COVID-19 – Sinar Mas /blog Mon, 19 Dec 2022 09:18:40 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png COVID-19 – Sinar Mas /blog 32 32 Siswa Sinarmas World Academy (SWA) Pantang Menyerah Bantu Sesama dan Lingkungan /blog/?p=3557 Tue, 22 Mar 2022 02:43:23 +0000 /blog/?p=3557 Banyak yang beranggapan generasi muda tidak memiliki kepedulian akan lingkungan sekitar. Mereka terlalu sibuk dengan gawai dan memiliki dunia sendiri. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Para siswa Sinarmas World Academy (SWA) telah membuktikan sebaliknya anggapan tersebut. Saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, para siswa SWA pantang menyerah mengadakan berbagai kegiatan yang sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Mulai dari membuat face shield untuk didonasikan ke sejumlah klinik, memberikan bantuan berupa susu ke anak-anak pemulung, membantu pengadaan pembangkit listrik untuk korban banjir di NTT, dan memberi bingkisan kepada anak-anak yatim piatu.

Berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Service as Action (SA) dan Creativity, Activity, and Service (CAS). Kedua program ini merupakan mata pelajaran wajib di sekolah yang menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB).

“Mata pelajaran SA dan CAS mendorong siswa untuk memiliki social responsibility dan belajar act of service dengan mengimplementasikan mata pelajaran yang sudah didapat selama lima tahun pertama,” ujar SWA MSHS Co-Principal Alex.

Sebagai informasi, program SA harus diikuti oleh para siswa yang duduk di kelas 6-10, sedangkan program CAS diperuntukkan bagi siswa kelas 11 dan 12.

Kegiatan yang dilakukan untuk program CAS dapat berupa kelanjutan dari proyek SA yang dilakukan siswa pada jenjang sebelumnya. Dengan demikian, siswa dapat memaksimalkan implementasi proyek yang telah dibuat sehingga hasil atau dampak positifnya pada masyarakat lebih terlihat.

Alex menambahkan, program SA dan CAS yang diterapkan SWA unik. Sebab, SWA memberi kekuasaan penuh kepada siswa dalam menjalankan proyek pada dua program tersebut.

“Spesialnya SA dan CAS di SWA adalah memberikan ownership sepenuhnya kepada siswa untuk setiap project yang akan dibuat. Guru hanya sebagai supervisor. Metode ini memberikan empowerment bagi siswa,” kata Alex.

SWA CAS Coordinator and (Interim) SA Coordinator Elma pun menjelaskan mengenai proses yang ditempuh siswa dalam kedua program tersebut. Setelah siswa memiliki ide atau gagasan menarik, mereka akan melakukan investigasi dan riset lebih mendalam.

“Selanjutnya, mereka merencanakan kegiatan yang ingin dilakukan dalam bentuk proposal. Proposal ini kemudian dibawa ke guru penanggung jawab program lalu dievaluasi hingga ke tingkat upper management SWA. Dengan proses ini siswa menjadi terlatih untuk mendapatkan feedback dan membuat perencanaan sebaik-baiknya,” tutur Elma.

Jika disetujui, lanjutnya, siswa dapat langsung melaksanakan kegiatan tersebut. Meski ada yang dikerjakan secara individu, kebanyakan kegiatan SA dan CAS dilakukan siswa secara berkelompok, baik dalam kelompok kecil maupun yang lebih besar dengan cara berkolaborasi.

Setelah melakukan kegiatan, mereka akan merefleksikan penerapan di lapangan dan hasilnya dalam berbagai bentuk laporan, seperti video, artikel, pertunjukan, dan karya musik.

Elma menambahkan, meski menjadi syarat kelulusan, hal terpenting dalam mengikuti program SA dan CAS adalah siswa dapat memahami langsung persoalan yang dihadapi masyarakat dan mengimplementasikan materi pelajaran yang mereka sukai serta kuasai untuk membantu mengatasinya.

Dalam proyek-proyek yang dilakukan, para siswa tetap mempunyai keinginan pencapaian yang ambisius, walau di tengah pandemi Covid-19 yang memberikan banyak hambatan. Menurutnya, hal ini mengembangkan sifat kepemimpinan siswa.

Salah satu kegiatan yang dibuat para siswa SWA adalah acara presentasi dan workshop bertajuk “Peran Kepemimpinan Kaum Muda di Masa Pandemi”. Acara ini menghadirkan pembicara tamu dari WHO Jenewa secara virtual.

“Dengan demikian, para siswa dapat belajar langsung dari pengalaman yang dialami sendiri dan menjadi changemakers yang peka. Mereka juga menjadi lebih bersemangat dan totalitas dalam mengerjakan tugas tersebut. Mereka pun mendapatkan hasil yang lebih memuaskan,” ujar Elma.

Selain itu, SWA Admissions Vincent mengatakan bahwa dengan pengalaman mengerjakan sebuah proyek dari program SA dan CAS, para siswa secara otomatis telah memiliki portofolio yang baik.

“Hal tersebut dapat menjadi nilai lebih untuk pertimbangan masuk ke universitas. Terlebih, kebanyakan siswa SWA berkeinginan melanjutkan ke universitas di luar negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Vincent juga menjelaskan bahwa setiap tahun para siswa yang baru naik ke kelas 6 akan direkrut oleh kakak kelas untuk bergabung ke program SA yang sedang dikerjakan. Para siswa yang sebelumnya telah mendapatkan program SA pun melakukan presentasi untuk menarik minat adik kelas.

“Para siswa diperbolehkan untuk memilih lebih dari satu proyek yang diminati. Namun, mereka sendiri yang harus dapat mengatur waktu untuk melakukan kegiatan yang diikuti,” kata Vincent.

