Cegah Karhutla – Sinar Mas /blog Fri, 16 Oct 2020 03:43:21 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Cegah Karhutla – Sinar Mas /blog 32 32 Sinar Mas Agribusiness and Food Lakukan Antisipasi Karhutla di Kalimantan Barat /blog/?p=2876 Wed, 15 Jul 2020 04:06:23 +0000 /blog/?p=2876 Sebagai bentuk upaya peningkatan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau, unit usaha perkebunan kelapa sawit Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di dua Kabupaten, Ketapang dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat melaksanakan apel siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Tahun ini ada dua tantangan besar. Awal tahun ini, wabah Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kendati BMKG memprediksi cuaca kemarau tidak akan separah tahun 2019, namun ancaman Karhutla tetap ada dan perlu untuk waspada.

“Sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi, kami siap untuk membantu dan bersinergi dengan pemerintah dalam mencegah Karhutla kembali terjadi.

TNI, Polri, Manggala Agni, perangkat desa dan pihak perusahaan mengecek perlengkapan Sapras untuk penanganan Karhutla.
TNI, Polri, Manggala Agni, perangkat desa dan pihak perusahaan mengecek perlengkapan Sapras untuk penanganan Karhutla.

Secara khusus di Kalimantan Barat, kami memperkuat edukasi kepada masyarakat maupun internal karyawan perusahaan terkait upaya-upaya pencegahaan Karhutla serta melakukan kerja sama lintas sektoral bersama Manggala Agni, BRG, Kepolisian,” jelas Susanto Yang selaku CEO Sinar Mas Agribusiness and Food Kalimantan Barat.

Secara internal perusahaan melakukan serangkaian upaya pencegahan agar Karhutla tidak terjadi didalam konsesi perusahaaan.

Pertama, perusahaan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh karyawan mengenai bahaya dan pencegahan Karhutla.

Kedua, menyiagakan tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) sebagai garda terdepan perusahaan.

Ketiga, membenahi infrastruktur dan pemanfaatan early warning system seperti pemanfaatan teknologi informasi berbasis pengindraan citra satelit untuk monitoring dan deteksi titik panas (hotspot).

Foto bersama antara Manggala Agni, Damkar, TNI, Polri dan pihak perusahaan usai apel siaga Karhutla.
Foto bersama antara Manggala Agni, Damkar, TNI, Polri dan pihak perusahaan usai apel siaga Karhutla.

Selain itu, perusahaan juga berupaya agar lahan gambut di dalam konsesi perusahaan tetap basah dengan membangun bendungan atau sistem drainase, serta pembuatan sekat kanal.

Perusahaan memahami bahwa dalam menghadapi ancaman karhutla, kerjasama multipihak dan merangkul pihak luar menjadi sebuah kunci penting dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Beberapa program seperti pelatihan rutin bersama manggala agni dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan tim KTD Perusahaan serta Masyarakat Siaga Api (MSA) binaan Perusahaan.

Selain itu, Perusahaan secara rutin melakukan edukasi pencegahaan karhutla bagi siswa-siswa Sekolah Dasar dan Menegah di sekitar area operasional Perusahaan.

Beberapa kegiatan edukasi dilakukan bersama Dinas Pendidikan maupun menjalin kerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG).

Perlengkapan sarana dan prasarana  Karhutla yang disiapkan oleh perusahaan.
Perlengkapan sarana dan prasarana Karhutla yang disiapkan oleh perusahaan.

Anselmus Achmad Supriyanto, Head of Fire Prevention and Response, Sinar Mas Agribusiness and Food menegaskan, selain persiapan, hal yang tidak kalah penting adalah pelaksanaan di lapangan.

Secara spesifik deteksi taktis di lapangan. Bagaimana bisa memastikan tim di lapangan benar-benar melakukan patroli di lapangan dan pengawasan, sehingga deteksi dini titik api dapat dilakukan dengan segera.

“Meskipun kami telah memiliki sistem deteksi dini, namun tetap perlu ada pengecekan dan tindak lanjut di lapangan secara cepat.

Untuk itu sangatlah penting untuk bisa melakukan patroli dengan berbagai pihak secara terpadu.

Kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil bagian dalam hal ini,” tukasnya.

