Warning: Undefined variable $needReplaceWords in /var/www/html/uzcms/skylinelendingus.com/index.php on line 1355 APP – Sinar Mas /blog Mon, 03 Sep 2018 08:08:35 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.1 /blog/wp-content/uploads/2016/10/cropped-sm-250x250-32x32.png APP – Sinar Mas /blog 32 32 SiDU Berkontribusi Menumbuhkan Kebiasaan Menulis pada Anak /blog/?p=1544 Wed, 09 May 2018 01:32:30 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1544 Generasi muda Indonesia kini memiliki sebuah wadah baru untuk meningkatkan kompetensi mereka melalui gerakan nasional “Ayo Menulis Bersama SiDU!”. Sinar Dunia (SiDU), merk buku tulis unggulan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, mensosialisasikan gerakan tersebut pada sebuah gelar wicara hari ini bertajuk “Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis”.

“Berangkat dari kepedulian kami terhadap pentingnya meningkatkan kompetensi anak, SiDU merintis gerakan ‘Ayo Menulis Bersama SiDU!’ sejak April 2018 lalu demi menumbuhkan kebiasaan menulis pada anak yang kami yakini dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi anak Indonesia,” tutur Consumer Domestic Business Head SiDU, Martin Jimi.

SiDU Berkontribusi Menumbuhkan Kebiasaan Menulis pada Anak

Pada gelar wicara tersebut, Pakar Edukasi Anak dari Wahana Visi Indonesia, Nurman Siagian, turut menyoroti kompetensi anak Indonesia yang masih berada di belakang negara-negara lainnya.

“Hasil survei tiga tahunan dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan Indonesia masih menduduki peringkat 60 dari 72 negara,” papar Nurman.

Ia menambahkan, isu kompetensi ini berkaitan erat pula dengan melemahnya tradisi menulis di Indonesia seiring pesatnya perkembangan gawai. Padahal, menulis – khususnya di buku tulis – memiliki banyak manfaat karena mengasah berbagai keterampilan seperti berpikir kritis, daya ingat, dan motorik.

“Kegiatan menulis mendukung anak untuk menguasai huruf dan fonemik, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan kemampuan anak menangkap pelajaran. Oleh karena itu, gerakan ‘Ayo Menulis Bersama SiDU!’ amat saya apresiasi dan patut kita dukung,” sambung Nurman.

SiDU merintis “Ayo Menulis Bersama SiDU!” pada April 2018 lalu, melibatkan 20.000 murid dari 100 sekolah dasar di Jabodetabek pada tahap pertama yang akan berlangsung hingga Mei 2018. Gerakan ini mencakup pemberian buku latihan menulis untuk anak, serta pendampingan yang melibatkan orang tua dan guru secara intensif, dengan modul yang berlangsung selama 21 hari.

SiDU Berkontribusi Menumbuhkan Kebiasaan Menulis pada Anak

Bekerja sama dengan Renny Yaniar, seorang penulis cerita anak kenamaan yang telah menerbitkan lebih dari 130 buku, SiDU menyusun modul buku latihan menulis tersebut berdasarkan studi yang mengungkapkan bahwa kebiasaan baru dapat dibentuk dengan rutin melakukannya selama minimal 21 hari.

Buku latihan menulis tersebut mencakup berbagai topik yang memancing minat anak untuk menulis. Mulai dari mengenal diri sendiri, mengetahui asal mula kertas, hingga perhelatan Asian Games 2018, di mana APP Sinar Mas sebagai mitra resmi turut mendukung Indonesia sebagai tuan rumah. Beragam topik tersebut diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulus anak untuk mengutarakan pendapat serta idenya melalui tulisan tangan.

Menyadari pentingnya dukungan lingkungan sekitar untuk menumbuhkan kebiasaan menulis anak, SiDU juga menghadirkan Praktisi Mindful Parenting, Melly Kiong, pada gelar wicara hari ini untuk berbagi kiat-kiat praktis pada orang tua dan guru.

Menurut Melly, menulis merupakan cara komunikasi yang sangat baik antara anak dan orang tua. “Melalui tulisan-tulisan sederhana anak, orang tua dapat melihat talenta terpendam anak, atau bahkan masalah yang sedang ia hadapi di sekolah,” paparnya. “Orang tua dapat membantu menumbuhkan kebiasaan ini dengan mengajak anak mengisi jurnal atau saling berkirim memo kecil.”