Sejak berdirinya sekolah internasional SWA pada Juli 2008, berbagai kegiatan SA dan CAS telah dilakukan oleh para siswa. Tak hanya memberi sumbangan atau donasi, para siswa juga melakukan beragam penelitian dan menghasilkan karya yang dapat membantu masyarakat.

Misalnya, dalam bidang keanekaragaman hayati dan pembuatan daging di laboratorium oleh grup Bio2M yang dipublikasikan di media.

Salah satunya siswa SWA yang melakukan penelitian untuk membantu masyarakat adalah Gisela dengan proyek yang dikerjakannya bernama SoLALA-H. Siswa kelas 10 ini melakukan penelitian mengenai cara pengeringan tanaman eceng gondok.

Gisela dalam proses pembuatan mesin pengering eceng gondok.
Gisela saat membuat mesin pengering eceng gondok

Ia bersama kelompoknya melakukan penelitian hingga membuat sebuah mesin pengering eceng gondok. Kegiatan tersebut menyasar dua hasil, yakni pengurangan populasi eceng gondok untuk memperbaiki ekosistem air tawar serta membantu kegiatan produksi pengrajin eceng gondok.

“Saya menerapkan pelajaran sains untuk membuat sebuah alat pengering eceng gondok. Jika eceng gondok tersebut cepat kering, para pengrajin pun dapat mengerjakan pekerjaannya menjadi lebih cepat,” ujar Gisela.

Sementara itu, siswa SWA kelas 9, Jasmine, menceritakan proyek SA “Newtrition4All” yang sedang digarap bersama teman-temannya. Setiap Sabtu pagi, ia mengajar siswa kelas 5 SDN Sawangan 3 mengenai nutrisi dan pentingnya gaya hidup berkelanjutan.

“Kami mengajari mereka dengan cara yang dapat membantu meningkatkan keterampilan komunikasi, sosial, dan kolaboratif, seperti permainan cerdas cermat, tebak-tebakan, dan bernyanyi bersama,” ujarnya.

Program CAS juga berkolaborasi dengan Student Council (StuCo) untuk melakukan berbagai kegiatan. Misalnya, kegiatan mengajar murid sekolah lain yang berada di sekitar gedung SWA.

Satu kali seminggu, mereka terjun langsung memberikan pelajaran berbahasa Inggris kepada murid yang lebih muda. Namun, kegiatan tersebut terpaksa dihentikan saat pandemi Covid-19 melanda.

Para siswa pun akhirnya memiliki gagasan untuk memberikan pelajaran untuk para murid di sekolah lain secara online. Tak tanggung-tanggung, mereka memilih SDN 35 Dompu di NTB sebagai sekolah yang dituju.

Salah satu kegiatan mengajar siswa SDN 35 Dompu NTB.
Siswa SWA mengajar murid-murid di SDN 35 Dompu, NTB secara daring

“Teknologi membuat hal tersebut dapat terjadi. Kami dapat mengajar para murid di SDN 35 Dompu, NTB, dengan memanfaatkan internet. Setiap Sabtu pagi, kami melatih para murid secara online,” ujar SWA Student Council President 2020-2021 Eunike.

Eunike pun menjelaskan mengenai berbagai kegiatan yang dilakukannya untuk memberikan pendidikan tambahan untuk anak-anak dengan akses terbatas. Ia bersama teman-temannya membagikan ilmu dan keterampilan seperti, menggambar komik, badminton, bernyanyi dalam bahasa Finlandia, membuat prakarya, dan bermain alat musik, menari tradisional sampai K-Pop yang menghasilkan pertunjukkan bersama secara virtual antara para siswa SWA dengan murid SDN 35 Dompu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh SWA Student Council Vice President 2021-2022 Evelyn. Ia bercerita bahwa antusiasme para murid SDN 35 Dompu membuat pada siswa SWA menjadi lebih semangat menjalani kegiatan tersebut.

“Setiap Jumat, kami mengadakan rapat bersama teman-teman membahas materi apa yang akan diajarkan keesokan harinya. Rasanya menyenangkan dapat membagikan hal yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar Evelyn.

]]>
Transisi Dari Pandemi ke Endemi Dengan Simas Covid-19 /blog/?p=3413 Thu, 04 Nov 2021 11:08:45 +0000 /blog/?p=3413 Salah satu pilar usaha Sinar Mas, yaitu PT Asuransi Sinar Mas baru-baru ini telah meluncurkan produk Asuransi Simas Covid-19. Produk asuransi ini dikhususkan untuk perawatan Covid-19 yang memang diketahui dapat menghabiskan biaya yang cukup besar.

PT Asuransi Sinar Mas adalah perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1985. Seiring berkembangnya waktu, perusahaan ini telah memiliki 183 kantor cabang/pemasaran/marketing point di seluruh Indonesia.

Asuransi Sinar Mas memiliki berbagai produk asuransi, mulai dari asuransi properti, asuransi kendaraan, asuransi kredit, asuransi kesehatan, asuransi mikro, sampai yang terbaru ada Simas Covid-19.

Untuk produk Simas Covid-19, pilihan premi terkecil yang bisa dipilih yakni Rp250 ribu untuk periode satu tahun dengan nilai pertanggungan sebesar Rp5 juta. Dengan premi yang terjangkau, asuransi ini menjadi pilihan untuk berbagai kalangan.

Alasan utama Simas Covid-19 diluncurkan adalah karena Covid-19 sudah dipastikan tidak akan hilang dalam waktu dekat, sehingga kita harus bisa hidup berdampingan dengannya. Perubahan perilaku masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan adalah salah satu kunci agar Indonesia bisa masuk masa transisi dari pandemi menjadi endemi.