 

Sumber: Tribun Pontianak

]]>
Kisah Tim Reaksi Cepat APP Sinar Mas: Menjaga Hutan Kala Pandemi Covid-19 /blog/?p=2863 Fri, 10 Jul 2020 06:49:26 +0000 /blog/?p=2863 Memasuki musim kemarau tahun ini, Indonesia memiliki tantangan lebih dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo menegaskan kembali upaya pencegahan karhutla harus terus dilakukan dan persiapan sudah harus berjalan dan dikoordinasikan dengan baik menjelang puncak kemarau.

Agar tetap efektif mencegah karhutla di tengah pandemi Covid-19, PT Arara Abadi, unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas telah memperkuat sistem penanggulangan kebakaran hutan terintegrasi (Integrated Fire Management) perusahaan di Riau dengan memperhatikan pula prosedur pencegahan Covid-19.

Saat musim kemarau, risiko karhutla cenderung meningkat karena turunnya frekuensi hujan dan tingkat kelembaban udara. Hal ini membuat titik api yang mungkin muncul, misalnya akibat sambaran petir atau praktik tebang-bakar tradisional, membesar dan sulit dikendalikan.

Untuk memitigasi risiko ini, selain mengedukasi masyarakat di sekitar hutan lewat program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), APP Sinar Mas biasanya juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam misi patroli berkelompok untuk cepat mengidentifikasi dan memadamkan titik api. Namun, dengan kebutuhan menjaga jarak aman untuk mencegah transmisi, perusahaan kini harus membatasi jumlah pemadam kebakaran yang dapat berpatroli secara bersamaan.

Sebelum patroli, anggota TRC PT AA-APP Sinar Mas menjalani pengecekan suhu tubuh

Kebutuhan physical distancing saat patroli tersebut mendorong kami untuk menggunakan strategi baru saat menemukan titik api dan melakukan persiapan lebih,” cerita personel Tim Reaksi Cepat PT Arara Abadi, M. Sutris.

“Meski begitu, kami bangga dan tetap bersemangat menjadi garda terdepan pelindung hutan di tengah pandemi. Kami pun telah berkomitmen untuk melakukan karantina dan bersiaga di area konsesi perusahaan sejak Februari.”

Strategi baru dan persiapan lebih tersebut mencakup, antara lain, penggunaan kamera termal dan drone untuk deteksi dini, pengecekan kesehatan rutin dan latihan fisik tambahan untuk personel Tim Reaksi Cepat, penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap saat bertugas, serta menempatkan regu pemadam di berbagai sebaran strategis. Langkah terakhir ini memungkinkan personel tambahan mencapai titik api yang dilaporkan oleh tim patroli kecil hanya dalam 30 menit. Jika diperlukan, APP Sinar Mas pun memiliki tiga unit helikopter dengan kemampuan water-bombing yang selalu siaga.

Sutris dan anggota TRC PT AA-APP Sinar Mas

Fire Operation Management Head PT Arara Abadi Deny Widjaya menambahkan, “Kesehatan Tim Reaksi Cepat juga menjadi perhatian utama kami. Oleh karena itu, PT Arara Abadi menggalakkan kebiasaan menjaga kebersihan dan sanitasi di antara personel. Perusahaan juga menjaga asupan gizi mereka, rutin memberikan vitamin, serta mengharuskan seluruh personel untuk menjaga jarak fisik aman jika kondisi memungkinkan.”

Di samping itu, perusahaan melakukan sosialisasi rutin lewat pengeras suara yang tersebar di berbagai titik, agar masyarakat setempat tidak menggunakan api untuk membuka lahan ataupun membakar sampah. Program DMPA pun terus berjalan, disertai dengan prosedur pencegahan Covid-19, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan lewat metode bercocok tanam yang lebih berkelanjutan.

Dalam kegiatan operasionalnya, APP Sinar Mas terus berpegang teguh pada Kebijakan Konservasi Hutan (FCP), yang antara lain mewajibkan seluruh unit bisnis dan mitra pemasoknya untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

TRC PT AA-APP Sinar Mas

Seluruh personel pemadam kebakaran APP Sinar Mas, termasuk di PT Arara Abadi dan khususnya Tim Reaksi Cepat, telah melalui proses seleksi dan pelatihan yang ketat serta telah tersertifikasi dari Lembaga Resmi. Mereka pun memiliki kemampuan fisik serta keterampilan yang amat dibutuhkan untuk mencegah, mengidentifikasi, dan menanggulangi karhutla. Tak jarang, para pemadam kebakaran ini harus bekerja tanpa henti dan bermalam di tengah hutan untuk memadamkan api. Misi mereka tersebut dapat berlangsung mulai dari satu minggu, hingga satu bulan.

