transaksi bagi para penghuni kota pintar #OneSmileBSD mulai dari pembayaran tagihan air, tagihan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), melihat jadwal transportasi dan kondisi lalu lintas, membeli tiket, belanja kebutuhan sehari-hari, hingga melakukan pesanan makanan dari berbagai restoran yang ada di area BSD City.

(Sumber: KabarTangsel )

]]>
Sinar Mas Land Gandeng GeeksFarm /blog/?p=550 Mon, 06 Mar 2017 01:30:56 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=550 Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Oleh karena itu, tidak heran jika para developer properti berlomba-lomba menawarkan sebuah konsep smart city untuk menunjang kehidupan masyarakat.

Salah satu developer properti yang serius dalam membangun smart city adalah Sinar Mas Land dengan BSD City. Dalam kesempatan wawancara eksklusif dengan CTO Sinar Mas Land, Irvan Yasni, dijelaskan bahwa salah satu cara Sinar Mas Land menjadikan BSD City sebagai kota yang “smart” adalah dengan membangun komunitas teknologi.

Sehubungan dengan itu, Sinar Mas Land menghadirkan GeeksFarm dan WGS Hub di BSD City. PT WGS (Walden Global Services) adalah salah satu perusahaan jasa IT di Indonesia yang menyediakan solusi enterprise dan programmer outsourcing. WGS Hub hadir sebagai konsep retail fisik yang menawarkan jasa pembuatan software/aplikasi.

Sementara, GeeksFarm adalah perusahaan yang melatih orang-orang yang tertarik di dunia teknologi untuk menjadi programmer. GeeksFarm dan WGS Hub saling terkait. CEO WGS Hub, Anton Ong menjelaskan bahwa GeeksFarm akan melatih orang-orang yang berminat dan berbakat di bidang IT untuk menjadi manpower di balik WGS Hub.

Irvan menjelaskan, untuk membangun dan mengembangkan komunitas di BSD City, maka memerlukan talent pool. Kunci utama untuk menarik perusahaan-perusahaan besar agar tertarik berkantor di BSD City adalah dengan menyediakan banyak talenta.

“Sehingga para pemain Digital Hub tidak perlu lagi mencari dari luar, tapi sudah disediakan di sini,” ujar Irvan. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan seseorang yang memang memiliki kemampuan mumpuni tertarik untuk membuat startup. “Talent itu menjadi perusahaan kecil, kemudian diinkubasi menjadi perusahaan menengah, lalu menjadi perusahaan besar,” kata Ivan.

Bersama dengan WGS Hub, GeeksFarm adalah salah satu pihak yang diundang oleh Sinar Mas Land untuk memperkaya komunitas teknologinya. GeeksFarm memiliki tujuan untuk melatih orang-orang yang tertarik dengan dunia teknologi, mulai dari anak-anak hingga pekerja IT profesional.

Secara keseluruhan, GeeksFarm membagi pelajaran yang mereka tawarkan ke dalam empat kategori, yaitu Basic Coding Training, Advanced Workshop, Coding for Kids, dan Startup School. Saat ditemui di The Breeze, co-founder GeeksFarm, Rhesa Surya Atmadja menjelaskan, mereka mengadakan kelas dengan murid kurang dari 10 orang.

“Biasanya, kami membatasi jumlah pelajar di kelas, di bawah 10 orang, supaya pelajarannya tidak satu arah,” kata Rhesa. Dia menjelaskan, pengajar tidak hanya akan berdiri di depan untuk menjelaskan materi pembelajaran. Dia akan mengitari kelas, lebih sebagai pendamping. “Agar interaksinya bagus. Kalau tidak mengerti, murid bisa langsung bertanya.”

Selama ini, Rhesa tidak pernah kekurangan orang yang tertarik untuk belajar. Sebab, dunia memang sedang berubah. Kini, teknologi menjadi fokus kehidupan. Saat ini, sedang terjadi kekurangan tenaga programmer.

Itu menjadi salah satu alasan mengapa GeeksFarm menyediakan kelas pembelajaran pemprograman untuk anak-anak. Rhesa menuturkan, dalam mengajar anak-anak, kuncinya adalah mengajar dengan cara yang menyenangkan. Setelah anak senang dengan cara belajar, maka anak itu akan belajar dengan sendirinya tanpa merasa terbebani.

Khusus untuk anak-anak, mereka diajarkan bahasa pemprograman Construct 2. Menurut Rhesa, sebaiknya anak-anak diajari bahasa yang sederhana. Yang penting adalah mengajarkan logika pada anak-anak. “Karena programming is all about logic. Kalau logikanya bagus, pasti bisa jadi programmer.”