Untuk melindungi diri dan keluarga dari Covid-19, Simas Covid-19 ini bisa menjadi pilihan. Selain memberikan keuntungan berupa perawatan dan pengobatan Covid-19, seperti tes PCR, biaya rawat inap, sampai dengan membayar berbagai obat-obatan yang diperlukan, produk ini juga memberikan jaminan jika Anda memutuskan untuk isolasi mandiri (isoman).

Bgai Anda yang memilih isoman, Anda bisa berkonsultasi secara online dengan dokter dari Klinik Simas Sehat, serta mendapatkan paket obat-obatan klinik yang sama.

Keunggulan lain yang ditawarkan oleh asuransi ini adalah masa tunggu yang relatif singkat. Proses klaimnya pun juga begitu mudah. Anda tinggal mengajukan klaim selambat-lambatnya setelah 90 hari kejadian atau usai lepas perawatan inap Covid-19. Setelah semua dokumen yang diajukan sudah lolos, perusahaan akan membayarkan dalam waktu 14 hari kerja.

Beberapa dokumen yang perlu untuk dibawa saat pengajuan klaim antara lain formulir klaim asli, resume medis serta kuitansi, hasil pemeriksaan, surat kuasa, dan lain-lain yang diperlukan.

Menariknya, Simas Covid-19 juga dapat menjadi salah satu syarat untuk kelengkapan mendapatkan visa ke negara tempat tujuan, dan individu yang dilindungi dari usia 0-80 tahun.

Lalu bagaimana cara mendapatkannya? Sangat mudah. Anda bisa mengunjungi website www.sinarmas.co.id atau via aplikasi Asuransi Sinar Mas.

Yuk, segera daftarkan Anda untuk mendapatkan Simas Covid-19 supaya diri dan keluarga tetap terjaga di masa pandemi seperti sekarang #TetapPROKESWorryLess.

Beberapa waktu lalu, kami berkesempatan berbincang-bincang dengan dokter dan tim Asuransi Sinar Mas tentang apa saja yang mesti kita hadapi dan persiapkan di masa transisi dari pandemi ke endemi ini. Simak dalam video berikut.

Instagram Live bersama Asuransi Sinar Mas

]]>
Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi /blog/?p=3250 Fri, 23 Jul 2021 08:21:52 +0000 /blog/?p=3250 Pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini telah memasuki siklus tertinggi dalam penyebarannya. Kondisi ini kembali mendorong komitmen para pengusaha di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) atau yang disebut Pengusaha Peduli NKRI dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dengan menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, gerakan lintas industri ini menghasilkan donasi untuk pengadaan 35.000 ton beras bagi 7 juta keluarga yang penyalurannya mulai dilaksanakan pada Jumat (23/7/2021) di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Selain beras, donasi tersebut juga digunakan untuk pengadaan konsentrator oksigen, penyaluran obat-obatan, serta dukungan penyelenggaraan sentra vaksinasi bersama.

“Donasi ini masih dengan tujuan yang sama seperti saat inisiatif Pengusaha Peduli NKRI bermula Maret tahun lalu, yakni solidaritas dan kepedulian kalangan usaha atas masyarakat yang terdampak pandemi, memperkuat apa yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia,” kata Gandi Sulistiyanto selaku koordinator Pengusaha Peduli NKRI. Dari Tzu Chi Center, Jakarta Utara, Sulistiyanto yang calon duta besar untuk Republik Korea Selatan ini berharap, secara bertahap nilai donasi akan meningkat sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang akan terbantu.

Dalam debutnya sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia yang baru, Arsjad Rasjid sangat mengapresiasi aksi bersama yang telah berlangsung secara berkesinambungan.

“Di mana solidaritas berikut kepedulian kepada sesama tetap terpelihara meskipun sektor usaha juga tengah berupaya bertahan dari imbas pandemi,” ujarnya.

Dirinya berharap bantuan selain dapat memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi pandemi juga turut menggugah perusahaan lain untuk turut bergabung.

Hingga saat ini perusahaan yang bergabung dalam donasi adalah Sinar Mas, Agung Sedayu Group, Astra International, Djarum Foundation, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Barito Pacific Tbk, PT Intisumber Bajasakti, First Resources Ltd., Putera Sampoerna Foundation, PT Sampoerna Agro Tbk., Panin Group, Triputra Group, KPN Corp, Gan Konsulindo, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Permata Hijau Group, PT Samudra Marine Indonesia serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Penyaluran bantuan, menurut Pembina Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Sinar Mas yang juga Wakil Ketua Umum Eka Tjipta Foundation, Hong Tjhin, akan melibatkan para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di berbagai wilayah, dengan dukungan aparat TNI-Polri.

“Bantuan beras adalah kelanjutan dari penyaluran yang berlangsung sejak Perayaan Imlek Nasional bulan Februari silam hingga kini. Karena pandemi harus dihadapi dengan kesatuan hati dan kebersamaan semua pihak,” ujarnya saat penyerahan terbatas – karena pertimbangan protokol kesehatan – yang turut dihadiri Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono.

Awal pandemi pada Maret 2020 lalu, Pengusaha Peduli NKRI berhasil menggalang dana lebih dari Rp660 miliar dalam wujud bahan pangan untuk masyarakat, beserta peralatan kesehatan seperti ventilator, alat pelindung diri, peralatan uji cepat, dan masker bagi para tenaga kesehatan dan fasilitas medis melalui koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19. Bantuan tersebar ke 358 institusi dan 1.080 rumah sakit serta puskesmas di Jabodetabek, dan 26 provinsi lain di Indonesia.