“Terakhir kali saya bertemu istri yang sedang hamil adalah tiga bulan lalu. Ini, ditambah tanggung jawab saya sebagai Tim Reaksi Cepat, memang tidak mudah. Namun, saya paham pentingnya peran kami untuk melindungi hutan Indonesia. Saya pun selalu mendapat dukungan dari perusahaan dan rekan setim yang sudah seperti keluarga kedua. Ketika kami sukses mencegah dan memadamkan api, semua jerih-payah kami rasanya terbayar,” tutup M. Sutris.

 

Sumber: Riau Mandiri

]]>
APP Sinar Mas Perkuat Sistem Pencegahan Karhutla di Jambi /blog/?p=2853 Wed, 08 Jul 2020 03:09:09 +0000 /blog/?p=2853 Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui unit usaha PT Wirakarya Sakti (WKS) memperkuat sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terintegrasi (Integrated Fire Management/IFM) dalam menghadapi kemarau 2020.

“Untuk mencegah kemungkinan munculnya api, APP Sinar Mas bekerja sama dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat menjalankan fire prevention project yang mencakup penambahan pos pencegahan pada beberapa titik rawan,” kata GM Fire Management APP Sinar Mas, Sujika Lusaka, seusai apel siaga dan pelatihan bersama pencegahan karhutla di Distrik VII, Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Minggu (6/7/2020).

Sejalan, lanjut Sujika, pihaknya juga mengedukasi masyarakat agar tidak membuka area pertanian dengan membakar. Selain itu, masyarakat juga dilibatkan dalam mitigasi api melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), sembari tetap menekan risiko penularan Covid-19 di rantai operasi.

Terpisah, karena termasuk daerah sangat rentan terjadi karhutla, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir memperketat pengawasan di lima kecamatan, yakni Cengal, Tulung Selapan, Pangpangan, Pedamaran, dan Mesuji. Wakil Bupati OKI, Djafar Shodiq, mengatakan pihaknya sudah membentuk satuan tugas (satgas) karhutla di lima kecamatan itu.

“Ini bagian dari upaya pencegahan karhutla, kami awali dengan membentuk satgas hingga di tingkat desa,” kata Djafar, kemarin. Dia melanjutkan, karhutla yang terjadi tahun lalu, sebagian berasal dari konsesi perusahaan.

Oleh karena itu, pihaknya pun menegaskan agar perusahaan perkebunan maupun hutan tanaman industri (HTI) di daerah itu supaya menjaga lahan mereka agar tidak kembali terbakar.

Di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menegaskan peran satgas akan dioptimalkan untuk mencegah karhutla. Kepala BPBD Provinsi Babel, Mikron Antariksa, mengatakan karhutla di Babel saat ini belum begitu tinggi.

Sumber: Media Indonesia

 

 

 

 

Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/325991-daerah-perkuat-sistem-pencegahan-karhutla

]]>
Mengintip Sistem Canggih Penanggulangan Karhutla Sinar Mas /blog/?p=2563 Mon, 16 Mar 2020 04:08:44 +0000 /blog/?p=2563 Dua wanita berhijab yang berada di ruangan berukuran 20 meter persegi itu tampak begitu sibuk berkomunikasi dengan seseorang jauh di ujung telepon. Seraya menatap layar komputer, dia memastikan informasi yang diterima terkait laporan titik panas atau indikasi kebakaran hutan dan lahan di sebuah desa di pesisir Riau, tepat dan akurat.

Sementara si wanita berkacamata itu berbicara halus, Deny Widjaya, Fire Operation Manager melototi enam layar LCD TV yang terpampang di dinding. Layar televisi itu terkoneksi dengan beberapa satelit. Masing-masing layar menunjukkan gambar berbeda, mulai dari arah angin, keberadaan titik-titik panas hingga perkiraan hujan.

Semua prasarana berikut peralatan canggih itu didukung dengan sarana tak main-main. Enam helikopter terdiri tiga helikopter kecil jenis Bell serta tiga helikopter berukuran raksasa jenis MI-171 dan Super Puma terparkir di komplek industri Sinar Mas, Kota Perawang, Kabupaten Siak, Riau.

