asia pulp paper – Sinar Mas /blog Mon, 03 Sep 2018 08:07:35 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png asia pulp paper – Sinar Mas /blog 32 32 SiDU Berkontribusi Menumbuhkan Kebiasaan Menulis pada Anak /blog/?p=1544 Wed, 09 May 2018 01:32:30 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1544 Generasi muda Indonesia kini memiliki sebuah wadah baru untuk meningkatkan kompetensi mereka melalui gerakan nasional “Ayo Menulis Bersama SiDU!”. Sinar Dunia (SiDU), merk buku tulis unggulan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, mensosialisasikan gerakan tersebut pada sebuah gelar wicara hari ini bertajuk “Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis”.

“Berangkat dari kepedulian kami terhadap pentingnya meningkatkan kompetensi anak, SiDU merintis gerakan ‘Ayo Menulis Bersama SiDU!’ sejak April 2018 lalu demi menumbuhkan kebiasaan menulis pada anak yang kami yakini dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi anak Indonesia,” tutur Consumer Domestic Business Head SiDU, Martin Jimi.

SiDU Berkontribusi Menumbuhkan Kebiasaan Menulis pada Anak

Pada gelar wicara tersebut, Pakar Edukasi Anak dari Wahana Visi Indonesia, Nurman Siagian, turut menyoroti kompetensi anak Indonesia yang masih berada di belakang negara-negara lainnya.

“Hasil survei tiga tahunan dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan Indonesia masih menduduki peringkat 60 dari 72 negara,” papar Nurman.

Ia menambahkan, isu kompetensi ini berkaitan erat pula dengan melemahnya tradisi menulis di Indonesia seiring pesatnya perkembangan gawai. Padahal, menulis – khususnya di buku tulis – memiliki banyak manfaat karena mengasah berbagai keterampilan seperti berpikir kritis, daya ingat, dan motorik.

“Kegiatan menulis mendukung anak untuk menguasai huruf dan fonemik, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan kemampuan anak menangkap pelajaran. Oleh karena itu, gerakan ‘Ayo Menulis Bersama SiDU!’ amat saya apresiasi dan patut kita dukung,” sambung Nurman.

SiDU merintis “Ayo Menulis Bersama SiDU!” pada April 2018 lalu, melibatkan 20.000 murid dari 100 sekolah dasar di Jabodetabek pada tahap pertama yang akan berlangsung hingga Mei 2018. Gerakan ini mencakup pemberian buku latihan menulis untuk anak, serta pendampingan yang melibatkan orang tua dan guru secara intensif, dengan modul yang berlangsung selama 21 hari.

SiDU Berkontribusi Menumbuhkan Kebiasaan Menulis pada Anak

Bekerja sama dengan Renny Yaniar, seorang penulis cerita anak kenamaan yang telah menerbitkan lebih dari 130 buku, SiDU menyusun modul buku latihan menulis tersebut berdasarkan studi yang mengungkapkan bahwa kebiasaan baru dapat dibentuk dengan rutin melakukannya selama minimal 21 hari.

Buku latihan menulis tersebut mencakup berbagai topik yang memancing minat anak untuk menulis. Mulai dari mengenal diri sendiri, mengetahui asal mula kertas, hingga perhelatan Asian Games 2018, di mana APP Sinar Mas sebagai mitra resmi turut mendukung Indonesia sebagai tuan rumah. Beragam topik tersebut diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulus anak untuk mengutarakan pendapat serta idenya melalui tulisan tangan.

Menyadari pentingnya dukungan lingkungan sekitar untuk menumbuhkan kebiasaan menulis anak, SiDU juga menghadirkan Praktisi Mindful Parenting, Melly Kiong, pada gelar wicara hari ini untuk berbagi kiat-kiat praktis pada orang tua dan guru.

Menurut Melly, menulis merupakan cara komunikasi yang sangat baik antara anak dan orang tua. “Melalui tulisan-tulisan sederhana anak, orang tua dapat melihat talenta terpendam anak, atau bahkan masalah yang sedang ia hadapi di sekolah,” paparnya. “Orang tua dapat membantu menumbuhkan kebiasaan ini dengan mengajak anak mengisi jurnal atau saling berkirim memo kecil.”

SiDU Berkontribusi Menumbuhkan Kebiasaan Menulis pada Anak

“Dengan dukungan berbagai pihak, APP Sinar Mas melalui SiDU berharap program ‘Ayo Menulis Bersama SiDU!’ dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia, serta menjadi motor munculnya program-program sejenis, agar kebiasaan menulis semakin meluas di Indonesia,” tutup Martin.