SiDU Berkontribusi Menumbuhkan Kebiasaan Menulis pada Anak

“Dengan dukungan berbagai pihak, APP Sinar Mas melalui SiDU berharap program ‘Ayo Menulis Bersama SiDU!’ dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia, serta menjadi motor munculnya program-program sejenis, agar kebiasaan menulis semakin meluas di Indonesia,” tutup Martin.

]]>
Sinar Mas Mengaji: Khatam Al Quran dan Doakan Kelestarian Lingkungan /blog/?p=1464 Mon, 09 Apr 2018 08:02:29 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1464 Palembang, 9 April 2018 – Bersiap menyongsong bulan Ramadan sekaligus mengantisipasi tibanya musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan, dimanfaatkan para santri Pondok Pesantren Aulia Cendekia di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami dengan mengaji bersama hingga khatam.

Para santri dan santriwati mendoakan agar kelestarian lingkungan tetap terjaga, kebakaran lahan tidak meluas, khususnya di musim kemarau, melalui kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dan juga perusahaan, kata Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin menyatakan latar belakang dukungan Sinar Mas terhadap kegiatan ini. 

Sinar Mas Mengaji

Sejak tahun lalu, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas memberikan dukungan melalui wakaf 1.500 mushaf Al Quran, 500 Juz Amma serta 2.500 buku tulis. Selain itu, unsur pimpinan grup Sinar Mas yang tergabung dalam Paguyuban Sinar Mas Sumsel juga turut hadir dan memberikan hadiah kepada 20 santri dan santriwati yang beruntung.

Sinar Mas melalui pilar usahanya, APP Sinar Mas menempatkan kegiatan wakaf ke dalam program corporate social responsibility yang mengedepankan produk dan merek andalan sendiri. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah memperkuat penggunaan produk dalam negeri. Wakaf Quran adalah wahana bagi kami guna mengamalkan nilai-nilai kebaikan, kepedulian, serta semangat saling berbagi dan silaturahim dengan sesama, tambah Saleh.

Kertas Al Quran yang diwakafkan dicetak menggunakan kertas premium Sinar Tech atau lebih dikenal sebagai Quran Paper (QPP) yang dikembangkan oleh unit industri APP Sinar Mas, Indah Kiat Pulp & Paper – Tangerang khusus guna mencetak kitab suci dan buku keagamaan.

Kertas ini telah memenuhi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia karena bahan baku dan proses produksinya memenuhi kaidah kehalalan. Hingga 90 persen produksinya di ekspor ke berbagai negara Asia dan Afrika.

Sejak tahun 2008, program Wakaf Al Quran ini telah terdonasikan lebih dari 650 ribu mushaf Al Quran, selain juga mendonasikan buku panduan membaca Al Quran atau Juz Amma, serta Al Quran Braille bagi tuna netra, baik melalui mitra, maupun pilar usaha Sinar Mas yang tersebar di berbagai wilayah.

Sinar Mas Mengaji

“Melalui program ini, kami harapkan juga turut mendukung pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan Al Quran di tanah air,” tambah Saleh.

Menurut Saleh, kesadaran terhadap kelestarian lingkungan yang digaungkan oleh Pondok Pesantren Aulia Cendekia, menginspirasi pihaknya untuk melakukan hal yang serupa, salah satunya melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang diinisiasi APP Sinar Mas

Melalui progam ini, memungkinkan perusahaan memberdayakan masyarakat di dalam dan di sekitar konsesi yang dikombinasikan dengan upaya pelestarian lingkungan sekitar.

Masyarakat diarahkan bercocok tanam hortikultura (sayur mayur, buah-buahan), tanaman pangan, peternakan, perikanan, dan olahan makanan untuk konsumsi sendiri atau dijual. APP Sinar Mas memfasilitasi hal tersebut dari hulu hingga ke hilir, mulai dari penyediaan alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk

Program yang diinisiasi pada pengujung 2015, kini telah menjangkau 191 desa di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat, serta melibatkan hingga 13.814 kepala keluarga sebagai penerima manfaat.

]]>
Asia Pulp & Paper Wujudkan Kemandirian Masyarakat Desa Melalui Program Desa Makmur Peduli Api /blog/?p=1446 Thu, 05 Apr 2018 02:49:54 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1446  

Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang digagas oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mulai membuahkan hasil.