Selain menyediakan kelas pembelajaran coding untuk anak dan dewasa, GeeksFarm juga menyediakan pelatihan gratis. Namun, tidak sembarang orang bisa mengikuti pelatihan ini. Salah satu syaratnya, calon peserta berusia produktif, di bawah 30 tahun. Selain itu, peserta juga harus bersedia disalurkan bekerja.

Sebelum dilatih, GeeksFarm juga akan menguji kemampuan matematika dan IQ calon peserta. Menariknya, jika kelak di tengah pelatihan peserta merasa tidak sanggup bekerja sebagai programmer, dia tidak diharuskan membayar biaya pelatihan di GeeksFarm.

“Biarkan itu menjadi bekal dia,” kata Rhesa. Namun, kasus demikian jarang terjadi. Mayoritas orang yang mereka latih sanggup menyelesaikan keseluruhan pelatihan. “Karena biasanya yang datang ke kita adalah orang yang mau bekerja. Kasarnya, kalau bisa dilatih seminggu, besoknya langsung kerja.”

Pelatihan tersebut memakan waktu sekitar 2 bulan. Pelatihan dilakukan setiap hari, Senin hingga Jumat. Mengenai kurikulum, sebanyak 20-30 persen adalah teori. Sementara, 80-70 persen merupakan praktik.

“Kita percaya dengan program Presiden Joko Widodo tentang Revolusi Mental, yang salah satunya adalah tenaga kerja siap pakai,” ujar Rhesa. Lantaran memiliki visi yang sama dengan WGS, yaitu untuk memajukan Indonesia, maka GeeksFarm pun tertarik menjalin kerja sama.

Rhesa pun mengakui, Sinar Mas Land juga memiliki tujuan serupa. Hal inilah, menurutnya, yang membuat kerja sama di antara ketiganya dapat terjalin lancar.

Lalu, apa alasan Sinar Mas Land memilih untuk bekerja sama dengan GeeksFarm dan WGS?

CTO Sinar Mas Land, Irvan Yasni, menjelaskan, “Kami sudah lihat business model dan portfolio mereka dan mereka bukan sekadar startup baru.” WGS tidak hanya melayani klien dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. Produk-produk yang ditawarkan pun inovatif.

“Kita pikir, mereka adalah salah satu yang bisa memperkaya ekosistem kita. Mereka tidak sekadar bertempat di sini, tapi juga dapat membangun komunitas,” kata Irvan.

Dia mengaku, meski ingin membangun komunitas teknologi dan tempat yang nyaman untuk startup, Sinar Mas Land tidak akan asal menerima startup. Tim Sinar Mas Land akan menganalisa startup yang pantas dijadikan bagian dari ekosistem tengah mereka kembangkan. Cara ini untuk menghindari startup yang tidak serius.

“Kita percaya mereka punya portfolio yang bagus, rencana yang bagus, perkembangan yang bagus,” kata Irvan menjawab pertanyaan tentang kriteria startup yang dianggap baik.

Selain memperkaya komunitas melalui kerja sama dengan startup dan perusahaan teknologi, Sinar Mas Land juga akan mengadakan berbagai acara yang bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat mengenai beragam fasilitas yang BSD City sediakan.

Para komunitas pecinta teknologi juga bisa menjadikan BSD City sebagai tempat berkumpul. Jika mereka ingin mengadakan pertemuan kecil-kecilan, mereka bisa memanfaatkan The Breeze atau Green Office Park. Bila mereka ingin mengadakan pertemuan besar, mereka bisa menggunakan ICE.

Salah satu keuntungan membuat acara di BSD City, menurut Irvan, adalah karena harga yang lebih terjangkau. Dibandingkan Jakarta, harga sewa di BSD City lebih murah. Dia juga yakin BSD City merupakan tempat yang cocok untuk para komunitas pecinta teknologi karena tempatnya nyaman.

“Orang teknis itu sambil berpikir, sambil melihat jauh,” kata Irvan menjelaskan. “Kalau kita melihat pemandangan hijau, bisa membuka pikiran. Kalau buka jendela ketemunya tembok, enggak jauh buka pikirannya.”

Strategi Sinar Mas Land untuk mengembangkan smart city yang berfokus pada komunitas, didukung oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Menurutnya, strategi tersebut adalah cara yang paling tepat. Setelah propertinya ada, tugas penting lainnya adalah mengikutsertakan komunitas. “Kalau komunitas tidak disertakan, akan berat sekali. Harus ada komunitas, akademisi dan mahasiswa,” ucap Triawan.

