Warning: Undefined variable $needReplaceWords in /var/www/html/uzcms/skylinelendingus.com/index.php on line 1355
Menurut Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja, keberlanjutan adalah harmoni antara pencapaian bisnis, kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian lingkungan. “Kemitraan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak oleh bencana alam. Kami memahami bahwasanya pertumbuhan dan perkembangan Sinar Mas sekian lama adalah berkat keberadaan serta peran masyarakat,” ujar Franky setelah selaku Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, menandatangani nota kesepahaman bantuan kemanusiaan untuk restorasi pasca bencana bersama Panglima TNI, Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto, dan dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan nasional lainnya.
Sebelumnya dalam perayaan hari jadi Sinar Mas yang berlangsung di Sinar Mas Land Plaza Jakarta, Rabu (10/10), Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto (10/10) menyatakan, perayaan yang bernuansa sederhana dimaksudkan sebagai bentuk simpati atas bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah, dan sebelumnya di Nusa Tenggara Barat. Sulistiyanto yang turut melakukan penandatangananan sebagai Wakil Ketua Umum Eka Tjipta Foundation mengatakan, sebagai langkah kepedulian, Sinar Mas melalui ETF, bersama Yayasan Buddha Tzu Chi serta TNI tengah merencanakan pembangunan rumah tinggal berikut infrastruktur layanan publik seperti klinik, rumah ibadah, dan sekolah bagi warga masyarakat yang menjadi korban bencana alam tadi.
Kemitraan akan berbentuk pengiriman logistik ke lokasi restorasi yang pengamanannya dilakukan pihak TNI, kemudian berlanjut ke pembangunan infrastruktur yang dimotori oleh unit zeni TNI. Sementara lokasi dan jumlah rumah, hingga kini masih dalam tahap koordinasi dengan semua pihak yang berwenang. Tak kurang dari 3.000 unit rumah akan dibangun melalui kesepakatan ini, dimana masing-masing pihak, yakni Yayasan Budhha Tzu Chi Indonesia, ETF dan juga Indofood, masing-masing berkontribusi sebanyak 1.000 unit rumah.
Sebelumnya, ETF bersama Yayasan Buddha Tzu Chi telah memberikan dukungan serupa, baik pada fase tahap tanggap darurat, maupun rekonstruksi saat gempa terjadi di Sumatera Barat dan Jambi tahun 2010, Tasikmalaya, Jawa Barat tahun 2009, DI Yogyakarta-Magelang tahun 2006, dan Aceh–Nias pasca tsunami melanda tahun 2004. Rekonstruksi yang dilakukan di Aceh bersama sejumlah perusahaan lain, dengan dukungan masyarakat luas, diantaranya berwujud hampir 2.600 rumah layak huni yang tersebar di Banda Aceh, Aceh Besar serta Meulaboh, dikenal dengan nama Rumah Cinta Kasih.
Dari sisi pemahaman mitigasi bencana alam, ETF pada tahun 2006 menerbitkan buku berjudul Disaster Management di Negeri Rawan Bencana karya AB Susanto, beriskan rujukan penanganan bencana yang berkelanjutan.
]]>Bersama 380.000 insan di seluruh Indonesia, yang tersebar di industri kertas dan bubur kertas, agribisnis dan makanan, komunikasi dan teknologi, properti, jasa keuangan, serta pertambangan dan energi, Sinar Mas coba memberi sumbangsih bagi negeri ini.
Usia 80 tahun hanyalah angka, yang akan bermakna apabila Sinar Mas bisa tumbuh bersama dengan masyarakat di sekitarnya. Sesuai dengan nilai-nilai luhur Sinar Mas yang menjadi pedoman dalam berkarya: integritas, perilaku positif, berkomitmen, perbaikan berkelanjutan, inovatif, dan loyal (setia). Nilai-nilai tersebut membawa Sinar Mas menjalankan praktek bisnis berkelanjutan, di mana perusahaan dan masyarakat beriringan membangun Indonesia, tak saja ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan.