Program yang dijalankan sejak pertengahan 2017 tersebut berkontribusi menciptakan kemandirian warga desa dalam hal peningkatan kesejahteraan ekonomi maupun keahlian bercocok tanam.

“Dengan adanya program ini, kami tidak perlu lagi mencari pekerjaan di kota, karena kami sudah mendapatkan penghasilan di desa,” ujar Toyo, salah satu petani di Desa Mekar Jaya.

Toyo merupakan salah satu warga yang menerima manfaat program DMPA untuk budidaya kambing. Pria kelahiran 1971 ini membentuk dan mengepalai Kelompok Tani Budi Darma yang memiliki 10 orang anggota. Kelompok tani ini telah menerima bibit awal dalam bentuk 20 ekor kambing pada Maret 2017 lalu dengan sistem bergulir.

Desa Makmur Peduli Api

“Saat ini, 14 ekor kambing betina sedang bunting dan rencananya anakan pertama akan diserahkan ke kelompok tani. Sementara, anakan kedua akan diserahkan ke BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Setelah itu, indukan akan digulirkan kepada kelompok tani lain,” ungkap Toyo.

Sutrisno (40), warga Desa Mekar Jaya lainnya, membentuk Kelompok Tani Ternak Mandiri yang memiliki anggota berjumlah 14 orang. Kelompok tani yang diketuai oleh Sutrisno ini memilih untuk membudidayakan ikan lele di kolam terpal.

“Dari dulu ingin punya kolam ikan untuk usaha ternak. Kami senang APP Sinar Mas membantu warga desa dengan menyediakan kolam, bibit, dan pakan melalui program DMPA sehingga kami dapat mandiri dan sejahtera,” kata Sutrisno.

Menurutnya, ternak lele Kelompok Tani Ternak Mandiri telah melakukan panen awal dengan hasil mencapai 250 kilogram ikan lele. Hasil ternak tersebut ada yang dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram, dan ada yang dibagi kepada para anggota kelompok tani untuk dimakan sendiri.

“Hasil penjualan ikan lele akan kami gunakan untuk investasi kolam lele lagi agar panen ikan dapat bertambah banyak dan anggota kelompok tani dapat lebih sejahtera,” kata Sutrisno.

Berbeda dengan warga Desa Mekar Jaya lainnya yang fokus di bidang pertanian dan peternakan, Sudiyono memilih untuk melakukan budidaya lebah madu. Yono, panggilan akrabnya, memang dikenal oleh warga desa sebagai pakar lebah dan sering diminta warga untuk memindahkan sarang lebah di rumah-rumah warga.

Program DMPA yang masuk ke Desa Mekar Jaya bagaikan gayung bersambut dengan keahlian Yono. Ia terpacu untuk membudidayakan lebah madu dengan mengikuti pelatihan yang difasilitasi program DMPA pada September 2017. Untuk menambah wawasannya tentang lebah, Yono jgua sering mencari informasi dengan berselancar di internet.

“Saya biasanya googling dan menonton video di Youtube tentang bagaimana orang-orang di luar negeri melakukan budidaya lebah,” kata pria yang aktif di media sosial ini.

Yono saat ini memiliki 14 kotak (sarang) lebah dan berambisi untuk meningkatkan jumlah sarang hingga 50 kotak. Pria kelahiran 1972 ini berharap dapat mengembangkan berbagai produk dari lebah selain madu, yaitu royal jelly dan bee pollen.

Di tempat terpisah, Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan, program DMPA memungkinkan APP Sinar Mas untuk membantu memberdayakan masyarakat sekitar sembari mengkombinasikannya dengan upaya pelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen perlindungan hutan APP Sinar Mas yang tertuang dalam Forest Conservation Policy (FCP).

APP Sinar Mas telah menyiapkan dana bergulir hingga US$10 juta untuk membentuk 500 Desa Makmur Peduli Api hingga tahun 2020 di sekitar dan di dalam wilayah konsesi perusahaan di lima provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Masyarakat desa yang masuk dalam program DMPA akan mendapatkan pelatihan bercocok tanam hortikultura, tanaman pangan, peternakan, perikanan dan olahan makanan. Hasilnya dapat digunakan oleh warga desa untuk dijual ataupun dimakan sendiri.