Fire Operation Managemen Head PT Arara Abadi, Deny Widjaya mengatakan sistem manajemen penaggulangan kebakaran hutan dan lahan APP Sinar Mas terintegrasi itu dibangun sejak 2016.

“Sistem tersebut terdiri dari empat pilar, yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini dan respons cepat,” kata Denny kepada Antara di Perawang, Siak baru-baru ini.

Peralatan pemadam kebakaran APP Sinar Mas.

Ia merincikan, untuk tahap pencegahan perusahaan produsen kertas itu telah menyusun area peta rawan kebakaran, baik yang berada di dalam konsesi maupun di luar konsesi perusahaan. Ia menyebutkan, Sinar Mas memiliki 27 distrik lokasi konsesi dengan total luas sekitar 760 ribu hektare.

Namun, selain menjaga lahan konsesi, sistem terpadu perusahaan juga turut menjaga dan mengawasi 1,2 juta hektare lahan di luar konsesi. Kawasan itu adalah batas lima kilometer dari lahan konsesi dan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga lahan bebas dari api.

“Kita juga bantu mencegah kebakaran lima kilometer dari lokasi konsesi. Itu bentuk sebuah komitmen untuk menjaga lingkungan. Tidak ada regulasi (peraturan pemerintah) yang mengatur ke sana, murni komitmen kita. Ternyata yang kita jaga itu lebih luas dari konsesi kita sendiri,” jelasnya.

Pada tahap pencegahan, Deny juga mengatakan turut membentuk satgas anti kebakaran dan membentuk pos pemantau terpadu. Selain itu, perusahaan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, salah satunya melalui pembentukan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Dia mengatakan saat ini, ada 188 desa yang tergabung dalam DMPA. Masing-masing desa yang berhasil lepas dari Karhutla mendapat kucuran dana hingga Rp250 juta. Namun dengan catatan, bahwa dana itu harus terus digulirkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Perlengkapan penanggulangan kebakaran APP Sinar Mas.

Kemudian pada tahap persiapan, dia mengatakan perusahaan yang berkontribusi mengerek pembangunan Kabupaten Siak dan Riau itu menyiagakan 862 orang regu pemadam kebakaran (RPK).

Sementara pada tahap deteksi dini, dia menjelaskan jika perusahaan juga menyiapkan 17 unit kamera thermal dan CCTV, 46 menara api dan 15 mini tower, 623 pompa air bertekanan tinggi, 103 sepeda motor tracker untuk patroli, 27 pesawat tanpa awak atau drone hingga enam helikopter pengebom air. Semua peralatan ini digunakan untuk melakukan pemantauan api.

Perusahaan melakukan pemantauan titik panas melalui citra satelit yang tersambung ke situation room. Situation room bekerja 24 jam untuk memantau titik panas. Apabila ada perubahan titik panas yang tidak biasa, Perusahaan akan menugaskan tim respons cepat (TRC) untuk melakukan verifikasi lapangan.

TRC yang beranggotakan 43 orang itu merupakan tim khusus atau semacam “Kopassus” nya pemadam kebakaran Sinar Mas. Mereka merupakan tim terpilih dari ratusan RPK. Hanya mereka yang memiliki fisik dan mental baja serta kemampuan khusus yang dipilih untuk menjadi anggota TRC.

Deny menjelaskan bahwa perusahaan akan terus berupaya mendukung visi Riau terbebas dari kabut asap akibat Karhutla seperti yang berhasil dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Dia menuturkan pada 2019 lalu, APP Sinar Mas bahkan telah menggelontorkan dana tak kurang dari Rp140 miliar untuk penanggulangan karhutlaberikut biaya sewa enam helikopter membantu penanggulangan Karhutla.

 

Sumber: Antara

]]>
Dua Heli Super Puma APP Sinar Mas Bantu Padamkan Karhutla di Riau /blog/?p=2547 Tue, 03 Mar 2020 07:21:50 +0000 /blog/?p=2547 Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah di Provinsi Riau belum juga usai. Upaya pemadaman juga terus dilakukan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan lain-lain.