Sebagai contoh, di Kabupaten Humbang Hasundutan, dekat Danau Toba, Sumatera Utara, Asuransi Sinar Mas mendirikan Rumah Kreatif yang menggandeng warga dalam menggali, melestarikan, dan memanfaatkan potensi ekonomi seni dan budaya setempat. Sementara Asia Pulp & Paper Sinar Mas sejak 2015 menginisiasi Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sebuah kemitraan bersama penduduk yang hidup di sekitar konsesi. Perusahaan membimbing mereka bagaimana mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memperkenalkan praktik wanatani ramah lingkungan guna memberdayakan perekonomian warga. Hingga akhir tahun ini, program DMPA telah menjangkau 160 desa dengan nilai bantuan sebesar Rp 28,07 miliar.
Di ranah pendidikan, melalui Eka Tjipta Foundation, telah berdiri ratusan Sekolah Eka Tjipta bagi anak-anak karyawan dan masyarakat sekitar perkebunan sawit yang dikelola oleh Sinar Mas. Meski berada di pedalaman, sekolah tersebut telah berstandar nasional. Sinar Mas menempatkan kemitraan bersama masyarakat sebagai investasi penting, di mana perusahaan dapat terus tumbuh bersama masyarakat sekitar.
Ada banyak program ekonomi kerakyatan Sinar Mas bersama masyarakat lainnya. Silakan buka tautan TumbuhBersama dan klik #TumbuhBersama untuk menyebarkan upaya berkelanjutan Sinar Mas berkontribusi untuk negeri.
Dalam rangka ulang tahun Sinar Mas yang ke-80, Sinar Mas mengadakan beberapa rangkaian aktivitas. Sinar Mas mengundang Anda semua untuk berkenan berpartisipasi dalam memeriahkan HUT Sinar Mas dengan mengikuti beberapa langkah mudah di bawah ini:
Delapan Dekade, Tumbuh Bersama
Berawal dari tahun 1938, Sinar Mas memulai langkah kecilnya di Makassar. Kini bersama masyarakat, Sinar Mas bertumbuh menjalankan praktik bisnis berkelanjutan yang diikuti upaya nyata untuk maju dan berkontribusi untuk negeri.
Dukung Aktivitas 80 Tahun Sinar Mas
Pertama, Anda dapat mengunduh logo resmi terlebih dahulu. Silakan klik tautan berikut sesuai kebutuhan Anda:
Profile Picture pada Social Media
Pasang logo 80 tahun Sinar Mas pada media sosial atau aplikasi chat Anda.
1. Buka www.facebook.com/
2. ketik “80 Tahun Sinar Mas” dalam kolom pencarian frame
3. Klik gunakan sebagai profile picture atau klik Profile Picture
#TumbuhBersama
Sebarkan berita baik Sinar Mas yang Anda temukan melalui laman atau media sosial dengan tagar #TumbuhBersama. Anda juga dapat mengikuti dan menyebarkan berita Sinar Mas terkini melalui blog Sinar Mas.
Kunjungi Blog Sinar Mas
Follow, Like dan Share
Follow akun resmi media sosial Sinar Mas. Jangan lupa like dan share.
Instagram @sinar_masid
Twitter @Sinar_MasID
Facebook @SinarMasID
Youtube @SinarmasNet
#SemuaBerawalDariSini
Ayo kunjungi photo booth 80 tahun Sinar Mas dan lihat perjalanan Sinar Mas sejak awal berdiri hingga sekarang.
Booth dibuka pada tanggal 1 Oktober 2018.
Background Desktop
Pasang background desktop berikut untuk merayakan ulang tahun Sinar Mas yang ke-80.
Lomba 80 Tahun Sinar Mas
Ikuti berbagai lomba yang diadakan dan menangkan hadiah menarik.