“APP memfasilitasi dari hulu hingga ke hilir, mulai dari penyediaan alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk,” kata Suhendra.

]]>
Indah Kiat Pulp Serap Tenaga Kerja Terbanyak di Industri Kertas /blog/?p=1427 Thu, 29 Mar 2018 07:29:07 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1427

Bogor: Unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tbk meraih penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Penyerap Tenaga Kerja Terbanyak untuk kategori industri pulp dan kertas.

Penyerahan penghargaan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata tersebut menjadi salah satu rangkaian acara Silaturahmi Presiden RI dengan Pengguna Fasilitas Kepabeanan dan Peluncuran Perizinan Online yang berlangsung di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“APP Sinar Mas berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi di Indonesia, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja, khususnya di bidang manufaktur,” ungkap Suhendra, dalam siaran persnya, Rabu, 28 Maret 2018.

Bank Dunia mencatat jumlah pekerja di Indonesia mencapai 121 juta pada Agustus 2017 atau tumbuh sebesar 2,2 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Tercatat sektor manufaktur menciptakan 1,5 juta lapangan pekerjaan pada 2017.

Sementara itu, dalam acara yang dihadiri perwakilan dari 1.400 perusahaan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjanjikan adanya peningkatan ekspor dan investasi 2018.

Hal ini direalisasikan dengan memperbarui beberapa sistem seperti pemangkasan jumlah izin serta waktu pengurusan izin.

Sri Mulyani mengungkapkan, upaya mempermudah proses perizinan dapat berkontribusi terhadap aktivitas ekspor-impor. Sebagai contoh, implementasi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Tempat Penimbunan Berikat (TPB) sepanjang tahun lalu mampu menyumbang USD54,8 miliar atau setara dengan 37,7 persen dari jumlah ekspor nasional tahun lalu.

“Kami menyambut baik dan mendukung upaya pemerintah dalam mempermudah iklim usaha di Indonesia. Dengan sistem baru ini, diharapkan ekonomi Indonesia akan semakin meningkat,” ujar Suhendra

Sumber: Medcom.id

]]>
Pemerintah Provinsi Riau Dapat Dukungan APP Sinar Mas Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan /blog/?p=1369 Mon, 12 Mar 2018 03:14:06 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1369
Pelaksana Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Riau saat meninjau barisan, dan kelengkapan alat Regu Pemadam Kebakaran Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas saat Apel Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau, di halaman Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Kamis (8/3). Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan sejak 19 Februari 2018 hingga 31 Mei 2018.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menegaskan dukungannya dalam kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2018.

Dukungan ini antara lain dinyatakan dalam keterlibatan Apel Siaga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Riau yang turut dihadiri unsur pemerintah pusat serta daerah dan unsur masyarakat.

Apel siaga yang diselenggarakan di halaman kantor Gubernur Riau, APP Sinar Mas menegaskan kesiapsiagaannya dengan menampilkan Regu Pemadam Kebakaran (RPK), berbagai macam peralatan dan kendaraan pemadam, serta situation room center sebagai pusat pendistribusian informasi mengenai deteksi hotspot dan fire spot secara realtime di seluruh lahan konsesi APP Sinar Mas dan mitra pemasoknya.

“Kami siap dan mendukung penuh Pemprov Riau dalam menanggulangi dan mencegah bencana kebakaran lahan dan hutan. Hal ini merupakan komitmen kami untuk bersama-sama dalam pencegahan kebakaran hutan, dan sejalan dengan komitmen perlindungan hutan kami yang tertuang dalam Forest Conservation Policy,” ujar Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Suhendra Wiriadinata, Kamis (8/3).

Pelaksana Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengapresiasi atas dukungan dan peran serta swasta dalam upaya penanggulangan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satunya adalah Sinar Mas Forestry yang telah berkontribusi dengan mengerahkan helikopternya untuk kegiatan water boombing disejumlah titik-titik kebakaran di berbagai daerah Riau.

“Dulu penanganan baru secara parsial, tapi sekarang bergabung swasta dan pemerintah. Karena itu kita berterima kasihlah dengan Sinar Mas yang turut berkontribusi melakukan pemadaman karhutla ini,” kata Wan Thamrin usai memimpin apel siaga darurat karhutla di halaman Kantor Gubernur.