]]>
Sinar Mas Ajak Berbagai Pihak untuk Berkolaborasi Atasi Pandemi di Indonesia /blog/?p=3244 Thu, 22 Jul 2021 06:55:21 +0000 /blog/?p=3244 Hampir dua tahun pandemi COVID-19 menjadi masalah genting yang masih harus dihadapi dunia, termasuk Indonesia. Tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, pandemi juga melumpuhkan perekonomian nasional. Sehingga penanganan yang serius harus dilakukan. Tidak hanya dari pemerintah, namun juga perlu kolaborasi dari banyak pihak. Tujuannya hanya satu: agar pandemi bisa diatasi.

Seperti yang kita ketahui bersama, gelombang kedua pandemi COVID-19 terjadi di Tanah Air. Lonjakan kasus dan ancaman mutasi virus membuat pemerintah Indonesia terus menggencarkan berbagai strategi. Salah satunya adalah percepatan program vaksinasi nasional sebagai upaya melindungi masyarakat.

Meski demikian, dalam menangani pandemi, kita tidak boleh hanya mengandalkan proteksi dari vaksinasi saja, tetapi juga tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah diberlakukan.

Vaksin Covid-19 memang terbukti efektif mencegah virus, mengurangi keparahan penyakit dan tingkat kematian akibat Covid-19, serta meningkatkan kekebalan komunal. Namun, orang-orang yang sudah divaksin dapat tetap terkena Covid-19 dan menularkan ke orang lain.

Oleh karena itu, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 5M menjadi proteksi yang wajib untuk kita terapkan bersama, yaitu menggunakan masker dua rangkap, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Salah satu bentuk protokol kesehatan ketat di lingkungan kerja, yaitu menjaga jarak.

Selain dukungan masyarakat berupa kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, pihak swasta juga harus bergerak cepat membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi, baik dari sisi internal maupun eksternal.

Sejak awal pandemi merebak di Indonesia, Sinar Mas langsung bergerak cepat terjun ke masyarakat. Berbagai program dan bantuan telah disalurkan oleh Sinar Mas melalui pilar-pilar usahanya.

Mulai dari mengajak masyarakat meningkatkan produksi jahe merah dan madu oleh Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas, membagikan masker dan melaksanakan rapid test gratis dari SehatQ, hingga menyalurkan bantuan sembako serta vitamin.

Selain itu, Sinar Mas juga turut mengembangkan lini produksi masker MediShield by Paseo untuk memasok kebutuhan masker tenaga kesehatan di awal masa pandemi. MediShield by Paseo merupakan jenis masker bedah three ply (tiga lapis) yang sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Baru-baru ini, Sinar Mas melalui organisasi nirlaba Eka Tjipta Foundation (ETF) bekerja sama dengan alumni Kolese Kanisius menyelenggarakan vaksinasi massal bertajuk Vaksinasi Kanisius dari 5-18 Juli 2021 lalu. Rencananya, Vaksinasi Kanisius akan kembali digelar pada pekan pertama Agustus 2021.

Wakil Ketua Umum ETF Hong Tjhin mengatakan, Vaksinasi Kanisius merupakan salah satu upaya untuk memperluas jangkauan vaksinasi kepada masyarakat di luar lingkup internal Sinar Mas.

“Kepedulian alumni Kanisius yang berkesinambungan sudah semestinya mendapat dukungan. Selain untuk dewasa, vaksinasi ini juga diperuntukkan bagi pelajar di atas usia 12 tahun. Sebab, pembelajaran tatap muka terbatas yang dicanangkan pemerintah mensyaratkan aspek keselamatan pelajar (dan pendidik),” kata Hong Tjhin.

Senada dengan Hong Tjhin, Managing Director Sinar Mas Saleh Husin menyambut baik Vaksinasi Kanisius.

“Niat penyelenggaraan vaksinasi ini demi mendukung terbentuknya kekebalan komunitas di Indonesia. Meski pihak yang bekerja sama pada program ini berasal dari bidang yang berbeda, kami memiliki tujuan yang sama,” kata Saleh.

Saleh dan Hong Tjhin pun mengharapkan vaksinasi tersebut dapat membantu menghentikan penyebaran Covid-19 pada anak-anak. Hal ini mengingat kasus terkonfirmasi pada rentang usia 12-17 tahun tergolong tinggi. Dari 2 juta kasus terkonfirmasi di Indonesia per akhir Juni 2021, lebih dari 108.000 kasus di antaranya terjadi pada rentang usia 12-17 tahun.

Pelaksanaan Vaksinasi Kanisius juga turut dibantu beberapa perusahaan, seperti PT Combiphar, PT Petrosea, dan PT Prosehat. Adapun vaksin yang digunakan untuk seluruh rangkaian kegiatan adalah Sinovac.

Sebelumnya, Sinar Mas juga turut bekerja sama dengan pemerintah menghadirkan program Vaksinasi Gotong Royong untuk karyawan.

Pada pelaksanaan perdana Vaksinasi Gotong Royong, pilar usaha Sinar Mas, yakni Sinar Mas Agribusiness and Food telah memvaksin hampir 600 karyawan. Secara bertahap, perusahaan juga akan menyuntikkan vaksin kepada lebih dari 3.000 karyawan.

Selain Sinar Mas Agribusiness and Food, anak perusahaan Sinar Mas lain yang turut bergabung dalam program Vaksinasi Gotong Royong adalah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk yang berada di bawah naungan APP Sinar Mas.

Secara bergelombang, perusahaan akan memvaksin 4.000 karyawan. Sebagai informasi, vaksinasi yang diadakan di Bekasi dan Tangerang Selatan itu difasilitasi oleh Tzu Chi Hospital dengan melibatkan Klinik Pratama Simas Sehat, Eka Hospital, serta SehatQ.

