Arara Abadi – Sinar Mas /blog Mon, 20 Feb 2023 03:53:20 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png Arara Abadi – Sinar Mas /blog 32 32 Kiat APP Sinar Mas Cegah Karhutla di Riau dengan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat /blog/?p=3774 Mon, 20 Feb 2023 03:53:20 +0000 /blog/?p=3774 Riau merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kawasan hutan yang luas dan rawan kebakaran hutan. Oleh karena itu, harus ada langkah pencegahan yang dilakukan sedari dini.

Musim hujan sebentar lagi akan usai. Saat ini, beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Riau akan memasuki musim panas.

Berbagai kebijakan dan langkah antisipasi dilakukan pemerintah Provinsi Riau untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan. Salah satunya adalah mengubah pola pikir masyarakat yang tinggal di area rawan kebakaran lahan

Hal tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pencegahan. Pasalnya, masyarakat yang ada di sekitaran kawasan konsesi dulunya membuka lahan dengan cara membakar hutan.

Setelah warga mendapatkan kesempatan untuk menjalankan program CSR dari PT Arara Abadi-PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk., kini masyarakat memiliki penghasilan yang jauh lebih meningkat dibandingkan dengan membakar hutan.

Tak pelak lagi, dukungan dan peran serta dari pihak swasta dapat menjadi salah satu solusi menghentikan praktek membakar lahan. Warga bisa menjadi tameng utama untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, yang pernah menjadi bencana tahunan di Provinsi Riau beberapa tahun lalu.

Cukup banyak kegiatan tanggung jawab perusahaan yang dilakukan oleh Arara Abadi, di antaranya adalah bidang pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, dan sebagainya. Masyarakat yang mendapatkan program tersebut juga banyak yang berhasil menjalankan bidang usahanya, bahkan mampu mensejahterakan kehidupan masyarakat sekitar. Program CSR tersebut bertajuk Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Seperti yang dijalankan oleh Industri Kecil Menengah (IKM) Tunas Harapan, yang berlokasi di Jalan Batin Galang, Tualang, Kec. Tualang, Kabupaten Siak, dengan membuat kerajinan tangan anyaman dari tali packing ball atau tali strapping yang sebelumnya hanya menjadi limbah perusahaan yang terbuang.

Tali tersebut diolah menjadi berbagai anyaman, mulai dari pot bunga, keranjang belanja, tikar, gerendong sepeda motor, dan sebagainya, dengan harga jual yang cukup tinggi.

Pendiri IKM Tunas Harapan, M. Nur mengatakan, berawal dari keisengannya membuat anyaman pot bunga, dengan memungut limbah tersebut, kemudian camat setempat sempat melihat hasilnya yang sangat menarik dan berkualitas.

Hingga akhirnya ia diajak untuk ikut pameran UMKM, dan 64 anyaman karyanya ludes dalam waktu 30 menit. Hingga akhirnya ia bersama Camat datang ke perusahaan, dan menawarkan kerjasama, lalu disambut hangat perusahaan.

“Berawal dengan anggota 3 orang pada tahun 2008, hingga pada tahun 2019 jumlah anggota mencapai 90 orang. Namun karena pandemi Covid-19, jumlah bahan baku dari perusahaan menjadi berkurang, dan hingga saat ini beranggotakan lebih kurang 50 orang. Alhamdulillah warga bisa berpenghasilan hingga Rp1,5 juta per orang setiap bulannya, dengan bekerja sambilan di rumah, kebanyakan ibu-ibu, dan mereka bisa bawa pulang sambil mengerjakan pekerjaan rumah,” kata M. Nur, Rabu (15/2/2023), seperti dikutip dari Tribunnews.

Selain itu, masyarakat di kawasan Desa Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Distrik Minas – Rasau Kuning, Desa Pinang Sebatang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak juga mendapatkan program DMPA tersebut. Warga di sana mendapatkan pinjaman lunak dan mengembangkan usahanya berupa perikanan, pertanian dan juga perkebunan.

