Biodiesel – Sinar Mas /blog Tue, 10 Sep 2024 03:54:54 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Biodiesel – Sinar Mas /blog 32 32 Biofuel Solusi untuk Tekan Emisi dan Hemat Devisa, Jesslyne Widjaja: Dukungan Lintas Sektor Jadi Kunci /blog/?p=4163 Tue, 10 Sep 2024 03:54:54 +0000 /blog/?p=4163 Executive Director Sinar Mas Agribusiness and Food, Jesslyne Widjaja mengatakan penggunaan biofuel sebagai bahan bakar merupakan salah satu solusi untuk menekan emisi. Hal ini dipaparkannya dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024 di Jakarta Convention Center, Jumat (6/9/2024).

Ia juga mengatakan, permintaan biofuel terus meningkat setiap tahun. Permintaan itu masih akan tumbuh ke depan. Walaupun demikian, implementasinya masih sangat kecil dibandingkan total konsumsi BBM di sektor transportasi.

“Menurut saya permintaan biofuel global sudah cukup signifikan saat ini, sekitar 150 juta ton atau lebih, dan masih tumbuh 2-3% per tahun. Namun, ini hanya mencakup sekitar 3-4% dari total konsumsi bahan bakar di sektor transportasi saat ini,” jelas Jesslyne dalam Plenary Session bertajuk “Driving the Future of Emission-Free Transport”.

Saat ini, penggunaan minyak sawit sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) terus digenjot oleh pemerintah Indonesia. Bahkan, upaya tersebut dibuktikan mampu menekan emisi karbon hingga menghemat devisa negara.

Jesslyne menerangkan, rata-rata biofuel bisa mengurangi emisi karbon sebesar 50-90 persen. Ini tergantung dari campuran yang digunakan dalam membentuk BBM ramah lingkungan nantinya.

Biodiesel 35 atau B35 yang merupakan campuran dari kelapa sawit, merupakan salah satu cara ampuh untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Jesslyne menjelaskan bahwa Indonesia selama ini telah berupaya mengurangi emisi dengan meluncurkan Biodiesel 35.

Jesslyne Widjaja, Executive Director Golden Agri Resources menjadi pembicara dalam Plenary Session bertajuk “Driving the Future of Emission-Free Transport”

“Itu [Biodiesel 35] adalah 100% berbasis kelapa sawit, menghasilkan 12 juta ton volume biodiesel, mengurangi 30 juta ton emisi gas rumah kaca,” katanya. Dengan hadirnya B35 tersebut, menurutnya juga menghemat devisa negara sebesar Rp160 triliun, karena penggunaan Biodiesel 35 mengurangi impor bahan bakar fosil ke Indonesia.

Program biodiesel yang dilakukan secara konsisten oleh Indonesia tersebut, menurut Jesslyne adalah contoh kemitraan lintas pihak dalam pengurangan emisi yang berpotensi direplikasi ke pengembangan bahan bakar berkelanjutan untuk penerbangan serta pelayaran.

“Saat Indonesia mencoba tingkat pencampuran biodiesel yang lebih tinggi, kami dari sektor industri siap mendukungnya lewat solusi pasokan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Jesslyne menegaskan dengan potensi yang ada, sektor industri masih kesulitan mencapai target pengurangan emisi tanpa dukungan industri kelapa sawit. Melalui peningkatan produktivitas dan pemberdayaan petani kecil, pihaknya yakin dapat meningkatkan produktivitas panen sekaligus mendorong kesejahteraan mereka.

“Dengan dukungan lintas sektor berikut kerangka investasi yang tepat, potensi kelapa sawit dapat kita optimalkan untuk menjawab isu ketahanan pangan, energi, kesejahteraan serta perubahan iklim,” terangnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa Sinar Mas Agribusiness and Food pun ikut berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dengan berbagai cara.

“Sebagai contoh, dalam operasi kami saja di Sinar Mas Agro, kami dapat menghasilkan 17 juta ton biomassa yang mampu menghasilkan hingga 1 Giga Watt kapasitas listrik, yang akan menghasilkan 3,5 juta ton pengurangan emisi gas rumah kaca,” ucapnya.