Dua Helikopter Bom Air Superpuma dan dua alat berat PT Arara Abadi dari Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas ikut membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan tiga kabupaten di Provinsi Riau yakni Siak, Kepulauan Meranti, dan Pelalawan.

Kepala Daerah Operasi Siak Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ihsan Abdillah, Senin mengatakan kebakaran di wilayahnya terjadi di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit. Itu setelah didapatkan informasi dari masyarakat bahwa terjadi kebakaran sejak Sabtu (29/02).

“Karena angin kencang di tepi laut serta sumber air yang susah kemarindilakukan bom air dibantu oleh helikopter Sinarmas. Sampai saat ini tim masih melakukan pemadaman,” katanya.

Dia menyampaikan pemadaman dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Kepolisian Sektor Sungai Apit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Siak. Kemudian juga Masyarakat Peduli Api Kecamatan Sungai Apit serta tim regu pemadam kebakaran Sinarmas.

Semuanya meluncur ke lokasi namun karena sumber air susah maka dibuat jugalah embung dengan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pemukiman Kabupaten Siak. Lalu dilakukan penyekatan kebakaran yang mencapai lebih kurang enam hektare.

Humas PT Arara Abadi, Nurul Huda menyampaikan pihaknya menurunkan helikopter dan alat berat sesuai permintaan Satuan Tugas Udara dan Darat Karhutla Provinsi Riau. PT Arara Abadi-APP Sinar Mas diminta membantu padamkan karhutla di luar konsesi perusahaan.

Maka dari itu pihaknya menurunkan Helikopter WB Superpuma PK DAN warna merah untuk memadamkan karhutla di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Lalu Helikopter WB Superpuma PK DAI warna putih untuk karhutla di luar konsesi di Sei Benual Kabupaten Siak.

“Dua alat berat dan satu grup Pasukan Pemadam Arara Abadi sesuai permintaan pemerintah daerah dan BPBD Pelalawan memadamkan karhutla di Pulau Muda, Kabupaten Pelalawan,” sebutnya.

 

Sumber: Antara

]]>
Edukasi Cegah Karhutla ala Sinar Mas Agribusiness & Food /blog/?p=2497 Fri, 07 Feb 2020 04:13:50 +0000 /blog/?p=2497 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2019 menyampaikan data bahwa lebih dari 900 ribu orang, termasuk anak-anak, menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, banyak sekolah terpaksa diliburkan sehingga mengganggu aktivitas belajar siswa. Karena itu, pemerintah sejak awal 2020 sudah mengerahkan segala pihak untuk bersiap menghadapi karhutla.

Momen tersebut juga dimanfaatkan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food dengan melakukan kampanye edukasi pencegahan karhutla untuk usia dini. Kampanye tersebut diwujudkan dalam peluncuran buku cerita bertajuk “Rumbun dan Sahabat Rimba” untuk para siswa/i di sekolah dasar (SD) di Ketapang, Kalimantan Barat.

Managing Director Sustainability and Strategic Stakehoholders Engagement Sinar Mas Agribusiness and Food Agus Purnomo mengatakan, pendidikan sejak dini sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan yang positif saat anak-anak beranjak dewasa kelak.  Agus juga berharap kampanye edukasi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran dalam mencegah karhutla melalui cara yang menyenangkan sehingga dapat dimengerti dengan mudah dan diingat anak-anak.

“Sebagai calon pemimpin di masa yang akan datang, kami berharap mereka membawa yang mereka pelajari dan laksanakan hari ini, khususnya berhenti membuka lahan dengan cara membakar,” jelas Agus dalam keterangan resmi, Kamis (6/2/2020).

Perusahaan pun menggandeng dinas pendidikan setempat dan para guru dalam pemberian materi edukasi yang dapat diakses dengan mudah dan dimengerti para siswa SD.

Perusahaan juga berencana mengembangkan materi lanjutan untuk anak-anak di tingkat menengah dan mengembangkan program bagi para guru agar memiliki keterampilan dalam menyampaikan materi pencegahan karhutla dengan cara lebih kreatif dan menyenangkan.

Agus menambahkan, dalam waktu enam bulan ke depan, pihaknya akan mengembangkan dan membagikan metode yang dapat digunakan untuk mengajarkan anak-anak mengenai pencegahan karhutla di semua tingkatan.

