Warning: Undefined variable $needReplaceWords in /var/www/html/uzcms/skylinelendingus.com/index.php on line 1355
Bersama 380.000 insan di seluruh Indonesia, yang tersebar di industri kertas dan bubur kertas, agribisnis dan makanan, komunikasi dan teknologi, properti, jasa keuangan, serta pertambangan dan energi, Sinar Mas coba memberi sumbangsih bagi negeri ini.
Usia 80 tahun hanyalah angka, yang akan bermakna apabila Sinar Mas bisa tumbuh bersama dengan masyarakat di sekitarnya. Sesuai dengan nilai-nilai luhur Sinar Mas yang menjadi pedoman dalam berkarya: integritas, perilaku positif, berkomitmen, perbaikan berkelanjutan, inovatif, dan loyal (setia). Nilai-nilai tersebut membawa Sinar Mas menjalankan praktek bisnis berkelanjutan, di mana perusahaan dan masyarakat beriringan membangun Indonesia, tak saja ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan.
Sebagai contoh, di Kabupaten Humbang Hasundutan, dekat Danau Toba, Sumatera Utara, Asuransi Sinar Mas mendirikan Rumah Kreatif yang menggandeng warga dalam menggali, melestarikan, dan memanfaatkan potensi ekonomi seni dan budaya setempat. Sementara Asia Pulp & Paper Sinar Mas sejak 2015 menginisiasi Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sebuah kemitraan bersama penduduk yang hidup di sekitar konsesi. Perusahaan membimbing mereka bagaimana mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memperkenalkan praktik wanatani ramah lingkungan guna memberdayakan perekonomian warga. Hingga akhir tahun ini, program DMPA telah menjangkau 160 desa dengan nilai bantuan sebesar Rp 28,07 miliar.
Di ranah pendidikan, melalui Eka Tjipta Foundation, telah berdiri ratusan Sekolah Eka Tjipta bagi anak-anak karyawan dan masyarakat sekitar perkebunan sawit yang dikelola oleh Sinar Mas. Meski berada di pedalaman, sekolah tersebut telah berstandar nasional. Sinar Mas menempatkan kemitraan bersama masyarakat sebagai investasi penting, di mana perusahaan dapat terus tumbuh bersama masyarakat sekitar.
Ada banyak program ekonomi kerakyatan Sinar Mas bersama masyarakat lainnya. Silakan buka tautan TumbuhBersama dan klik #TumbuhBersama untuk menyebarkan upaya berkelanjutan Sinar Mas berkontribusi untuk negeri.
Dalam rangka ulang tahun Sinar Mas yang ke-80, Sinar Mas mengadakan beberapa rangkaian aktivitas. Sinar Mas mengundang Anda semua untuk berkenan berpartisipasi dalam memeriahkan HUT Sinar Mas dengan mengikuti beberapa langkah mudah di bawah ini:
Delapan Dekade, Tumbuh Bersama
Berawal dari tahun 1938, Sinar Mas memulai langkah kecilnya di Makassar. Kini bersama masyarakat, Sinar Mas bertumbuh menjalankan praktik bisnis berkelanjutan yang diikuti upaya nyata untuk maju dan berkontribusi untuk negeri.
Dukung Aktivitas 80 Tahun Sinar Mas
Pertama, Anda dapat mengunduh logo resmi terlebih dahulu. Silakan klik tautan berikut sesuai kebutuhan Anda:
Profile Picture pada Social Media
Pasang logo 80 tahun Sinar Mas pada media sosial atau aplikasi chat Anda.
1. Buka www.facebook.com/
2. ketik “80 Tahun Sinar Mas” dalam kolom pencarian frame
3. Klik gunakan sebagai profile picture atau klik Profile Picture
#TumbuhBersama
Sebarkan berita baik Sinar Mas yang Anda temukan melalui laman atau media sosial dengan tagar #TumbuhBersama. Anda juga dapat mengikuti dan menyebarkan berita Sinar Mas terkini melalui blog Sinar Mas.