]]>
Indah Kiat Pulp & Paper Raih Penghargaan Investasi /blog/?p=577 Sun, 02 Apr 2017 07:01:14 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=577 Unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas yakni PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. meraih penghargaan Indonesia Investment Award 2017.

Indah Kiat Pulp & Paper menyabet penghargaan sebagai Indonesia Best Issuer dalam kategori Basic Industry and Chemicals.

Indonesia Investment Award merupakan apresiasi bagi perusahaan-perusahaan dalam negeri yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia.

Indonesia Investment Award 2017 terdiri dari dua kategori utama: Best Issuers 2017 dan Fast Growing New Issuers 2017.

Indah Kiat yang terdaftar dengan kode saham INKP telah melantai di bursa sejak 16 Juli 1990.

Indah Kiat Pulp & Paper mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1978, dengan fokus di bidang produksi kertas, bubur kertas dan kemasan.

Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata menyambut baik capaian yang diraih Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

“Penghargaan ini merupakan wujud nyata kinerja cemerlang perusahaan sehingga dapat diterima dengan baik di pasar modal,” ungkap Suhendra, Sabtu (1/4/2017).

Dikatakan bahwa bursa atau pasar modal sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lainnya.

“Bagi masyarakat modern, pasar modal dapat menjadi alternatif kegiatan investasi yang menarik, baik menjadi investor dengan membeli saham perusahaan yang terdaftar di pasar modal maupun melakukan go public (penjualan saham perusahaan),” ujarnya.

Untuk menentukan emiten yang terpilih sebagai pemenang Indonesia Investment Award 2017, tim riset Warta Ekonomi melakukan penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif.

Rangkaian kegiatan riset sejak tahap riset kuantitatif hingga penilaian emiten ini berlangsung pada 6-24 Februari 2017.

Parameter penilaian tersebut antara lain kinerja fundamental emiten, tata kelola perusahaan, transformasi perusahaan, penerapan teknologi digital, serta perkembangan emiten di bursa.

(Sumber: Tribunnews )

]]>
KLHK Apresiasi Program Desa Makmur Peduli Api /blog/?p=632 Fri, 24 Mar 2017 09:32:33 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=632 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia menggelar pameran dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional 2017.

Dibuka oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya, pameran Hari Hutan Internasional menjadi ajang bagi perwakilan multisektor untuk menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung program pelestarian hutan Indonesia.

Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas merupakan salah satu pihak yang turut serta, dengan menunjukkan program unggulan Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

DMPA sendiri adalah sebuah program terpadu yang dirancang untuk mengembangkan potensi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar, salah satunya melalui kegiatan agroforestri.

Melalui program DMPA, pendapatan masyarakat dapat naik hingga 50 hingga 70 persen dalam kurun tiga tahun lewat berbagai kegiatan ekonomi, sekaligus menggugah kesadaran masyarakat setempat untuk menjaga ikut menjaga lingkungan sekitar terutama dari bahaya kebakaran hutan.

“Total 76 desa sudah terbantu dengan adanya program ini, dan diharapkan akan mencapai target total 200 desa di tahun 2017 ini,” ujar Agung Wiyono, Kepala Divisi Sosial dan Keamanan Sinar Mas Forestry dalam talkshow DMPA di pameran tersebut, beberapa waktu lalu.

Selain Agung Wiyono, turut hadir Suryono sebagai salah seorang petani champion dalam program DMPA dan Untung Suprapto sebagai perwakilan dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Tidak hanya dibantu secara modal, APP Sinar Mas berusaha membangun sistem yang membantu para petani dari berbagai sisi. Kami juga melakukan transfer teknologi, fasilitasi pemasaran, interaksi antar sumber daya dan dialog untuk menyelesaikan permasalahan sengketa lahan,” kata dia.

Suryono sebagai salah satu petani asal Riau yang berpartisipasi dalam program ini ikut mengakui bahwa DMPA telah membantu menyejahterakan kehidupannya sebagai petani.

“Dari awal saya mengikuti program ini, bantuan modal yang diberikan Rp 2 juta dan saya berhasil mendapat keuntungan hingga Rp 8 juta. Sampai saat ini saya sudah dapat menghasilkan hingga Rp 200 juta per bulan, sudah bisa menyewa toko kecil dan mengupah karyawan,” tutur Suryono, yang belum lama ini menginvestasikan Rp 40 juta untuk menanam cabai dan kemudian mencetak hasil panen senilai Rp 160 juta.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan teknologi yang diajarkan, petani juga tidak lagi melakukan praktik tebang bakar untuk mengelola lahan.