Dia memprediksi bahwa permintaan untuk Biodiesel 35 ini mungkin akan meningkat di masa depan, karena orang-orang beralih ke kendaraan listrik. Selain biodiesel untuk transportasi darat, dia mengatakan bahwa minyak kelapa sawit juga dapat memainkan peran yang lebih luas dalam bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan.

Menurutnya, kelapa sawit yang merupakan sektor agrikultur ini memiliki peran yang sangat penting dalam memitigasi perubahan iklim. Dia menjelaskan bahwa sektor ini dapat memberikan solusi, tidak hanya untuk mendekarbonisasi sektor agrikultur sendiri, tetapi juga sektor energi dan transportasi, bukan hanya di darat, tetapi juga di udara dan di laut.

]]>
Jokowi Pantau Langsung Vaksinasi Gotong Royong di Sinar Mas /blog/?p=3192 Tue, 18 May 2021 13:09:25 +0000 /blog/?p=3192 Sinar Mas mulai menggelar vaksinasi Covid-19 untuk ribuan karyawannya dalam inisiatif Vaksinasi COVID-19 Gotong Royong pada Selasa (18/5/2021). Vaksinasi Sinar Mas ini dipantau langsung Presiden Joko Widodo secara virtual. Terdapat 18 perusahaan lain yang juga ikut terhubung dalam waktu yang bersamaan.

Kegiatan vaksinasi di Sinar Mas berlangsung di dua tempat. Tempat pertama adalah Marunda Refinery, pabrik sekaligus pusat penelitian produk pangan dan biodiesel milik Sinar Mas Agribusiness and Food (PT SMART Tbk.) yang berlokasi di Kawasan Industri dan Pergudangan Marunda Center, Kabupaten Bekasi. Hampir 600 karyawan di pabrik ini mendapatkan injeksi vaksin Sinopharm, kemudian secara bertahap akan menjangkau hingga 3.000 karyawan lainnya.

Sementara itu, tempat kedua berlokasi di PT Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Tangerang Mill yang berada di bawah naungan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. Mereka secara bergelombang akan memvaksinasi 4.000 karyawan dari sejumlah mill.

Kegiatan vaksinasi baik di Bekasi maupun Tangerang Selatan difasilitasi oleh Tzu Chi Hospital, melibatkan Klinik Pratama Simas Sehat, SehatQ, serta Eka Hospital.

“Terima kasih kepada seluruh perusahaan manajemen dan karyawan, dan juga KADIN yang telah bersama-sama melaksanakan vaksin gotong royong ini, yang kita harapkan ini akan segera membangun sebuah herd immunity, kekebalan komunal, kekebalan komunitas, dan penyebaran COVID bisa kita hambat, dan bisa kita hilangkan dari negara yang tercinta ini,” ujar Presiden Joko Widodo saat meninjau pelaksanaan vaksin gotong royong secara virtual dari kawasan industri Jababeka, Jawa Barat.

“Kepercayaan pemerintah untuk mengawali Vaksinasi Gotong Royong di tempat ini dapat menjadi momentum berharga mendukung upaya bangsa Indonesia menciptakan kekebalan kelompok, membantu normalisasi aktivitas karyawan,” kata Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin.

Sementara itu, Head of Corporate Affairs Sinar Mas Agribusiness and Food, Harry Hanawi menambahkan, “Cakupan vaksinasi yang semakin masif berikut penerapan protokol kesehatan yang prima dapat menjadi landasan menjaga keberlangsungan produksi, sehingga kebutuhan bahan pangan masyarakat, maupun pasokan biodiesel bagi program bahan bakar terbarukan pemerintah tetap terpenuhi.”

Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), kegiatan yang diinisiasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) ini menjadi tanggungan perusahaan yang berpartisipasi.

Vaksinasi juga mesti berlangsung di luar fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah, memakai vaksin yang berbeda dengan pemerintah, agar tidak menghambat program vaksinasi yang tengah berjalan.

“Vaksinasi di lingkup industri manufaktur dengan karyawan dalam jumlah besar dapat mempercepat gerak sektor industri memulihkan perekonomian Indonesia,” ujar Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata.

Perusahaan mengapresiasi dukungan sejumlah pilar bisnis Sinar Mas yang menugaskan para tenaga medisnya, sekaligus mengingatkan agar karyawan penerima vaksin tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Simak liputan selengkapnya mengenai kegiatan vaksinasi gotong royong dalam video berikut ini.

]]>