Cek Instagram Sinar Mas @sinar_masid untuk informasi lebih lanjut.
]]>
Praktiknya dilakukan PT SMART Tbk dengan memberikan pendampingan on-farm dalam bentuk pemberian benih bersertifikat, pemupukan, praktik agronomi berkelanjutan, berikut mencarikan sumber pendanaan, dengan menyediakan jaminan panen (off-taker). Tujuan kemitraan strategis itu agar para petani swadaya dapat mengingkatkan produktivitas, dan tentunya penghasilan mereka.

Hingga tahun ini Sinar Mas Agribusiness and Food telah meremajakan perkebunan kelapa sawit petani swadaya seluas 1.400 hektare (ha) dengan menjangkau lebih 600 petani di Riau dan Jambi.
Komitmen dikungan perusahaan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan organisasi masyarakat sipil SNV Netherlands Development pada medio tahun lalu. Melalui MoU itu, PT SMART Tbk bersama SNV Netherlands Development membantu petani swadaya meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.
Pendampingan juga dilakukan agar para petani dapat menerima sertifikasi minyak sawit berkelanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kemitraan semacam ini diharapkan membuat praktik agribisnis para petani selalu sejalan dengan kebijakan Golden Agri-Resources Social and Environmental Policy (GSEP), yakni meningkatkan produktivitas kebun melalui praktik terbaik, yang berarti meningkatkan pula pendapatan mereka.
]]>Bangunan utama kampus ITSB memiliki empat lantai, keseluruhan seluas 4.000 meter persegi, yang dapat menampung 400 mahasiswa. Kampus yang diresmikan pada Desember 2011 ini menyandang status kampus pertama yang bersertifikasi “Green Building” atau bangunan ramah lingkungan dari Green Building Council Indonesia (GBCI).
Sebabnya, konsumsi energi bangunan tersebut yang minim, memiliki ruang terbuka hijau serta air buangan tidak langsung dibuang ke tanah tapi ditampung dalam sumur resapan. Selain itu, ruang kuliah dirancang dengan sirkulasi udara yang optimal. Selaras kriteria bangunan hijau dari GBCI.

Sebagai perguruan tinggi yang bekerja sama dengan ITB, sudah barang tentu pengajar ITSB berasal dari kampus teknik di Bandung tersebut. Tidak hanya itu, sebagai feeder university ITB, mahasiswa ITSB yang berprestasi dan memenuhi syarat dapat menjadi mahasiswa dan juga lulus sebagai sarjana ITB. Ini sesuai dengan Nota Kesepakatan Bersama No. 143/KO1.1/DN/2010 dan No. 031/ITSB-DN/KS.01/VI/10 tanggal 23 Juni 2010.
Guna mematangkan lulusan ITSB sebelum memasuki dunia kerja, Sinar Mas menggandeng Himpunan Kawasan Industri (HKI) yang membuka kesempatan bagi para lulusan ITSB untuk melakukan magang di berbagai perusahaan anggota HKI. Selain itu, pilar bisnis Sinar Mas terbuka pula bagi lulusan ITSB.
Mahasiswa ITSB – yang kini memiliki 11 program studi, baik strata satu maupun diploma – mendapatkan pula dukungan beasiswa dari Eka Tjipta Foundation (ETF). ETF sendiri merupakan lembaga yang mewadahi kegiatan sosial di pilar usaha Sinar Mas yang berfokus pada bidang pendidikan, budaya, dan lingkungan.
Dari sejumlah sosok berprestasi peraih beasiswa ETF, satu diantaranya adalah Tubagus Rohmatullah. Mahasiswa jurusan Desain Produk Industri itu berhasil meraih perunggu pada The 31st China Adolescent Science and Technology Innovation Contest (CASTIC) yang berlangsung pada 13-19 Agustus 2016 di East China Normal University, Shanghai, China. Karyanya Magic Ironing berhasil mengalahkan karya peserta kontes dari India, Swedia, Brasil, Jepang, Jerman, Perancis, China, Luxemburg, Turki, Rusia, Meksiko, Thailand, dan Denmark.