Kunjungi Blog Sinar Mas
Follow, Like dan Share
Follow akun resmi media sosial Sinar Mas. Jangan lupa like dan share.
Instagram @sinar_masid
Twitter @Sinar_MasID
Facebook @SinarMasID
Youtube @SinarmasNet
#SemuaBerawalDariSini
Ayo kunjungi photo booth 80 tahun Sinar Mas dan lihat perjalanan Sinar Mas sejak awal berdiri hingga sekarang.
Booth dibuka pada tanggal 1 Oktober 2018.
Background Desktop
Pasang background desktop berikut untuk merayakan ulang tahun Sinar Mas yang ke-80.
Lomba 80 Tahun Sinar Mas
Ikuti berbagai lomba yang diadakan dan menangkan hadiah menarik.
Cek Instagram Sinar Mas @sinar_masid untuk informasi lebih lanjut.
]]>
Terlihat di Dusun Bunut, Desa Pinang Sebatang Barat, Kabupaten Siak, Riau, lokasi pembibitan milik Koperasi Bunut Abadi. Pada tahun 2002, minat warga sekitar pada hutan tanaman rakyat tengah meningkat, sehingga perusahaan terdorong memberikan pendampingan kepada mereka. Seiring berjalannya waktu, muncul potensi lain yang menarik, yakni potensi masyarakat dalam usaha pembibitan. Sebabnya, aktivitas penanaman membutuhkan pasokan bibit berkualitas secara berkesinambungan. Bagaimana masyarakat mampu memenuhi kebutuhan perusahaan menjadi tema sentral kala itu. Di tahun tersebut, PT Arara Abadi, perusahaan di bawah naungan SMF, menginisiasi pembentukan koperasi melalui pendampingan, pelatihan bisnis serta pinjaman modal sehingga warga dapat dilibatkan melakukan pembibitan, kemudian memasoknya kepada perusahaan.
Perlahan namun pasti, koperasi mampu meningkatkan kualitas serta kuantitas bibit yang dihasilkan. Bermula dengan anggota yang hanya 20 orang, bermodalkan pinjaman tanpa bunga sebesar 30 juta rupiah, kini Koperasi Bunut Abadi beranggotakan ratusan orang dengan nilai aset lebih dari 500 juta rupiah. Koperasi Bunut Abadi, tercatat berhasil meningkatkan pendapatan anggotanya hingga 33%-100%. Mereka yang sebelumnya peladang berpindah, kini memiliki penghasilan tetap melalui aktivitas yang lebih ramah lingkungan
Pencapaian ini membuat mereka pada tahun 2005 tampil sebagai Koperasi Berprestasi Harapan II se-Kabupaten Siak, menyusul tahun berikutnya menjadi Koperasi Teladan Harapan I se-Kabupaten Siak, dengan puncaknya pada peringatan Hari Gerakan Koperasi Nasional tanggal 13 Juli 2009 di Samarinda, Kalimantan Timur, Koperasi Bunut Abadi menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional.

Cerita keberhasilan binaan corporate social responsibility (CSR) PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (Serang) Serang ini bermula saat bertemunya Farid, ketua kelompok Mitra Kreasi Handycraft, dengan tim community development PT IKPP tahun 2009. Saat itu, pihak perusahaan meminta Farid membuatkan kerajinan tangan dari limbah kertas dan kardus bekas dari produksi PT IKPP. Saat itu, ayah tiga orang anak ini tengah menjalani masa sulit karena kehilangan pekerjaannya.
Sebelum produksi berlangsung, Farid dan kelompoknya terlebih dulu mendapatkan pelatihan bagaimana membuat barang-barang kerajinan tangan secara cuma-cuma. “Mereka serius memberdayakan masyarakat. Itu yang membuat saya pantang menyerah,” ujar Farid seperti dikutip Bisnis.com. Farid tidak serta merta mengecap keberhasilan. Pada awal produksi, karya yang dihasilkan masih belum rapi. “Produk saya ditolak karena tidak layak. Namun, PT IKPP tidak pergi begitu saja. Saya terus mendapatkan banyak masukan dan pelatihan,” ungkapnya kepada Kompas.