Bantuan Oksigen
Selain ikut andil dalam berbagai program vaksinasi, Sinar Mas juga turut memberikan donasi peralatan medis berupa ribuan ton liquid oxygen dan puluhan ribu oxygen concentrators (OC).

Pengadaan stok oksigen sebanyak 1.200 ton per bulan dilakukan oleh pilar usaha Sinar Mas, yaitu Asia Pulp & Paper (APP) melalui unit bisnisnya PT OKI Pulp and Paper Mills, PT Indah Kiat Pulp and Paper (Perawang Mill), serta PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry. Dengan kapasitas tersebut, setidaknya mampu mengisi sekitar 1 juta tabung oksigen medis dengan volume 1 meter kubik tiap bulan.

Dukungan oksigen medis dari APP Sinar Mas guna memenuhi kebutuhan oksigen para pasien Covid-19 di sejumlah daerah.

Sedangkan untuk bantuan oxygen concentrator (OC), Sinar Mas bekerja sama dengan Yayasan Temasek, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, serta 14 perusahaan lain asal Indonesia dan Singapura, mendonasikan 11 ribu OC.

Pada pengiriman tahap pertama, sebanyak 1.500 unit OC telah diberangkatkan dari Shanghai, China, ke Jakarta, Selasa (13/7/2021). Kemudian, pengiriman selanjutnya akan dilakukan secara bertahap setiap pekannya

Bantuan OC tersebut ditujukan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Kemudian, bantuan akan disalurkan ke berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Tanah Air.

“Kami berharap, inisiatif ini dapat membantu bangsa Indonesia menghadapi lonjakan angka Covid-19 sekaligus menggugah perusahaan lain untuk turut bergabung memberikan bantuan,” kata Managing Director Sinar Mas Saleh Husin.

Selain bekerja sama dengan Yayasan Temasek dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Sinar Mas juga mempelopori gerakan donasi lintas sektor industri yang berada di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yang disalurkan melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Adapun gerakan tersebut bernama Pengusaha Peduli NKRI.

Inisiator dan Koordinator Pengusaha Peduli NKRI yang juga eks-Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistiyanto mengatakan, total donasi telah mencapai lebih dari Rp 650 miliar. Jumlah tersebut melampaui target yang dicanangkan, yakni sebesar Rp 500 miliar.

Adapun bantuan yang diberikan meliputi peralatan uji cepat (rapid test kit), alat perlindungan diri (APD), alat bantu pernapasan (ventilator), masker bagi para tenaga kesehatan, pusat layanan medis, dan bahan pangan berupa beras bagi warga masyarakat yang terdampak.

Selanjutnya, Sinar Mas menggandeng Indonesian Chamber of Commerce in China (Inacham) untuk berpartisipasi memberikan bantuan alat kesehatan berupa masker N95, masker bedah, dan disinfectant wipes.

Sebagai bentuk solidaritas bagi sesama, Pengusaha Peduli NKRI dan Kadin Indonesia bersama Yayasan Buddha Tzu Chi dalam waktu dekat akan kembali menggalang dana untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

Rencananya, lembaga-lembaga tersebut akan mendonasikan 35.000 ton beras, ribuan OC, dan sejumlah obat-obatan, seperti Gammaraas, Remdesivir, serta Actemra untuk pasien Covid-19.

Adapun penyaluran bantuan tersebut akan melibatkan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Fokus kami adalah terus membantu pemerintah menangani Covid-19. Kami mengajak dunia usaha yang bernaung di bawah Kadin untuk bergandengan tangan dan bersatu membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Sulistiyanto.

Keseluruhan bantuan yang telah diberikan oleh Sinar Mas merupakan langkah baik yang perlu dilakukan oleh pihak lain. Sebab, semua elemen masyarakat, pihak swasta, dan pemerintah harus saling bergandengan tangan untuk menyelesaikan masalah pandemi di dalam negeri.

Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja berpesan, semua pihak memiliki peran masing-masing untuk mengatasi masalah pandemi. Jangan pernah lelah untuk terus berbagi dan berjuang bersama melawan Covid-19.

“Sinar Mas memang melakukan berbagai hal, tetapi (upaya itu) masih belum cukup. Kita butuh seluruh elemen, kita perlu kebersamaan, dan bersatu untuk menekan penyebaran Covid-19. Mari doakan sahabat, rekan, dan saudara kita yang sedang berjuang melawan sakit,” ujar Franky.

Semoga kepedulian yang telah dilakukan tersebut bermanfaat bagi masyarakat Indonesia secara umum.

Kompilasi program yang telah dilakukan oleh Sinar Mas selama pandemi semoga bisa membantu masyarakat melewati masa sulit.

]]>
Sinar Mas Donasikan Ribuan Ton Oksigen /blog/?p=3237 Thu, 15 Jul 2021 03:20:18 +0000 /blog/?p=3237 Komitmen Sinar Mas untuk membantu pemerintah dalam penanganan kasus Covid-19 terus berlanjut. Saat ini, pemerintah sedang berupaya untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien Covid-19, menyusul terus meningkatnya kasus harian Covid-19 di Indonesia.

Melalui Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, lebih dari 1.200 ton oksigen setiap bulannya akan didonasikan untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien COVID-19 di sejumlah daerah. Oksigen tersebut akan disuplai oleh tiga unit usaha dari APP Sinar Mas, yaitu PT. OKI Pulp & Paper Mills, PT. Indah Kiat Pulp & Paper- Perawang Mills, dan PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry. Penyediaan 1.200 ton oksigen ini mampu mengisi 1.000.000 tabung oksigen medis dengan volume 1 meter kubik.

“Dengan mengoptimalkan produksi oksigen cair, kita bisa membantu mengatasi kekurangan oksigen di wilayah Sumatera Selatan, Riau, Jambi dan Pulau Jawa,” kata Saleh Husin, Managing Director Sinar Mas.