Ikuti informasi tentang ITSB selanjutnya di sini.
]]>
Artinya, sektor satu ini tergolong penggerak perekonomian nasional. Agar terus tumbuh dan menyejahterakan, Bank Sinarmas menyediakan Kredit Mikro Bank Sinarmas dengan niatan agar para pengusaha kecil tadi berkesempatan mengembangkan usaha mereka.

Kesederhanaan menjadi ciri skema ini. Sesudah peminjam mengajukan permohonan, pihak Bank Sinarmas akan menindaklanjuti dengan segera. Peminjam dikenakan bunga yang kompetitif, pola pembayaran berbentuk term loan/demand loan/PRK untuk plafon tertentu, dan dapat melakukan top up sesuai kebutuhan dan ketentuan.
Hasilnya, pada tahun 2016, total kredit yang disalurkan Bank Sinarmas berjumlah Rp19,1 triliun, meningkat 10,29 persen dibandingkan jumlah kredit di 2015 sebesar Rp17,3 triliun. Sedangkan Pembiayaan terhadap Dana yang Dihimpun atau Loan to Deposit Ratio (LDR) Perseroan mencapai 96,6 persen sepanjang tahun lalu.
Secara total, hingga Juni 2017, Bank Sinarmas telah menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp2,2 triliun atau 68,5 persen dari total target tahun 2017 yang senilai Rp3,3 triliun. Jumlah ini lebih tinggi 8,1 persen dari penyaluran kredit UMKM di 2016 yang mencapai Rp2,1 triliun.
]]>
Terlihat di Dusun Bunut, Desa Pinang Sebatang Barat, Kabupaten Siak, Riau, lokasi pembibitan milik Koperasi Bunut Abadi. Pada tahun 2002, minat warga sekitar pada hutan tanaman rakyat tengah meningkat, sehingga perusahaan terdorong memberikan pendampingan kepada mereka. Seiring berjalannya waktu, muncul potensi lain yang menarik, yakni potensi masyarakat dalam usaha pembibitan. Sebabnya, aktivitas penanaman membutuhkan pasokan bibit berkualitas secara berkesinambungan. Bagaimana masyarakat mampu memenuhi kebutuhan perusahaan menjadi tema sentral kala itu. Di tahun tersebut, PT Arara Abadi, perusahaan di bawah naungan SMF, menginisiasi pembentukan koperasi melalui pendampingan, pelatihan bisnis serta pinjaman modal sehingga warga dapat dilibatkan melakukan pembibitan, kemudian memasoknya kepada perusahaan.
Perlahan namun pasti, koperasi mampu meningkatkan kualitas serta kuantitas bibit yang dihasilkan. Bermula dengan anggota yang hanya 20 orang, bermodalkan pinjaman tanpa bunga sebesar 30 juta rupiah, kini Koperasi Bunut Abadi beranggotakan ratusan orang dengan nilai aset lebih dari 500 juta rupiah. Koperasi Bunut Abadi, tercatat berhasil meningkatkan pendapatan anggotanya hingga 33%-100%. Mereka yang sebelumnya peladang berpindah, kini memiliki penghasilan tetap melalui aktivitas yang lebih ramah lingkungan
Pencapaian ini membuat mereka pada tahun 2005 tampil sebagai Koperasi Berprestasi Harapan II se-Kabupaten Siak, menyusul tahun berikutnya menjadi Koperasi Teladan Harapan I se-Kabupaten Siak, dengan puncaknya pada peringatan Hari Gerakan Koperasi Nasional tanggal 13 Juli 2009 di Samarinda, Kalimantan Timur, Koperasi Bunut Abadi menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional.