Dengan komunikasi dan pendampingan yang intensif, akhirnya Mitra Kreasi berhasil menghasilkan produk sesuai dengan standar dan permintaan perusahaan. Bersama kelompoknya, ia menghasilkan kerajinan tangan berupa kantong belanja, miniatur kapal pinisi dan becak, aneka stationery set, dan banyak lagi. “Kepercayaan itu mahal. Memang repot, tapi berkat komunikasi yang baik, masalah kualitas dan kuantitas bisa diselesaikan,” ucapnya.
Harga produk daur ulang karya Mitra Kreasi bervariasi, tergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan pengerjaannya. Produk paling murah, kantong kertas, dijual Rp 3.000 per unit. Miniatur becak seharga Rp 80.000 per unit, sedangkan badak dari kertas seharga Rp 90.000 per unit. Miniatur kapal pinisi setinggi 1 meter, panjang 1,2 meter, dan lebar 30 sentimeter jadi produk termahal, yaitu Rp 700.000 per unit.
Mitra Kreasi setiap bulannya menghasilkan hingga 200 unit kapal pinisi dan 1000 kantong kertas, buah tangana 20 orang warga sekitar yang mereka pekerjaan dengan pendapatan setiap orang mencapai Rp1,2 juta per bulan.
Asia Pulp & Paper Sinar Mas dan PT IKPP menyerap karya Farid bersama rekan-rekannya tadi sebagai buah tangan bagi para tamu dan klien perusahaan sembari memperkenalkannya kepada masyarakat luas melalui sejumlah kegiatan pameran. Hasilnya, belakangan tumbuh pula permintaan komersial dari luar perusahaan. Menurut Farid, kehadiran PT IKPP bermakna semakin banyaknya kesempatan bagi warga sekitar untuk mandiri secara ekonomi. “Asal ada kemauan dari masyarakat untuk mengembangkan diri,” ujarnya.
Kemitraan mereka juga berbuah penghargaan, diantaranya saat PT IKPP menerima Social Business Innovations Award 2012 dari majalah Warta Ekonomi. Social Business Innovations Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang dianggap telah berhasil mengembangkan inovasi-inovasi dalam program tanggung jawab sosialnya.
]]>
Biarpun sebabnya beragam, yang hampir selalu seragam adalah tudingan jika perusahaan jadi pelakunya. Tak berdasar karena jika sampai kebakaran terjadi, justru perusahaan lah yang merugi paling besar. Tanaman musnah, target produksi meleset, keanekaragaman hayati ambruk, dan ribuan karyawan yang ada di lokasi kesehatannya terganggu karena terselimuti asap. Upaya memitigasi kebakaran hutan dan lahan, berikut memadamkan tudingan miring tadi, melatarbelakangi program DMPA.

Desa-desa yang berada sekitar atau di dalam konsesi perusahaan pemasok APP Sinar Mas. Melalui pendampingan perusahaan, masyarakat diarahkan untuk berdaya dan sejahtera secara sosial-ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya serta karakteristik lokal desa mereka masing-masing, melalui praktik yang memperhatikan keberlangsungan lingkungan, utamanya lewat bidang agroforestri atau wanatani.
Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan, konsep DMPA adalah pemberdayaan masyarakat yang dikombinasikan dengan upaya pelestarian lingkungan. Masyarakat diarahkan bercocok tanam hortikultura (sayur mayur dan buah-buahan), tanaman pangan, peternakan, perikanan, serta mengolah makanan baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual.
APP Sinar Mas memfasilitasi dari hulu ke hilirnya, mulai dari penyediaan alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk. Penetapan program dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat melalui pertemuan dan dialog dengan berbagai stakeholders, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga kelompok tani yang sudah ada.