“Target utama pada kampanye ini, yaitu anak-anak yang berada di sekitar operasional perusahaan yang rentan terjadi karhutla. Saat ini kami bekerja sama bersama pemangku kepentingan terkait di Kalimantan Barat. Kami juga terbuka untuk menggali lebih jauh agar metode edukasi ini dapat digunakan lebih luas dalam membantu Indonesia terbebas karhutla,” tutur Agus.

Sejak peluncuran kebijakan nihil bakar (zero burning policy) pada 1997, perusahaan menerapkan kebijakan tersebut di semua operasional perusahaan. Lantas mulai 2015, upaya tersebut diperluas kepada masyarakat di sekitar area operasional perusahaan yang sering terjadi karhutla. Berbagai kegiatan seperti Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dilaksanakan sejak 2016.

Komitmen perusahaan yang konsisten terhadap pencegahan karhutla menunjukkan hasil positif dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2015, titik panas dan titik api terus menurun.

Bahkan cuaca kering ekstrem pada 2019, jumlah titik panas dan titik api dalam area konsesi dan sekitar area perkebunan relatif rendah.

Selain faktor alam, pemantauan perusahaan menunjukkan aspek manusia berkontribusi terhadap karhutla di sekitar operasi perusahaan, seperti kecerobohan saat membuang puntung rokok atau pembukaan lahan melalui metode tebang bakar.

Untuk memantau titik panas dan titik api di sekitar area perkebunan, Sinar Mas menyediakan laporan yang dapat diakses melalui website.

Hal itu bertujuan agar kita tetap waspada meskipun berhasil menekan jumlah titik api dan menjaganya seminimal mungkin dalam konsesi dan desa-desa sekitar,” pungkas Agus.

Anda bisa membaca buku Rumbun dan Sahabat Rimba, yang tersedia dalam dwi bahasa (bahasa Indonesia dan Inggris), melalui tautan ini: Rumbun dan Sahabat Rimba.

 

Sumber: Media Indonesia

]]>
Tim Satgas Tetap Patroli dan Pemadaman Karhutla Meskipun Lebaran Idul Adha /blog/?p=1817 Thu, 23 Aug 2018 02:01:33 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1817 Meski lebaran Idul Adha 2018, tim Satgas Karhutla Riau tetap bekerja melakukan patroli rutin dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah di Riau. Sebagaimana diketahui kebakaran masih saja terjadi di Kabupaten Rokan Hilir sebagai daerah terparah dan Dumai.

Sebagaimana Intruksi Komandan Satgas Karhutla Riau Danrem 031/WB Brigjen TNI Sony Aprianto jangan sampai muncul asap pada saat pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang. Sehingga pemadaman di lapangan tidak kenal lelah dan tidak mengenal waktu lagi.

Rabu (22/8) dimana seluruh umat Islam merayakan hari Idul Adha ternyata anggota Satgas Karhutla masih berjuang di lapangan melakukan pemadaman. Begitu juga yang melakukan patroli rutin.

“Hari ini kami tetap bekerja patroli dan Water Bombing. Ada beberapa titik yang kami lakukan Water Bombing di Rohil Dumai dan Pelalawan, “jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger kepada Tribun Rabu (22/8).

Menurut Edwar Sanger kata kunci pada tim Satgas Karhutla Riau adalah 247 yang berartikan 24 jam dan 7 hari berjibaku di lapangan melakukan Pemadaman. Ini dilakukan menurutnya demi Riau dan Indonesia bebas dari asap.

“Kawan-kawan satgas semua aktif dalam tugasnya masing-masing. Tim darat terdiri dari TNI Polri dan BPBD serta Manggala Agni yang terus melakukan patroli dan pemadaman dari darat. Ditambah tim udara yang dilakukan dengan water bombing, “ujar Edwar.

Selain melakukan pemadaman dengan Helikopter milik Satgas pihaknya juga dibantu Helikopter superpuma dari Sinarmas yang tentunya meringankan beban Satgas dalam melakukan Pemadaman melalui udara. “Pihak swasta juga Alhamdulillah ikut berperan membantu kami, seperti bantuan dari Helikopter Sinarmas melakukan Water Bombing, “ujarnya.