Beberapa warga bahkan sanggup menghasilkan sekitar Rp60 juta perbulannya, untuk 11 anggota, dengan tanaman jagung, padi, sorgum, dan budi daya ikan.

Ketua Kelompok Tani, Alek Safirman mengatakan, pihaknya memodifikasi pembukaan lahan tanpa membakar lahan.

“Dalam satu bulan kami mendapatkan (penghasilan) sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta per bulan,” ujarnya.

Sementara itu, Sosial Community Engagement Head PT AA-APP Sinar Mas, Deni Wijaya mengatakan, lokasi tersebut merupakan area terpencil, namun rawan kebakaran lahan. Pada tahun 2016 lalu area itu pernah terbakar habis dan banyak merugikan masyarakat.

Sejak adanya pemberdayaan dari program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), area itu semakin aman, dan masyarakat di area itu juga menjadi garda terdepan pencegahan terjadinya kebakaran lahan.

Sementara itu, Regional Fire Operation Management Head PT AA-APP Sinar Mas, Priyo Septiadi Utomo mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan di wilayah konsesi maupun daerah sekitar operasional perusahaan, pihaknya sudah jauh-jauh hari menerapkan status siaga.

“Sejak bulan Oktober lalu kita sudah status siaga Karhutla. Semua peralatan dan SDM handal juga sudah disiagakan, terdiri dari 60 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dan ratusan personel fire fighter, dan didukung dengan berbagai peralatan mumpuni, termasuk enam helikopter water boombing dan patroli,” tuturnya.

]]>
APP Sinar Mas Kerahkan 3 Heli dan 800 Personel untuk Patroli Karhutla di Riau /blog/?p=3131 Mon, 22 Feb 2021 05:24:35 +0000 /blog/?p=3131 Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dikhawatirkan akan menjadi bencana besar jika tidak ditangani serius, juga menjadi fokus utama bagi Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas.

Setiap harinya, sekitar 800 personil dikerahkan untuk melakukan patroli di semua wilayah distrik, guna mencegah terjadinya Karhutla.

Hal itu diakui langsung oleh Fire Operational Management (FOM) Head, Priyo didampingi Humas PT Arara Abadi APP Sinar Mas Wilayah Riau, Nurul Huda.

“Sebanyak 800 orang ini tersebar dalam seluruh Distrik lahan PT Arara Abadi dengan sistem patroli melalui darat, air dan patroli udara. Masing-masing tim itu berkisar paling sedikit 4 orang khusus patroli menggunakan sepeda motor,” kata Priyo, Kamis (18/2/2021) lalu.

Setiap tim yang turun, baik dengan sepeda motor ataupun mobil, tetap membawa peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan langkah awal pemadaman. Bahkan, sesekali Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dari APP Sinar Mas juga didampingi dengan MPA, Babinsa saat melakukan patroli.

“Biasanya kalau udah gabungan ini bisa 7 sampai 8 orang dalam 1 tim. Sedangkan untuk menara pemantau itu dijaga dari jam 7 pagi sampai 6 sore,” kata Priyo lagi.

Sesuai dengan harapan pihak manajemen bahwa seluruh distrik PT Arara Abadi zero fire, tentunya ini menjadi target luar biasa yang harus dicapai. Heli juga akan diturunkan sekali dalam seminggu untuk patroli di area yang rawat karhutla.

“Untuk patroli lewat udara, selain dengan drone juga ada dengan heli. Dengan heli ini planing kita melakukan patroli sekali seminggu dengan 12 rute, khusus daerah yang tingkat kerawanan karhutla tinggi. Kemudian kita lakukan evaluasi setiap hari kegiatan patroli ini,” tambahnya.

Patroli menggunakan heli ini, kata Priyo, membutuhkan biaya yang cukup besar. Dimana 1 jam saja, sudah menelan biaya sebesar Rp50 juta, sementara kegiatan patroli selama 5 jam. Artinya, untuk setiap patroli menggunakan heli, perusahaan akan mengeluarkan anggaran sekitar Rp250 juta.