Selanjutnya, tersusun program yang meliputi sejumlah bidang, seperti Indonesia Pintar, Indonesia Hijau, Indonesia Sehat, Indonesia Peduli dan Indonesia Kreatif. Program Indonesia Pintar yang dimulai dengan meluncurkan Mobil Pintar mendapatkan respon positif dari masyarakat, sehingga SIKIB terdorong mengembangkannya lebih luas, yang mana satu diantaranya berupa Rumah Pintar, yang menetap di sebuah lokasi dengan pengelolaan berbasis komunitas.
Agar daya jangkaunya semakin kuat, pembangunan berikut pengelolaannya dilakukan menggandeng sektor privat. Sinar Mas melihat keberadaan Rumah Pintar di sekitar fasilitas produksi yang dikelola pilar bisnisnya, tersebar di sejumlah wilayah akan sangat efektif memberdayakan potensi kaum perempuan dan anak-anak. Sembari mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan dan sejahtera,sekaligus pula menyelaraskannya dengan upaya mencapai Sustainability Development Goals (SDGs).

Di Rumah Pintar, para ibu dan anak berkesempatan mengikuti aneka pelatihan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ragamnya tercermin dari fasilitas yang tersedia di Rumah Pintar, seperti Sentra Komputer, Sentra Bermain, Sentra Kriya, Sentra Anggrek, Sentra Buku, Sentra Panggung dan Sentra Audio Visual. Masing-masing sentra dibina tutor berpengalaman di bidangnya.
Di Sentra Kriya, ibu-ibu mendapatkan pelatihan kerajinan tangan bernilai ekonomi sehingga berkesempatan memanfaatkannya guna mendapatkan penghasilan tambahan. Sedangkan anak-anak dapat belajar sambil bermain di Sentra Buku dan Sentra Audio Visual. Segenap aktivitas di Rumah Pintar berlangsung cuma-cuma atau gratis. Paratutor atau pendamping, secara berkala juga mendapatkankan pelatihan untuk memperkuat kapasitas mereka.
Hingga kini, Sinar Mas melalui sejumlah pilar bisnisnya – Asia Pulp Paper Sinar Mas, PT SMART Tbk dan BSD City – mengelola hingga 29 Rumah Pintar yang tersebar di beberapa daerah. Pada tahun 2014, Rumah Pintar mengantarkan Sinar Mas mendapatkan penghargaan Anugerah Adicipta Lokatara dari pemerintah karena dinilai konsisten dalam memberdayakan masyarakat sekitar melalui pendidikan informal, berbasis komunitas. Menandakan bahwasanya komunitas adalah lingkungan terdekat dan paling efektif dalam memberdayakan masyarakat.

Untuk memulai sesuatu, butuh perjuangan dan tekad. Ini yang dirasakan oleh relawan Tzu Chi di Regional Jambi 1 yang juga pencetus budidaya tanaman organik di wilayah kebun Pelakar. Dialah Ruslianto, yang sejak Desember 2016 tak henti-hentinya mengajak warga kebun Pelakar untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanami tanaman organik.

“Dua bulan pertama sangat sulit bagi saya untuk mengajak mereka menanam tanaman organik. Hanya empat orang saja yang mau. Tapi setelah pelan-pelan kami ajak, akhirnya sekarang sudah 85 persen atau sekitar 55 kepala keluarga di pondok yang menanam tanaman organik di pekarangan rumah mereka,” ungkap Ruslianto.
Beragam tanaman dibudidayakan, mulai dari sayur mayur seperti kangkung, sawi, terong, selada, hingga tanaman obat-obatan atau TOGA (tanaman obat keluarga). Hasilnya, warga dapat memenuhi kebutuhan sayuran mereka secara mandiri, karena tidak perlu lagi membeli di pasar, melainkan tinggal memetik dari pekarangan rumah sendiri. Tidak hanya itu, para keluarga karyawan tadi juga meraih penghasilan tambahan dengan mengolah sayur seperti sawi juga menjadi kerupuk yang dipasarkan.