Sebagaimana hasil patroli Rabu pagi kebakaran lahan muncul lagi di Sungai sembilan Dumai dan Samsam Kandis, kemudian Bukit Kesuma Pelalawan. “Alhamdulillah semuanya dapat kami minimalisir agar tidak meluas. Pak Gubri dan Dansatgas terus memantau perkembangan setiap saat atas kondisi ini. Hujan yv turun beberapa saat ini juga sangat mendukung dalam upaya pemadaman dilapangan, “ujar Edwar Sanger.

Pihaknya juga tetap menghimbau masyarakat untuk jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena dengan kondisi kemarau kering saat ini sangat rawan terjadi kebakaran. “Kami menghimbau agar masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga Riau agar bebas dari kabut asap,”jelasnya.

Sementara berdasarkan pantauan dari BMKG Rabu (22/8), titik panas di Riau hanya terpantau satu titik di Pelalawan 1 titik. Namun di daerah lain di Pulau Sumatera terpantau 52 titik panas diantaranya Jambi 19 Titik, Sumsel 15 titik, Bangka Belitung 12 titik, Lampung 3 titik, Bengkulu dan Kepri masing-masing 1 titik.

Sumber

]]>
Helikopter Sinarmas Forestry Padamkan Kebakaran Lahan /blog/?p=999 Thu, 07 Sep 2017 03:00:00 +0000 http://www.sinarmas.com/blog?p=999&preview=true&preview_id=999

 

WATER BOOMBING – Helikopter Superpuma L1 milik Sinar Mas Forestry melakukan pengeboman air (water boombing) di atas lahan yang terbakar di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (7/8). Sinar Mas Forestry mengerahkan helikopternya untuk membantu proses pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Riau. Helikopter Superpuma L1 ini sebelumnya juga melakukan pengeboman air dilahan yang terbakar di Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti.

 

[Sumber: Tribunnews]

]]>
Dusun Binaan Program DMPA APP Sinar Mas di Kalbar Raih Penghargaan Program Kampung Iklim KLHK /blog/?p=977 Thu, 31 Aug 2017 03:00:00 +0000 http://www.sinarmas.com/blog?p=977&preview=true&preview_id=977 Dusun Sungai Langer, Desa Mengkiang yang terletak di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat berhasil menyabet penghargaan Program Kampung Iklim Utama tahun 2017 di Auditorium Manggala Wanabhakti.

Penghargaan yang diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini diberikan kepada masyarakat di lokasi tertentu yang telah melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Masyarakat di Dusun Sungai Langer dianggap telah berhasil melakukan transformasi dalam praktik bertani sehingga lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Sebelumnya, selama turun temurun masyarakat menggunakan metode berpindah ladang dengan cara membakar lahan.

Anggota Badan Perusyawaratan Desa (BPD) Desa Mengkiang, sekaligus Ketua Kelompok Tani Tunas Jaya, Daniel atas nama dusun Sungai Langer menerima penghargaan tersebut. Daniel selama ini dikenal sebagai motor penggerak dalam melakukan transformasi praktik bertani di lingkungan dusunnya. “Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengajak para warga, apalagi kebiasaan berpindah ladang sudah dilakukan sejak lama. Mereka perlu contoh keberhasilan, baru mau bergerak.” terang Daniel, Jumat (4/8/2017).

Daniel juga merupakan petani binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang digagas oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui perusahaan pemasok bahan bakunya di Kalimantan Barat, PT Finnantara Intiga. Tidak hanya berorientasi dalam mengubah paradigma lama demi kelestarian lingkungan sekitar, program DMPA juga fokus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain penyediaan lahan beserta peralatan, program DMPA juga membantu ketersediaan bibit, pupuk, herbisida, serta pembinaan cara praktik bertani yang lebih produktif, sampai dengan bantuan pemasaran, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berpindah ladang. Daniel dan kelompok taninya yang beranggotakan 15 orang mendapat bantuan lahan untuk jagung seluas 10 hektar dan sawah tadah hujan sebanyak 2 hektar.

Untuk jagung, menghasilkan produksi 4 ton/hektar dengan pendapatan tak kurang dari Rp 32 juta. Sedangkan untuk hasil padi tidak mereka pasarkan, karena dianggap telah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain program DMPA, PT Finnantara juga melakukan kerjasama lain dengan masyarakat dusun Sungai Langer melalui penandatangan MoU sejak 2008 untuk menjaga hutan Pulo Mas, sebuah kawasan hutan lindung yang ditumbuhi kayu belian (kayu besi/ulin) yang dikenal berharga dan cukup langka. Hutan ini juga menjadi sumber air bersih bagi warga Sungai Langer, dan perusahaan turut andil dengan menyediakan pipanisasi.