“Ini murni program CSR kami karena melihat masih tingginya permintaan oksigen dan langkanya ketersediaan di masyarakat. Kami berharap, langkah ini bisa membantu pemerintah untuk segera menurunkan angka positif Covid-19 di Indonesia,” tambah Saleh yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM).

Penyerahan oksigen secara simbolis dilakukan PT. OKI Pulp & Paper Mills kepada Pemerintah Provinsi Sumatera-Selatan (Sumsel) dan Pemerintah Provinsi Jawa-Barat (Jabar), Senin (12/7/2021).

Selama ini perusahaan menggunakan oksigen untuk proses oksidasi getah kayu sehingga bisa menghasilkan serat putih. APP Sinar Mas telah memastikan distribusi oksigen tersebut tidak berpengaruh terhadap produksi mereka.

Tidak hanya itu, selang dua hari kemudian, Sinar Mas bekerjasama dengan Yayasan Temasek dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura mendatangkan 1.000 oxygen concentrator.

Sebagai informasi, Oxygen Concentrator adalah alat yang dipergunakan untuk memproduksi oksigen murni dari udara bebas, yang dapat mendistribusikannya langsung kepada penggunanya, dalam hal ini pasien COVID-19.

Oxygen Concentrator donasi dari Sinar Mas yang bekerjasama dengan KBRI Singapura dan Temasek didatangkan dari dari Shanghai ke Jakarta

“Solidaritas antar negara dan sesama entitas bisnis melatarbelakangi donasi oxygen concentrator yang kami lakukan melalui Yayasan Temasek, dengan dukungan kedutaan besar kita di Singapura. Kami harapkan, inisiatif ini dapat membantu bangsa Indonesia menghadapi lonjakan angka Covid-19, sekaligus menggugah perusahaan lain untuk turut bergabung memberikan bantuan,” kata Saleh, Rabu (14/7/2021).

“Kita perlu kebersamaan, bersatu menekan penyebaran COVID-19, dan tak lupa mendoakan sahabat, rekan kita yang sedang berjuang melawan sakit,” tambah Saleh Husin.

Pimpinan Yayasan Temasek International, Jennie Chua menyebut kemunculan virus jenis baru COVID-19 yang lebih menular memerlukan kerja sama dan dukungan cepat semua pihak baik di Indonesia maupun Singapura dalam upaya mengatasi wabah ini.

Sejak awal bersama-sama dengan KBRI Singapura, pihaknya telah bekerjasama untuk menyalurkan berbagai macam bantuan penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Yayasan Temasek dan KBRI Singapura bersama dengan Kementerian Luar Negeri Singapura memfasilitasi kerjasama dan kolaborasi berbagai pihak baik di Indonesia dan Singapura dalam upaya cepat membantu Indonesia mengatasi situasi pandemi saat ini,” ujarnya.

Apresiasi dan dukungan nyata juga diberikan KBRI Singapura terhadap semua pihak yang turut serta membantu donasi oxygen concentrators ke Indonesia. Duta Besar RI untuk Singapura, Tommy Suryopratomo menyebut peran perusahaan swasta di Indonesia dan Singapura dalam menggalang donasi ini merupakan wujud hubungan persahabatan yang baik antara kedua negara.

“Singapura menunjukkan sebagai sahabat sejati bagi Indonesia. Bukan hanya pemerintah Singapura yang begitu cepat memberikan bantuan tetapi juga perusahaan serta masyarakat Singapura,” ujar Tommy.

Hingga 13 Juli 2021, Yayasan Temasek bersama dengan 15 perusahaan Indonesia – Sinar Mas di antaranya – dan Singapura sudah mengumpulkan 11.000 Oxygen Concentrators untuk Indonesia.

]]>
SehatQ Berikan Layanan Telemedicine Gratis Untuk Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 /blog/?p=3233 Wed, 07 Jul 2021 05:28:11 +0000 /blog/?p=3233 Pemerintah bekerja sama dengan 11 layanan daring ”telemedicine” – SehatQ di antaranya – untuk memberikan pelayanan kesehatan berupa konsultasi dan pengiriman obat terapi bagi pasien isolasi mandiri Covid-19.

Kerja sama itu dilatarbelakangi meningkatnya angka kematian orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 ketika menjalani isolasi mandiri di rumah. Data terakhir menyebutkan sebanyak 311 pasien meninggal di antaranya setelah pihak keluarga kesulitan mencari rumah sakit untuk merawat pasien.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mengimbau pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak bergejala dan bergejala ringan agar melakukan isolasi mandiri di baik rumah maupun karantina terpusat di pusat isolasi. Kemenkes memastikan pasien isoman tetap memperoleh layanan kesehatan yang dikerjasamakan dengan 11 platform telemedicine atau konsultasi kesehatan secara virtual.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pasien Covid-19 butuh konsultasi kesehatan dan menerima layanan pengobatan dengan benar.

“Maka kami bekerja sama dengan 11 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan juga jasa pengiriman obat secara gratis. Kami dibantu teman-teman telemedicine, startup, dan juga Kemenkes,” kata Menkes dalam keterangan tertulis, Selasa (6/7/2021) kemarin.

Melalui layanan tersebut, RS bisa melakukan screening awal terhadap pasien dengan gejala sedang dan berat, termasuk pemberian paket obat-obatan melalui fasilitas pelayanan kefarmasian.

“Paket obat akan dikirimkan secara gratis untuk yang benar-benar tanpa gejala, sedangkan pasien dengan gejala, misalnya demam sedikit, akan diberikan juga paketnya secara gratis,” ujar Widyawati, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan.