“Jadi heli yang kita pakai untuk patroli ini kapasitas 11 orang dengan 5 jam operasional. Bahkan pilot yang dipakai juga yang sangat profesional, mampu mendarat di medan apapun. Karena kondisi lahan di seluruh distrik tidak sama. Patroli melalui udara sangat cepat untuk mendeteksi terjadinya karhutla, ada 3 heli yang disiagakan,” kata Priyo lagi.

Di beberapa daerah, kata Priyo, ada posko terpadu yang dibuat PT Arara Abadi untuk tempat tim gabungan berkumpul sebelum melakukan patroli.

“Dari evaluasi kita sejauh ini, kebakaran terjadi masih di wilayah klaim masyarakat, yakni daerah kebun sawit. Kalau di tanaman perusahaan sangat jarang. Namun, jika lahan warga yang terbakar itu berjarak 5 km dari lahan konsesi, dan berisiko dengan tanaman perusahaan, maka tim akan turun membantu memadamkan api,” sebutnya lagi.

Dicontohkan Priyo seperti kasus di Siak, karena sangat dekat dengan lahan konsesi dan mengancam terjadinya kebakaran di tanaman perusahaan, maka tim bergerak cepat untuk membantu pemadaman.

“Kita lihat urgensinya. Memadamkan api Karhutla ini tidak mudah, perlu tenaga ekstra dan peralatan yang lengkap, agar api segera padam dan tidak meluas. Apalagi bagi yang patroli dengan Heli itu sangat terasa sekali capeknya mengangkat alat-alat dari heli ke lokasi kebakaran,” kata Priyo.

]]>
Dua Heli Super Puma APP Sinar Mas Bantu Padamkan Karhutla di Riau /blog/?p=2547 Tue, 03 Mar 2020 07:21:50 +0000 /blog/?p=2547 Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah di Provinsi Riau belum juga usai. Upaya pemadaman juga terus dilakukan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan lain-lain.

Dua Helikopter Bom Air Superpuma dan dua alat berat PT Arara Abadi dari Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas ikut membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan tiga kabupaten di Provinsi Riau yakni Siak, Kepulauan Meranti, dan Pelalawan.

Kepala Daerah Operasi Siak Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ihsan Abdillah, Senin mengatakan kebakaran di wilayahnya terjadi di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit. Itu setelah didapatkan informasi dari masyarakat bahwa terjadi kebakaran sejak Sabtu (29/02).

“Karena angin kencang di tepi laut serta sumber air yang susah kemarindilakukan bom air dibantu oleh helikopter Sinarmas. Sampai saat ini tim masih melakukan pemadaman,” katanya.

Dia menyampaikan pemadaman dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Kepolisian Sektor Sungai Apit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Siak. Kemudian juga Masyarakat Peduli Api Kecamatan Sungai Apit serta tim regu pemadam kebakaran Sinarmas.

Semuanya meluncur ke lokasi namun karena sumber air susah maka dibuat jugalah embung dengan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pemukiman Kabupaten Siak. Lalu dilakukan penyekatan kebakaran yang mencapai lebih kurang enam hektare.

Humas PT Arara Abadi, Nurul Huda menyampaikan pihaknya menurunkan helikopter dan alat berat sesuai permintaan Satuan Tugas Udara dan Darat Karhutla Provinsi Riau. PT Arara Abadi-APP Sinar Mas diminta membantu padamkan karhutla di luar konsesi perusahaan.

Maka dari itu pihaknya menurunkan Helikopter WB Superpuma PK DAN warna merah untuk memadamkan karhutla di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Lalu Helikopter WB Superpuma PK DAI warna putih untuk karhutla di luar konsesi di Sei Benual Kabupaten Siak.

“Dua alat berat dan satu grup Pasukan Pemadam Arara Abadi sesuai permintaan pemerintah daerah dan BPBD Pelalawan memadamkan karhutla di Pulau Muda, Kabupaten Pelalawan,” sebutnya.

 

Sumber: Antara

]]>