Ayah dari penyanyi Sherina Munaf itu menyarankan agar Sinar Mas Land ‘menggarap’ mahasiswa yang memang kampusnya ada di BSD City. Sebab, anak muda menjadi kunci untuk mengembangkan komunitas.

Dalam hal ini, pengelola harus memudahkan komunitas untuk berkreasi. Keberadaan co-working space merupakan salah satu elemen yang atraktif. Selain itu, akses ke tempat tersebut mudah dan jaringan internet yang baik.

Dikatakan Triawan Munaf, hanya developer yang serius yang dapat mengembangkan smart city. “Perlu investasi yang cukup lama, karena tidak bisa langsung. Jadi, memang harus punya komitmen penuh, baru akan terasa berbeda,” ujarnya.

Memang tak tertutup kemungkinan ada developer properti yang menjadikan ‘smart city’ sebagai embel-embel promosi dari kawasan yang sedang mereka bangun. “Namun, saya yakin masyarakat akan segera tahu jika smart city hanya digunakan sebagai trik promosi,” kata Triawan.

Untuk mengembangkan smart city, developer yang serius harus rela mengeluarkan uang tidak sedikit pada awal pembangunan. Termasuk upaya mengembangkan komunitas.

(Sumber: Metrotvnews )

]]>
Sinar Mas Land Siapkan Silicon Valley Indonesia /blog/?p=540 Tue, 28 Feb 2017 07:32:54 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=540 Sinar Mas Land akan mulai membangun kawasan Digital Hub pada tahun ini, sebuah kawasan kota pintar berbasis digital yang terintegrasi dan mampu mendukung aktivitas bisnis bagi para penghuninya. Kawasan tersebut nantinya akan menjadi tempat berkumpul berbagai macam perusahaan digital raksasa, startup, R&D Center, Pusat edukasi berbasis IT dan kreatif industri.

Pembangunan Digital Hub ini merupakan salah satu inovasi baru dari Sinar Mas Land yang sudah dibahas secara mendalam dan melibatkan banyak pihak. Kawasan yang dijuluki sebagai “Silicon Valley Indonesia” ini merupakan jawaban dan solusi atas tantangan dari arus perkembangan teknologi dalam jangka waktu panjang.

Tentunya sejumlah inovasi dan fasilitas yang diberikan diharapkan bisa berkontribusi secara baik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu dirasa perlu, mengingat ketidakpastian ekonomi dunia tengah menekan ekonomi Tanah Air sehingga perlu ada aspek lain untuk menstimulus ‘mesin utama’ perekonomian.

Sinar Mas Land menyiapkan lahan seluas 25,86 hektare (ha) di BSD City, Tangerang Selatan, Banten, untuk dibangun mirip Silicon Valley di San Francisco Bay Area, Amerika Serikat (AS), yang di dalamnya terdapat kantor pusat Facebook, Twitter, Google, dan lainnya.

Project leader Digital Hub Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, saat ini master plan untuk pembangunan kawasan Digital Hub sudah selesai. Sementara, pembangunan infrastruktur akan mulai dikerjakan pada kuartal II-2017. Estimasi pengerjaan proyek di kawasan tersebut hingga selesai sekitar 15 tahun.

“Gedung yang pertama akan rampung pada kuartal pertama 2019,” ujar Irawan, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta.

Gedung perdana di kawasan Digital Hub itu akan diberi nama Knowledge Hub. Beragam fasilitas disediakan, seperti social coloboration/sosial ecospace yang merupakan sebuah tempat bagi para pemain industri digital berkumpul dan bertukar pikiran dalam menciptakan sebuah ide.

Harga kompetitif ditawarkan bagi perusahaan dan institusi di bidang IT dan teknologi yang tertarik membeli tanah atau menyewa kantor di sana, sehingga diharapkan memicu minat perusahaan digital lainnya memindahkan kantor operasional ke kawasan BSD City. Sinar Mas Land menyediakan tiga model bisnis yang ditawarkan kepada yang berminat.

“Pertama, kita akan bangun kantornya, lalu disewakan ke techno leaders/digital communities. Kedua, mereka membeli tanah dan mereka bangun sendiri kantornya atau showcase center-nya atau innovation hub mereka di Indonesia. Ketiga, konsep Build to Suit (BTS). Jadi, kalau mereka ada kebutuhan office space, kita bangun sesuai kebutuhan mereka dengan modal belanja dari Sinar Mas Land,” jelas Irawan.

Sementara untuk sistem pembelian dan penyewaan tanah, Irawan mengungkapkan, pihaknya akan lebih dahulu berfokus pada lahan seluas 13 ha. Dari luas tersebut, sebanyak 70 persen lahan akan digunakan untuk kepentingan komersil dan sisanya akan digunakan untuk kepentingan Sinar Mas Land.