Sebelas platform telemedicine tersebut antara lain SehatQ, Alodokter, Getwell, Good Doctor, Halodoc, Klikdokter, Klinikgo, Link Sehat, Milik Dokter, Prosehat, dan Yesdok.

Tak hanya itu, platform telemedicine ini juga terintegrasi dengan laboratorium testing PCR. Bagi pasien yang ingin melakukan uji PCR bisa dilakukan melalui form telemedicine yang tersedia.

]]>
Pengusaha Peduli NKRI Gelar Donor Plasma Konvalesen /blog/?p=3207 Thu, 17 Jun 2021 08:22:46 +0000 /blog/?p=3207 Meningkatnya kasus Covid-19 mendorong perusahaan yang bernaung dalam Pengusaha Peduli NKRI memperkuat gerakan nasional donor plasma konvalesen.

“Persyaratan medis yang ketat bagi pendonor membuat partisipasi publik juga terbatas. Namun, kami berupaya agar metode ini dikenal luas, sehingga semakin banyak penyintas Covid-19 yang memahaminya, dan tergerak mendonorkan plasma (konvalesen)-nya. Salah satu langkah yang kami tempuh adalah dengan menggandeng perusahaan yang berada di bawah payung Pengusaha Peduli NKRI,” ujar Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin saat donor berlangsung di Sinar Mas Land Plaza, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/6/2021).

Sebagai salah seorang pendonor plasma konvalesen, Saleh Husin berharap partisipasi perusahaan dapat mendorong percepatan sosialisasi serta edukasi donor plasma konvalesen, sekaligus memperluas jangkauan manfaatnya di masyarakat.

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin ikut mendonorkan plasma konvaselen

Sebanyak 15 pendonor plasma, datang dari lingkup karyawan Sinar Mas, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, PT Djarum, dan Triputra Group. Mereka telah dinyatakan lolos screening yang dilakukan oleh tim medik Yayasan Buddha Tzu Chi cabang Sinar Mas dari 60 orang penyintas yang sebelumnya mendaftarkan diri.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi para pendonor adalah berusia antara 18 hingga 60 tahun, memiliki berat badan minimal 55 kg, terbebas dari sejumlah penyakit, dan harus melalui proses pemantauan kondisi antibodi sehari sebelumnya. Selain itu, kesempatan mendonorkan plasma darah hanya dapat dilakukan penyintas hingga tiga bulan pascasembuh.

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin menunjukkan kantung berisi plasma konvaselen

Pengusaha Peduli NKRI merupakan inisiatif solidaritas beberapa perusahaan yang bernaung dalam Kamar Dagang dan Industri Nasional Indonesia (KADIN), dimana Sinar Mas adalah satu di antaranya. Awalnya, perusahaan-perusahaan tersebut berkolaborasi menggalang donasi untuk melengkapi kebutuhan para tenaga medis dan petugas pelayanan publik sesaat setelah penetapan status pandemi Covid-19 tahun lalu, dengan alat pelindung diri, masker, peralatan uji cepat dan ventilator.

]]>
Solidaritas Pandemi India, Sinar Mas Bantu Kirimkan Tabung Oksigen /blog/?p=3198 Thu, 03 Jun 2021 04:02:35 +0000 /blog/?p=3198 Sejak akhir Maret 2021, infeksi Corona (COVID-19) di India melonjak. Di tengah ledakan kasus tersebut, kini sistem perawatan kesehatan India mulai kekurangan dana dan berada di bawah tekanan yang parah lantaran kehabisan tempat tidur, obat-obatan, dan oksigen.

Sebagai bentuk solidaritas dan saling mendukung menghadapi pandemi Covid-19 melatarbelakangi pengiriman bantuan tabung oksigen dari pemerintah Indonesia kepada pemerintah India.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto yang juga menjabat selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, saat pengiriman bantuan tabung oksigen, di Tzu Chi Center, Jakarta Utara, Jumat (28/5/2021).

“India adalah mitra penting kita, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19. Kami mengapresiasi kepedulian serta dukungan sektor industri Indonesia, yang beberapa di antaranya memiliki pangsa pasar ekspor di India, dalam merespon arahan Presiden guna menggalang bantuan,” kata Airlangga.

Pemerintah mengirimkan sebanyak 2.000 tabung oksigen yang berasal dari donasi Sinar Mas, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Barito Pacific Group, Agung Sedayu Group, First Resources Ltd., PT Intisumber Bajasakti, dan perusahaan lainnya guna melengkapi 1.400 tabung yang telah dikirimkan ke India pada 10 serta 12 Mei lalu.

“Apa yang tengah berlangsung di India menandakan bahwa pemulihan ekonomi akan selalu beriringan dengan upaya penanganan kesehatan. Kedua negara sama-sama belajar sekaligus saling membantu dalam menangani gelombang pandemi tadi,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita yang hadir di acara itu.

Senada dengan Menko Perekonomian dan Menperin, Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin mengatakan alokasi bantuan dilakukan dengan memperhitungkan secara cermat kebutuhan di dalam negeri.

“Pertimbangan kemanusiaan melatarbelakangi bantuan bagi tetangga dan mitra dekat kita, bangsa India yang tengah menghadapi gelombang kedua pandemi. Masa seperti adalah momentum antarbangsa membangun solidaritas sekaligus semakin kuat bekerja sama,” kata Saleh Husin yang juga pernah menjabat Menperin periode 2014-2016.

]]>
Jokowi Pantau Langsung Vaksinasi Gotong Royong di Sinar Mas /blog/?p=3192 Tue, 18 May 2021 13:09:25 +0000 /blog/?p=3192 Sinar Mas mulai menggelar vaksinasi Covid-19 untuk ribuan karyawannya dalam inisiatif Vaksinasi COVID-19 Gotong Royong pada Selasa (18/5/2021). Vaksinasi Sinar Mas ini dipantau langsung Presiden Joko Widodo secara virtual. Terdapat 18 perusahaan lain yang juga ikut terhubung dalam waktu yang bersamaan.