Kesuksesan program DMPA turut mengundang pujian dari Untung Soeprapto selaku perwakilan dari Direktorat Pengandalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Program-program seperti ini seharusnya bisa lebih mendapatkan sorotan, supaya pesannya tersampaikan kepada petani-petani lainnya. Agar semua petani bisa maju seperti Pak Suryono, dibutuhkan adanya gerakan bersama di antara para petani dan dukungan dari berbagai sektor usaha,” ujar Untung.

Program DMPA ke depannya akan dikembangkan di berbagai wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi dan Sumatera Selatan.

(Sumber: Republika )

]]>
Cerita dibalik Pemadaman Api APP Sinar Mas /blog/?p=569 Fri, 10 Mar 2017 06:42:02 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=569 Memadamkan api di suatu lahan tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan kisah-kisah mistis menyelimuti kegiatan ini.

Kisah-kisah mistis dialami petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan konsensi Asia Pulp and Paper (APP) Sinarmas di Kabupaten Ogan Komering ilir, Sumatera Selatan. Petugas mulai dari kesurupan hingga api tidak bisa dipadamkan dalam satu minggu.

Peristiwa mistik pertama terjadi pada 2009 lalu. Saat hendak melakukan pemadaman kebakaran hutan, petugas pemadam, Rahadi harus berjibaku selama seminggu lantaran api tidak dapat dipadamkan.

“Diameter apinya itu kecil. Kalau normalnya itu hitungan jam sudah mati dan paling lama satu hari. Tapi kami bersama tim yang berjumlah 12 orang sampai satu minggu baru padam (apinya),” ujar Rahadi kepada detikcom usai latihan pemadaman di Distrik Sungai Jelutung, Kabupaten Oki, Sumsel, Kamis (9/3/2017).

Peristiwa unik pertama terjadi ketika dirinya bersama rekan satu tim tiba di Simpang Jaribi, Sungai Jelutung yang merupakan wilayah konsensi APP Sinarmas. Setibanya di lokasi, mesin baru yang digunakan untuk memadamkan api tidak dapat dinyalakan.

Padahal sebelumnya telah dilakukan pengecekan sebelum berangkat dan mesin dalam keadaan baik. Hingga 5 jam berada di lokasi, mesin tidak juga dapat dinyalakan. Namun ketika mesin akan ditukar dan sesampainya di kantor Distrik, mesin kembali menyala.

“Awalnya mesin itu hidup sebelum dibawa. Tapi pas sampai di sana nggak mau hidup, padahal masih baru. Hampir lima jam kami coba hidupkan tidak bisa. Tapi pas sampai di kantor hidup lagi,” katanya mengingat awal kejadian tersebut.

Tidak hanya itu, pada saat pembuatan kanal untuk menghambat jalannya api agar tidak merambat, juga tidak bisa dilakukan. Hal ini lantaran kanal tidak dapat dibuat secara lurus meskipun telah dilakukan pemancangan. Namun selalu keluar dari jalur yang dipasang garis pancang.

Rahadi (45), meyakini kejadian mistis tersebut dikarenakan adanya makam tua yang tidak lagi terawat. Makan tersebut tidak diketahui masyarakat sekitar.

Hal serupa dialami tim pemadam yang berbeda, Nursaringat (40) saat melakukan pemadaman di lokasi yang sama pada akhir 2016 lalu. Salah seorang tim kesurupan dan berpesan bahwa ada makam yang telah diratakan oleh alat berat saat pembuatan kanal.

“Ada teman satu tim yang kesurupan pas mau padamkan api di Simpang Jeriji. Dia berpesan kalau lokasi tersebut adalah bekas makamnya,” ujar Nursaringat.

Meski tidak pernah melihat secara langsung dengan kasat mata, namun masyarakat dan petugas di kawasan konsensi tersebut meyakini keberadaan penghuni Simpang Jeriji. Setelah petugas mendapat pesan tersebut, tidak lama berselang dirinya bersama tim kemudian memberikan tanda (patok) di tempat yang disebut-sebut merupakan makam tua tersebut.

“Sejak kami kasih patok tidak ada lagi gangguan di sana terutama untuk kebakaran itu tidak ada lagi, ” tutupnya.