“Sebanyak 30 persennya kita simpan sendiri. Jadi, masih ada 30 persen kita kelola sendiri. Kita bangun benar-benar murni dan sewakan ke para tenants,” kata dia.

Untuk menggugah minat konsumen, Irawan akan memberikan insentif. Insentif tersebut akan membantu perusahaan digital agar lebih maksimal dalam mengembangkan inovasi dan mendukung aktivitas bisnis di Tanah Air. Mengenai besaran insentif akan disesuaikan kebutuhan masing-masing perusahaan.

“Misalnya, ada startup baru di bidang 3D, nanti kita siapkan satu ruangan untuk 3D printing center. Kita akan investasi ke sana. Kalau butuh alat baru, nanti kita akan kasih alat baru. Kemudian, ada VR Room nanti kita siapkan. Jadi, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan belanja modal untuk investasi produk sehingga kita bisa memfasilitasi kebutuhan para komunitas digital ini,” paparnya.

Untuk memaksimalkan pembangunan dan menyediakan sejumlah fasilitas di Digital Hub, Sinar Mas Land tak tanggung-tanggung merogoh kocek hingga Rp3 triliun. Dana tersebut sepenuhnya bersumber dari dana sendiri.

“Kecuali ada perusahaan luar maupun dalam negeri yang mau investasi ke kita, nanti bisa gabung. Untuk saat ini, masih duit sendiri,” ucapnya.

Kendati sudah maksimal memberikan sejumlah fasilitas dan insentif, Irawan tidak menampik bahwa merealisasikan perusahaan digital dan institusi terkait untuk memindahkan kantor operasionalnya di kawasan Digital Hub bukan perkara mudah. Ini menjadi tantangan besar, sekaligus menjadi batu pijakan dalam kesuksesan proyek tersebut.

Irawan tak memungkiri, masalah tempat tinggal dan akses transportasi ke BSD City menjadi pertanyaan yang dilontarkan konsumen. Namun, sebenarnya itu tak menjadi soal karena untuk keluar dan masuk ke kawasan BSD City terdapat bus feeder yang langsung mengarah ke pusat kota Jakarta, seperti Mangga Dua, Sudirman, dan Gatot Subroto.

“Kita sedang membangun intermoda di BSD. Mungkin akan selesai pada akhir 2018. Itu nanti one stop integrated trasportation hub, akan ada stasiun bus, stasiun kereta, shuttle bus BSD, kawasan tersebut juga dilengkapi beberapa fasilitas seperti apartemen, dan pasar modern ,” paparnya.

Sedangkan untuk solusi tempat tinggal, Sinar Mas Land memberikan penawaran khusus berupa diskon untuk beberapa rumah berdasarkan kesepakatan bisnis antara Sinar Mas Land dengan perusahaan startup.

“Nah, kalau startup ada beberapa pilihan yang diberikan BSD. Untuk business to business (B to B) kita kasih payung perjanjian buat spesial price additional diskon dari harga pasar, tapi dengan minimum order,” imbuhnya.

Apabila tidak ingin membeli, maka menyewa rumah di kawasan BSD City bisa menjadi solusi lain. Sebab, harga sewa rumah yang ditawarkan di kawasan tersebut cukup kompetitif. “Kalau untuk anak muda, bisa bertiga sewa satu rumah. Sebab, sewa rumah di BSD relatif terjangkau. Ada juga apartemen satu kamar ,studio yang dekat dengan kawasan Green Office Park,” kata dia.

Tidak hanya itu, juga terdapat shuttle bus di beberapa titik tempat tinggal menuju ke Green Office Park dan kawasan Digital Hub. Sedangkan untuk memberikan kemudahan bagi karyawannya maka di dalam kawasan Digital Hub itu nanti akan disediakan sepeda listrik agar lebih efisien dan efektif dalam berpindah tempat atau melakukan pertemuan.

Di sisi lain, Irawan mengatakan, pembangunan Digital Hub melibatkan masyarakat setempat. Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan lapangan kerja, menumbuhkan lingkungan yang kondusif dan produktif, termasuk memajukan perekonomian suatu tempat.

“Kamu pindahin kita ke sini, tapi sumbernya (tenaga kerja) dari mana? Nah, tenaga kerja yang membangun kawasan 26 ha itu kita serap dari masyarakat sekitar. Ini yang membedakan kita dengan developer lain,” pungkasnya.