Dalam mendukung pencegahan dan penanganan karhutla di provinsi Riau, sebelum status siaga karhutla di Riau ditetapkan pada 19 Februari 2018, unit forestry APP Sinar Mas, PT Arara Abadi – Sinar Mas Forestry pada tanggal 8 Februari lalu menurunkan tim darat 2 regu RPK dan tim udara heli waterbombing untuk membantu pemerintah daerah Pelalawan pada kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat Pulau Muda kecamatan Teluk Meranti Pelalawan.

Selain Kabupaten Pelalawan, bersama dengan tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri serta masyarakat setempat melalui Satgas Karhutla Riau, Sinar Mas Forestry Riau bersama mitra pemasoknya juga membantu pemadaman karhutla di lima kabupaten/kota lainnya, yakni Kabupaten Meranti, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Dumai.

Pemadaman dilakukan melalui tim darat (RPK) yang lengkap dengan peralatannya, serta pemadaman oleh tim udara dengan mengerahkan tiga heli (dua jenis Superpuma dengan kapasitas 5.000 liter air sekali bombing dan satu unit heli jenis Bell 412 dengan kapasitas 2.000 liter air).

Hingga kini, sudah dilakukan 590 kali bombing dengan total air yang telah dibombing sekitar 3 juta liter.

Selain itu, untuk memantau hotspot dan firespot pihaknya mengoperasikan 28 unit pesawat nirawak drone dan 12 unit CCTV 360 derajat termasuk CCTV infrared yang bisa melihat kebakaran pada malam hari. Semua persiapan dan kesiapan serta penanganan karhutla tadi terintegrasi dan dikontrol di Situation Room baik di pusat (Jakarta) maupun di daerah.

Untuk kesiapan pencegahan dan penanganan karhutla tahun 2018 di Riau, selain mengoperasikan tiga heli waterbombing, Sinar Mas Forestry Riau juga menyiapkan RPK dengan jumlah lebih dari 900 personel yang tersertifikasi Manggala Agni, 500 orang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), 41 menara pemantau api, 30 unit fire truck, 31 mobil patroli, 74 sepeda motor patroli, 27 mobil tangki, 5 unit airboat yang beroperasi di air dan rawa, serta 614 mesin pemadam.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan yang sinergis dan terintegrasi merupakan salah satu prioritas utama APP Sinar Mas dalam menjaga kelestarian hutan.

Oleh karena itu, APP Sinar Mas akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan otoritas dan pemangku kepentingan lain terkait untuk mencegah serta menangani karhutla di seluruh wilayah operasinya.

Sumber: Tribunnews.com

]]>
Dukung Nusantara Mengaji, APP Wakafkan 5.000 Al Quran di Bekasi /blog/?p=1258 Mon, 15 Jan 2018 06:38:55 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1258

Dalam rangka memenuhi kebutuhan Al Quran di tanah air dan mendukung kegiatan Nusantara Mengaji, Asia Pulp & Paper (APP) mewakafkan 5.000 mushaf Al Quran di STIE Pelita Bangsa Cikarang, Bekasi, 13 Januari 2018. Kegiatan yang didahului khataman Al Quran ini juga diikuti sekitar 5.000 mahasiswa.

Hadir dalam acara, inisiator Nusantara Mengaji Muhaimin Iskandar, dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir dalam hal ini diwakili oleh Staff Khusus Menteri Jabidi Ritonga, Ketua Pembina Yayasan Pelita Bangsa Moh. Mardiana, Kornas Nusantara Mengaji Jazilul Fawaid, jajaran Civitas Akademika STIE Pelita Bangsa, serta unsur Muspida Kabupaten Bekasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 mendata ada sekitar 54 persen dari total populasi umat Islam di Indonesia yang belum dapat membaca Al Quran.

Sedangkan data Kementerian Agama tahun 2011 mencatat kebutuhan Al Quran di Indonesia mencapai 2 juta mushaf per tahun, sementara daya cetak baru 300 ribu setiap tahunnya. Karena itu, APP mendukung pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan Al-Quran bagi umat muslim di Indonesia.

“Donasi mushaf Al Quran ini secara konsisten telah kami lakukan dari tahun ke tahun, hal ini merupakan komitmen kami untuk mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan mushaf Al Quran di tanah air,” Ungkap Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata ditempat terpisah.