Tak berhenti sampai di sana, pupuk yang digunakan juga berasal dari olahan swadaya, dan sudah barang tentu organik. Salah satu yang paling banyak dimanfaatkan adalah pupuk kandang yang terbuat dari kotoran kambing, sebab mayoritas warga pondok memang memelihara ternak kambing.

Kini Ruslianto mengaku bahagia sebab hampir semua warga mulai mandiri melalui kebun organik. Bahkan sekali dalam sebulan, para relawan Tzu Chi di kebun Pelakar bersama para warga dapat mengadakan bazar tanaman organik serta menggelar Vegetarian Day menggunakan hasil dari kebun masing-masing.
Dirinya bersama para relawan yang lain berniat menyebarluaskan budaya bercocok tanam ini ke seluruh wilayah operasional perkebunan PT SMART Tbk sehingga lingkungan tempat tinggal di sekitar perkebunan tak hanya lebih asri dan lestari, namun juga produktif.
]]>Cerita keberhasilan binaan corporate social responsibility (CSR) PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (Serang) Serang ini bermula saat bertemunya Farid, ketua kelompok Mitra Kreasi Handycraft, dengan tim community development PT IKPP tahun 2009. Saat itu, pihak perusahaan meminta Farid membuatkan kerajinan tangan dari limbah kertas dan kardus bekas dari produksi PT IKPP. Saat itu, ayah tiga orang anak ini tengah menjalani masa sulit karena kehilangan pekerjaannya.
Sebelum produksi berlangsung, Farid dan kelompoknya terlebih dulu mendapatkan pelatihan bagaimana membuat barang-barang kerajinan tangan secara cuma-cuma. “Mereka serius memberdayakan masyarakat. Itu yang membuat saya pantang menyerah,” ujar Farid seperti dikutip Bisnis.com. Farid tidak serta merta mengecap keberhasilan. Pada awal produksi, karya yang dihasilkan masih belum rapi. “Produk saya ditolak karena tidak layak. Namun, PT IKPP tidak pergi begitu saja. Saya terus mendapatkan banyak masukan dan pelatihan,” ungkapnya kepada Kompas.

Dengan komunikasi dan pendampingan yang intensif, akhirnya Mitra Kreasi berhasil menghasilkan produk sesuai dengan standar dan permintaan perusahaan. Bersama kelompoknya, ia menghasilkan kerajinan tangan berupa kantong belanja, miniatur kapal pinisi dan becak, aneka stationery set, dan banyak lagi. “Kepercayaan itu mahal. Memang repot, tapi berkat komunikasi yang baik, masalah kualitas dan kuantitas bisa diselesaikan,” ucapnya.
Harga produk daur ulang karya Mitra Kreasi bervariasi, tergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan pengerjaannya. Produk paling murah, kantong kertas, dijual Rp 3.000 per unit. Miniatur becak seharga Rp 80.000 per unit, sedangkan badak dari kertas seharga Rp 90.000 per unit. Miniatur kapal pinisi setinggi 1 meter, panjang 1,2 meter, dan lebar 30 sentimeter jadi produk termahal, yaitu Rp 700.000 per unit.
Mitra Kreasi setiap bulannya menghasilkan hingga 200 unit kapal pinisi dan 1000 kantong kertas, buah tangana 20 orang warga sekitar yang mereka pekerjaan dengan pendapatan setiap orang mencapai Rp1,2 juta per bulan.
Asia Pulp & Paper Sinar Mas dan PT IKPP menyerap karya Farid bersama rekan-rekannya tadi sebagai buah tangan bagi para tamu dan klien perusahaan sembari memperkenalkannya kepada masyarakat luas melalui sejumlah kegiatan pameran. Hasilnya, belakangan tumbuh pula permintaan komersial dari luar perusahaan. Menurut Farid, kehadiran PT IKPP bermakna semakin banyaknya kesempatan bagi warga sekitar untuk mandiri secara ekonomi. “Asal ada kemauan dari masyarakat untuk mengembangkan diri,” ujarnya.