Alat Canggih Pendeteksi Api

APP Sinarmas memasang dua kamera thermal untuk memantau titik api di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Tidak tanggung-tanggung, harga satu unit kamera pendeteksi mencapai Rp 1,3 miliar.

Kamera yang dipasang di dua titik seperti Padang Sugihan dan Simpang Tiga yang merupakan konsensi APP Sinarmas dan menjadi tanggung jawab utama perusahaan kertas tersebut.

“Awal Januari 2017 sudah dipasang kamera pemantau titik api. Dengan pantauan kamera tersebut, tim pemantau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dapat dengan mudah memonitor letak-letak keberadaan titik api, ” ujar perwakilan dari manajemen APP Sinarmas Mujica Lusaka, kepada wartawan di Air Sugihan Oki.

Kamera thermal sendiri dipasang diatas tower pemantauan dengan ketinggian 70 meter. Kamera juga mampu mendeteksi titik api berukuran 2 meter persegi dengan jarak 10 kilometer dan memutar 360 derajat.

Menurut Mujica, selain jangkauan yang luas, kamera juga dapat memberikan data akurat dan bersifat sesuai kenyataan. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pencegahan Karhutla, Sinarmas berencana menambah kamera untuk diletakkan di beberapa titik yang sulit dipantau petugas di lapangan.

“Rencananya akan kita tambah lagi. Karena masih ada beberapa titik yang belum dapat terpantau langsung oleh petugas,” imbuhnya.

Selama 201 6, Sinarmas telah berhasil menekan angka arhutla hingga 90 persen lebih dibandingkan tahun 2015. Termasuk dengan menerapkan Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang tersebar di 500 lokasi yang ada di Ogan Komering Ilir.

(Sumber: Detik )

]]>
Ruang Pantau Karhutla di PT Oki Pulp & Paper Mills /blog/?p=566 Thu, 09 Mar 2017 06:36:39 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=566 Fire Management APP Sinar Mas, Sujica Lusaka, mengungkapkan, APP Sinarmas memiliki situation room center sebagai pusat pendistribusian informasi mengenai deteksi hotspot di seluruh lahan konsesi APP Sinarmas dan para mitra pemasok.

Di dalam situation room terdapat empat buah layar monitor yang dapat mendeteksi secara cikal bakal munculnya api menggunakan kamera thermal yang memiliki jarak pantau hingga 70 KM.

Ketika api muncul pihaknya langsung menerjunkan tim dan peralatan langsung menuju pusat si jago merah.

“Masing-masing aktivitas yang di lapangan dapat diketahui layar pantau di situation room ini. Tim kita langsung turun untuk mengkomandoi orang lapangan memadamkan api,” jelasnya saat menjelaskan sistem kerja situation room ‎PT Oki Pulp & Paper Mills OKI, Kamis (9/3/2017).

Upaya yang dijalankan oleh perusahaan Sinar Mas turut didukung oleh 2.700 pemadam terlatih (RPK) dan 2.000 masyarakat peduli api (MPA) di lapangan.

Sistem yang telah dibangun juga diperkuat dengan perangkat pendukung di lapangan berupa 6 helikopter, 3 di antaranya heli besar sekelas Superpuma untuk menangani fire-spotting dan pemadaman api dari udara (water bombing) dengan kemampuan hingga 4,000 liter.

“Ada juga 80 menara pendeteksi api, 266 pos pantau, 160 truk air, 500 unit kendaraan patroli dan 1.150 pompa air,” jelas Sujica.

(Sumber: Tribunnews )

]]>
Sinar Mas Borong Penghargaan Industri Hijau /blog/?p=389 Tue, 20 Dec 2016 03:05:32 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=389 Lima unit industri pilar usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas meraih penghargaan Industri Hijau 2016 yang diberikan Kementerian Perindustrian. Penghargaan ini menegaskan bahwa perusahaan telah menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Kelima unit industri Sinar Mas yang menerima penghargaan ini adalah Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang, Pindo Deli Pulp & Paper Karawang, Pindo Deli Pulp & Paper Perawang, Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, dan Eka Mas Fortuna Malang. “Sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi APP menerima penghargaan ini. Saya berharap ini menjadi sebuah prestasi dan pengakuan atas komitmen perusahaan yang selama ini selalu menjalankan bisnisnya dengan memperhatikan prinsip pengelolaan lingkungan yang lestari,” ujar Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata.