Sejak tahun 2017 lalu, APP telah mendonasikan lebih dari 20 ribu mushaf Al Quran untuk kegiatan Nusantara Mengaji. Seperti pada kegiatan sebelumnya, bulan Maret 2017 melaksanakan kegiatan yang sama di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan bulan April 2017 kegiatan khataman Al Quran di Lembaga Permasyarakatan Cipinang bekerjasama dengan Kementerian Hukum & HAM.

Suhendra menambahkan, program wakaf Al Quran telah dilakukan sejak tahun 2008 merupakan komitmen jangka panjang dari APP. Sampai dengan saat ini, APP telah mendonasikan lebih dari 650 ribu mushaf Al Quran ke berbagai wilayah di Indonesia.

APP, melalui salah satu unit industrinya, Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang, memproduksi kertas khusus untuk pencetakan Al Quran yang diberi merk QPP – Sinar Tech. Kertas ini mampu bertahan hingga lebih dari 100 tahun dalam pemakaian normal.

Kelebihan lainnya, produk kertas ini sudah memenuhi sertifikat halal dari MUI karena bahan baku dan proses produksinya telah memenuhi kaidah kehalalan. 90 % dari produk ini diekspor ke negara-negara yang menjadi rujukan pusat-pusat percetakan Al Quran seluruh dunia, antara lain Arab Saudi, Turki, Iran, dan Kuwait. Saat ini APP sudah memasok 60% kebutuhan kertas Al Quran di dunia sejak 2 tahun lalu.

]]>
IKPP & Pemda Koto Gasib tanam pohon berembang untuk mewujudkan kabupaten hijau /blog/?p=1044 Mon, 16 Oct 2017 02:00:07 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1044

 

Mewujudkan Kabupaten Hijau, Pemerintah Kecamatan Koto Gasib bersama PT IKPP Perawang melakukan penanaman pohon berembang, Rabu (13/9). Penanaman pohon berembang sepanjang Sungai Siak di Kecamatan Koto Gasib, melibatkan ratusan warga terdiri komunitas lingkungan Suak Keramat dan warga Koto Gasib turun menanam pohon berembang sebanyak 6.000 bibit.

Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Koto Gasib Dicky Syofyan, perwakilan perusahaan Humas IKPP Armadi, Kapolsek Ipda Iswandi, Kabid BLH Dedi Susanto, Sekcam Koto Gasib Sekcam T Mukhtasar, Penghulu Kampung Buatan II Arizal,UPTD dan tokoh masyarakat dan pemerhati lingkungan Masdar, PT Pindodeli, Arara Abadi.
Penanaman bibit pohon berembang tersebut berlangsung di bibir pantai Sungai Siak Koto Gasib berlangsung lancar.

[Sumber : Riau Pos]

]]>
Slank Kunjungi Pabrik Pertama APP di Mojokerto /blog/?p=1039 Wed, 04 Oct 2017 03:00:58 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1039

 

Setelah menggelar rangkaian tur Silaturahmi: Merajut Kebangsaan yang berakhir di pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto (17/09), grup musik legendaris Slank menyempatkan diri untuk berkunjung ke pabrik kertas Tjiwi Kimia, unit industri Asia Pulp Paper (APP) Sinar Mas yang berlokasi di Mojokerto-Sidoarjo, Jawa Timur. Tjiwi Kimia merupakan pabrik pertama APP Sinar Mas tempat diproduksinya brand ternama seperti SiDu, Paperline, Mirage dan masih banyak lagi.

Tjiwi Kimia didirikan pertama kalinya pada tahun 1972 oleh Eka Tjipta Widjaja, yang akronim namanya (Tjipta Wijaya) dijadikan sebagai nama perusahaan. Pada awal berdirinya, pabrik tersebut hanya memproduksi soda dan bahan kimia lainnya. Kemudian pada 1976 pabrik Tjiwi Kimia dibangun di desa Kramat Tumenggung, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo (Raya Surabaya – Mojokerto KM.44), Jawa Timur. Sejak tahun 1978, pabrik mulai memproduksi kertas dengan bermodalkan dua mesin kertas, dan memposisikan bisnisnya sebagai produsen bahan-bahan kimia dan pabrik kertas.