Desa yang disasar program DMPA merupakan hasil identifikasi dengan karakteristik memiliki akses pemanfaatan sumber daya hutan, ataupun memiliki dampak langsung dengan kegiatan operasional perusahaan. Selain itu, warga desa maupun kelompok tani yang ada mendapatkan pula bantuan fasilitas sertaperalatan pencegahan kebakaran hutan. Insentif juga disediakan bagi desa yang mampu menjaga wilayahnya dari kebakaran. Pendekatan ini diharapkan mampu mengalihkan warga setempat dari tradisi lama yang mereka anut dalam membersihkan lahan: pembakaran.
“Awalnya, inisiasi DMPA adalah untuk mitigasi kebakaran serta perambahan hutan dan lahan di sekitar konsesi perusahaan. Namun dalam perkembangannya, peranan DMPA semakin menyeluruh tak hanya mitigasi, tapi sekaligus membangun kemandirian sosial dan ekonomi warga pedesaan melalui wanatani ramah lingkungan, termasuk pengentasan sengketa tenurial di wilayah tersebut,” ujar Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto.
Menurutnya, melalui kerja sama berikut dukungan lintas pihak, program DMPA memungkinkan untuk terus dipertajam menjadi wahana pelaksanaan sejumlah program pemerintah, “Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi punya Program Unggulan Kawasan Pedesaan, kemudian ada program Perhutanan Sosial di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, lantas ada program Reforma Agraria di Kementerian Agraria dan Tata Ruang. DMPA menyentuh sebagian besar hal itu,” tambahnya.

Hingga pengujung 2017, APP Sinar Mas telah menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp28 miliar bagi 160 desa di pulau Sumatera dan Kalimantan. Di dalamnya terdapat 126 kelompok tani, 28 BUMDesa dan 6 koperasi dan membina 572 kelompok. Keseluruhan, program DMPA menjangkau 590 hektare sawah, 689 hektare tanaman holtikultura dan 192 hektare kebun buah.
Dalam perjalanan singkatnya, DMPA mendapatkan sejumlah apresiasi, seperti Program Kampung Iklim Utama tahun 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Certificate of Vietnam Environment Administration (VEA) dari Eco-Products International Fair (EPIF) 2017. Bahkan, petani binaan DMPA di Riau, Suryono, bahkan menjadi satu-satunya petani Indonesia yang menjadi pembicara dalam KTT PBB Perubahan Iklim (COP-22) di Marrakesh, Maroko, November 2016.
Ikuti informasi Desa Makmur Peduli Api selanjutnya di sini.
]]>
Program dijalankan memanfaatkan keberadaan Rumah Kreatif yang diinisiasi Asuransi Sinar Mas sebagai “rumah pendidikan” sekaligus sarana pemberdayaan bagi warga masyarakat sekitar. Di sana, terdapat lima sentra, yaitu Sentra Buku, Sentra Komputer, Sentra Permainan, Sentra Audio Visual/Panggung dan Sentra Kriya., tempat dimana revitalisasi Humbang Shibori dilakukan.

Bukan sebuah kebetulan jika upaya tadi sejalan dengan nota kesepahaman antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Kementerian Pariwisata dalam pengembangan Kawasan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata baru dunia. Direktur Asuransi Sinar Mas, Dumasi MM Samosir mengatakan, “Tujuan Rumah Kreatif Asuransi Sinar Mas adalah menjadi wahana pendidikan alternatif dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, guna membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, mandiri sekaligus sejahtera. Keberadaannya kami harapkan dapat pula mendukung pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia.”
Hasilnya, dari kegiatan yang berlangsung sejak tahun 2016 silam, Humbang Shibori menjelma menjadi produk eco fashion, tenun ikat ramahlingkungan, karena para perajin menggunakan bahan pewarna organik yang limbahnya dapat di daur ulang. “Pendekatan ini membuat para perajin setempat mendapatkan nilai tambah dari produk yang selama ini mereka hasilkan, yakni tekstil tradisional yang ramah lingkungan,” ujar Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin.