Bukan yang Pertama

Sinar Mas Land memang bukan pihak pertama yang ingin membangun “Silicon Valley Indonesia.” Tapi, dia beda. Apa yang membedakan Digital Hub milik Sinar Mas Land dengan yang lain?

“Kita sedang membangun, mengubah BSD sebagai smart, digital, and creative city. Cara kita membangun melalui ekosistem. Salah satu komponen ekosistem yang paling penting adalah membangun pusat industri digital,” ujar CTO Sinar Mas Land, Irvan Yasni. Digital Hub akan menjadi pusat dari industri digital tersebut.

“Kalau berbicara soal smart city, ujung-ujungnya kan masalah efisiensi energi dan keamanan,” ujar Irawan. Sehubungan dengan hal itu, untuk mengembangkan Digital Hub Sinar Mas Land akan menggunakan perangkat dengan konsumsi daya yang rendah. Mereka juga akan menggunakan energi dari sumber terbarukan, seperti tenaga matahari, angin, dan air.

“Yang paling bisa diaplikasikan adalah sinar matahari. Nanti, panel suryanya bisa dikamuflasekan di atap atau di bawah,” kata Irvan menjelaskan.

Seraya berkelakar, Irvan mengatakan bahwa sekarang ini, kebutuhan pokok manusia tidak hanya terbatas pada listrik dan air. Internet juga telah menjadi kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat. “Katanya, kalau enggak ada internet, enggak hidup,” ujar pria berkacamata ini. Oleh karena itu, di Digital Hub akan disediakan public WiFi.

Sebenarnya saat ini, teknologi yang ada memungkinkan perumahan untuk mendapatkan internet dengan kecepatan hingga 1GB. Dia berharap, keberadaan public WiFi akan menjadi insentif tersendiri bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di BSD.

Selain internet, Sinar Mas Land juga mengimplementasikan kamera pengawas CCTV (Closed-Circuit Television) untuk keamanan dan lalu lintas. Sinar Mas Land juga akan membuat command center yang berfungsi untuk memudahkan akses ke semua data yang dikumpulkan oleh CCTV.

CCTV memang memberikan keamanan secara fisik yang lebih baik. Namun, muncul kekhawatiran bahwa data CCTV tersebut akan dicuri hacker. Terkait hal ini, Irvan menjelaskan bahwa Sinar Mas Land tidak sekadar memasang CCTV dan menghubungkannya ke internet.

“CCTV kita tidak langsung terhubung ke internet, tapi masuk ke platform. Platform inilah yang menyimpan berbagai data,” ujar Irvan. “Platform itu dijaga oleh sistem keamanan yang baik, seperti saat kita mengatur bisnis perusahaan.” Dia menegaskan, sistem keamanan untuk platform Digital Hub sudah sekelas enterprise.

Irawan menyebutkan, Sinar Mas Land juga mengembangkan smart home. “Smart home bukan dalam artian panic button dan CCTV saja,” katanya sambil tersenyum. “Kita punya aplikasi, yang akan terintegrasi dengan semua kegiatan yang ada di rumah.”

Aplikasi itu akan dapat dipasang di smartphone. Selain memonitor segala aktivitas di rumah, aplikasi juga dapat digunakan untuk berbagai hal. Mulai dari membeli makanan, membayar tagihan listrik, berbelanja.

“Kehidupan masyarakat bisa kita bantu dengan aplikasi mobile. Seperti Go-Jek, bisa pesan makanan atau shopping, bayar tagihan,” kata Irvan. Dia juga menyebutkan, aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat.

Sinar Mas Land menjelaskan, Digital Hub sejatinya ditujukan untuk perusahaan dan startup teknologi. Karena itulah, jika ada perusahaan besar non-teknologi yang tertarik untuk berkantor di Digital Hub, pihak Sinar Mas Land akan mengarahkan mereka ke area komersil lain yang menjadi bagian dari BSD City.

“Tapi tidak usah khawatir, label smart-nya enggak akan hilang, karena yang kita bangun kan kotanya,” ujar Irvan.

Irvan sadar, terbentuknya Silicon Valley juga berkat keberadaan para akademisi. Karena itu, dia berharap universitas yang berada di BSD City berafiliasi dengan perusahaan-perusahaan asing yang memiliki pengaruh besar di dunia teknologi.

“Kita kan mau mengundang para technology leaders, orangnya dari mana? Untungnya sebagai kota, kita punya sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA hingga universitas,” kata dia.

Diperkirakan saat ini, ada sekitar 3 ribu mahasiswa di BSD City. Dengan begitu, para perusahaan teknologi raksasa memiliki opsi luas untuk mencari calon pegawai.

(Sumber: Metrrotvnews)

]]>