Secara umum, kriteria penilaian didasarkan pada tiga hal utama. Pertama, proses produksi yang meliputi efisiensi produksi, penggunaan material input, energi, air, teknologi proses, sumber daya manusia, dan lingkungan kerja di ruang proses produksi. Kedua, kinerja pengelolaan limbah yang meliputi penurunan emisi CO2 (untuk industri besar) dan pemenuhan bahan baku mutu lingkungan (industri sedang). Ketiga, manajemen perusahaan.

Industri hijau adalah industri berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup melalui efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Penganugerahan penghargaan Industri Hijau dilaksanakan setelah melalui berbagai tahap seleksi dan verifikasi oleh Kementerian Perindustrian berdasarkan sistem yang dievaluasi secara berkala, termasuk kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan. “Kami percaya dengan terus mempromosikan dan mengimplementasikan pentingnya praktek industri yang berkelanjutan, kita dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat dan menyelamatkan lingkungan. Selain itu, Indonesia dapat berkompetisi di pasar global,” kata Suhendra.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, untuk mendapatkan penghargaan industri hijau tidaklah mudah. Sebab, banyak syarat yang harus dipenuhi perusahaan, salah satunya harus menerapkan praktik terbaik. “Proses produksinya harus mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Secara bertahap dan pasti, pengakuan industri hijau sudah merupakan salah satu faktor daya saing,” ujar Airlangga.

Saat ini, kata Airlangga, industri hijau sudah menjadi tuntutan pasar seiring dengan semakin tingginya kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.

(Sumber: Tempo )

]]>
Bimbo Tanam Pohon di Lanskap Cagar Biosfer di Riau /blog/?p=359 Fri, 09 Dec 2016 09:02:11 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=359 Grup musik legendaris Bimbo ambil bagian dalam ajang “From Tennis to Trees”, aksi penanaman pohon untuk restorasi lahan terdegradasi di lanskap Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Tidak hanya memeriahkan acara dengan menyanyikan sejumlah lagu, Sam, Acil dan Jaka Bimbo juga menanam langsung bibit pohon balau merah.

“Lebih gampang megang gitar daripada megang pacul,” seloroh Acil Bimbo bercanda.

Acil mengatakan, ketiganya sudah hampir 50 tahun bersama dalam satu grup, dan ingin agar lewat musik mereka menginspirasi masyarakat untuk membuat perubahan.

“Kegiatan positif perlu dikemas dengan cara yang kreatif, supaya orang tertarik dengan sukarela ikut serta. Upaya yang dilakukan perusahaan sudah bagus dan ke depannya perlu ditingkatkan diwilayah yang lebih luas lagi,” ucapnya.

Sam Bimbo menambahkan, akan sangat ironi kalau Republik Indonesia yang sudah 71 tahun merdeka tidak ada perubahan berarti dalam pola pikir dan perilaku yang positif untuk pembangunan dan kelestarian alam.

“Semua harus ikut bersama menunjukan dan mewujudkan Indonesia itu tangguh dan hebat,” tegasnya.

“From Tennis to Trees” digelar APP-Sinar Mas dan Asosiasi Tenis Wanita Dunia (WTA) dalam memenuhi komitmen untuk menanam sebatang pohon untuk setiap poin servis ace yang dihasilkan pada turnamen tenis dunia “BNP Paribas WTA Finals” di Singapura pada 23-30 Oktober 2016 lalu.

Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen pihaknya untuk melindungi dan merestorasi hutan di Sumatra dan Kalimantan.

“Jumlah poin ace yang dihasilkan yaitu 77 untuk pertandingan single dan 35 untuk doubles (ganda) dengan total jumlah 112 Aces. APP pada hari ini totalnya akan menanam lebih dari 150 pohon balau merah di area seluas dua hektare di Arboretum Desa Rasau Kuning, Riau,” katanya.

Arboretum dipilih sebagai lokasi penanaman karena menurut hasil riset Universitas Kyushu di Jepang, memiliki nilai konservasi yang tinggi dengan 300 tanaman berbeda dalam rentang 100 meter. Balau merah termasuk dalam kategori tanaman terancam punah yang ditemukan di Sumatra dan Kalimantan.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program restorasi di lahanterdegradasi di kawasan Cagar Biosfer Giam Sak Kecil Bukit Batu dengan berbasis pemberdayaan masyarakat, berkolaborasi dengan KPHP Minas Tahura di area seluas 6.172 hektare.

(Sumber: Republika )

]]>