Personel Slank yang terdiri atas Kaka (vokal), Ridho (gitar), Ivanka (bass), dan Bimbim (drum) melakukan tur singkatnya di pabrik bersama Bunda Iffet dan budayawan Zastrouw Al Ngatawi. Kunjungan pertama adalah menuju tempat diproduksinya exercise book atau buku tulis. Dengan saksama para personel Slank menyimak penjelasan dari pihak Tjiwi Kimia mengenai proses produksi buku tulis, dari hulu sampai dengan hilirnya.

“Keren, canggih, export quality,” demikian komentar singkat Bimbim setelah berkeliling melihat proses pembuatan kertas dan buku tulis dalam keterangan resmi yang diterima Republika.co.id Senin (18/9).

Kaka Slank juga terlihat sumringah dan banyak bertanya lebih lanjut kepada pihak manajemen Tjiwi Kimia tentang hal-hal seputar produksi kertas. “Seru, ngeliat langsung proses produksi kertas. Dulu saya pernah ke parbrik lain, tapi yang ini lebih ‘njelimet’ lagi,” ungkap Kaka.

Ketika mengunjungi showroom produk-produk Tjiwi Kimia, Bunda Iffet sedikit terkejut saat mendapati shopping bag yang berlabelkan brand fashion ternama internasional ada di salah satu lemari display koleksi. “Jauh-jauh belanja ke luar negeri, eh ternyata shopping bag-nya dibuat di Mojokerto,” ucapnya.

Usai berkeliling pabrik, Slank membuat kejutan dengan menyuguhkan pertunjukan musik akustik di selasar lobby kantor utama Tjiwi Kimia. Ratusan karyawan yang tengah menjalani jam istirahat kerja menyemut di depan lobby yang menjadi panggung mini dadakan Slank itu.

Sebagai pembuka, Slank membawakan Mars Slankers, sebuah anthem untuk kelas pekerja yang mengajak para penggemarnya untuk bekerja keras, tidak bermalas-malasan. Lanjut ke lagu kedua, Slank memainkan salah satu nomor hits yang tak asing lagi, Terlalu Manis. Ditutup dengan tembang yang juga tak kalah populer berjudul Ku Tak Bisa, para karyawan membentuk koor mendendangkan lirik-lirik lagu tersebut dengan penuh sukacita.

 

[Sumber: Republika]

]]>
Slank Kembali ke Pesantren dan Wakafkan Alquran /blog/?p=1034 Wed, 27 Sep 2017 03:00:55 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=1034 Grup musik Slank rupanya akan kembali menggelar tur konser di Pesantren, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2012. Bedanya, tur konser Slank yang akan digelar pada 13-17 September 2017 itu hanya ke empat pesantren di Kota yang berada di Pulau Jawa saja. Sementara, 2012 lalu, Slank tur konser ke 57 pesantren.

Bimbim cs ketika ditemui dalam jumpa pers 'Silaturahmi Merajut Kebangsaan' di Markas Slank, di Jalan Potlot, kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).
Bimbim cs ketika ditemui dalam jumpa pers ‘Silaturahmi Merajut Kebangsaan’ di Markas Slank, di Jalan Potlot, kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

 

“Selain menghibur kita juga bakti sosial dan bagi-bagi atau wakaf alquran di masing-masing pesantren. Insya allah bisa merajut persatuan bangsa Indonesia lewat musik, agama, dan lain-lain,” kata Bimbim ketika ditemui dalam jumpa pers ‘Silaturahmi Merajut Kebangsaan’ di Markas Slank, di Jalan Potlot, kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).

Pemilik nama lengkap Bimo Setiawan Aalmachzumi ini mengungkapkan, Slank akan memuilai konser turnya di Ciamis, lalu lanjut ke Brebes, Batang, dan Mojokerto.

“Kita kali ini menggandeng Bank Sinar Mas dengan alasan kan kita sama-sama Indonesia mendunia. Sinarmas lewat bukunya keliling dunia, Slank kan lewat musiknya yang sudah mendunia,” ucapnya.

Bimbim menambahkan, ketika tur ke 57 Pesantren tahun 2012 lalu, Slank mendapat respon positif dari beberapa kalangan dan sempat mendapatkan sebuah penghargaan.

“Alhamdulillah, tahun llau kita diangkat jadi Duta Santri sama NU. Itu hasil kemarin 2012 kita keliling,” ujar Bimbim Slank.

Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas bersama Slank dan budayawan Zastrouw Al Ngatawi menggelar rangkaian tur bertajuk ‘Silaturahmi: Merajut Kebangsaan’.

Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin mengatakan bahwa menjaga persatuan harus dirawat dalam segala aspek, agar bisa tetap saling menghormati, meski banyak perbedaan.

“Karena perbedaanlah yang membuat kita semakin bersatu dan mendorong kita semakin inovatif. Selain itu pun kita saling percaya, menghormati, dan bahu membahu adalah. Caranya dalam membangun dan berkarya untuk Indonesia,” ungkap Saleh Husin.

Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata menjelaskan selama 78 tahun Sinar Mas berdiri, pihaknya tetap berjala ditengaah keberagaman dalam sebuah institusi.

“Kami mengapresiasi sosok Slank sebagai salah satu grup musik yang senantiasa konsisten menyuarakan pesan-pesan perdamaian di Indonesia. Dengan kerja sama ini, kami berharap bisa semakin menggugah rasa nasionalisme bangsa Indonesia,” tutur Suhendra Wiriadinata.

 

[Sumber: Warta Kota]

]]>
Bantu Perlindungan Hutan Alam, APP Sinar Mas Tanam 10 Ribu Bibit Meranti di Pelalawan /blog/?p=990 Thu, 24 Aug 2017 03:00:42 +0000 http://www.sinarmas.com/blog/?p=990

 

Japan Agency for Environmental Business and International Tropical Timber Organization (ITTO) menyatakan Indonesia menjadi aktor utama dalam mencegah perubahan iklim global. Semua pihak harus mendukungnya.

“Indonesia merupakan aktor penting dalam perubahan iklim dan menekan laju deforestasi,” kata Project Manager ITTO, Ma Hwan-ok pada penanaman pohon dilandskap Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (7/8/2017).

ITTO bekerja sama dengan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Masmenanam pohon Meranti untuk membantu restorasi dan perlindungan hutan alam di Landskap Kerumutan, di Desa Sorek, Kabupaten Pelalawan. Penanaman pohon tersebut diikuti sekitar 30 warga Jepang mulai dari relawan, akademisi, peneliti hingga jurnalis.

Hal ini juga sejalan dengan tujuan untuk mencapai Sustainable Development Goals yang ke-13 (Aksi iklim) dan ke-15 (Kehidupan di darat) yang dicanangkan oleh PBB.

Inisiatif ini juga didukung oleh Profesor Akira Miyawaki yang merupakan Profesor Kehormatan dari Yokohama National University Jepang. Beliau menekankan pentingnya konservasi hutan melalui penanaman bibit spesies asli yang memang berasal dari lingkungan vegetasi lahan yang menjadi target dari program restorasi.

“Bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan bagi masa depan,” kata pendiri Japan Agency for Environmental Business Mitsunori Kamiya ini.

Chairman APP Jepang Tan Ui Sian menjelaskan, acara penanaman yang melibatkan warga Jepang ini merupakan yang keempat sejak 2014 dari APP Sinar Mas dalam melakukan inisiatif menanam pohon karena kami berkomitmen untuk membantu perlindungan dan restorasi hutan alam di Sumatera dan Kalimantan.

Menurut dia, kunjungan sukarelawan dari Jepang dalam acara menanam pohon di Riau ini telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia untuk dapat berkolaborasi lebih lanjut dalam mendukung upaya konservasi hutan.

“Setiap tahun semakin banyak orang Jepang yang ikut serta dalam kegiatan ini, mereka sangat bersemangat ingin menanam pohon,” kata Tan Ui Sian.

Ia menjelaskan, ada sekitar 10 ribu bibit pohon Meranti yang disediakan untuk penanaman tersebut. Area penanaman seluas 20 hektare, yang berlokasi di area konservasi pemasok kayu APP Sinar Mas di wilayah Sorek, Kabupaten Pelalawan.

“Meranti merupakan spesies asli dari Sumatera yang secara alami tumbuh di rawa gambut dangkal. Spesies asli ini juga memberikan keuntungan ekologis untuk memulihkan ekosistem di Sumatera. Selain itu, jenis spesies ini relatif tahan api dan memiliki tingkat ketahanan hidup yang cukup baik di area gambut yang terdegradasi,” ujarnya.

 

[Sumber: Tribunnews]

]]>