Tak berhenti sampai di sana, Asuransi Sinar Mas aktif pula mempromosikan Humbang Shibori kepada khalayak luas. Pada 9 Maret 2017 diselenggarakan fashion show di Gala Dinner Agency di The Mulia, Hotel & Resort, Nusa Dua Bali dan Fashion Show Humbang Shibori Pre Fall Collection 2018 di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, 8 Desember 2017.
Kegiatan itu bahkan diliput oleh sejumlah media asing, seperti IDN Global Media, Associated Press, The Times, The Guardians, Liverpool media, Tehectimes Guardians, UK Media Magazine Food and Travel, Liverpool Echo Guardians dan Cosmopolitan. Menurut Saleh, tidak hanya Asuransi Sinar Mas, tapi juga perusahaan lain di bawah naungan Sinar Mas turut memperkenalkan produk dari tersebut dalam berbagai kegiatan, dalam bentuk peragaan maupun cendera mata.
]]>Sebabnya, selama ini jangkauan layanan keuangan terbentur pada tingkat literasi keuangan yang baru mencapai sedikit di atas dari keseluruhan penduduk Indonesia, dan tersebar di wilayah yang luas. Namun, meski tingkat literasi keuangan masyarakat belum tinggi, dari seluruh penduduk Indonesia tadi, hampir 52% diantaranya mengakses internet. Keunikan ini menjadi pintu masuk bagi pemerintah mendayagunakan fintech memperluas literasi keuangan, dan sudah barang tentu bagi sektor swasta seperti Sinar Mas untuk menggarap potensi yang luas terhampar tadi.
Pada tahun 2016, berdiri PT Pasar Dana Pinjaman atau Danamas yang menyediakan layanan keuangan pinjam meminjam atau peer to peer lending (P2P) melalui telepon genggam. Artinya, siapa pun bisa menjadi pemodal dan penerima pinjaman modal sepanjang memiliki akses seluler dengan jaringan internet. Tidak ada pembatasan jumlah untuk mendanai dan pemodal dapat mencairkannya setiap saat.
Khalayak yang disasar adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang selama ini kesulitan mengakses dan melakukan transaksi menggunakan produk-produk keuangan perbankan. Selanjutnya, Danamas bergerak memberikan pinjaman modal dari masyarakat bagi para penjual dan reseller pulsa seluler.
Dalam praktiknya, baik investor maupun penerima pinjaman mendapatkan sejumlah kemudahan. Pemberi pinjaman bisa memberikan pinjaman dengan jumlah minimal, kepada banyak peminjam sehingga risiko tersebar, dan mereka dapat menarik dana yang dipinjamkan meski belum jatuh tempo. Hasil imbal balik (return) bagi pemodal sangat menarik, karena berada di atas tingkat bunga deposito bank. Pemodal juga dijamin oleh asuransi kredit sehingga bila ada kredit yang bermasalah, akan segera mendapat penggantian sebesar 70% dari pokok pinjaman. Sedangkan penerima pinjaman dapat leluasa mengatur pengembalian pinjaman sesuai dengan pendapatan yang diperoleh dan proses pencarian pinjaman pun tidak berbelit-belit.
Keamanan dan legalitas perusahaan tekfin adalah prasyarat utama bagi Danamas. Di ranah ini, Danamas boleh berbangga hati karena menjadi perusahaan peer to peer lending pertama di Indonesia yang mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator di industri keuangan. Izin OJK itu tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor: Kep-49/D.05/2017 Tentang Pemberian Izin Usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi PT Pasar Dana Pinjaman tanggal 6 Juli 2017. Danamas juga memakai Management Risiko Kredit dengan Big Data sehingga risiko kredit macet sangat kecil.
Hingga kini, jumlah pinjaman yang terealisasi tercatat sebanyak hampir 357 ribu pinjaman senilai keseluruhan lebih dari Rp 845 miliar, yang berasal dari 23,671 pemodal. Sementara jumlah pinjaman yang telah lunas jumlahnya hampir 160 ribu pinjaman, senilai lebih dari Rp 700 miliar.
]]>