Kegiatan vaksinasi di Sinar Mas berlangsung di dua tempat. Tempat pertama adalah Marunda Refinery, pabrik sekaligus pusat penelitian produk pangan dan biodiesel milik Sinar Mas Agribusiness and Food (PT SMART Tbk.) yang berlokasi di Kawasan Industri dan Pergudangan Marunda Center, Kabupaten Bekasi. Hampir 600 karyawan di pabrik ini mendapatkan injeksi vaksin Sinopharm, kemudian secara bertahap akan menjangkau hingga 3.000 karyawan lainnya.

Sementara itu, tempat kedua berlokasi di PT Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Tangerang Mill yang berada di bawah naungan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. Mereka secara bergelombang akan memvaksinasi 4.000 karyawan dari sejumlah mill.

Kegiatan vaksinasi baik di Bekasi maupun Tangerang Selatan difasilitasi oleh Tzu Chi Hospital, melibatkan Klinik Pratama Simas Sehat, SehatQ, serta Eka Hospital.

“Terima kasih kepada seluruh perusahaan manajemen dan karyawan, dan juga KADIN yang telah bersama-sama melaksanakan vaksin gotong royong ini, yang kita harapkan ini akan segera membangun sebuah herd immunity, kekebalan komunal, kekebalan komunitas, dan penyebaran COVID bisa kita hambat, dan bisa kita hilangkan dari negara yang tercinta ini,” ujar Presiden Joko Widodo saat meninjau pelaksanaan vaksin gotong royong secara virtual dari kawasan industri Jababeka, Jawa Barat.

“Kepercayaan pemerintah untuk mengawali Vaksinasi Gotong Royong di tempat ini dapat menjadi momentum berharga mendukung upaya bangsa Indonesia menciptakan kekebalan kelompok, membantu normalisasi aktivitas karyawan,” kata Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin.

Sementara itu, Head of Corporate Affairs Sinar Mas Agribusiness and Food, Harry Hanawi menambahkan, “Cakupan vaksinasi yang semakin masif berikut penerapan protokol kesehatan yang prima dapat menjadi landasan menjaga keberlangsungan produksi, sehingga kebutuhan bahan pangan masyarakat, maupun pasokan biodiesel bagi program bahan bakar terbarukan pemerintah tetap terpenuhi.”

Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), kegiatan yang diinisiasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) ini menjadi tanggungan perusahaan yang berpartisipasi.

Vaksinasi juga mesti berlangsung di luar fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah, memakai vaksin yang berbeda dengan pemerintah, agar tidak menghambat program vaksinasi yang tengah berjalan.

“Vaksinasi di lingkup industri manufaktur dengan karyawan dalam jumlah besar dapat mempercepat gerak sektor industri memulihkan perekonomian Indonesia,” ujar Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata.

Perusahaan mengapresiasi dukungan sejumlah pilar bisnis Sinar Mas yang menugaskan para tenaga medisnya, sekaligus mengingatkan agar karyawan penerima vaksin tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Simak liputan selengkapnya mengenai kegiatan vaksinasi gotong royong dalam video berikut ini.

]]>
Sinar Mas Donasikan Minyak Goreng bagi Karyawan Masjid Istiqlal /blog/?p=3186 Mon, 10 May 2021 06:07:40 +0000 /blog/?p=3186 Yayasan Muslim Sinar Mas mendonasikan minyak goreng kemasan dalam Program Amaliyah Ramadan Yayasan Muslim Sinar Mas bersama Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI).

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar, menandakan donasi lebih dari 1.000 liter minyak goreng bagi jajaran karyawan BPMI.

“Di bulan Ramadan, meskipun pemerintah dan sektor industri mampu menjamin ketersediaan bahan pangan, perasaan khawatir publik akan kelangkaan komoditas seperti minyak goreng, kerap muncul,“ ujar Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM), Saleh Husin, Jumat (7/5/2021).

“Kami harapkan donasi ini dapat membuat ibadah kita semakin khidmat, dan kerja kita melayani ummat semakin optimal, tidak bercampur dengan kekhawatiran kelangkaan pasokan bahan pangan, dalam hal ini minyak goreng,” ucap Saleh yang menjabat selaku Menteri Perindustrian tahun 2014-2016 ini bersama dengan pengurus YMSM lainnya, yaitu Merza Fachys dan Yan Partawidjaja.

“Jika kegiatan sebelumnya berupa bazaar, kali ini atas pertimbangan protokol kesehatan di masa pandemi, bentuknya menjadi donasi,” lanjut dia.

Kemitraan antara Sinar Mas dengan Masjid Istiqlal yang selama ini berlangsung, antara lain berbentuk wakaf mushaf Alquran pada 19 Februari silam dalam peringatan Milad Masjid Istiqlal ke-43. Kegiatan serupa, disandingkan dengan bazaar minyak goreng, juga pernah dilangsungkan pada Ramadan tahun 2019 dan 2018

Yayasan Muslim Sinar Mas sendiri merupakan wahana guna mewadahi praktik ke-Islam-an yang terbuka, toleran, setara, dan penuh kasih di lingkup Sinar Mas, memanfaatkan potensi yang dimiliki segenap karyawan di lingkup internal guna tak sekadar meningkatkan produktivitas kerja, namun juga ketakwaan pribadi.

Sementara ke luar, yayasan mendorong silaturahim sekaligus sinergi bersama sosok maupun lembaga keagamaan, melalui beragam kegiatan sosial, dan pendidikan.

]]>