Uniknya, masyarakat dusun Sungai Langer tidak melakukan patroli khusus dalam menjaga hutan, melainkan melalui kesadaran kolektif dengan saling mengawasi dan menjaga wilayah hutannya. Hukum adat yang cukup keras telah menanti bagi warga yang melanggar kesepakatan, misalnya jika didapati menebang pohon secara sembarangan.

Kearifan lokal dusun Sungai Langer sangat terasa dalam upaya menjaga hutan lindung Pulo Mas. “Bagi kami, tidak hanya manusia saja yang menjaga hutan ini. Kami mempercayai keberadaan kehidupan lain yang ikut menjaga hutan dan isinya,” ungkap Daniel.

Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah program yang dikembangkan Kementerian LHK untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca. ProKlim yang dilaksanakan sejak 2012 ini dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah minimal setingkat dusun/dukuh/RW dan maksimal setingkat desa/kelurahan.

 

[Sumber: Tribunnews]

]]>
Bantu Perlindungan Hutan Alam, APP Sinar Mas Tanam 10 Ribu Bibit Meranti di Pelalawan /blog/?p=990 Thu, 24 Aug 2017 03:00:42 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=990

 

Japan Agency for Environmental Business and International Tropical Timber Organization (ITTO) menyatakan Indonesia menjadi aktor utama dalam mencegah perubahan iklim global. Semua pihak harus mendukungnya.

“Indonesia merupakan aktor penting dalam perubahan iklim dan menekan laju deforestasi,” kata Project Manager ITTO, Ma Hwan-ok pada penanaman pohon dilandskap Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (7/8/2017).

ITTO bekerja sama dengan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Masmenanam pohon Meranti untuk membantu restorasi dan perlindungan hutan alam di Landskap Kerumutan, di Desa Sorek, Kabupaten Pelalawan. Penanaman pohon tersebut diikuti sekitar 30 warga Jepang mulai dari relawan, akademisi, peneliti hingga jurnalis.

Hal ini juga sejalan dengan tujuan untuk mencapai Sustainable Development Goals yang ke-13 (Aksi iklim) dan ke-15 (Kehidupan di darat) yang dicanangkan oleh PBB.

Inisiatif ini juga didukung oleh Profesor Akira Miyawaki yang merupakan Profesor Kehormatan dari Yokohama National University Jepang. Beliau menekankan pentingnya konservasi hutan melalui penanaman bibit spesies asli yang memang berasal dari lingkungan vegetasi lahan yang menjadi target dari program restorasi.

“Bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan bagi masa depan,” kata pendiri Japan Agency for Environmental Business Mitsunori Kamiya ini.

Chairman APP Jepang Tan Ui Sian menjelaskan, acara penanaman yang melibatkan warga Jepang ini merupakan yang keempat sejak 2014 dari APP Sinar Mas dalam melakukan inisiatif menanam pohon karena kami berkomitmen untuk membantu perlindungan dan restorasi hutan alam di Sumatera dan Kalimantan.

Menurut dia, kunjungan sukarelawan dari Jepang dalam acara menanam pohon di Riau ini telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia untuk dapat berkolaborasi lebih lanjut dalam mendukung upaya konservasi hutan.

“Setiap tahun semakin banyak orang Jepang yang ikut serta dalam kegiatan ini, mereka sangat bersemangat ingin menanam pohon,” kata Tan Ui Sian.

Ia menjelaskan, ada sekitar 10 ribu bibit pohon Meranti yang disediakan untuk penanaman tersebut. Area penanaman seluas 20 hektare, yang berlokasi di area konservasi pemasok kayu APP Sinar Mas di wilayah Sorek, Kabupaten Pelalawan.

“Meranti merupakan spesies asli dari Sumatera yang secara alami tumbuh di rawa gambut dangkal. Spesies asli ini juga memberikan keuntungan ekologis untuk memulihkan ekosistem di Sumatera. Selain itu, jenis spesies ini relatif tahan api dan memiliki tingkat ketahanan hidup yang cukup baik di area gambut yang terdegradasi,” ujarnya.

 

[Sumber: Tribunnews]

]]>