Kemitraan mereka juga berbuah penghargaan, diantaranya saat PT IKPP menerima Social Business Innovations Award 2012 dari majalah Warta Ekonomi. Social Business Innovations Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang dianggap telah berhasil mengembangkan inovasi-inovasi dalam program tanggung jawab sosialnya.
]]>Awalnya, keberadaan fasilitas pendidikan di lokasi yang terpencil, jauh dari pusat kota tadi memang arahan pemerintah. Tapi karena GAR dan Sinar Mas Agribusiness and Food mengelolanya layaknya investasi, mereka bergerak menyelenggarakan pendidikan dari tingkat usia dini hingga sekolah menengah, dengan menggandeng Eka Tjipta Foundation (ETF) lewat program peningkatan kualitas sekolah kebun. Hasilnya, sejumlah sekolah – yang dinamakan Sekolah Eka Tjipta – berhasil menyandang status sekolah standar nasional, terakreditasi A.
ETF secara berkala bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta dinas pendidikan setempat bergerak ke lapangan melakukan penilaian yang hasilnya digunakan sebagai dasar penyusunan langkah perbaikan. Dari sana, serangkaian pelatihan manajemen bagi sekolah yang berada di bawah naungan perusahaan digelar.

ETF sendiri adalah lembaga yang mewadahi kegiatan sosial perusahaan yang tersebar di berbagai pilar bisnis Sinar Mas. Fokus ETF tertuju pada bidang pendidikan, budaya, dan lingkungan, dengan visi meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat sehingga mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia secara berkelanjutan.
Hasilnya, hampir 300 sekolah kebun telah menjangkau sekitar 30 ribu ‘anak kebun’ dengan bimbingan sekitar 3 ribu guru yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua, yang kualitasnya terus didorong. Kini, 50 diantaranya telah menyandang nama Sekolah Eka Tjipta. Sekolah yang berlandaskan pada nilai-nilai kehidupan pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, yakni “menjadi sekolah yang menghasilkan individu berbudi luhur, berkarakter, berprestasi dan peduli lingkungan,” dan tentu saja berstandar nasional.
Jamal Rosid adalah seorang ‘anak kebun’ yang berhasil mencatatkan prestasi istimewa. Dibawa keluarganya berpindah dari Kebumen, Jawa Tengah, ia melanjutkan studi ke SD Eka Tjipta Terawan, Kalimantan Tengah, pada tahun 2009, di kelas 3. Kedua orang tuanya adalah karyawan PT Bina Sawit Abadi Pratama kebun Terawan.
Terpilih masuk tim Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang akan berlaga di tingkat Kecamatan Danau Seluluk tahun 2011, di bidang matematika, mengharuskan dirinya mengikuti bimbingan khusus selama setahun. Ketika itu, Jamal meraih posisi kedua. Tahun berikutnya ia kembali mengikuti OSN bidang matematika, dan kali ini berhasil menjadi juara 1, yang berarti berhak mewakili Kecamatan Danau Seluluk mengikuti seleksi di tingkat Kabupaten Seruyan di Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah. Di ajang ini Jamal menjadi yang terbaik.
Keberhasilannya berlanjut saat ajang OSN Matematika Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2012, dengan kembali meraih posisi pertama. Sebagai yang terbaik di tingkat provinsi, Jamal melanjutkan langkahnya berkompetisi ke OSN tingkat nasional di Jakarta. Meskipun di tingkat nasional, ia belum berhasil, namun perjalanan prestasinya adalah contoh. ‘Anak kebun’ tak bersekolah? Itu cerita lama. Sekarang ini, ‘anak kebun’ mencatatkan prestasi di sekolah.
]]>